PT Petrokimia Gresik – Dimar Reandra & Rucitra Danny

Tugas arahan dari dosen pembimbing.

1. memahami hal umum yang menjadi kriteria keberhasilan aktivitas perencanaan dan pengendalian

2. aktivitas apa saja yang dilakukan dalam perencanaan dan pengendalian

3. metode/teori apa saja yang dilibatkan dalam aktivitas tersebut, utamanya yang terkait dengan mata kuliah PPC, Siman ataupun mata kuliah lain yang relevan

4. membuat satu contoh kasus sederhana dari poin 3 (perhitungan dan analisanya)

Silakan mengerjakan ini dulu, nanti kelanjutannya dapat kita diskusikan di bimbingan pertama di masa praktek Anda.

Silakan tetap mengisi SI KP Jurusan Teknik Industri

8 Responses

  1. Hari Senin / tanggal 4 Juli 2011
    Sesi I. Sistem Ketenagakerjaan di PT Petrokimia Gresik
    Hari pertama melakukan kerja praktek, pada sesi pertama kami mendapatkan materi mengenai sistem ketenagakerjaan di PT Petrokimia Gresik. Materi ini disampaikan oleh staf Organisasi dan Sumber Daya Manusia. Pada awal sesi dijelaskan mengenai kapan berdirinya perusahaan ini, PT Petrokimia Gresik berdiri pada tanggal 10 juli 1972 dan menempati lahan seluas 450 hektar di kabupaten Gresik.
    Jumlah tenaga kerja yang telah terdata pada tahun 2011 diketahui sebanyak 3.353 orang, dengan rincian 3.348 karyawan, 5 direksi dan 1.203 tenaga bantu. Adapun urutan tingkatan jabatan dari yang tertinggi adalah direksi, kepala kompartemen, kepala departemen, kepala divisi, kepala bagian, kepala regu, pelaksana dan karyawan yang memasuki tahap percobaan kerja. Pada data ketenagakerjaan yang dimiliki perusahaan ini, tiap tahunnya selalu mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan, perusahaan ingin melakukan efisiensi tenaga kerja. Selain itu juga perusahaan melakukan pola pengelolaan SDM berbasis kompetensi dimana perusahaan selalu mengedepankan tenaga kerja yang memiliki nilai kompetensi yang tinggi. Dalam sesi ini juga dijelaskan mengenai bagaimana perusahaan melakukan perekrutan, perekrutan karyawan dibagi menjadi 3 program yaitu program sarjana,diploma dan SMA/SMK. Dimana dalam proses perekrutannya dibagi menjadi 4 tahap, yaitu tes tulis (kemampuan akademik dan bahasa inggris), tes psikologi dan buta warna, tes kesehatan dan wawancara dan yang terakhir wawancara dengan direksi. Jika semua tahap tersebut lolos maka calon karyawan akan memasuki tahap percobaan kerja di perusahaan ini selama beberapa tahun. Unuk lulusan sarjana dilakukan tahap percobaan kerja selama 1 tahun, sedangkan untuk lulusan diploma maupun SMA/SMK dilakukan tahap percobaan kerja selama 2 tahun. Khusus dalam perekrutan tenaga kerja untuk lulusan SMA/SMK, perusahan ini menamakan program tersebut dengan nama Lolapil, dimana calon karyawan pada program ini nantinya akan ditempatkan sebagai operator.

    Sesi II. Pengenalan Produk dan Pengendalian Kualitas
    Pada sesi kedua kami mendapatkan materi mengenai pengenalan produk dan pengendalian kualitas. PT Petrokimia Gresik memiliki 3 pabrik utama yang beroperasi yaitu pabrik I, pabrik II dan pabrik III, dimana tiap pabrik memiliki produk yang berbeda – beda. Pabrik I menghasilkan beberapa produk yaitu, Amonia, CO2 cair, O2 cair, N2 cair, ZA I & III dan UREA. Pabrik 2 menghasilkan SP-26, SP-18, NPK dan Phonska. Sedangkan pabrik 3 menghasilkan Asam Sulfat, H2SO4, ZA II, Kaptan, Cement Retarder, H2PO2, dan Phonska 4. Kemudian itu juga dipaparkan mengenai jenis dari masing – masing produk meliputi kapasitas produksi dari produk, bahan baku, bentuk produk dan kegunaan produk. Misalnya
    • Produk Cement Retarder
    Kapasitas produksi : 440.000 ton / tahun
    Bahan baku : purified gypsum
    Bentuk : granul tidak larut dalam air
    Kegunaan : bahan baku pembuatan semen, paster board dan alat kedokteran
    • Produk ZA II
    Kapasitas produksi : 250.000 ton / tahun
    Bahan baku : NH3CO3 dan CaSO42H2O
    Bentuk : kristal yang tidak larut dalam air
    Kegunaan : bahan baku pembuatan pupuk ZA

    Dan masih banyak lagi jenis – jenis produk yang lain. Perusahaan ini memilki beberapa biro proses dan laboratorium, antara lain bagian lab pabrik I, pabrik II, pabrik III dimana lab ini bertugas untuk mengontrol pengendalian kualitas pada produk yang dihasilkan pada tiap pabrik. Kemudian lab uji kimia dimana bertugas untuk mengontrol bahan baku dan bahan penolong yang digunakan untuk memproduksi pupuk, mmalekukan pengujian terhadap produk yang akan dipasarkan dan menganalisa emisi dan limbah pabrik untuk kepentingan lingkungan K3. Dan yang terakhir staf evaluasi proses yang bertugas mengevaluasi dan melakukan perbaikan apabila terjadi kesalahan atau cacat pada produk yang dihasilkan.

    Sesi III. Penerapan Teknologi Informasi di PT Petrokimia Gresik
    Pada sesi yang ketiga, kami mendapatkan materi mengenai penerapan teknologi informasi. Materi ini disampaikan langsung oleh staf dari bagian Teknologi Informasi PT. PT Petrokimia Gresik. Pada materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa penerapan sistem informasi yang dilakukan perusahaan ini hanya terpaku pada pendistribusian pupuk di seluruh Indonesia. Untuk melakukan pendistribusian pupuk, PT. Petrokimia secara otomatis akan bergabung dengan jaringan distribusi center yang ada di seluruh wilayah di Indonesia. Semua kegiatan pendistribusian akan dilakukan dengan menggunakan sistem informasi, dimana tiap distribusi center di tiap daerah melakukan koordinasi bagaimana memenuhi kebutuhan pupuk di dareah Indonesia. Peranan dari departemen Teknologi informasi in adalah membuat mengontrol jaringan distribusi pupuk di Indonesia. Peranan tersebut juga harus ditunjang dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pupuk, sehingga bagian ini juga harus membuat suatu sistem jaringan yang betrkaitan dengan pengolahan dan pengelolaan data serta penyajian informasi mengenai sistem produksi pada perusahaan ini. Sistem ini dikenal dengan nama ERP, dimana sistem ini bertujuan untuk mengintegrasikan keseluruhan sistem yang ada di PT Petrokimia Gresik. Selain itu juga, kami dikenalkan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan sistem informasi ini. Misalnya penggunaan perangkat keras yang digunakan antara lain RAM, dimana telah terjadi pergantian pemakaian selama beberapa tahun dimana kapasitasnya selalu diupgrade agar mampu menampung data yang tiap tahun selalu bertambah.

  2. Hari Selasa / Tanggal 5 Juli 2011
    Sesi I. Proses Produksi dan Utilitas Pabrik
    Pada hari kedua, kami mendapatkan materi mengenai proses produksi dan utilitas pabrik. Pertama kami dikenalkan produk – produk PT. Petrokimia Gresik. Mulai dari produk yang dihasilkan oleh pabrik I,II dan III. Setelah itu kami dijelaskan mengenai proses produksi yang terjadi pada semua pabrik. Misalnya alur produksi pada pembuatan pupuk urea yang terdapat pada pabrik I. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi pupuk ini adalah gas natrium, kemudian diolah menjadi amonia, kemudian diolah menjadi pupuk urea. Limbah dari proses pengolahan ini adalah CO2, namun setelah proses produksi limbah ini tidak langsung dibuang oleh pihak perusahaan, perusahaan dapat mengolah nya sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi kehidupan. Diantaranya limbah ini diolah menjadi 2 jenis yaitu padatan dan cair. Untuk limbah yang padatan dapat digunakan sebagai bahan baku dry ice sedangkan limbah yang cair dapat digunakan sebagai bahan baku minuman berkarbonasi. Sebagian besar limbah yang dihasilkan oleh perusahaan ini dapat dimanfaatkan, jadi PT Petrokimia Gresik tidak hanya memproduksi pupuk saja melainkan juga memproduksi produk – produk penunjang yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, perusahaan ini dikenal sebagai produsen pupuk terlengkap di Indonesia.

    Sesi II. Pengenalan Utilisasi Air di PT Petrokimia Gresik
    Pada sesi kedua ini kami mendapatkan materi mengenai utlisasi air yang ada di PT Petrokimia Gresik. Disini dijelaskan sumber – sumber air yang digunakan perusahaan dalam melakukan aktivitas selama di pabrik. Adapun sumber air yang digunakan antara lain air hujan, air permukaan dan air tanah, tetapi yang paling sering digunakan adalah air permukaan. Perusahaan ini memiliki pengolahan air sendiri sehingga kebutuhan air selalu terpenuhi tepat waktu. Dalam memenuhi kebutuhan air, PT Petrokimia Gresik mengambil air dari 2 tempat yaitu di Surabaya (aliran sungai Brantas) dan di Babat, Lamongan (aliran sungai Bengawan Solo). Untuk mendistribusikan air ini agar sampai ke pabrik, perusahaan menyediakan pipa aliran air hingga berpuluh meter panjangnya. Pengadaan untuk pendistribusian air ini membutuhkan biaya yang besar, pihak perusahaan memaparkan bahwa aliran ini juga mengeluarkan biaya sewa tanah. Hal ini dikarenakan pemasangan pipa ada yang berada di lahan milik PT KAI, sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya yang besar. Selain itu, terdapat 2 jenis pemasangan pipa aliran air ini, pertama pemasangan pipa yang berada di dalam tanah, untuk pemasangan pipa ini perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tanah, sedangkan yang kedua pemasangan pipa yang berada di atas tanah, untuk pemasangan pipa ini perusahaan harus membayar sewa tanah apabila menempati lahan milik instansi lain.

    Sesi III. Utilisasi Listrik di PT Petrokimia Gresik
    Pada sesi kedua ini kami mendapatkan materi mengenai utilisasi listrik yang ada di PT Petrokimia Gresik. Kami dikenalkan pembangkit listrik yang ada di perusahaan ini, di tiap pabrik memiliki kapasitas aliran listrik yang berbeda – beda, pabrik yang membutuhkan kapasitas aliran listrik yang paling besar adalah pabrik I yaitu sebesar 700 KV, dikarenakan proses produksi yang yang dilakukan pada pabrik ini cukup banyak sehingga membutuhkan daya yang besar untuk menunjang proses produksi. Kami juga dikenalkan proses pendistribusian aliran listrik di pabrik – pabrik. Pada mulanya listrik dihasilkan oleh pembangkit, sumber untuk menggerakkan turbin pada pembangkit ini dibutuhkan sumber energi, antara lain air, gas, angin, panas bumi dan diesel. Namun perusahaan ini menggunakan sumber energi gas alam untuk menggerakkan turbin agar dapat menghasilkan energi listrik. Oleh karena itu, PT Petrokimia Gresik memiliki proyek penambangan gas alam sendiri yang berada di daerah Gresik. Dalam persediaan listrik, perusahaan ini tidak mau menggantungkan dirinya dengan PLN karena pihak perusahaan mengannggap pabrik yang dijalankan tidak boleh mati sehingga perlu asupan energi listrik yang selalu ada setiap hari. Setelah dari pembangkit kemudian listrik dialirkan melalui kabel – kabel bertegangan agar sampai ke pabrik – pabrik, untuk setiap pabrik kabel yang digunakan pun berbeda – beda. Untuk mengurangi dan menaikkan tegangan listrik, pihak instrumen listrik memberikan trafo agar tegangan yang terjadi tidak naik turun melainkan disesuaikan dengan penggunaannya.

  3. Hari Rabu / Tanggal 6 Juli 2011
    Pada hari ketiga ini dijadwalkan untuk pemberian materi berupa pemahaman tentang peralatan mesin produksi di perusahaan Petrokimia Gresik. Akan tetapi pemberi materi yaitu Bpk. Kustoyo dan David Mundovi berhalangan hadir pada pagi ini dikarenakan ada tugas dinas di luar kota. Sehinnga langsung dilanjutkan pada sesi berikutnya yaitu pengenalan peralatan instrumentasi pada pabrik Petrolimia Gresik.
    Sesi II. Pengenalan Peralatan Instrumentasi di PT Petrokimia Gresik
    Sesi ini diisi oleh Ahmad Arif Affandi,ST. Pembicara berasal dari departement rancang bangun. biro rancang bangun terdiri dari beberapa bagian, yaitu : bagian proses, bagian mesin, bagian listrik, bagian sipil dan bagian madya. pada sistem instrumentasi ini aplikasinya :
    1. Measurement and Control system
    2. Interlock (Tripping system) and safety system
    Lalu, dijelaskan juga mengenai macam sensor yang digunakan untuk mengontrol semua sistem yang berada di pabrik PT. Petrokimia Gresik ini seperti sensor air, suhu , level dll. Petrokimia menggunakan PLC dan DCS untuk komputasi dalam setiap proses otomasi dimana PLC digunakan pada pabrik yang utilitas rendah sedangkan DCS pada utilitas tinggi dan juga DCS memiliki kelebihan yaitu proses control maupun maintenance bisa dilakukan secara online.

    Sesi III Perencanaan dan Pengendalian Produksi
    Pembicara pada sesi ini ialah Bpk Agus Patmono,ST. beliau bekerja di bagian candal (perencanaan dan pengendalian) Pabrik 1. Dimana pada awalnya dijelaskan tentang manajemen produksi yang merupakan satu kegiatan perencanaan , pengorganisasian, pengelolaan dan dan pengawasan dari produksi dan proses produksi guna mencapai tujuan dan sasaran produksi.
    Jenis proses produksi :
    • Job enter
    • Batch
    • Mass Production
    • Kontinue
    Diketahui dari sesi ini ialah sasaran manajemen produksi :
     Mencapai target yang telah disetujui pimpinan perusahaan
     Menekan biaya serendah mungkin
     Meningkatkan pemakaian kapasitas mesin secara optimal
     Meningkatkan pemakaian kapasitas mesin secara optimal
     Meningkatkan sistem keamanan, keselamatan kerja agar dicapai zero accident
     Menekan downtime

    Dijelaskan juga tugas pada bagian candal yaitu sebagai staff untuk monitoring segala proses produksi dan bahan baku yang ada di PT. Petrokimia Gresik, merencanakan segala proses, jadwal produksi dan maintenance di Perusahaan ini. lalu di jelaskan pula mengenai pengendalian produksi yang meliputi: 1. Pengendalian Kualitas 2. Pengendalian Kuantitas 3. Pengendalian waktu Topik yang bisa diajukan adalah 1. perencanaan produksi 2. perencanaan tenaga kerja 3. perencanaan peningkatan produktivitas dan efisiensi.

  4. Hari Kamis / Tanggal 7 Juli 2011
    Sesi I. Manajemen Distribusi
    Pada hari keempat kerja praktek, di sesi pertama ini kami mendapatkan materi mengenai manajemen distribusi. Materi ini disampaikan oleh Bapak Agoes Soerjono, beliau merupakan staf dari departemen pendistribusian pupuk di PT Petrokimia Gresik. Dalam materi ini dijelaskan bahwa PT Petrokimia Gresik memiliki 2 jenis distribusi pupuk yaitu subsidi dan non subsidi. Perbedaannya, jika pupuk subsidi ada pengawasan dalam proses pendistribusiannya, pengawasan tersebut dilakukan oleh pihak pemerintah dan pembeliannya pun ada perjanjian khusus. Sedangkan jika pupuk non subsidi pendistribusiannya tidak ada pengawasan khusus dan pembeliannya pun bebas sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk wilayah pendistribusiannya dibedakan menjadi 2 yaitu wilayah I meliputi Jawa-Bali dan produknya terdiri dari Urea, SP-36, ZA, NPK, Petroganik, sedangkan wilayah II meliputi non Jawa-Bali dan produknya terdiri dari SP-36, ZA, NPK, Petroganik. Khusus untuk pendistribusian pupuk besubsidi pihak perusahaan tidak ikut campur, melainkan pmerintah yang berwenang untuk melakukan pendistribusian ke wilayah tertentu. Jadi mekanismenya, pemerintah menghimpun permintaan pupuk dari wilayah – wilayah, mulai kecamatan sampai propinsi. Kemudian data permintaan tersebut dikomunikasikan dengan pihak perusahaan. Setelah pihak perusahaan mengetahui lalu kebutuhan pupuk tersebut didistribusikan langsung ke pihak pemerintah, dan pemerintah langsung mendistribusikan pupuk ke wilayah yang membutuhkan. Untuk pengawasan pendistribusian, perusahaan masih memegang tanggung jawab dari gudang di pabrik hingga lini ke 3 (pemerintah) dengan menggunakan Full Truck Load, berikutnya pupuk akan didistribusikan ke wilayah tertentu (petani dan kios) oleh distributor swasta (3PL) secara Free on Truck (FTL).

    Sesi II. Inspeksi Peralatan di PT Petrokimia Gresik
    Kemudian pada sesi kedua, kami mendapatkan materi mengenai inspeksi peralatan pabrik. Materi ini disampaikan oleh Bapak Tatang Barlian dari departemen Inspeksi Teknik. Kami dijelaskan mengenai fungsi dari departemen ini, fungsinya adalah melakukan pemeriksaaan pada peralatan pabrik (terutama pemeriksaan secara NDT). Adapun beberapa metode yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan ini antara lain, MPT (Magnetic Particel Testing) yaitu pemeriksaan yang dilakukan utnuk mengetahui keretakan pada tangki (cacat permukaan), UT (Ultrasonic Testing), yaitu pemeriksaan cacat di dalam tangki dengan menggunakan gelombang ultrasonik, gelombang akan dipantulkan ke dalam tangki dan apabila diketahui ada cacat maka gelombang tersebut akan terpantul kembali. Selain itu, tugas dari departemen ini yaitu melakukan uji greep, pengujian peralatan dengan teknik PT (Pneumatic Testing), evaluasi korosi, meliputi korosi pada pipa dan struktur baja. Dan yang terakhir analisa kegagalan, yaitu analisa yang dilakukan setetlah melakukan perbaikan pada peralatan pabrik dengan menggunakan teknik failure analysis.

    Sesi III. Manajemen Pemasaran
    Di sesi yang ketiga ini kami mendapatkan materi mengenai manajemen pemasaran. Sebagai awalan, kami dijelaskan dahulu mengenai jenis produk yang dihasilkan dan dipasarkan. Ada 2 jenis produk yaitu produk pupuk, meliputi pupuk subsidi (Urea, SP-36, ZA, Phonska, Petroganik) dan pupuk non subsidi (NPK Kebomas, KCl, DAP, ZK) sedangkan produk yang kedua yaitu produk non pupuk (Amoniak,Asam Fosfat, Asam Sulfat, Asam Clorida dll). Kami juga dikenalkan produk jasa fasilitas dan utilitas, anatara lain air industri, listrik, stream dll. Ada juga sarana dan prasarana penunjang pemasaran meliputi, dermaga, pelabuhan dan fasilitasnya, transportasi, pergudangan (gudang di Gresik dan gudang penyangga), pusat riset dan laboratorium. Sistem pemasaran produk di PT Petrokimia ada 2, konsep pemasaran lama yaitu orientasinya pada produk, kegiatannya menjual dan mempromosikan produk, dan tujuannya untuk mencari laba. Sedangkan yang kedua konsep pemasaran baru yaitu, orientasinya pada pasar, melihat produk apa yang dikehendaki pasar, kegiatannya manajemen pemasaran yang terintegrasi dan tujuannya mendapatkan laba dari kepuasan konsumen. Untuk sistem distribusinya, pada tahun 2001 – sekarang, PT Petrokimia Gresik sudah diberi kewenangan untuk mendistribusikan semua produknya. Namun setahun 1988, perusahaan ini masih belum boleh mendistribusikan pupuknya dan pada tahun 2000 perusahaan boleh mendistribusikan semua produknya kecuali urea, karena yang boleh mendistribusikan urea hanya PUSRI. Pada sistem penjualan terdapat beberapa kebijakan yang diterapkan, untuk pupuk subsidi meliputi simplifikasi prosedur perjanjian, efektifitas layanan penjualan, efisiensi waktu, pengawasan penyaluran, dukungan sistemmelalui teknologi informasi, dukungan tenaga sales supervisor dan penunjukan distributor secara selektif. Sedangkan untuk pupuk non subsidi kebijakan yang diterapkan hampir sama dengan pupuk subsidi, hanya tidak terdapat simplifikasi prosedur perjanjian dan pengawasan penyaluran tidak melalui sistem administrasi pemerintah. Kami juga dijelaskuan mengenai perencanan dan administrasi pemasaran. Dalam sistem tersebut, terdapat 2 bidang yang membawahi yaitu, riset dan perencanaan pemasaran, adapun tugasnya meliputi melakukan koordinasi perencanaan penjualan dan omzet semua jenis produk secara berkala, pengukuran kepuasan dan loyalitas pelanggan, penyusunan peta pasar dll. Kemudian bidang yag kedua yaitu administrasi pemasaran, tugas meliputi administrasi penyaluran pupuk subsidi, koordinasi pelaporan omzet penjualan semua jenis produk secara efektif dll.

    Kemudian setelah sesi materi berakhir, petugas dari Diklat memberikan informasi dan membagikan perlengkapan APD ( Alat Pelindung Diri) kepada peserta kerja praktek. Namun APD yang dibagikan hanya helm saja, sedangakan perlengkapan yang lain seperti masker, sepatu dll akan dbagikan kemudian hari. Demikian laporan kegiatan kerja prkatek pada hari keempat yang dapat kami sampaikan. Apabila ada kekurangan kami mohon maaf. Terima kasih Pak.

  5. Hari Jumat tanggal 8 Juli 2011 ini dijadwalkan untuk mendapatkan materi manajemen material serta penanganan B3 (bahan berbahaya dan beracun) & limbah pabrik pada PT Petrokimia Gresik. akan tetapi pembicara untuk materi manajemen material yaitu Bpk Andreas Sugiarto berhalangan hadir dikarenakan harus mengikuti rapat dengan direksi. Akhirnya hari ini hanya diisi oleh satu materi saja. Dari materi yang didapatkan dapat disimpulkan tujuan penanganan B3 bertujuan untuk Mencegah dan/ atau mengurangi resiko dampak B3 terhadap lingkungan hidup, kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya.B3 sendiri memiliki arti “setiap bahan yang karena sifat atau konsentrasinya, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya” . Setelah materi ini selesai kami dibagikan APD yaitu earplug,masker,kacamata pengaman serta sepatu pengaman. Setelah sholat Jumat kami berkesempatan menemui pembimbing eksternal kami. Beliau meminta referensi untuk KP dan sedikit interview khususnya dalam hal PPIC. Sekian Logbook hari kelima kami pak. Untuk kedepannya kami akan ditempatkan pada Bagian perencanaan dan pengendalian dengan jam kerja pukul 07.00 sampai 15.00. trimakasih

    • Untuk di bagian Candal…coba pahami dulu parameter keberhasilan operasionalnya seperti apa, baru kemudian teknis operasionalnya apa.

  6. Hari Senin / 11 Juli 2011
    Pada minggu kedua kerja praktek, kami tidak lagi berada di diklat seperti hari – hari sebelumnya tetapi kami berada di candal produksi III, yaitu bagian yang bertugas untuk merencanakan dan mengendalikan proses produksi. Disini kami dibimbing langsung oleh kepala bagian Candal Produksi III yaitu Ibu In Yudwiastuti dan juga kepala Divisi Perencanaan, Bapak Sentot serta kepala Divisi Pengendalian, Bapak Iqbal. Secara bergantian, pembimbing kami menjelaskan aktivitas apa saja yang terjadi selama proses perencanaan dan pengendalian produksi yang terjadi di Pabrik III ini. Masing – masing divisi memiliki jobdesk yang berbeda. Pada Divisi Perencanaan memiliki 2 tugas, yaitu tugas rutin dan non rutin. Untuk tugas rutin diantaranya membuat laporan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) harian, bulanan dan tahunan. Hal yang mencakup di dalamnya anatara lain merencanakan target produksi, bahan baku, kebutuhan tenaga kerja (jasa/outsource), penentuan jam kerja lembur, sewa angkutan, kesekretariatan dan teknologi informasi seperti penentuan kebutuhan jumlah komputer dll. Selain membuat RKAP, Divisi Perencanan juga membuat laporan manajemen resiko yaitu laporan yang berisi penyusunan biaya yang dikeluarkan untuk tunjangan kecelakaan bagi pekerja serta membuat laporan pengadaan bahan baku, mulai administrasi sampai bahan baku tiba di PGM (Pengendalian Gudang Material). Sedangkan pada Divisi Pengendalian jobdesknya lebih ke arah teknis yaitu melaporkan dan mengevaluasi kondisi riil (aktivitas produksi) yang berada di lapangan. Setelah pengenalan jobdesk dari masing – masing divisi, kami juga diperlihatkan contoh laporan RKAP yang telah disusun dan dijelaskan isi di dalamnya. Nantinya kami juga akan diberi praktek dalam membuat RKAP oleh pembimbing kami.

    Hari Selasa / 12 Juli 2011.
    Hari ini kami mendapatkan pengalaman untuk melihat proses produksi secara langsung. Dimana pada awalnya ialah proses produksi Kaptan yang merupakan by produk dari ZA II. Dijelaskan bahwa kualitas dari kaptan ini sangat bergantung pada bahan baku. Pada saat pengamatan terlihat bahwa kualitas dari kaptan tidak terlalu baik. Hal ini dikarenakan bahan baku yang dipakai berasal dari daerah yang tidak sama serta bermutu kurang baik. Kaptan yang dihasilkan terliaht basah. Lalu kami menuju proses pengantongan Kaptan. Disusul dengan proses pengantongan ALF3 . AlF3 ini memiliki keunikan dalam hal packaging. Packaging disesuaikan dengan konsumen sehingga terdapat 3 macam cara packaging yang berbeda. Pengamatan lapangan berikutnya ialah menuju pelabuhan milik Petrokimia Gresik. Kami tidak terlalu lama berada pada pelabuhan dikarenakan aktifitas pelabuhan yang sangat padat. Demikian logbook hari ketujuh KP kami. Terimakasih

    Hari Rabu / 13 Juli 2011
    Hari ini kami diberi tugas oleh pembimbing dalam membuat laporan target produksi pabrik III (RKAP) untuk tahun 2012.RKAP ini digunakan untuk mem-forecast target produksi yang akan dicapai pada tahun yang akan datang. Setelah membuat laporan RKAP, kami juga ditugaskan untuk membuat rencana produksi. Rencana produksi ini meliputi hari operasi dan distribusi produk yang dihasilkan oleh pabrik III. Produk tersebut didistribusikan ke pabrik lain utnuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan jenis pupuk yang lain serta didstribusikan ke pemasaran lokal maupun export. Demikian pak aktivitas yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Terima kasih pak.

  7. Hari Kamis / 14 Juli 2011
    Hari ini kami mendapat tugas khusus dari pembimbing kami, tugasnya adalah menganalisa aliran pengadaan bahan baku yang terdapat pada pabrik III. Bahan baku yang terdapat pada pabrik III cukup banyak sehingga kami diarahkan oleh pembimbing kami untuk menganalisa bahan baku yang impor dari luar negeri. Selain itu kami juga mulai mengerjakan laporan kerja praktek mulai dari bab 1.

    Hari Jumat / 15 Juli 2011
    Hari ini kami mencari referensi mengenai pengerjaan tugas khusus yang kedua mengenai aliran pengadaan bahan baku dari produsen sampai ke PGM. Kami melakukan wawancara dengan salah satu pembimbing kami mengenai bahan yang telah kami peroleh dan menambahkan beberapa penjelasan mengenai aliran pengadaaan bahan baku di pabrik III. Selain itu kami juga mengerjakan laporan kerja praktek bab 1.

    Hari Senin / 18 Juli 2011
    1. Mencari referensi untuk pengerjaan tugas khusus dari pembimbing eksternal . Referensi disini berupa situs maupun ebook ataupun jurnal.
    2. Membuat janji dengan bagian candal pengadaan pada pabrik 1. Dimana pembimbing eksternal merekomendasikan kami berkunjung pada bagian ini untuk lebih mengetahui proses pengadaan di Petrokimia Gresik.

    Hari Selasa / 19 Juli 2011
    Hari ini kami melakukan kunjungan ke Biro Pengadaan bahan baku untuk mencari informasi mengenai pengadaan bahan baku sebagai referensi untuk mengerjakan tugas khusus dari pembimbing kami. Kami dijelaskan mengenai aliran pengadaan bahan baku dari kedatangan bahan baku dari produsen sampai ke PT Petrokimia Gresik. Dalam tugas kami, bahan baku yang kami amati hanya yang terdapat pada Pabrik III dan impor dari luar negeri seperti belerang, asam sulfat, fosfat rock dan amoniak yang kadang persediaannya tidak mencukupi sehingga harus mengimpor dari luar negeri. Gambaran secara umum, proses aliran pengadaan bahan baku untuk Pabrik I,II, dan III sama, namun yang membedakan darimana asal bahan baku tersebut didatangkan.

    Hari Rabu / 20 Juli 2011
    1. Mengerjakan dan mencari referensi tugas khusus dari pembimbing setelah mendapatkan materi dari kunjungan pada bagian PGM khususnya candal pengadaan pada pabrik 1.
    2. Mendapatkan tugas untuk mengunjungi perpustakan pada hari Kamis 21 Juli 2011.

    Hari Kamis / 21 Juli 2011
    Hari ini kami berkunjung ke perpustakaan untuk mencari dan menambah bahan serta referensi pengerjaan tugas khusus kami. Selain itu kami juga mencari referensi mengenai laporan kerja praktek, mengenai profil perusahaan, proses produksinya, proses pemasaran produknya dll. Dan selanjutnya kami meneruskan untuk mengerjakan laporan kerja praktek.

    Hari Jumat / 22 April 2011
    Pada hari ini kami mengajukan ijin kepada pembimbing untuk melakukan tes TOEFL.

    Hari Senin / 25 Juli 2011
    Hari ini kami mengerjakan tugas khusus yang kedua dan berdiskusi dengan pembimbing kami mengenai progress tugas khusus kami. Kami diberi saran untuk menambahkan inovasi perbaikan pada alur pengadaan bahan baku agar biaya yang dikeluakan tidak terlalu besar.

    Hari Selasa / 26 Juli 2011
    Hari ini kami mengerjakan tugas khusus kedua dari pembimbing sampai selesai dan juga melanjutkan mengerjakan laporan kerja praktek bab 2.

    Hari Rabu / 27 Juli 2011
    Hari ini kami melanjutkan mengerjakan laporan kerja praktek bab 2 dan 3 serta memberikan pengerjaan tugas khusus kami ke pembimbing untuk di koreksi. Selama tugas kami masih dkoreksi, kami melanjutkan mengerjakan laporan kerja praktek. Dan di sela waktu tersebut, kami juga kadang berdiskusi dengan pembimbing mengenai tugas kami, menjelaskan sedikit pengerjaan tugas kami yang kiranya tidak jelas.

    Hari Kamis / 28 Juli 2011
    Hari ini kami diberi tambahan tugas oleh dosen pembimbing untuk memberikan analisa mengenai pengerjaan tugas kami yang yang pertama, yaitu dalam membuat RKAP. Dan kami selesaikan pada saat itu juga. Setelah selesai mengerjakannya tugas tersebut langsung kami berikan kepada pembimbing untuk dikoreksi. Sementara itu kami pun juga melanjutkan mengerjakan laporan kerja praktek bab 2 dan 3.

    Hari Jumat / 29 Juli 2011
    Hari ini adalah hari terakhir kami melaksanakan kerja praktek di PT Petrokimia Gresik. Pada hari ini kami mempresentasikan sedikit penugasan yang kami dapatkan dari pembimbing. Setelah mempresentasikannya, tugas yang kami kerjakan mendapatkan revisi dari pembimbing. Disana masih terdapat beberapa kekurangan, baik untuk tugas khusus pertama dan kedua. Setelah itu kami berpamitan kepada pembimbing kami dan meninggalkan pabrik III menuju diklat. Disini kami harus mengembalikan Alat Pelindung Diri dan KIB kami yang sebelumnya dipinjamkan selama melaksanakan kerja praktek.

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: