Buktikan saja, tidak perlu komentar

Saya hanyalah satu dari sekian ribu warga Perum TAS. Sejak awal masalah/kejadian ini bergulir, para pejabat pemerintah seolah menjadi “lawan” dari rakyat. Ketidaktegasan pemerintah merupakan sebuah wujud ketidakberdayaan ataukah sebuah “konsensus”. Hanya dibutuhkan suatu bukti dan bukan suatu janji bahwa semua pihak berwenang bersungguh-sungguh menuntaskan masalah ini. Bekerja cepat, taktis dan tidak menyengsarakan para korban itulah yang harus diwujudkan. Tuntutan 100% dinyatakan tidak sesuai peraturan sungguh menggelikan. Bukankah bunyinya uang muka 20% dan pelunasan selambat-lambatnya 1 bulan sebelum masa kontrak habis, berarti jika dibayarkan lebih cepat tidak melanggar “selambat-lambatnya”. Mungkinkah aset para shareholder berupa tower-tower di Jakarta (misalnya di daerah Kuningan) dan yang tersebar di Indonesia (misalnya di sepanjang pantai Kuta, Bali) dijaminkan pada bank untuk membayar ganti rugi? Perjuangan para korban dengan cucuran darah dan air mata serta perasaan, apakah tidak ada artinya di mata mereka yang berwenang? Tuhan pasti mendengar doa orang-orang teraniaya, dan apakah mereka yang berwenang tidak memikirkan nasib anak cucunya kelak bila Tuhan murka. Ketika tahu berbagai produk ternyata keluaran dari shareholder, jelas saya tidak akan membelinya. Jika benar bahwa sertifikat asli sudah diserahkan ke pihak Minarak Lapindo Jaya saat 20% pembayaran uang muka, satu lagi kejadian masyarakat “rakyat kecil” telah dizolimi. Jual-beli belum lunas kok sertifikat sudah di tangan pembeli ?????  ***please also see hotmudflow.wordpress.com***

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: