Akhiri penderitaan korban dengan segera. Please..do!!!

Hari ini saya bertemu dengan Ibu Agnes Tuti Rumiati (lebih familiar disebut Bu Tuti) ditemani oleh kolega saya Bapak Lantip Trisunarno. Tujuan sowan ke beliau adalah untuk mencoba mengungkap informasi lebih lanjut (versi Tim Pendataan dan Ekonomi ITS), tentang data ITS yang dipakai sebagai acuan dalam verifikasi ganti rugi utamanya untuk warga Perum TAS. Awalnya saya pribadi berpikir bahwa daripada satu per satu warga datang meminta data dari pihak ITS, akan lebih baik ada perwakilan ITS yang stand-by dalam tim verifikasi agar lebih baik dan efisien. Menurut Bu Tuti, beberapa saat lalu ada beberapa warga Perum TAS dan juga termasuk Tim 16 yang meminta data dari ITS. Meski demikian permintaan tersebut ditolak karena dikhawatirkan terjadi perubahan ataupun dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berupaya mencari keuntungan pribadi. Bu Tuti menjelaskan bahwa dalam kontrak awal pekerjaan dengan Lapindo hanya sekian ribu titik namun berkembang jumlahnya atas inisiatif Tim ITS untuk membantu masyarakat, meski dalam upaya tersebut terjadi beberapa halangan dari warga setempat (kecurigaan). Dalam pertemuan dengan dengan Tim 16, Bu Agnes telah menjelaskan bahwa seluruh data hasil survey ITS telah diserahkan kepada Lapindo dan kepada BPLS. Dengan demikian warga tinggal membawa kelengkapan pribadi yang dapat melengkapi proses verifikasi. ITS, menurut Bu Tuti, berada pada posisi yang sulit karena dianggap sebagai institusi resmi pengambil data.

Saya pribadi berharap kepada BPLS (berikut perangkat tim verifikasi) dan Lapindo untuk segera membayar ganti rugi agar tidak berlarut-larut. Lebih transparan kepada semua pihak tentang jalannya proses pembayaran ganti rugi. Bila perlu membuat slot iklan (kolom khusus) di media cetak tentang formulir yang ada dan prosedur administratif yang harus dipenuhi oleh korban. Sekaligus berterus terang kepada korban bahwa pihak BPLS dan Lapindo sudah memiliki data dari hasil survey tim ITS dan tinggal warga juga (berhak) memverifikasi validitas data tersebut (hal ini bukan dengan maksud menganggap proses validasi data yang sudah dilakukan ITS itu keliru) dengan cukup membawa bukti kepemilikan. Dengan demikian korban yang sudah tercerai-berai di hunian sementara masing pun dapat dengan mudah mengakses informasi yang sudah bersifat publik. Please…do…!

One Response

  1. Gara2 data itu mahasiswa ITS jadi kena skorsing krn berani membongkar konspirasi antara ITS dan Lapindo.
    Bisa2 mahasiswa ITS jadi takut bersuara…
    Kayaknya mmg butuh korban untuk mengakhiri penderitaan korban dengan segera…

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: