Silabus Mata Kuliah

Nama Mata Kuliah : Teknik Pengendalian Kualitas

Kode Mata Kuliah : RI 1347

SKS : 3

Tujuan :

Mahasiswa mampu memahami kualitas output suatu industri baik berupa produk maupun jasa serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tersebut sehingga mahasiswa mampu menentukan teknik-teknik pengendalian yang tepat.

Materi :

1. Definisi Kualitas

2. Teknik Pengendalian

3. Pengendalian Kualitas dan faktor-faktor yang menentukan kualitas output dari suatu sistem produksi.

4. Aplikasi 7 tools.

5. Aplikasi peta kontrol untuk mengevaluasi dan mengendalikan proses produksi seperti attributes control charts (p-chart, c-chart, dll) dan variable control charts (X-chart dan R-chart).

6. Aplikasi acceptance sampling guna mengendalikan input dan output sistem produksi (product quality).

7. Penggunaan standard-standard yang umum diaplikasikan dalam proses pengendalian kualitas seperti Mil- Std 105D dan Mil-Std 414.

8. Aspek-aspek manajemen kualitas yang menyangkut Total Quality Control (TQC), Quality Con trol Circles (QCC), Zero Defects, dll.

Prasyarat :

RI 1332 Statistik Industri II

RI 1321 Proses Manufaktur

Pustaka :

1. Grant, E.L. and R.S. Leavenworth (1988). Statistical Quality Control. McGraw-Hill Book, Co., New York.

2. Montgomery, Douglas C. (1996). Introduction to Statistical Quality Control. John Wiley & Sons, New York.

3. Halpern, Siegmund (1979). The Assurance Science: An Introduction to Quality Control and Reliability. Englewood Cliffs, Prentice-Hall, Inc., New J

HAL-HAL KHUSUS
1. Belajarlah dengan rajin, biasakan membaca dan mencoba memahami materi sebelum perkuliahan untuk materi yang bersangkutan, serta jangan menunda waktu untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan di awal semester. Ingat meskipun nilai akhir bukan tujuan utama, tetapi hal tersebut adalah cerminan dari kerja keras Anda mengikuti kuliah.
2. Disediakan waktu khusus untuk konsultasi tentang materi kuliah (jadwal diumumkan kemudian). Jika pertanyaan dikirimkan melalui e-mail dan dipandang perlu diketahui seluruh peserta kuliah maka akan diinformasikan melalui website yang ada. Periksa isi website paling tidak seminggu sekali
3. Kehadiran anda dalam kuliah akan berpengaruh pada syarat mengikuti ujian (minimal kehadiran)
4. Demi kelancaran jalannya pertemuan di kelas (perkuliahan), maka mahasiswa yang datang 10 menit setelah kuliah dimulai tidak diperkenankan masuk
5. Bila terdapat kesulitan dalam mengerjakan tugas, segera konsultasikan dengan dosen dan hindari plagiarisme (tugas yang menjiplak tidak akan diberi nilai). Keterlambatan penyerahan tugas akan diberikan sanksi berupa pemotongan nilai sebesar 10% nilai yang didapat per jumlah hari keterlambatan (kecuali bila ada halangan khusus with proven valid excuse). Tugas hendaknya diserahkan langsung pada dosen yang bersangkutan, kecuali bila ada pemberitahuan khusus. Format tugas akan dijelaskan di kelas.
6. Hal-hal yang terkait dengan sanksi kecurangan dan lain-lain, silakan melihat pada peraturan akademis ITS (simak di http://www.its.ac.id)

15 Responses

  1. pak yudha,tugas 2 TPK apa tidak diupload diblog anda?

  2. Kualitas merupakan sesuatu yang krusial bagi suatu produk, baik itu produk barang maupun produk jasa. bagi sebuah industri tentunya kualitas merupakan tolak ukur yang penting bagi output suatu proses produksi. Jadi suatu proses produksi yaitu yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa akan sangat memeperhatikan bagaimana kualitas barang atau jasa yang dihasilkan untuk menmberi value pada output prosesnya.
    Pada istilah klasikal kualitas seringkali diartikan sebagai nilai suatu produk, apakah dia (produk tersebut) mampu memenuhi fungsi yang semestinya, sesuai dengan tujuan diproduksinya produk tersebut. Misalnya produk sabun, tentunya sabun tersebut dikatakan berkualitas apabila telah mampu menjalankan fungsinya, yaitu membersihkan kotoran. Begitupun untuk contoh yang lain. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya produk baru yang bermunculan sehingga memunculkna kompetitor produk sejenis, maka kualitas menjadi sesuatu yang berbeda konteksnya. Benda dikatakan berkualitas apabila mampu memenuhi keinginan konsumen, atau apabila produk tersebut layak dipakai konsumen. Namun untuk mewujudkan benda berkualitas tentunya akan memunculkan opini berbeda dari pihak yang berbeda pula.
    Lalu ditentukan pula critical to quality yang menunjukkan apa saja komponen yang harus dipenuhi agar produk dikatakan berkualitas,
    1.Fisik, panjang, berat, dan kekentalan.
    2.Indera rasa, penampilan, dan warna.
    3.Orientasi waktu, keandalan, dapat dipelihara, dapat dirawat.
    Namun dengan makin berkembangnya dunia industri, nilai kualitas tidak hanya diukur dari output keluaran proses saja, tetapi juga menyangkut bagaimana proses produk terbentuk. Jadi kualitas juga menyangkut masalah variabilitas output dari suatu proses produksi. Kualitas menjadi terkait dengan keseragaman output. Maka dibuatlah perhitungan untuk menentukan masalah keseragaman, dengan menentukan batas hitungan rata-rata proses dan penghitungan batas-batas dimana dilakuakan perhitungan untuk mendapatkan tolak ukur dimana suatu proses dikatakan berada di luar batas atau masih berada dalam batas yang diperbolehkan.
    Statistik menjadi hal yang berkait dengan kualitas, dengan ditemukannya SPC Statistical Process Control, yaitu metode statistik yang digunakan untuk mengukur kualitas atau membantu menemukan parameter kualitas.
    • Cause and Effect Diagram
    Disebut pula fishbone diagram / ishikawa diagram yang pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa tahun 1943. Diagram ini digunakan untuk meringkas pengetahuan mengenai kemungkinan sebab-sebab terjadinya variasi dan permasalahan lainnya, menyusun sebab-sebab variasi atau sebab-sebab permasalahan kualitas KO dalam kategori-kategori yang logis. Hal ini membantu untuk menentukan fokus yang diambil dan merupakan alat yang sangat membantu dalam penyusunan usaha-usaha pengembangan proses. Diagram sebab-akibat ini menggunakan metode sumbang saran (brainstorming method) untuk mencari faktor penyebab penyimpangan kerja secara detail.
    • Histogram
    Menampilkan sekumpulan data dan sangat membantu jika digunakan untuk melihat bentuk, pemusatan, dan penyebaran sekumpulan data dari beberapa proses. Histogram juga memberi informasi yang cukup mengenai problem kualitas untuk menyediakan dasar dalam pengambilan keputusan tanpa analisis yang lebih jauh serta menentukan kapasitas proses dan bentuk populasi.
    • Pareto Diagram
    Diagram ini membantu dalam memusatkan perhatian pada hal-hal penting, mengidentifikasi sejumlah kecil permasalahan, menyatakan perbandingan masing-masing persoalan yang ada dan kumulatif secara keseluruhan, menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan koreksi dilakukan dan menunjukkan perbandingan masing-masing persoalan sebelum dan sesudah diperbaiki.

    • Check Sheet
    Merupakan form atau lembar untuk mengumpulkan data. Dapat digunakan untuk mendefinisikan karakteristik kualitas sehingga dapat diukur.
    • Control Chart
    Control chart, digunakan untuk menunjukkan batasan kualitas dalam proses produksi dan
    sangat bermanfaat untuk mendeteksi situasi tidak normal di luar standar yang telah ditentukan dalam suatu proses.
    Manfaat dari adanya grafik pengendali antara lain:
    a. mengurangi variabilitas proses
    b. efektif dalam pencegahan cacat
    c. memberikan informasi yang diperlukan dalam suatu pengambilan keputusan
    • Scatter Plot Diagram
    Scatter plot adalah alat yang digunakan untuk menganalisa data juga untuk mengeplot data yang menunjukkan hubungan antara 2 variabel.digunakan untuk melihat ,meramalkan dan menyimpulkan hubungan antara 2 variabel.
    • Flow Chart
    Suatu diagram aliran adalah suatu penyajian bergambar yang menunjukkan semua langkah-langkah suatu proses.
    Dengan aplikasi tersebut maka kualitas dapat diupayakan lebih optimal.
    Berikut ini adalah konsep lain mengenai pengendalian kualitas:
    Pengendalian Mutu Menyeluruh (TQC) adalah sebuah sistem yang efektif untuk mengintegrasi usaha pembangunan mutu, pemeliharaan mutu, dan peningkatan mutu dari berbagai macam grup dalam sebuah
    organisasi sehingga memungkinkan bagian pemasaran, engineering, produksi, dan pelayanan pada tingkat ekonomis untuk menjadikan kepuasan pelanggan secara penuh.

    Manajemen Mutu Menyeluruh (TQM) adalah sebuah filosofi dan set dari prinsip- prinsip tauladan yang menggambarkan landasan dari sebuah organisasi yang terus- menerus meningkat. Manajemen Mutu Terpadu
    adalah penggunaan dari metode- metode kuantitatif dan sumber daya manusia untuk meningkatkan material- material dan layanan- layanan terhadap sebuah organisasi, semua proses dalam sebuah organisasi, dan derajat terhadap kepuasan pelanggan saat kini dan mendatang. Manajemen Mutu Terpadu menggabungkan dasar teknik manajemen, usaha peningkatan yang ada, dan perangkat teknik dari suatu pendekatan disiplin ilmu yang difokuskan untuk peningkatan menyeluruh. (US Department Defense).

    Quality Planning : dengan mengidentifikasikan siapa konsumen kita terlebih dahulu dan orang- orang yang terlibat dan terimbas dengan proses (termasuk konsumen internal dan eksternal) kemudian membangun dan membuat barang atau jasa yang sesuai untuk mereka serta menetapkan goals mutu berdasarkan biaya seminimum mungkin, dimulai dari proses rancang yang dibuat sedemikian rupa agar dapat ditransferkan dalam kondisi pembuatan secara aktual kepada operator beserta dengan pelatihan yang cukup.

    Quality Control: dimaksudkan pada elemen- elemen yang kritikal yang perlu dikendalikan. Elemen- elemen tersebut harus diidentifikasikan dan pengukuran ataupun metodenya harus didefinisikan, termasuk nilai kinerja standarnya.

    Quality Improvement: dimaksudkan sebagai tindakan berkelanjutan yang terus menerus untuk mencapai yang lebih baik. Hal ini diikuti dengan membuktikan kebutuhan terhadap peningkatan dan penetapan ulang dari
    proyek- proyek peningkatan yang spesifik.

    Kemudian pada tahun 1987, ECS (European Committee for Standardization) mengadopsi ISO 9000. ISO adalah suatu singkatan untuk International Organizatiion for Standardization yang merupakan suatu organisasi
    internasional yang dibuat sebagai perwakilan standar dari 91 negara termasuk Amerika Serikat.
    Standar ini dibuat sebagai ‘basic generic’ dari persyaratan untuk semua Sistem Manajemen Mutu Terpadu.

    ((mohon maaf telat Pak…)

  3. RESUME

    selamat pagi pak yudha…

    Selama satu semester ini saya mendapat banyak sekali tambahan pengetahuan yang berkaitan dengan materi TPK bapak dimana saya dapat mengert definisi kualitas,faktor-faktor yamg mempengaruhi sebuah kualitas dimana kita menentukan CTQ dari sebuah kualitas selain itu kami kami diajari tools-tools dalam pengendalian kualitas dengan aplikasi 7 tools sehingga kami dapat mengolah sebuah data hingga diketahui sebuah kualitas dari parameter yang ditentukan selanjutnya diperdalam dengan aplikasi peta kontrol untuk mengevaluasi proses produksi seperti variavel control charts ataupun atribut control charts selanjutnya aplikasi acceptance sampling untuk mengendalikan input dan output dalam sistem produksi,dilanjutkan dengan penerapan standart-standart yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas hingga aspek-aspek manajemen kualitas yang menyangkut organisasi dalam Total Quality /control (TQC),demikan yang dapat saya simpulkan dari materi 1 semester ini pak.. terima kasih bimbinganya dan gemblenganya 8++ tugasnya yang keren abis…
    Muhammad muslikh firmansyah(2506100104)
    .

  4. selamat pagi pak yudha…
    SARAN

    menurut saya pengajaran bapak TOP beda ama lainya karena uda gak menggantungkan nasib mahasiswa 1 semester cuma ama UTS dan UAS,bapak lebih mementingkan Proses dengan tidak mengesampingkan hasilnya prosentase tugas yang besar melatih mahasiswa untuk terbiasa mengerjakan laporan sesuai format dan parameter yang diktentukan,tetapi masalahnya.. pak tugasnya terlalu banyak dan hampir mirip-mirip pak… sehingga mahasiswa agak bingung membedakanya karena berkaitan dengan seventools,spc dan sebangsanya tetapi overall top pak cuma kurang materi terakhir-terakhir yang presentasi,jadinya kurang begitu jelas selebihnya sudah bagus pak.. tetapi akan lebih baik kalo nilainya duberi lebih juga bapak,hehe.. terima kasih atas bimbinganya 1 semester ini pak saya berharap di semester kemudian dapat bertemu bapak lagi..
    surabaya,22 desember 2008
    Muhammad muslikh firmansyah(2506100104)

  5. Pada kuliah Teknik Pengendalian Kualitas hal yang didapat diantaranya adalah pengetahuan tentang konsep kualitas baik itu definisi kualitas, maupun parameter-parameter apa yang diperhatikan untuk mengukur kualitas suatu produk. Selain itu didapatkan juga pengetahuan tentang langkah-langkah dalam pengendalian kualitas yang dikenal dengan istilah SPC (statistical process control) yang bertujuan untuk meningkatkan output dari proses, mengurangi variabilitas proses, mencapai stabilitas proses serta memecahkan permasalahan proses , pada kuliah TPK juga diberikan pemahaman tentang alat (tools) yang dipakai untuk pengendalian kualitas yang lebih dikenal dengan sebutan seven tools beserta analisanya. Selanjutnya juga dipelajari tentang cara menghitung dan menganalisa kemampuan proses (process capability) dan perbedannya dengan actual process capability serta metode dan langkah-langkah yang dilakukan untuk monitoring process yang terdiri dari univariate statistical process monitoring and control technique dan multivariate process monitoring and control. Terakhir juga dipelajari tentang macam-macam proses sampling pada yang dilakukan pada proses pengendalian kualitas serta optimasi proses dengan menggunakan metode design experiment.

    Rio Zulandra (2505100106)

  6. Selamat siang pak..
    Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena bapak telah memberikan ilmu kepada saya dan teman-teman. Minggu pertama kami diajarkan tentang apa itu kualitas, QCC, bagaimana menentukan CTQ dan teman-temannya. Dari parameter suatu produk yang akan ditentukan bagaimana kualitasnya. Selanjutnya masuk ke bab Statistical Process Control dengan jurus andalan yaitu seven tools. Disini akan dipelajari definisi, manfaat penggunannya, dan cara penggunaannya. Tujuan dari pengukuran sebuah kualitas adalah untuk mengurangi variabilitas dari produk yang dihasilkan. Tools yang digunakan antara lain adalah check sheet, ishikawa diagram, control chart, histogram, pareto, scatter plot, dan flowchart. Dari tools tersebut dapat diketahui sumber penyebab terjadinya variabilitas, bagaimana cara pengendaliannya, bagaimana mengambil keputusan. Bagaimana konsep pareto dapat digunakan untuk menentukan tindakan apa yang dapat mengurangi defect produk dengan konsep 20-80. Kemudian menentukan capability process, dimana menganalisa apakah proses yang dilakukan untuk memproduksi produk sudah masuk dalam kategori yang diinginkan. Proses centering data, membuat peta control,lebih lanjutnya yaitu mengenai konsep R&R studies mengenai measurement. Untuk memperdalam ilmu yang telah diberikan maka aplikasinya adalah kita membuat tugas mengenai penentuan kualitas pada makanan dan minuman dalam kemasan. Selanjutnya adalah Univariate dan multivariate, mengenai pengendalian berdasarkan variable yang akan dikritisi. Menyinggung sedikit tentang design of experiment, bagaimana merancang sebuah eksperimen dengan menentukan factor-faktor yang bersifat controllable dan uncontrollable.Dari eksperimen tersebut diharapkan dapat mengetahui pengaruh antar faktor dan interaksinya. Kita juga belajar mengenai acceptance sampling, bagaimana penggunaannya. Sistem lot by lot pada akhir pertemuan kuliah. Pembahasan mengenai standar acceptance sampling yang dikenal dengan nama MIL STD 414, MIL STD 105D, MIL STD 105E. Perbedaan dari standar tersebut adalah penerimaan lot dengan MIL STD 414 lebih ketat jika dibandingkan dengan lainnya. Terima Kasih pak

  7. Selamat siang pak..
    Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena bapak telah memberikan ilmu kepada saya dan teman-teman. Minggu pertama kami diajarkan tentang apa itu kualitas, QCC, bagaimana menentukan CTQ dan teman-temannya. Dari parameter suatu produk yang akan ditentukan bagaimana kualitasnya. Selanjutnya masuk ke bab Statistical Process Control dengan jurus andalan yaitu seven tools. Disini akan dipelajari definisi, manfaat penggunannya, dan cara penggunaannya. Tujuan dari pengukuran sebuah kualitas adalah untuk mengurangi variabilitas dari produk yang dihasilkan. Tools yang digunakan antara lain adalah check sheet, ishikawa diagram, control chart, histogram, pareto, scatter plot, dan flowchart. Dari tools tersebut dapat diketahui sumber penyebab terjadinya variabilitas, bagaimana cara pengendaliannya, bagaimana mengambil keputusan. Bagaimana konsep pareto dapat digunakan untuk menentukan tindakan apa yang dapat mengurangi defect produk dengan konsep 20-80. Kemudian menentukan capability process, dimana menganalisa apakah proses yang dilakukan untuk memproduksi produk sudah masuk dalam kategori yang diinginkan. Proses centering data, membuat peta control,lebih lanjutnya yaitu mengenai konsep R&R studies mengenai measurement. Untuk memperdalam ilmu yang telah diberikan maka aplikasinya adalah kita membuat tugas mengenai penentuan kualitas pada makanan dan minuman dalam kemasan. Selanjutnya adalah Univariate dan multivariate, mengenai pengendalian berdasarkan variable yang akan dikritisi. Menyinggung sedikit tentang design of experiment, bagaimana merancang sebuah eksperimen dengan menentukan factor-faktor yang bersifat controllable dan uncontrollable. Kita juga belajar mengenai acceptance sampling, bagaimana penggunaannya. Sistem lot by lot pada akhir pertemuan kuliah. Pembahasan mengenai standar acceptance sampling yang dikenal dengan nama MIL STD 414, MIL STD 105D, MIL STD 105E. Perbedaan dari standar tersebut adalah penerimaan lot dengan MIL STD 414 lebih ketat jika dibandingkan dengan lainnya. Terima Kasih pak

  8. Selamat siang pak..
    Berikut ini saya tampilkan resume kuliah Teknik Pengendalian yang saya dapat selama satu semester Mohon maaf jika ada kekurangan

    Kualitas dalam konteks yang modern berbanding terbalik dengan variabilitas. Oleh karena itu untuk mengendalikan kualitas perlu adanya tindakan quality improvement yang memperkecil variabilitas dari suatu produksi dan menjaga proses supaya output seragam. Untuk mengendalikan proses ini dikenal istilah statistical process control untuk mendetrksi atau mencegah poor quality dengan mendeteksi sumber variabilitas/defect. Salah satu tools statistical process control adalah control chart. Control chart adalah grafik yang menunjukkan control limit dari proses. Proses berada didalam control jika tidak ada sample dari produk diluar limit, banyak point yang mendekati averagenya, dan sample terdistribusi secara random atau dapat pula dikatakan apabila jumlah sample diatas dan dibawah average sama. Control chart dalam teknik pengendalian kualitas ada dua macam yaitu control chart untuk atribut (p dan c chart) dan control chart untuk variable (X dan R chart). Lebih jauh tentang X dan R chart, grafik ini dapat memberikan informasi tentang performa atau kapabilitas dari proses. Kapabilitas proses itu sendiri berarti kemampuan proses untuk menghasilkan produk yang uniform. Cara lain untuk mengukur kapabilitas proses yaitu dengan capabilitas ratio yang mengukur kemampuan proses untuk menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi. Tetapi pada akhirnya kapabilitas proses ini dapat mengabaikan spesifikasi dengan syarat variabilitasnya rendah. Control chart selanjutnya dikembangkan oleh Dr. Walter A shewhart menjadi cusum control chart dan EWMA control chart. Materi-materi terakhir pada kuliah Teknik Pengendalian Kualitas adalah mengoptimasi proses yang ada untuk meningkatkan kualitas dengan menggunakan desain eksperimen, materi selanjutnya adalah acceptance sampling dimana materi tersebut concern dengan inspeksi dan pengambilan keputusan terkait dengan produk apakah produk itu cacat, perlu diperbaiki atau diterima.

  9. Resume Kuliah TPK :
    Dimulai dengan Pengertian kualitas.Kualitas (tradisional):sesuai kegunaannya, kualitas (modern):suatu produk dikatakan berkualitas apabila memiliki tingkat variabilitas yang kecil. CTQ:Fisik( panjang),Sensory (rasa),Time orientation(reliability)kemudian tentang SPC yakni alat untuk mengidentifikasi permasalahan dan meningkatkan kualitas produksi. Seven tools:Histograms, Pareto Charts, Cause Effect Diagrams, checksheet, Scatter Diagrams, Flow Charts, Control Charts)Control chart : grafik yang menetapkan batas kendali suatu proses.Tipe chart atribut😛 &C Chart. tipe chart variable😡 bar& R chart. dilanjutkan dengan Proses capabilitas adalah suatu studi untuk menaksir kemampuan proses.bab berikutnya tentang CUSUM :untuk menentukan jika suatu proses telah menjauhi suatu target yang ditetapkan karena mudah untuk mengkalkulasi penyesuaian yang diperlukan).dilankutkan dengan Multivariate process. Multivariate & univariate membahas pengendalian berdasarkan variable yang akan diproses.EPC dan SPC :control chart tidak selalu merupakan metode terbaik untuk mengurangi variabilitas, &Memanipulasi beberapa variabel lain untuk mempengaruhi output proses.Factorial factorial eksperiment factorial design: untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada variable.Process optimization with DE. Interaksi diantara controllable & noise factor merupakan kunci dari study ketahanan proses dan Jika pada akhirnya koefisien regresi dan tidak bernilai nol maka tidak terdapat permasalahan dalam design robust.LOT BY LOT ACEPTANCE SAMPLING :Suatu proses pemeriksaan dimana suatu produk diambil dari kotak dan suatu karakteristik kualitas unit dalam sampel diperiksa,diterima&ditolak dan digunakan saat : proses pengujian bersifat merusak dan biaya pemeriksaan tinggi.dan terakhir,.OTHER ACCEPTANCE SAMPLING TECHNIQUE. standar acceptance sampling terdiri dari MIL STD 414, MIL STD 105D, MIL STD 105E.

  10. resume kuliah selama 1 semester

    kualitas merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh produsen terhadap produk atau pelayanan yang diberikannya.
    dalam sisi perusahaan, kualitas merupakan alat untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.
    di sisi konsumen, merupakan parameter konsumen merasa puas atau malah dirugikan.

    parameter kualitas: tidak melebihi atau kurang dari spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya. kualitas tidak membuat perusahaan rugi dan juga tidak membuat pelanggan kecewa terhadap produk/jasa yang diberikan oleh produsen.

    SPC adalah proses untuk mendeteksi dan mengeliminasi sumber variasi pada proses yang memungkinkan untuk menyebabkan cacat pada produk.

    capabilitas=batasan atau jangkauan pada variabilitas alami dalam sebuah proses yang dihitung dengan control charts.Capabilitas rasio-nya dihitung dengan jangkauan toleransi dibanding dengan jangkauan proses

    alat/metode pengendalian yang digunakan untuk pengendalian proses adalah:
    a) untuk atribut = p-charts dan c-charts
    b) Untuk variable = mean(x bar) chart dan range chart

    sampling procedure mengetahui sebuah pengiriman diterima atau ditolah menggungakan teknik sampling. jenis sampling:single sampling, double sampling

  11. Heni Sulistyowati (2506100144)
    Resume kuliah TPK

    Kualitas dapat didefinisikan sebagai “Fitness to use” atau sesuatu yang dapat digunakan sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Misalnya saja, produk tupper ware yang memberi jaminan tahan panas ketika digunakan untuk menyimpan sup yang masih panas ternyata produk tersebut retak/penyot, maka produk tersebut dapat diidentifikasi sebagai produk yang tidak berkualitas. Menurut buku Montgomery, kualitas dibentuk oleh 8 dimensi yaitu : performance, reliability (kehandalan, yaitu produk dapat menjalankan fungsinya selama masa pakai/hingga masa pakainya habis), Durability (Daya tahan/ life time produk), Serviceability, aesthetics, features, perceived Quality, dan conformance to standard.
    Untuk menilai apakah suatu produk tersebut berkualitas dapat pula digunakan Critical to Quality (CTQ), yaitu ciri-ciri kualitas yang harus terpenuhi agar dapat dinyatakan bahwa produk tersebut berkualitas. Ciri-ciri tersebut antara lain : Physical (length, weight, voltage, viscosity), Sensory (taste, appearance, color), Time orientation (reliability, durability, serviceability).
    Sedangkan suatu alat yang digunakan untuk memonitor proses, mengurangi variabilitas produk (variabilitas ini dapat mengurangi kualitas produk atau dapat meningkatkan kecacatan suatu produk) disebut dengan Statistical Process Control (SPC). Alat-alat yang digunakan dalam SPC ini dinamakan 7tools (tujuh alat pengendali kualitas).
    1.Fishbone Diagram (Cause-effect Diagram) : tidak melibatkan statistik, mencari hubungan sebab-akibat, mempermudah faktor improvement.
    2.Histogram : biasanya digunakan untuk proses forecasting.
    3.Pareto Diagram : didalam pareto ada istilah “80-20” hal ini muncul berdasarkan pengalaman perusahaan yaitu sebanyak 20% varian produk menyumbang sekitar 80% laba perusahaan. Analisa dari pareto ini berbeda dengan histogram yaitu dengan pengurutan pareto didapatkan prosentase yang jelas antara kontibusi terbesar dengan kontribusi terkecil, dengan demikian dari kontribusi terbesar tersebut kita dapat memikirkan perlakuan apa yang akan diberikan.
    4.Check sheet
    5.Scatter Plot (grafik yang menunjukkan hubungan antara x dan y)
    6.Run Chart
    7.Control Chart (dibagi menjadi 2 : variable untuk numeric dan attribute untuk qualitative)
    Capabilitas adalah suatu proses yang menunjukkan kemampuan untuk menghilangkan banyak variabilitas dalam produksi. Oleh karena itu digunakanlah rumus Process Capability Ratio yaitu perbandingan pada capabilitas proses kemampuan pengembangan dalam produksi dalam rangka menghilangkan banyak variabilitas. Semakin besar nilai ratio, semakin kecil variabilitasnya, maka semakin baik. Variabilitas dapat disebabkan oleh mesin variability dan bahan baku/brix.
    Prosedur atau metode pengendalian ada beberapa macam yaitu Cusum, EWMA chart, univariate SPC, Multivariate, EPC, DOE (dipakai jika prosedurnya terlalu mahal).
    Sampling prosedur, metode ini digunakan jika inspeksi yang dilakukan merusak atau Destructive test, jika biaya untuk 100% inspeksi sangat tinggi, jika inspeksi 100% membutuhkan waktu yang lama, dll. Ada beberapa macam sampling berdasarkan jumlah sampel yang digunakan yaitu Single-sampling plans, Double-sampling plans, Multiple-sampling plans, Sequential-sampling plans. Sedangkan berdasarkan jenis data yang digunakan dibedakan menjadi 2 yaitu variables and attributes.

  12. Summary on Quality Control Technique

    adapun materi yang dipelajari dalam kulyh TPK secara garis besar ini adalh:
    – Konsep kualitas (jenis, manajmen kualitas,pengukuran kualitas, CTQ)
    – tentang SPC dan aplikasinya
    – control chart untuk data variabel(x bar,R)
    – untuk atribute (u,c, p). dipelajari cara pembuatan control chart, penggunaan, dan interpretasi data.
    – pengukuran kemampuan proses( Cp, gauge capability, NTL)
    – CUSUM (karakteristik, jenis penggunaan, cara pembuatan dan interpretasi data)
    – univariate manitoring process (untk short production run,SPC autocorelated data, economic design for control chart, cuscore chart)
    – multivariate process minitoring Control (konsep data multivariate, hoteling control chart,regresion adjustment, latent structure methods)
    – Engineering Process Control Dan SPC (konsep monitoring dengan EPC,pengkombinasian SPC-EPC)
    – Process Designed Experiment (konsep ekperimental design, eksperimental faktorial, faktorial design)
    – process optimation with DE (metode steepest ascent, process robustness studies)
    – Lot-by Lot aceptance sampling untk atribute(konsep lot by lot, keuntungan sampling plans,military standard)
    – other acceptance sampling technique (karakteristik variabel sampling, OC curve untuk variabel sampling, MILD STD 414, chain sampling, continous sampling)

  13. resume mata kuliah TRK
    oleh
    Ignasius Wisnu, 2506100116

    Materi pertama yang dipelajari pada mata kuliah ini mengenai pengertian/definisi dari kualitas. Secara singkat kualitas dapat didefinisikan sebagai kecocokan pada penggunaan, baik secara fungsional maupun secara design. Hal ini lebih banyak dilihat dari susut pandang pengguna/konsumen suatu produk tertentu. Namun pada dasarnya kualitas memiliki banyak pengertian yang lain. Jika suatu produk memiliki tingkat variabilitas yang rendah pada tiap produknya, maka produk tersebut dapat dikatakan sebagai produk yang berkualitas baik. Maka kualitas sangat berhubungan erat dengan variabilitas suatu produk. Kualitas juga dapat dilihat dari sudut pandang pengguna/konsumen dari sebuah produk. Untuk lebih memperjelas pengertian dari kualitas, berikut adalah 8 dimensi dari kualitas:
    1.Performance
    2.reliability
    3.durability
    4.serviceability
    5.aesthetics
    6.features
    7.perceived quality
    8.conformance to standards
    Jika berbicara mengenai definisi dari kualitas, ada sebuah istilah yang berkaitan denga kualitas yaitu critical to quality (CTQ). CTQ adalah parameter-parameter dari kualitas. Parameter-peremeter tersebut terdiri dari beberapa type yaitu:
    1.fisik: panjang, berat, kekentalan, voltage
    2.sensorik: rasa, penampilan, warna.
    3.Time orientation: reliability, durability, serviceability.
    Jika kita berbicara mengenai pengendalian kualitas, istilah yang paling popular adalah Statistical process control (SPC). SPC adalah salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas dari suatu produk. Pendekatan yang digunakan pada spc adalah penerapan prinsip-prinsip statistic untuk mengendalikan variabilitas suatu proses. SPC sendiri terdiri dari 7 buah tools yang dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing, maka spc juga sering disebut seven tools atau magnificent seven. Seven tools tersebut antara lain:
    1.control chart
    2.histogram dan steam –leaf diagram
    3.check sheet
    4.pareto chart
    5.cause-effect diagram
    6.defect concentration diagram
    7.scatter diagram
    Selain SPC dalam rangka mengurangi variabilitas proses, dalam proses pengendalian kualitas kita juga harus mengetahui kapabilitas/ kemampuan dari proses itu sendiri. Kapabilitas proses dilambangkan dengan notasi Cp. Selain itu juga dapat dilakukan proses pengukuran kapabilitas dari alat ukur (gauge capability). Dengan adanya pengukuran tersebut akan didapatkan tingkat kepressisian dan keakuratan dari lat ukur yang digunakan. gauge capability ditunjukkan dengan besarnya Diskriminan ratio (DR).
    Ternyata ada beberapa teknik lain untuk mengendalikan kualitas. Teknik-teknik tersebut pada umumnya adalah pengenbangan dari SPC yang sudah ada, terutama untuk control chart. Teknik-teknik tersebut antara lain adalah univariate statistical process monitoring and control techniques, multivariate process monitoring and control, Engineering process control (EPC), optimasi proses dengan design of experiment. Teknik-teknik tersebut dapat diguanakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Sebagai contoh pada EPC. Teknik ini secara khusus diterapkan untuk mengendalikan proses pada produk-produk yang bersifat kontinyu. Selain mengetahui bagai mana teknik-teknik pengendalian kualitas, kita juga harus mengetahui konsep pengambilan sample yang tepat. Maka terdapat beberapa metode sampling, yaitu lot by lot acceptance sampling for attributes, dan teknik sampling yang lain. Teknik sampling tersebut digunakan sebagai prosedur penentuan sample yang akan digunakan dalam proses pengendalian kualitas.

  14. resume perkuliahan:
    Selama mengikuti perkuliahan mata kuliah Teknik Pengendalian Kualitas dengan dosen pengajarnya yaitu bapak Yudha Prasetyawan, banyak hal yang bisa didapatkan. Selama satu semester ini, di dalam kelas telah dipelajari banyak materi yang berhubungan dengan pengendalian kualitas seperti definisi kualitas itu sendiri, parameter-parameter kualitas, capabilitas, SPC, sampling procedure, dll. Dalam perkuliahan ini mulanya diajarkan mengenai apa yang dimaksud dengan kualitas itu sendiri, dan apa fungsinya. Fungsi dari pengendalian kualitas adalah sebagai salah satu metode untuk memonitor proses produksi untuk mendeteksi dan mencegah kualitas output yang buruk. Kemudian kami juga diperkenalkan dengan istilah quality improvement yang merupakan usaha untuk memperkecil variable dalam proses maupun produk. Dan untuk bisa memahami kualitas yang diharapkan maka dalam perkuliahan sendiri kami juga diajarkan mengenai CTQ (critical to quality) yang bisa digunakan untuk apakah suatu produk atau jasa yang dijadikan pengamatan berkualitas apa tidak, yaitu dengan cara jika produk atau jasa yang diamati tidak memenuhi salah satu kriteria yang telah dibuat maka bisa dikatakan kalau produk atau jasa tersebut tidak berkualitas.
    Dan untuk bisa melakukan pengendalian kualitas tersebut di dalam kelas oleh dosen juga di ajarkan mengenai Control chart yang merupakan suatu diagram yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah suatu produk tersebut masih dalam batas toleransi atau keluar dari batas toleransi (out of control) dimana dilengkapi dengan proses perhitungannya. Selain itu kami juga membahas seven tools yang terdiri dari diagram pareto, cause effect diagram, control chart, histogram, plot diagram, scatter diagram, check sheet. Dimana dengan seven tools ini kita bisa mengamati kualitas suatu produk, menganalisa kesalahannya sehingga bisa melakukan perbaikan ke depannya. Kemudian kita juga membahas mengenai beberapa metode atau procedure untuk pengendalian kualitas pada akhir perkuliahan.

  15. Indira Fitrada / 2512100147 / TPK Kelas-C

    Steam styler adalah produk kecantikan yang dapat meluruskan dan mengembnagkan rambut. Steam styler adalah salah satu prduk dari Innovation store. Dari segi penampilan, steam styler ini hampir tidak dijumpai cacat produk, karena alat ini menggunakan teknologi ceramic thermal-flow yang dapat meluruskan dan mengembangkan rambut. Kondisi keandalan steam styler ini daat dilihat bagaimana kinerja dari plat pemanas untuk bisa meluruskan atau menggelombangkan rambut yang diatur oleh temperatur regulator untuk memilih temperatur yang didinginkan, serta bagaimana kerja dari aliran uap untuk bisa mengeluarkan uap dari tempat pennampungan air agar kelembapan rambut terjaga. Dari segi fitur produk, steam styler ini memiliki 7 fitur, yaitu tombol steam uap, Water tank, Light indicator, temperatur regulator dan Jarum jam yang berkedip jika steam styler mulai memanas. Flat Plates untuk meluruskan rambut dan Cleaning Brush sebagai pembersih plat. Fitur tambahannya berupa plat gelombang jika ingin membentuk gaya tatanan rambut yang bergelombang dan adanya kantong penyimpan steam styler. Dari segi estetika, steam styler ini memiliki warna yang menarik dengan perpaduan pink dan hitam. Selain itu, bentuk catokan yang pas dan nyaman digunakan di tangan serta bentuk pouch yang terlihat simple dan mudah dibawa kemana-mana. Daya tahan produk ini baik karena perusahaan memberikan jaminan garansi 2 tahun untuk produk ini, yang berarti produk ini mampu bekerja dengan baik lebih dari 2 tahun. Dari segi servis, produk steam styler ini dengan harga yang cukup mahal, kisaran 1 juta mampu memberikan performansi kerja produk yang baik lebih dari 2 tahun. Persepsi kualitas dari produk ini berupa teknologi ceramic thermal-flow yang dapat membuat gaya tatanan rambut tanpa menggosongkan rambut dalam watu hanya 2 menit. Plat berkualitas tinggi dan pegangan yang berisi pegas memudahkan mencatok dan sistem uap yang dapat melembutkan dan memberikan nutrisi pada setiap helai rambut. Produk Steam Styler ini menggunakaan sistem standart keamanan temperatur maksimal rambut dan standart kesehatan.

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: