Tugas PTK 5 Oktober 2012

Tuliskan Tugas Minggu 5 – Abstraksinya saja di sini. Cek apakah content yang Anda submit sudah masuk.

Terima kasih

249 Responses

  1. analisis keandalan pada komponen mesin pencetak koran webb offset

    PT Temprina Media Grafika adalah salah satu anggota dari Jawa Pos Grup yang memproduksi koran dan majalah. Untuk mendukung proses produksi PT Temprina Media Grafika harus membeli komponen mesin printer yang dibutuhkan dengan menghitungkan keandalan komponen agar tetap terawat. Berdasarkan pengujian Kolmogorov-Smirnov dapat ditemukan distribusi masing-masing komponen untuk mencari variabel yang digunakan untuk menghitung fungsi reliability. Dari analisis, dapat diketahui jumlah interval pemesanan delapan bulan untuk pin folding, enam bulan untuk Vbelt folding, dan sepuluh bulan untuk cutting rubber. Untuk mengetahui kapan harus memesan komponen mesin pencetak koran yang dibutuhkan guna menunjang pemeliharaan dapat diketahui dengan mengukur keandalan komponen. Keandalan komponen itu akan tinggi bila sistem tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Untuk mengukur tingkat keandalan suatu komponen dapat digunakan sejumlah parameter yang ada dalam teknik keandalan seperti mean time to failure, failure rate, avaibility dan time to repair. Mesin pencetak koran jenis Webb Otrsela yang diimpor dari Jerman. Mesin ini memiliki dobel plate dan mampu mencetak 5000 eksemplar/jam. PT Temprina Media Grafika memiliki 4 buah mesin jenis Webb Ofset. Berdasar perlakuan yang diberikan selama penggunaan, komponen dibagi menjadi 3 bagian yaitu: condition monitored item, on condition item, hard time maintenance.

    Urwatuz Zahara
    2509100058
    PTK kelas A

  2. ANALISA KEANDALAN, KEAMANAN DAN MANAJEMEN RESIKO
    PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS BLOK 2.2 DI PLTGU PT.
    PJB UP GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN
    KUANTITATIF

    Studi kasus mengenai pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di PLTGU PT. PJB UP Gresik adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan bahan bakar berupa gas dan minyak. Unit pada PLTG beroperasi selama satu hari penuh dalam setahun. Sejauh ini PLTGU PT.PJB UP Gresik telah beroperasi selama 17 tahun. Selama kurun waktu 17 tahun beroperasi perusahaan sering mengalami permasalahan seperti kegagalan dalam start up dan proses produksi listrik sehingga permasalahan tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan.Keadaan tersebut memicu adanya evaluasi kinerja perusahaan dengan melakukan pendekatan analisa keandalan, keamanan, dan manjemen resiko pada tiap komponen-komponen pada unit PLTGU PT.PJB UP Gresik.
    Langkah yang dilakukan untuk melakukan evaluasi adalah memeriksa komponen-komponen kritis seperti Generator,Kompresor, Combuster, Turbin, DDC, Exhaust Damper, Auxiliary System. Kemudian dilakukan pengumpulan, pengolahan, dan perhitungan data maintenance. Berdasarkan hasil perhitungan data maintenance didapatkan nilai keandalan, keamanan, dan manajemen resikonya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan nilai keandalan dari Combuster sangat rendah yaitu 0.27 dan tingkat keamanan yang rendah yaitu (SL-1). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan kinerja dari unit PLTG diperlukan preventive maintenance untuk memantau kondisi komponen kritis sehingga kinerja perusahaan menjadi lebih optimal.

    Retno Widyaningrum
    2509100010
    PTK- Kelas B

  3. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE DAN RELIABILITY MESIN SCREW PRESS PABRIK KELAPA SAWIT PT. PERKEBUNAN NUSANTARA 3

    Abstract
    Studi kasus ini menguraikan tentang analisis keandalan terhadap mesin pengolah kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan PTP Nusantara 3. Dalam pelaksanaan pemeliharaan di perusahaan tersebut, manajemen sering menggunakan metode Corrective Maintenance yaitu pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan. Sistem ini belum dapat memberikan data yang akurat tentang kapan suatu mesin atau komponen akan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa keandalan yang bertujuan untuk mengevaluasi failure density, hazard rate dan reliability dari mesin pengolah kelapa sawit tersebut. Data mesin yang digunakan dalam pengumpulan dan pengolahan data yaitu data kegagalan mesin Screw Press dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dimana kegagalan mesin tersebut diakibatkan adanya kerusakan pada dua komponen kritis mesin Screw Press yang harus sering di monitor keadaannya yaitu Press Cylinder dan Rebuild Worm. Setelah perhitungan dilakukan akan dibuat grafik yang dapat merepresentasikan keadaan failure density, hazard rate dan reliability pada masing-masing komponen.

    Kanya Suhita Nadia
    2509100015
    PTK-Kelas C

  4. PENJADWALAN AKTIVITAS PERAWATAN MESIN BOR DENGAN PENENTUAN INTERVAL MESIN BOR DENGAN INTERVAL PENGGANTIAN KOMPONEN (Studi Kasus : Departemen Tambang PTSP)

    Studi kasus yang diambil meneliti mengenai reliability dari mesin drilling dan juga penentuan penggantian critical component secara preventif dengan metode maintenance cost minimation model pada Departemen Tambang PTSP. Mesin drilling yang diteliti terdiri dari DM 1, DM 2, DM 3, TR 1 dan TR 2. Mesin drilling ini merupakan salah satu jenis alat berat yang seringkali mengalami kerusakan. Kerusakan ini dapat menurunkan nilai keandalan. Kegiatan naintenance yang biasa dilakukan pada mesin drilling antara lain inspection, repair, dan replacement. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, ternyata dengan perawatan ini masih sering terjadi kerusakan yang menyebabkan operasi dihentikan. Karena adanya penghentian operasi ini, biaya yang ditimbulkan sangat tinggi. Maka dari itu dirancang strategi dengan penentuan interval penggantian komponen sehingga akan mampu meningkatkan keandalan sistem dan menjaga mesin senantiasa beroperasi. Penjadwalan ulang yang dilakukan akan menjamin keandalan mesin bor sekaligus meminimalkan biaya pemeliharaan.

    Rifatul Mufianah
    2509100073
    PTK-B

  5. Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi Jaringan Spindel GI Nusa
    Dua PT. PLN (Persero) Distribusi Bali

    Pertumbuhan penggunaan beban listrik atau pertumbuhan pelanggan di wilayah Area Jaringan (AJ) Bali Selatan saat ini sedang berkembang, terutama di daerah Nusa Dua yang merupakan salah satu pusat pariwisata di Pulau Bali. Hal tersebut mengakibatkan tuntutan terhadap keandalan sistem jaringan distribusi listrik sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi keandalan sistem distribusi primer sebesar 20kV di PT. PLN (Persero) AJ Bali Selatan khususnya di daerah Nusa Dua (GI Nusa Dua).Tujuan dilakukannya evaluasi keandalan sistem distribusi jaringan spindel pada gardu Induk Nusa Dua dengan melakukan perhitungan failure density, hazard rate, serta reliability terhadap penyulang-penyulang pada Gardu Induk Nusa Dua yaitu untuk memperbaiki kinerja penyulang-penyulang tersebut. Metode yang digunakan antara lain pengumpulan data, pengolahan data, serta penganalisisan keandalan sistem distribusi dimana data yang disajikan yaitu data gangguan terhadap 21 penyulang yang terdapat pada daerah Nusa Dua yang terjadi dalam interval waktu 50000 jam. Evaluasi keandalan terhadap Gardu Induk Nusa Dua dilakukan dimana sebagian besar menggunakan jaringan spindel dan kemudian membandingkannya dengan standar PLN yang telah ada, apakah bisa dikatakan nilai yang didapat sudah baik atau tidak, serta mengetahui indeks keandalan ditinjau dari sisi pelanggan.

    Nur Aini Rachmawati
    2510100096
    PTK- Kelas B

    • Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi Jaringan Spindel GI Nusa
      Dua PT. PLN (Persero) Distribusi Bali

      Pertumbuhan penggunaan beban listrik atau pertumbuhan pelanggan di wilayah Area Jaringan (AJ) Bali Selatan saat ini sedang berkembang, terutama di daerah Nusa Dua yang merupakan salah satu pusat pariwisata di Pulau Bali. Hal tersebut mengakibatkan tuntutan terhadap keandalan sistem jaringan distribusi listrik sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu evaluasi keandalan sistem distribusi primer sebesar 20kV di PT. PLN (Persero) AJ Bali Selatan khususnya di daerah Nusa Dua (GI Nusa Dua).Tujuan dilakukannya evaluasi keandalan sistem distribusi jaringan spindel pada gardu Induk Nusa Dua dengan melakukan perhitungan failure density, hazard rate, serta reliability terhadap penyulang-penyulang pada Gardu Induk Nusa Dua yaitu untuk memperbaiki kinerja penyulang-penyulang tersebut. Metode yang digunakan antara lain pengumpulan data, pengolahan data, serta penganalisisan keandalan sistem distribusi dimana data yang disajikan yaitu data gangguan terhadap 21 penyulang yang terdapat pada daerah Nusa Dua yang terjadi dalam interval waktu 10000-jam. Evaluasi keandalan terhadap Gardu Induk Nusa Dua dilakukan dimana sebagian besar menggunakan jaringan spindel dan kemudian membandingkannya dengan standar PLN yang telah ada, apakah bisa dikatakan nilai yang didapat sudah baik atau tidak, serta mengetahui indeks keandalan ditinjau dari sisi pelanggan.

      Nur Aini Rachmawati
      2510100096
      PTK- Kelas B

  6. Asumsi Perusahaan Batu Baterai XYZ

    Pada tugas ini menggunakan asumsi data failure rate pada perusahaan batu baterai XYZ. Pada data failure rate terdapat 1000 buah batu baterai yang dinyalakan bersamaan dengan tekanan yang masuk di masing-masing batu baterai itu sama dan normal ( tidak terjadi naik turun tekanan yang masuk pada tiap batu baterai ). Jadi 1000 buah batu baterai dinyalakan bersamaan pada t = 0 hingga t = 1000 jam. Dengan interval tiap 100 jam dilihat ada berapa batu baterai yang sudah tidak nyala lalu dicatat hingga batas waktu terakhir yaitu 1000 jam. Kemudian setelah didapatkan data tersebut mulai mencari Failure Density f(t) = failures/ total failures * interval time , Hazard Rate h(t) = failures / (total failures – failures ) * interval time, dan Reliability R(t) = total failures-failures/total failures di tiap interval waktunya. Setelah mendapatkan f(t), h(t), dan R(t) kemudian masing-masing dibuat grafiknya sehingga dapat diketahui trend nilai dari data tersebut

    Aditya Pratama H
    PTK-C
    2510100111

  7. Analisa Keandalan Kualitatif dan Kuantitatif Pada Rotary Dryer (Kiln) di PT. Semen Cibinong Tbk, Cilacap

    Kinerja sistem peralatan atau instalasi produksi akan mengalami penurunan akibat pengoperasian yang berlangsung pada interval waktu yang lama. Dengan analisa keandalan, prediksi kapan dan bagaimana suatu komponen, sub-sistem atau sistem peralatan akan mengalami kegagalan dapat dilakukan. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisa keandalan kuantitatif dan kualitatif terhadap kiln di PT. Semen Cibinong tbk, Cilacap.
    Data yang diperoleh merupakan data riwayat kegagalan sistem terkait. Atas dasar data inilah dilakukan analisa dilakukan analisa keandalan kuantitatif melalui perhitungan matematis terhadap fungsi keandalan yang diperoleh dari trend data riwayat kegagalan. Kemudia dari perhitungan ini dibuat permodelan sistem dengan bantuan software extend yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan produksi semen dari 4078 ton/jam menjadi 5250 ton/jam.

    Puti Sinansari
    2509100036
    PTK – D

    • Revisi

      Analisa Keandalan Compressor pada PT. CNE

      PT. CNE (Citra Nusantara Energi) merupakan perusahaan penghasil gas alam yang dikompres untuk digunakan sebagai bahan bakar baik industri maupun kendaraan. Karena tidak semua daerah industry dialiri pipa PGN untuk distribusi gas, maka PT. CNE menyediakan jasa penjualan gas compress pada beberapa industry yang menggunakan bahan bakar gas sebagai bahan bakar utamanya.
      Compressor merupakan salah satu alat yang paling diandalkan untuk perusahaan ini memproduksi compressed gas. Maintenance yang dilakukan pada mesin ini kebanyakan dilakukan sebulan sekali atau ketika mesih mengalami tanda-tanda akan rusak. Pada kasus ini, tingkat keandalan dihitung dari berapa kali mesin tersebut rusak. Dari kerusakan ini dapat dilihat reliability rate, hazard rate serta failure density.
      Peninjauan reliability pada mesin ini tentu berguna untuk penghematan biaya produksi dan maintenance pada perusahaan, karena mesin ini merupakan mesin inti dalam memproduksi compressed gas bagi PT. CNE.

  8. ANALISA KEANDALAN ALAT ELECTROSURGICAL UNIT (ESU) PADA RUMAH SAKIT DR. MOHAMMAD SOEWANDHI SURABAYA

    Rumah Sakit DR. Mohammad Soewandhi merupakan rumah sakit yang terletak di kota Surabaya ,Jawa Timur. Rumah sakit ini memiliki alat Electrosurgical Unit (ESU) yaitu merupakan alat bedah medis yang memanfaatkan frekuensi tinggi dari arus listrik untuk memotong, mengentalkan dan mengeringkan jaringan, dengan alat ini pasien diharapkan tidak mengalami pendarahan selama operasi berlangsung. Pada dasarnya ESU harus selalu siap ketika dibutuhkan, sehingga performa yang prima harus selalu dijaga setiap hari. Untuk mengetahui performa dari ESU salah satu cara adalah dengan pengujian keandalan menggunakan analisa kuantitatif yang didasarkan pada data kegagalan dan data perbaikan selama periode 2005 hingga 2010. Pada analisa keandalan ada 3 komponen yang sering mengalami kegagalan yaitu elektroda aktif, elektroda pasif dan foot switch. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan dapat antara lain berasal dari pemakaian Electrosurgical yang tidak sesuai prosedur sehingga membuat keandalan alat menjadi menurun dan resiko kegagalan alat semakin tinggi dan juga karena safety yang tidak memadai seperti arus bocor, pembumian yang tidak bagus, dan tahanan isolasi yang jelek. Pengujian keandalan alat Electrosurgical Unit (ESU) dilakukan pada 300 unit alat ESU dalam interval waktu 5.000 jam dan dihitung jumlah breakdown per 500 jam.

    LULUK RAHMAWATI
    2510100091
    PTK – KELAS B

  9. ANALISA KEANDALAN PADA DAPUR INDUKSI 10 TON MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFEECT AND CRITICALITY ANALYSIS (FMECA)
    (STUDI KASUS PT BARATA INDONESIA PERSERO)

    PT Barata Indonesia (Persero) Gresik adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha proses produksi pengecoran menggunakan dapur induksi (induction furnace). Dapur induksi memiliki kapasitas produksi 10 ton/hari dan beroperasi pada temperatur 15500C – 15800C. Pengoperasian dapur induksi memiliki resiko terjadinya peledakan. Usaha untuk meminimalkan resiko tersebut adalah dengan melakukan preventive maintenance. Penelitian ini akan membahas perencanaan preventive maintenance menggunakan metode FMECA, untuk mengidentifikasi resiko dan menentukan critical item dari komponen dapur induksi. Strategi preventive maintenance ditentukan dengan melakukan analisa terhadap keandalan komponen dapur induksi menggunakan interval waktu maintenance dan memperhatikan biaya maintenance serta biaya perbaikan. Dengan adanya analisa resiko dan perancangan preventive maintenance, diharapkan dapat membantu perancangan efisiensi komponen dan menyusun jadwal maintenance.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen dapur induksi yang termasuk critical item adalah leak detector, bearing, cooling tower, coil, contactor, sekring, OCB panel. Komponen kritis yang menjadi prioritas utama maintenance adalah leak detector dengan nilai criticality item paling tinggi dan nilai resiko maintenance sebesar Rp 2.351.000/hari serta nilai resiko perbaikan sebesar Rp 2.844.476.932/hari. Interval waktu maintenance leak detector yang optimal adalah 5,2226 hari.

    Rahmi Amalia
    2509100148
    PTK Kelas D

  10. Evaluasi Uji Keandalan Antena terhadap Jangkauan Efektif berdasarkan Spesifikasi

    Pada kasus pengiriman data yang dilakukan oleh pemancar (antena) ke blok penerima dipengaruhi oleh panjang antena dan jarak pancar yang terukur. Perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa jauh keandalan antena dalam mengirimkan data pada jangkauan efektifnya. Pengujian dilakukan di halaman terbuka tanpa halangan, tetapi masih dimungkinkan terjadi noise. Dalam pengujian ini, jumlah antena yang diuji sebanyak 250 antena. Untuk spesifikasi antena yang diuji meliputi panjang antena (l=16,5 cm), jenis whip terbuat dari gulungan kawat besi, menggunakan rangkaian LC pada modul RF, dan modul pemancar TLP434A. Jangkauan efektif untuk antena dengan spesifikasi tersebut adalah mampu memancarkan data untuk diterima dengan baik (tanpa eror) hingga jarak 28 m. Akan dilakukan pemancaran melalui 250 antena secara bersamaan dengan jarak jangkauan s=0 hingga s=28 m. Setiap interval 4 meter dilakukan pengecekan apakah data yang diterima itu baik (tanpa eror) atau buruk (terjadi eror) yang akan ditampilkan melalui LCD atau direkam hasilnya dalam Hyper Terminal. Dari data yang telah dikumpulkan dilakukan perhitungan failure density, hazard rate dan reliability. Kemudian hasil perhitungan digambarkan dalam grafik terhadap jarak pancar dalam meter.

    Galuh Putri Wahyuningtyas
    PTK-Kelas A
    2510100124

  11. ANALISA KEANDALAN MESIN EXCAVATOR BATU BARA PADA PT. BUKIT ASAM TBK MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KUANTITATIF

    Seiring dengan meningkatnya permintaan batubara dari tahun ke tahun baik untuk di distribusi dalam negeri maupun ekspor, oleh karena itu perusahaan mengharapkan adanya tingkat produksi batubara yang tinggi. Sehingga diharapkan mesin excavator selalu memiliki kinerja yang baik untuk dapat memenuhi permintaan tepat waktu. Sedangkan pada kenyataannya mesin excavator ini tidak jarang mengalami kerusakan baik itu kerusakan ringan maupun kerusakan berat yang mengganggu jalannya proses pengerukan batubara. Oleh karena itu untuk dapat mengatasi masalah tersebut dibutuhkan adanya suatu analisa keandalan secara berkala pada mesin excavator yang digunakan untuk mengeruk batubara. Analisa dilakukan untuk mengetahui nilai dari failure density, hazard rate dan reliability dari mesin excavator tersebut dengan mengumpulkan dan mengolah data pada periode-periode sebelumnya. Informasi data yang dibutuhkan dalam membantu analisa adalah kumpulan data mengenai failure mesin excavator pada periode 2007 hingga 2011 beserta data maintenance. Diharapkan dengan adanya analisa keandalan mesin excavator ini dapat membantu perusahaan dalam memilih tindakan yang tepat dalam melakukan maintenance pada mesin excavator sehingga proses produksi batubara dapat selalu berjalan dengan baik dengan meminimalisir kemungkinan terjadinya gangguan.

    Herdian Rachmat P
    2510100049
    PTK- Kelas A

    • (Revisi)

      ANALISA KEANDALAN MESIN EXCAVATOR BATU BARA PADA PT. BUKIT ASAM TBK MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KUANTITATIF

      Seiring dengan meningkatnya permintaan batubara dari tahun ke tahun, perusahaan mengharapkan adanya tingkat produksi batubara yang tinggi. Sehingga diharapkan mesin excavator selalu memiliki kinerja yang baik untuk dapat memenuhi permintaan tepat waktu. Sedangkan pada kenyataannya mesin excavator ini tidak jarang mengalami kerusakan baik itu kerusakan ringan maupun kerusakan berat yang mengganggu jalannya proses pengerukan batubara. Salah satu komponen yang paling rentan mengalami kerusakan adalah generator mesin. Oleh karena itu untuk dapat mengatasi masalah tersebut dibutuhkan adanya suatu analisa keandalan generator pada mesin excavator. Analisa dilakukan untuk mengetahui nilai dari failure density, hazard rate dan reliability dari mesin excavator tersebut dengan mengumpulkan dan mengolah data dari hasil pengujian yang dilakukan. Pengujian ketahanan generator dilakukan selama 5000 dengan interval waktu 1000 jam. Setelah data diperoleh dilakukan perhitungan, hasil perhitungan ditampilkan dalam bentuk grafik sehingga hasil perhitungan lebih mudah dipahami. Diharapkan dengan adanya analisa keandalan mesin excavator ini dapat membantu perusahaan dalam memilih tindakan yang tepat dalam melakukan maintenance pada mesin excavator sehingga proses produksi batubara dapat selalu berjalan dengan baik dengan meminimalisir kemungkinan terjadinya gangguan.

  12. Pengujian Realibility Komponen Buat pada Perusahaan Elektronik ABC
    Asumsi : Skenario dari Kasus Dibuat Sendiri

    Perusahaan Elektronik ABC merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar di wilayah Asia Timur. Perusahaan ini berkonsentrasi untuk memproduksi alat-alat elektronik rumah tangga seperti kulkas, ac, microwave, kompor listrik, dan beberapa alat-alat rumah tangga lainnya. Perusahaan ini selalu menginginkan sebuah proses produksi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan ini terus-menerus melakukan penelitian dan pengamatan terhadap proses produksi yang sedang dijalankan. Hingga pada akhirnya, perusahaan ini memutuskan untuk membuat sendiri beberapa komponen dari produk-produknya tersebut dengan tujuan untuk mereduksi biaya. Setelah dilakukan proses analisis oleh pihak perusahaan, akhirnya diputuskan bahwa komponen yang akan dibuat perusahaan adalah beberapa komponen kulkas dan beberapa komponen microwave. Akan tetapi, setelah diselidiki lebih lanjut ternyata komponen microwave memiliki probabilitas defect yang paling tinggi, sehingga perusahaan berencana untuk melakukan pengujian terhadap 1000 unit komponen microwave tersebut dengan interval waktu selama 100 jam.

    TIARA PRAHULINA FURI
    2510100048
    PTK-B

  13. STUDI RELIABILITY IMPROVEMENT PADA PAPER MACHINE BERBASIS AGREE METHOD DI PT. TJIWI KIMIA TBK.

    Rod Metering Size Press merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan kertas yang berkualitas, karena berfungsi sebagai pelapis kertas untuk mencapai tingkat kehalusan sesuai dengan tingkat yang diinginkan. Analisa reliability pada Rod Metering Size Press, diperlukan untuk menentukan reliability dari komponen – komponen penyusunnya, karena mampu memprediksi tingkat kehandalan, sebagai bentuk performansi dari Rod Metering Size Press. Secara kuantitatif diperoleh reliability total Rs(t)= 0,2 pada saat t=100 jam, sebagai upaya untuk memperbaiki reliability dilakukan reliability improvement dengan metode AGREE sehingga tercapai reliabillity total R*(t)=0,6; R*(t)=0,65; R*(t)=0,7, kemudian dilakukan perbandingan nilai MTBF untuk tiap R(goal) dan tiap waktu operasi, sehingga didapat nilai MTBF yang paling baik yaitu reliability improvement pada R*(t)=0,7 dengan waktu operasi komponen 840 jam (35 hari). Sedangkan untuk nilai availability total inherent sebesar 0,95.

    Alodia Fernanda
    2510100063
    PTK- D

    • Revisi : Asumsi Keandalan PAPER MACHINE di PT. TWIJI KIMIA

      Rod Metering Size Press merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan kertas yang berkualitas, karena berfungsi sebagai pelapis kertas untuk mencapai tingkat kehalusan sesuai dengan tingkat yang diinginkan. Rod Metering Size Press yang digunakan terus-menerus akan mengakibatkan tidak terjadinya tingkat kehalusan sesuai yg diinginkan . Untuk memastikan bahwa kertas yang mereka hasilkan mencapai tingkat kehalusan yang sesuai standart, maka dilakukan analisa failure density, hazard rate, dan reliability pada Rod Metering Size Press setelah digunakan selama 2 tahun dan dengan laju kerusakan konstan.

      Alodia Fernanda
      2510100063
      PTK-D

  14. Evaluasi Keandalan Sistem Mesin Kontrol Bahan Bakar, Fuel Pump, Pada Pesawat Boeing 737 Classic Garuda Indonesia

    Sebagian besar penundaan jadwal penerbangan (delay) pesawat B737-Classic Garuda Indonesia yang terjadi sepanjang tahun 2009-2010 disebabkan karena adaya kegagalan fungsi pada komponen istem mesin dan kontrol bahan bakar (engine fuel and control) berjenis CFM 56-3. Mesin dan kontrol bahan bakar memiliki peran sentral dalam penyediaan dan pengontrolan bahan bakar untuk kerja mesin pesawat. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan analisa untuk mengetahui keandalan dari segi analisa kuantitatif yang bersifat statistik. Dari hasil analisa diperoleh, fuel pump merupakan komponen sistem mesin dan kontrol bahan bakar yang memiliki tingkat kegagalan yang paling tinggi dengan waktu rata-rata antar kegagalan (MTBF) paling singkat, yaitu sekitar 11876,486 jam jam dengan interval waktu preventive maintenance(TPM) sekitar 1450 jam). Perhitungan dilakukan menggunakan data-data yang diperoleh berupa data TTF (time to failure) dari beberapa komponen. Setelah itu, dilakukan evaluasi fungsi kepadatan peluang (probability density function) yang menggambarkan bentuk distribusi data TTF, keandalan (reliability, R(t)), laju kegagalan (failure rate, λ(t)) dan waktu rata-rata antara kegagalan (mean time between failure, MTBF (t)). Sehingga dari hasil evaluasi MTBF diperoleh waktu perkiraan mesin dan kontrol bahan bakar akan mengalami kegagalan (failure). Setelah itu, dilakukan perhitungan interval waktu perawatan pencegahan (preventive maintenance).

    ENGGA DWI ZENIA
    2510100062
    PTK-D

    • REVISI:

      Balai Latihan Kerja (BLK) pembuatan buku tulis PT. Kertas Putih menguji keandalan dari mesin pemotong kertas untuk pemotongan kertas buku tulis isi 58 lembar. Mesin pemotong kertas ini adalah yang menentukan kualitas buku dari segi kerapian pinggiran kertas. Pisau pemotong yang dipakai mesin bergaransi 2 tahun. Maka dari itu, kedepannya diharapkan adanya perawatan rutin yang bisa dilakukan terhadap pisau mesin potong untuk menambah umur mesin sebelum terjadinya hilangnya fungsi potong dari mesin. Namun sebelum ke tahap itu, dilakukan uji keandalan mesin pemotong. Pengujian dilakukan dengan pengecekan bertahap setiap pemakaian mesin selama 4 bulan. Setiap harinya, BLK beroperasi selama 8 jam/hari selama 20 hari dalam satu bulan. Tim penguji mencatat bahwa jumlah buku cacat potong (yang menunjukkan ketumpulan pisau) dari 1200 buku cacat yang dihasilkan selama interval pengujian berturut-turut adalah 30, 45, 50, 75, 100, 200, 300, 400. Dengan satuan jam untuk setiap intervalnya, data tersebut kemudian dijadikan sebagai dasar perhitungan failure density, hazard rate, dan reliability dari mesin.

      ENGGA DWI ZENIA
      2510100062
      PTK-D

  15. Untuk mendukung jalannya proses produksi agar tidak terhenti atau macet oleh karena suatu kerusakan
    mesin pendingin (cold storage), maka perlu kita memikirkan tindakan perawatan atau pergantian suatu
    komponen pada system mesin pendingin. Apabila alternative perawatan yang ada terlalu lama maka
    akan memperbesar biaya perawatan pencegahan, maka dicari suatu interval waktu perawatan dan
    perbaikan yang dapat meminimalkan total biaya perawatan dan perbaikan dengan menggunakan analisa
    keandalan.
    Guna menentukan interval waktu perawatan dan perbaikan yang optimal terhadap komponen kritis
    system pendingin, dilakukan analisa keandalan dari komponen-komponen tersebut dengan menggunakan
    data downtime yang sudah ada sebagai acuan untuk menentukan waktu perawatan dan perbaikan yang
    optimal.
    Hasil perhitungan nilai keandalan pada komponen kritis tersebut, diharapkan dapat dipergunakan
    sebagai masukan untuk menyusun strategi perawatan dan perbaikan yang optimal. Optimasi penentuan
    interval waktu perawatan dan perbaikan yang optimal dalam kajian ini merekomendasi untuk masingmasing
    komponen system dengan indeks keandalan yang ditetapkan adalah 0,1 dengan interval waktu
    perawatan dan perbaikan untuk komponen Exhaust valve kompresor & Intake valve kompresor pada hari
    ke 450, komponen Expansion valve pada hari ke 630, dan komponen Ring set kompresor pada hari ke
    1170 dengan interval waktu satu tahun merupakan kebijakan yang optimal.

    • Untuk mendukung jalannya proses produksi agar tidak terhenti atau macet oleh karena suatu kerusakan mesin pendingin (cold storage), maka perlu kita memikirkan tindakan perawatan atau pergantian suatu komponen pada system mesin pendingin. Apabila alternative perawatan yang ada terlalu lama maka akan memperbesar biaya perawatan pencegahan, maka dicari suatu interval waktu perawatan dan perbaikan yang dapat meminimalkan total biaya perawatan dan perbaikan dengan menggunakan analisa keandalan. Guna menentukan interval waktu perawatan dan perbaikan yang optimal terhadap komponen kritis system pendingin, dilakukan analisa keandalan dari komponen-komponen tersebut dengan menggunakan data downtime yang sudah ada sebagai acuan untuk menentukan waktu perawatan dan perbaikan yang optimal. Hasil perhitungan nilai keandalan pada komponen kritis tersebut, diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan untuk menyusun strategi perawatan dan perbaikan yang optimal. Optimasi penentuan interval waktu perawatan dan perbaikan yang optimal dalam kajian ini merekomendasi untuk masingmasing komponen system dengan indeks keandalan yang ditetapkan adalah 0,1 dengan interval waktu perawatan dan perbaikan untuk komponen Exhaust valve kompresor & Intake valve kompresor pada hari ke 450, komponen Expansion valve pada hari ke 630, dan komponen Ring set kompresor pada hari ke
      1170 dengan interval waktu satu tahun merupakan kebijakan yang optimal.

      Nur Hamida Amalia
      2510100092
      PTK-D

  16. STUDY OF FMEA AND RELIABILITY AT 3rd PLANT COAL MILL UNITS PT. SEMEN GRESIK, Tbk

    Masalah yang timbul pada unit Coal Mill pabrik Semen Gresik proyek Tuban III adalah fenomena Downtime Machine yang sering tak terjadwal serta tidak adanya pengelompokkan komponen-komponen kritis sebagai acuan dalam proses maintenance yang mana akibatnya pihak management tidak dapat memetakan tindakan perawatan yang optimum terhadap kerusakan mesin berdasarkan failure mode. Supaya Downtime Machine memenuhi ketepatan dan dapat diprediksi serta tindakan maintenance yang diambil tepat sesuai dengan failure mode maka Analisa Keandalan dan studi terhadap FMEA perlu untuk dilakukan. Analisa keandalan yang dilakukan berdasarkan data waktu antar kegagalan meliputi penentuan laju kerusakan (failure rate), reliability dan availability sedangkan data untuk analisa FMEA didapat secara inspeksi lapangan yaitu dengan melihat riil alat dan wawancara dengan operator serta teknisi terkait. Data input hanya diambil dari Coal Mill PT. Semen Gresik Tuban III untuk equipment number 473. Proses produksi dilakukan selama 24 jam dengan sistem pemenuhan target pengisian silo-silo penampungan semen. Dalam proses produksi semen terdapat 5 tahap yaitu: Quarrying, Drying & Grinding , Kiln burning & Cooling, Finish Grinding dan Packing. Pada tahap Kiln burning & Cooling terdapat beberapa unit diantaranya adalah unit Coal Mill yang berfungsi untuk menghancurkan batubara sebagai bahan bakar yang umpankan ke Kiln Burning

    Karina Rizky Ismantia
    2510100100
    PTK-D

  17. STUDY OF FMEA AND RELIABILITY AT 3rd PLANT COAL MILL UNITS PT. SEMEN GRESIK, Tbk
    Masalah yang timbul pada unit Coal Mill pabrik Semen Gresik proyek Tuban III adalah fenomena Downtime Machine yang sering tak terjadwal serta tidak adanya pengelompokkan komponen-komponen kritis sebagai acuan dalam proses maintenance yang mana akibatnya pihak management tidak dapat memetakan tindakan perawatan yang optimum terhadap kerusakan mesin berdasarkan failure mode. Supaya Downtime Machine memenuhi ketepatan dan dapat diprediksi serta tindakan maintenance yang diambil tepat sesuai dengan failure mode maka Analisa Keandalan dan studi terhadap FMEA perlu untuk dilakukan. Analisa keandalan yang dilakukan berdasarkan data waktu antar kegagalan meliputi penentuan laju kerusakan (failure rate), reliability dan availability sedangkan data untuk analisa FMEA didapat secara inspeksi lapangan yaitu dengan melihat riil alat dan wawancara dengan operator serta teknisi terkait. Data input hanya diambil dari Coal Mill PT. Semen Gresik Tuban III untuk equipment number 473. Proses produksi dilakukan selama 24 jam dengan sistem pemenuhan target pengisian silo-silo penampungan semen. Dalam proses produksi semen terdapat 5 tahap yaitu: Quarrying, Drying & Grinding , Kiln burning & Cooling, Finish Grinding dan Packing. Pada tahap Kiln burning & Cooling terdapat beberapa unit diantaranya adalah unit Coal Mill yang berfungsi untuk menghancurkan batubara sebagai bahan bakar yang umpankan ke Kiln Burning
    Karina Rizky Ismantia
    2510100100
    PTK-D

  18. STUDI KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK
    BANDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI
    SEMARANG
    Bandara Internasional Ahmad Yani adalah salah satu bandara yang memiliki peran penting dalam transportasi udara di Indonesia. Dalam menambah fungsi afiasi komersial bandara, Bandara Ahmad Yani juga melayani bagi afiasi tentara militer, berdasarkan fungsi kepentingan pada bandara Ahmad Yani Semarang, mereka membutukhan persyaratan dalam tingginya keandalan system listrik yang dimiliki bandara Ahmad Yani Semarang dalam memasok beban. Analisis keandala dalam pasokan energy listrik pada bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akan memiliki pengaruh dalam usaha memperbaiki pelayanan sekarang dan akan datang, oleh karena itu diperlukan sebuah study dalam mempelajari keandalan pasokan energy lisrik pada bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sebagai objek penelitian.
    Untuk memberikan pelayanan yang andal, sistem tenaga listrik harus tetap utuh dan mampu mengatasi berbagai macam gangguan yang mungkin terjadi, diantaranya adalah terputusnya suplai energi listrik dari PLN. Ketika terjadi gangguan dari penyuplai utama listrik (PLN), maka dalam sistem yang membutuhkan keandalan yang tinggi perlu untuk memiliki sumber energi listrik lain yang dapat beroperasi dengan baik tanpa mengurangi kemampuan kinerja dari peralatan yang disuplai. Dengan menggunakan perhitungan failure density, hazard rate dan reliability dapat dilihat kemampuan dan keandalan dari peralatan dalam menunjang pasokan energy listrik bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

    Hasyim Yusuf Asjari
    2510100093
    PTK-D

  19. Reliability pada aki PT. Yuapaja Battery
    Aki merupakan salah satu perangkat pada mobil yang berguna untuk menjalankan sistem kelistrikan yang ada pada mobil. Pada dasarnya, semua aki mobil bekerja dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Selain bekerja sebagai sumber listrik, aki mobil juga bekerja sebagai equalizer listrik, yang berarti tegangan yang berlebihan akan diserap oleh aki sehingga tidak merusak sistem listrik mobil. Pada aki mobil, pelat timbal dan pelat timbal oksida direndam dalam larutan asam sulfat. Reaksi kimia dalam aki mobil kemudian menghasilkan listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu, berbagai alat listrik, serta menstarter mobil. Pada PT. yuapaja battery melakukan suatu pengujian pada produk barunya yang bernama “ultimate accu”. Pengujian dilakukan pada 500 produk, dalam interval waktu 300 jam pengujian.PT. yuapaja battery ingin mengetahui diantaranya, reliability, failure density, serta hazard rate dari produk mereka, setelah dilakukan perhitungan terhadap reliability, failure density, serta hazard rate dari produk mereka, dengan rumus masing masing : reliability = (Failures pada interval / (jumlah pengujian x interval)), hazard rate = (Failures pada interval / (sisa pengujian x intervall)), serta reliability = sisa pengujian/jumlah pengujian, dan ketiganya akan ditampilkan dalam suatu grafik.

    Muhammad Imam Syafi’i
    2510100036
    PTK-C

  20. Analisis Reliability Centered Maintenance
    Pada Rawmill Pabrik Indarung IV
    (Studi Kasus PT. Semen Padang)

    PT. Semen Padang bergerak dalam bidang produksi semen di Sumatera Barat, yang memiliki empat buah pabrik pengolahan semen yaitu Pabrik Indarung II,III,IV, dan V. Persoalan yang diambil adalah pada Pabrik Indarung IV, di Departemen Rawmill IIIB yang rata-rata availabilitynya pada tahun 2003-2006 masih rendah. Dari hasil penelitian, rata-rata downtime setiap tahun dari tahun 2003-2006 sebesar 653,85 jam. Dalam studi ini dilakukan penentuan kebijakan perawatan dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang merupakan metode untuk memperoleh kebijakan efektif pada peralatan tertentu untuk memaksimasi availability.

    HANUM FEBRILLIANI V.
    2510100116
    PTK-KELAS A

  21. Di dalam studi kasus yang saya angkat merupakan studi kasus tentang evaluasi keandalan system mesin control bahan bakar pada Pesawat Boeing 737 Classic Garuda Indonesia. Salah satu permasalahn yang sering muncul adalah sebagian besar penundaan jadwal penerbangan pesawat B737-Classic Garuda Indonesia yang disebabkan karena adaya kegagalan fungsi pada komponen sistem mesin dan kontrol bahan bakar. Mesin dan kontrol bahan bakar memiliki peran sentral dalam penyediaan dan pengontrolan bahan bakar untuk kerja mesin pesawat. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan analisa untuk mengetahui keandalan dari segi analisa kuantitatif yang bersifat statistik dan dari segi analisa kualitatif yang bersifat intuitif pada sistem ini. Untuk menganalisa keandalan suatu komponen maka dapat dilakukan perhitungan dengan mwnggunakan waktu rata-rata kegagalan (MTBF) paling singkat, yaitu sekitar 4002,5 jam. Selain menggunakan metode perawatan terencana, juga dilakukan analisa penentuan jenis perawatan yang sesuai dan cocok dengan pendekatan FMEA dan FTA yang dikombinasikan kedalam RCM pada analisa kualitatifnya, diperoleh tindakan perawatan yang tepat untuk setiap failure mode pada setiap komponen mesin dan kontrol bahan bakar. Untuk penanganan failure mode komponen fuel pump adalah schedule discard task, main engine control adalah schedule on condition task, fuel shut off valve meliputi schedule discard task, schedule restoration task dan schedule on condition task.

    HELIAWATI
    2510100078
    PTK-D

  22. ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
    (Reliability Analysis of Power System Distribution)

    Sistem pelayanan energi listrik umumnya terdiri atas tiga sistem utama yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi. Sistem distribusi adalah sistem yang paling dekat dengan beban (konsumen), oleh karena itu keandalan sistem distribusi akan berdampak langsung
    terhadap ketersediaan suplai daya ke beban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan suatu system distribusi. mencakup
    frekwensi pemadaman per tahun, lama pemadaman rata-rata dan ketidak tersediaan suplai daya tahunan. Penelitian ini mensimulasikan suatu system distribusi radial yang terdiri dari satu suplai
    daya yaitu grid yang menyuplai 11 titik beban. Analisa terhadap keandalan sistem dilakukan dengan menggunakan program EDSA Technical 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan sistem distribusi dari sisi beban berbedabeda. Beban yang lebih dekat dengan suplai daya cenderung mengalami pemadaman yang lebih sedikit dibandingkan beban yang jauh dari suplai daya.

    Vega Nuansa Pratiwi
    2510100059
    PTK-A

    • Perhatian bagi semua mahasiswa yang submit tugas ptk ini. Tampaknya terjadi kesalahan pemahaman terhadap maksud tugas. Abstrak adalah intisari dari tugas yang akan Anda submit Senin nanti jam 12.30.

      Saya membaca hampir semua abstrak keliru, karena tidak mungkin hanya diselesaikan dengan data yang sedikit “sesuai yang saya terangkan di kelas siang tadi” untuk mencari f(t), hazard rate, dan R(t) saja. Selanjutnya diperluas dg rumus-rumus yg sudah saya jelaskan. Silakan merevisi kembali. Beberapa sangat mirip dengan sumber-sumber tertentu. Kemiripan satu kalimat saja akan mengakibatkan tugas ini tidak dinilai.

      Silakan berkomentar kalau respon saya ini salah.

      Thanks
      Industrial Engineering ITS Surabaya

      • Terimakasih Pak untuk sudah mengingatkan, untuk abstrak yang mendekati benar seperti milik siapa? Karena memang dari kelas A-B-D sedikit bingung. Kalau sepengetahuan saya dari kelas C. Contoh abstrak yang sesuai adalah milik Aditya Pratama, Muhammad Imam Syafii, dan Galuh Putri. Terimakasih.

        Risal A.M.
        2510100127

      • Berikut contoh yang kira-kira mendekati.

        Pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan sebuah pisau. Pengujian akan dilakukan dengan upaya memotong buah apel. Secara sederhana, pisau dipergunakan untuk mengiris buah apel. Dicatat sampai berapa kali mengiris, pisau akan bengkok/patah, dst silakan kembangkan sendiri.

        Sehingga Anda familiar dengan data, memperkirakan sendiri dengan akurat.
        Abstrak adalah ringkasan tugas Anda

        Semoga jelas

        -Yudha-
        Industrial Engineering ITS Surabaya

  23. Evaluasi Keandalan Mesin Panel Welding pada PT. ALSTOM Power Energy System

    PT. ALSTOM Power Energy System Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik yang meliputi pembangkit tenaga air, gas, batubara, minyak, angin dan nuklir. Dalam proses produksi mesin boiler, salah satu mesin utama yang digunakan adalah mesin panel welding. Mesin ini termasuk mesin yang rentan mengalami kerusakan. Dikarenakan mesin ini termasuk mesin yang kritis dalam proses produksi, ketika terjadi kerusakan tentunya akan mengakibatkan break down yang dapat mengganggu jalannya proses produksi secara langsung dan mempengaruhi proses produksi selanjutnya dan waktu penyelesaian produk. Untuk meminimalisir resiko kerusakan mesin tersebut, departemen maintenance perlu melakukan perawatan rutin untuk pengecekan dan melakukan penggantian mesin yang sudah tidak reliable.
    Analisis akan dimulai dengan melihat jumlah breakdown (data kerusakan) mesin per periode selama satu tahun dari data historis yang ada . Berdasarkan data tersebut dilakukan analisis keandalan dari mesin yang mencakup perhitungan failure density, hazard rate dan reliability dari mesin tersebut. Selanjutnya, data akan direpresentasikan dalam sebuah grafik terhadap fungsi waktu untuk mempermudah dilakukannya analisis selanjutnya dan dasar dalam pengambilan kebijakan terbaik untuk perusahaan.

    Putri Hensky Ani
    2510100002
    PTK-D

  24. Surya petir merupakan faktor yang sangat berbahaya yang dapat merusakkan perangkat distribusi di dalam GI. Peralatan-peralatan tersebut sangatlah vital karena apabila terjadi kerusakan maka distribusipun akan terganggu, di samping itu juga pembelian alat yang sangat mahal. Untuk mengatasi hal tersebut PLN telah memasang peralatan-peralatan penangkal petir pada GI. Dimana yang akan diuji yaitu pada peralatan Jaringan Tegangan Transmisi (150 kV) yang terdapat pada GITET 500 kV Ungaran wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Semarang dari gangguan petir dengan menggunakan koordinasi 3 jenis pengaman yaitu Arrester, Kawat Petir (Kawat Tanah), dan Arching Horn (Sela Batang). Sebelum pemasangan pihak PLN melakukan uji terhadap pengaman gangguan petir dengan durasi pemasangan selama 24 bulan. Pengecekan pengaman petir ini dilakukan 4 bulan sekali pada saat musim hujan, apakah Jaringan Transmisi pada daerah ini berjalan dengan baik atau tidak dan masih dalam kondisi yang bagus atau tidak. Dari hasil pengecekan ini, akan diolah dengan perhitungn menggunakan failure density, hazard rat, serta reliability, yang mana akan digambarkan dengan grafik tentang hubungan masing-masing perhitungan terhadap waktu.

    Muhammad Rahman Arif
    2510100005
    PTK-A

    • Revisi Uji Kendalan pada pengaman penangkal petir

      Surya petir merupakan faktor yang sangat berbahaya yang dapat merusakkan perangkat distribusi di dalam GI. Peralatan-peralatan tersebut sangatlah vital karena apabila terjadi kerusakan maka distribusipun akan terganggu, di samping itu juga pembelian alat yang sangat mahal. Untuk mengatasi hal tersebut PLN telah memasang peralatan-peralatan penangkal petir pada GI. Dimana yang akan diuji yaitu pada pengaman penangkal petir Jaringan Tegangan Transmisi (150 kV) yang terdapat pada GITET 500 kV Ungaran wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Semarang dari gangguan petir dengan menggunakan koordinasi 3 jenis pengaman yaitu Arrester, Kawat Petir (Kawat Tanah), dan Arching Horn (Sela Batang). Sebelum pemasangan pihak PLN melakukan uji terhadap pengaman gangguan petir dengan waktu 24 bulan terhadap 125 alat pengaman penangkal petir. Pengecekan pengaman petir ini dilakukan 4 bulan sekali, apakah Jaringan Transmisi pada daerah ini berjalan dengan baik atau tidak dan masih dalam kondisi yang bagus atau tidak. Dari hasil pengecekan ini, akan diolah dengan perhitungn menggunakan failure density, hazard rate, serta reliability, yang mana akan digambarkan dengan grafik tentang hubungan masing-masing perhitungan terhadap waktu.

      Muhammad Rahman Arif
      2510100005
      PTK-A

  25. IMPLEMENTASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE OVERALL
    EQUIPMENT EFECTIVENESS (OEE) UNTUK MENENTUKAN MAINTENANCE STRATEGY
    PADA MESIN TUBE MILL 303
    (STUDY KASUS PT. SPINDO UNIT III)

    Persaingan industri logam (steel pipe) yang sangat ketat memaksa PT. Spindo Unit III agar berproduksi seoptimal mungkin. Namun kerusakan mendadak dan tidak terprediksi sebelumnya pada mesin produksi, tube mill 303 menyebabkan berbagai macam kerugian. Oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan perawatan yang terencana dan terkendali terhadap komponen-komponen mesin Tube Mill 303 agar dapat berfungsi normal dan optimal. Strategi yang akan digunakan adalah mengacu pada metode Total Productive Maintenance. Dalam penelitian ini, metode perhitungan yang dipakai adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) dimana aspek-aspek kuantitatif yang terangkum dalam six big losses dihitung dan di bandingkan dengan target yang ada di PT. Spindo Unit III. Dengan mendapatkan perbandingan nilai OEE, maka di harapkan bisa perusahaan bisa menentukan strategi maintenance dan improvment berkelanjutan dalam rangka penerapan Total Productive Maintenance karena outputnya adalah investasi biaya yang dikeluakan akan berimbas seberapa besar terhadap keuntungan perusahaan

    Adinda Moizara J
    2509100069
    PTK Kelas D

  26. Perhatian bagi semua mahasiswa yang submit tugas ptk ini. Tampaknya terjadi kesalahan pemahaman terhadap maksud tugas. Abstrak adalah intisari dari tugas yang akan Anda submit Senin nanti jam 12.30.

    Saya membaca hampir semua abstrak keliru, karena tidak mungkin hanya diselesaikan dengan data yang sedikit “sesuai yang saya terangkan di kelas siang tadi” untuk mencari f(t), hazard rate, dan R(t) saja. Selanjutnya diperluas dg rumus-rumus yg sudah saya jelaskan. Silakan merevisi kembali. Beberapa sangat mirip dengan sumber-sumber tertentu. Kemiripan satu kalimat saja akan mengakibatkan tugas ini tidak dinilai.

    Silakan berkomentar kalau respon saya ini salah.

    Thanks
    Masih ada waktu sampai besok jam 24.00

  27. Uji Kehandalan Alat instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 pada PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia

    Manajemen perawatan sangatlah diperlukan dan mempunyai peran yang sangat vital bagi sebuah perusahaan, mengingat dalam dunia industri kegiatan produksi tak lepas dari penggunaan alat-alat atau mesin-mesin sebagai pendukung operasionalnya. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai bagian departemen yang mengurusi alat-alat instrumentasi yaitu bagian instrumen yang merupakan bagian dari departemen engineering. Alat instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 tersebut dipakai beberapa mesin pembuat kertas di PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Apabila alat ini mengalami kerusakan maka diprediksikan perusahaan akan mengalami kerugian besar. Setelah dilakukan penelitian, perusahaan memutuskan untuk membuat alat instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 dengan tujuan untuk mereduksi biaya dalam jangka lima tahun kedepan. Sebelum melakukan keputusan untuk membuat alat instrumentasi QCS Scanner type 2200-2, perusahaan melakukan uji kehandalan selama 3 bulan sekali sampai 24 bulan dengan menggunakan metode perhitungan failure density, hazard rate dan reliability.

    Puput Pujingga
    2510100071
    PTK-A

  28. ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER

    Sistem bahan bakar minyak merupakan salah satu sistem mesin penting utama pendukung KM Leuser karena sistem ini secara langsung mempengaruhi kinerja mesin utama. Kegagalan sistem bahan bakar harus menjadi mesin utama dicegah . Pengaruh yang paling besar adalah apabila kapal tidak beroperasi sehingga menyebabkan kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis sistem bahan bakar dengan pendekatan berbasis pada keandalan. Sebuah analisis sistem ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dapat dicapai dengan Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA) dan Pohon Analisis Kesalahan (FTA). Analisis kuantitatif dapat dicapai dengan simulasi Monte Carlo. Hasil pembukaan, komponen penelitian seperti filter, pemisah, transfer pompa dan pompa booster diperoleh dengan klasifikasi keparahan dan probabilitas kegagalan. Simulasi akan tercapai ketersediaan nilai pada 0,97 dan nilai MTTF (Mean Time First Failure) adalah 2423,8363 jam. Simulasi ini terdiri dari beberapa skenario, ketersediaan sistem akan menurun lebih jika ada berdiri lebih oleh komponen terjadi kegagalan dalam salah satu komponen pada 0,893.

    Mochamad Nigel Aldakina
    2510100026
    PTK D

    • Revisi Tugas PTK: Analisis Keandalan Lampu Neon PT. Maju Mundur

      Lampu merupakan perangkat yang wajib dimiliki oleh seluruh manusia untuk menerangi ruangan. Lampu yang paling banyak digunakan baik oleh industri kecil mapun rumah-rumah penduduk. Cara kerja lampu neon pada dasarnya adalah memijarkan cahaya pada saat dialiri aliran listrik, Pijaran tersebut didapatkan dari gas neon didalam tabung lampu. Lampu neon dikatakan tidak andal apabila lifetimenya tidak sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan. PT.Maju Mundur berniat menguji produk lampu terbaru mereka yang memiliki lifetime 1000 jam. Pengujian dilakukan menggunakan 200 produk dengan interval 1000 jam. Pengujian yang digunakan antara lain reliability, failure density, dan hazard rate untuk produk mereka secara bersamaan. Rumus masing-masing pengujian adalah Failure Density f(t) = failures/ total failures * interval time , Hazard Rate h(t) = failures / (total failures – failures ) * interval time, dan Reliability R(t) = total failures-failures/total failures di tiap interval waktunya. Setelah didapatkan semua data tersebut maka dapat ditarik kesimpulan apakah lampu neon yang diuji benar-benar dapat berfungsi dengan baik selama 1000 jam.

      • Revisi (lagi) Tugas PTK: Analisis Keandalan Lampu Neon PT. Maju Mundur

        Lampu merupakan perangkat yang wajib dimiliki oleh seluruh manusia untuk menerangi ruangan. Lampu yang paling banyak digunakan baik oleh industri kecil mapun rumah-rumah penduduk. Cara kerja lampu neon pada dasarnya adalah memijarkan cahaya pada saat dialiri aliran listrik, Pijaran tersebut didapatkan dari gas neon didalam tabung lampu. Lampu neon dikatakan tidak andal apabila lifetimenya tidak sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan. PT.Maju Mundur berniat menguji produk lampu terbaru mereka yang memiliki lifetime 1000 jam. Pengujian dilakukan menggunakan 200 produk dengan interval 100 jam. Pengujian yang digunakan antara lain reliability, failure density, dan hazard rate untuk produk mereka secara bersamaan. Rumus masing-masing pengujian adalah Failure Density f(t) = failures/ total failures * interval time , Hazard Rate h(t) = failures / (total failures – failures ) * interval time, dan Reliability R(t) = total failures-failures/total failures di tiap interval waktunya. Setelah didapatkan semua data tersebut maka dapat ditarik kesimpulan apakah lampu neon yang diuji benar-benar dapat berfungsi dengan baik selama 1000 jam.

  29. ANALISA KEANDALAN, KEAMANAN, DAN MANAJEMEN RESIKO PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS BLOK 2.2 DI PLTGU PT PJB UP GRESIK DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF

    Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di PLTGU PT PJB UP Gresik adalah pembangkit listrik yang menggunakan gas dan minyak sebagai bahan bakar. PLTG ini telah beroperasi selama 17 tahun yang dilakukan setiap harinya dalam beroperasi. Meskipun unit PLTG telah beroperasi selama 17 tahun, masih seringkali terjadi kendala dalam melakukan start up dan produksi listrik yang akan mempengaruhi kinerja unit PLTG. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan analisa pada keandalan, keamanan, dan manajemen resiko pada masing-masing komponen dari PLTG. Adapun PLTGU PT PJB UP Gresik ini mempunyai beberapa komponen antara lain, genetaror, kompresor, combuster, turbin, DDC, exhaust damper dan auxilary system. Setelah dilakukan analisa secara kuantitatif didapatkan bahwa dari beberapa komponen PLTG tersebut, komponen yang mempunyai nilai keandalan terendah adalah combuster yakni 0,27 serta nilai keamanan SIL1 yang merupakan nilai keamanan terendah. Nilai keandalan dan nilai keamanan yang rendah menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam satu tahun untuk melakukan perawatan adalah Rp 21.246.696,-. Hal tersebut diperlukan suatu penjadwalan preventive maintenance yang tepat serta desain sistem interlock yaitu Fuel Supply Gas Pressure dengan parameter PALL antara 12 kg/cm2 sampai 21 kg/cm2 dan pressure trip kurang dari 15 kg/cm2 dan lebih dari 21 kg/cm2.

    HILYATUN NUHA
    2510100702
    PTK-D

  30. Analisis Keandalan Komponen Mesin Hammer Mill pada PT XYZ

    PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi produk-produk pakan ternak dengan kualitas tertentu. Untuk proses produksinya, perusahaan ini menggunakan mesin-mesin pengolahan yang cukup mahal seperti hammer mill, pellet mill, mixer, crumble, drum shiever dan lain-lain yang terdiri dari banyak komponen penyusun. Meskipun terhitung sebagai perusahaan besar, PT Gold Coin Indonesia sering mengalami kendala produksi akibat kurangnya keandalan mesin seperti berhentinya produksi akibat kerusakan mesin. Hal ini sering terjadi karena perusahaan masih menerapkan sistem corrective maintenance dengan cara melakukan perbaikan dan penggantian komponen ketika terjadi kerusakan pada mesin.
    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perusahaan mengevaluasi permasalahan ini dengan cara menghitung failure density , hazard rate, dan reliability komponen-komponen kritis yang ada. Proses pengujian dilakukan pada 300 komponen screen dan beater pada mesin hammer mill yang dianggap kritis. Pengujian ini dilakukan dengan interval waktu pemeliharaan adalah 15 hari. Hasil pengujian ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi terjadinya penurunan produktivitas akibat rendahnya keandalan komponen-komponen kritis pada mesin.

    EVI NILA CRISTINA
    2510100133
    PTK A

    • Pt xyz menjadi gold coin – ?????
      Sangat salah
      Industrial Engineering ITS Surabaya

    • REVISI TUGAS Analisis Keandalan Komponen Pisau Hammer Mill pada Mesin Hammer Mill di PT XYZ

      PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi produk-produk pakan ternak dengan kualitas tertentu. Untuk proses produksinya, perusahaan ini menggunakan mesin hammer mill untuk memproduksi pakan dari bahan dasar jagung. Pada kenyataannya didapatkan data bahwa mesin hammer mill beberapa kali mengalami kerusakan dan tidak dapat dipakai untuk memproduksi akibat komponen pisau hammer mill aus karena bergesekan langsung dengan jagung.
      Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perusahaan mengevaluasi permasalahan ini dengan cara melakukan pengujian pada pisau hammer mill yang digunakan saat ini apakah kualitasnya sudah cukup baik ataukah perlu diganti. Biasanya setiap mesin hammer mill memiliki 192 komponen pisau. Proses pengujian ini dilakukan pada 5 mesin hammer mill yang digunakan untuk menggiling jagung. Berarti ada 960 pisau hammer mill yang akan diuji keandalannya dalam proses penggilingan jagung. Pengujian dilakukan pada interval waktu 1000 jam dan dilakukan pencatatan setiap 50 jam. Hasil pengujian ini akan menghasilkan nilai reliability, failure density, serta hazard rate dari pisau hammer mill yang kemudian akan ditampilkan pada grafik untuk membantu pengambilan keputusan.
      EVI NILA CRISTINA
      2510100133
      PTK A

  31. Analisa Keandalan Terhadap Laptop berdasarkan Data Klaim Garansi

    Laptop merupakan suatu hal yang sangat wajar dewasa kini. Tingginya kebutuhan laptop yang berdampak pada meningkatnya tingkat permintaan pasar terhadap laptop pun mengakibatkan banyak pesaing atau merk-merk laptop yang semakin banyak bermunculan. Banyaknya variasi laptop tersebut pun pada akhirnya dapat mengakibatkan kebingungan pada konsumen dalam memutuskan pilihan, sehingga banyak pertimbangan yang digunakan. Salah satunya adalah daya tahan laptop atau reliability dari laptop itu sendiri.
    Untuk menjamin bahwa laptop tersebut memiliki tingkat reliability yang baik, banyak perusahaan menawarkan fasilitas purna jual berupa garansi. Selama dalam rentang waktu masa garansi tersebut, perusahaan akan mengganti komponen dari laptop yang mengalami kerusakan dan bahkan dapat mengganti laptop yang mengalami kerusakan dengan laptop baru. Pada kasus laptop ini, tingkat reliability diukur berdasarkan jumlah klaim kerusakan yang masuk dan ditangani selama masa garansi masih berlaku. Peninjauan dilakukan secara triwulan. Dari peninjauan tersebut, output yang didapatkan adalah Reliability Rate, Hazard Rate serta Failure Density.
    Setelah didapati ketiga parameter tersebut, data dapat divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat menjadi evaluasi perusahaan terkait tingkat keandalan dari laptop dan dapat menjadi pertimbangan dalam strategic decision making.

    Keywords : Reliability , Klaim Kerusakan , Hazard Rate , Failure Density
    Muhammad Syarief Arbi
    2510.100.129
    PTK-D

  32. Studi Perbaikan Keandalan Jaringan Distribusi
    Primer Dengan Pemasangan Gardu Induk Sisipan Di
    Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan

    Berkembangnya taraf hidup masyarakat pedesaan di Sulawesi Selatan khususnya kabupaten Enrekang, maka keandalan sistem distribusi primer sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. Oleh karena keandalan jaringan distribusi primer ke Kabupaten Enrekang di PLN Cabang Pinrang masih cukup rendah, maka akan diperbaiki dengan ditempatkannya sebuah Gardu Induk Sisipan untuk membagi luas daerah pelayanan. Gardu Induk Sisipan sangat dimungkinkan dibangun di Kabupaten Enrekang, mengingat jaringan transmisi Makale – Sidrap 150 kV telah beroperasi. Jaringan transmisi tersebut melintas di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan material Aktiva Tetap Tidak Bergerak (ATTB) yang tersedia di PLN Wilayah Sulselrabar. Pada jurnal ini bertujuan membandingkan keandalan jaringan distribusi primer di Kabupaten Enrekang sebelum dan sesudah pemasangan gardu induk sisipan agar dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan keandalan pada sistem tersebut. Indeks-indeks keandalan yang sering dipakai dalam suatu sistem distribusi di PLN adalah SAIDI (system average interuption frequency index), SAIFI (system average interruption frequency index), CAIDI (Customer Average Interuption Duration Index) dan MAIFI (Momentary Average Interuption Frequency Index). Dalam kasus ini akan dibahas mengenai evaluasi keandalan jaringan dengan pemasang gardu induk sisipan dengan menggunakan metode Reliability Index Assesment (RIA), dan diharapkan dengan dipasangnya Gardu Induk Sisipan ini dapat menjadi salah satu usaha tindakan perbaikan
    agar dapat meningkatkan keandalan. Berdasarkan kedua metoda perhitungan didapatkan hasil nilai SAIDI pada masing-masing penyulang masih sesuai dengan standart PLN sebesar 4,364 jam/tahun dan untuk hasil nilai SAIFI pada masing-masing penyulang masih sesuai dengan standart PLN sebesar 1,199 jam/tahun.

    Claudia Masita Imaniar S.
    2509100029
    PTK-A

  33. Analisa Keandalan pada komponen mesin CNC Lathe di PT YAMINDO

    Pada study kasus ini akan dibahas tentang analisa keandalan, hazard rate dan failure density pada komponen mesin CNC Lathe di PT YAMINDO. PT YAMINDO merupakan sebuah industri manufaktur yang memproduksi mesin – mesin pertanian, baik mesin yang digunakan saat pra panen maupun pasca panen. Dalam proses produksinya, PT YAMINDO banyak menggunakan mesin – mesin yang salah satunya adalah mesin CNC Lathe. Mesin ini digunakan untuk memproduksi berbagai komponen dari mesin pertanian. Namun, pada kondisi eksisting, mesin CNC Lathe ini sering mengalami kerusakan terutama pada bagian komponen – komponen penyusunnya. Sehingga, komponen – komponen pada mesin CNC Lathe tersebut perlu diganti pada selang waktu tertentu dengan mengacu pada konsep keandalan, agar tidak menghambat proses produksi. Permasalahan ini dapat diinterpretasikan dengan melakukan perhitungan pada reliability, hazard rate dan failure density dari mesin CNC Lathe. Dari perhitungan tersebut, akan dilakukan penggambaran hubungan antara reliability, hazard rate dan failure density terhadap interval waktu dalam bentuk grafik. Dari grafik tersebut dapat diketahui pada selang waktu berapa, mesin CNC Lathe membutuhkan penggantian komponen sehingga mencegah kerusakan pada mesin CNC Lathe ketika digunakan dalam proses produksi.

    Ahmad Nizar Pratama
    2510100069
    PTK-A

  34. Analisis Keandalan Mesin Cetak Rimex Pada PT. Metiska Farma

    Studi kasus tersebut akan menjelaskan mengenai PT. Metiska Farma yang merupakan salah satu perusahaan pemroduksi tablet. Pada lini produksi tablet, salah satu mesin yang digunakan untuk melakukan proses produksi adalah mesin cetak Rimex. Terdapat berbagai macam mesin yang digunakan untuk memproduksi tablet, tetapi yang digunakan untuk mencetak bentuk tablet adalah mesin cetak tersebut. Dari tahun ke tahun, semakin lama frekuensi breakdown mesin cetak semakin besar (akan ditampilkan dalam tabel) dan membuat PT. Mestika Farma menjadi kesulitan dalam menghasilkan tablet yang memiliki kualitas baik. Selain itu, perusahaan ingin tetap mempertahankan demand dari konsumen tetapi tidak tahu dan belum bisa melakukan penjadwalan dalam perawatan mesin-mesinnya. Sehingga, sebelum melakukan penjadwalan, perusahaan melakukan pengujian pada mesin tersebut untuk melihat hasil pencetakan mesin dalam menmbuat tablet. Target produk yang dihasilkan adalah 650 tablet dengan interval waktu selama 250 jam. Dalam pengujian tersebut, akan dianalisis tiga hal utama antara lain, keandalan dari mesin dalam menghasilkan produk, failure density, dan hazard rate. Ketiga hal tersebut akan ditampilkan dalam bentuk grafik dan diinterpretasikan agar dapat diketahui bagaimana keandalan mesin sebenarnya. Selain itu, akan ditampilkan juga data-data dari hasil pengujian untuk menentukan 3 hal utama tersebut.

    Chikita Maulidya P.P
    2510100001
    PTK-B

  35. ANALISIS KEANDALAN PRODUK
    DENGAN POLA PENGGUNAAN INTERMITTENT
    Artikel yang diambil berasal dari sebuah journal yang memiliki fokusan dalam menganalisa keandalan sebuah produk. Metode yang digunakan adalah menggunakan pola penggunaan intermittent. Hal ini menjadi berbeda karena pada perhitungan keandalan produk secara umum sebagian besar mengasumsikan bahwa produk beroperasi dengan pola terus menerus. Kenyataannya pada beberapa kondisi situasi pola bersifat terputus-putus. Penggunaan yang sering diterapkan adalah pada elevator, starter listrik. Landasan teori yang digunakan secara umum menggunakan fungsi padatan peluang (pdf). Dinyatakan dengan F(t) untuk mengindikasikan distribusi kegagalan epanjang
    interval waktu dan merepresentasikan kecepatan kegagalan absolut. Selain itu digunakan fungsi distribusi kumulatif (sdf), dinyatakan dengan F(t), yang menyatakan peluang bahwa suatu produk akan gagal oleh waktu tertentu t. Lalu fungsi keandalan disimbolkan dengan R(t) diinterpretasikan sebagai fraksi populasi yang terus hidup (survive) hingga waktu t. Lalu yang terakhir Fungsi kegagalan atau laju kegagalan, dinyatakan dengan h(t), mengukur laju perubahan dalam
    peluang bahwa produk yang survive akan gagal dalam rentang waktu yang kecil selanjutnya.

  36. Uji Keandalan Ban Mobil GT – Radial CHAMPIRO ECO B303

    Ban mobil GT – Radial CHAMPIRO ECO merupakan salah satu produk ban dari PT. Gadjah Tunggal Tbk. yang dipasarkan untuk pasar ban city car level medium yang mengutamakan kenyamanan, stabilitas, namun tetap berkualitas. Terdapat 19 varian dari CHAMPIRO ECO ini dengan ukuran dan dimensi tertentu.

    Dalam hal ini yang akan diuji keandalannya adalah ban CHAMPIRO ECO keluaran terbaru tipe B303 dengan ukuran ban 185/65 R1, indikasi beban = 86, ukuran rim 5.0 ~ 6.5, lebar ban 185 mm, diameter ban 596 mm, kedalaman alur ban 8 mm dan maksimal beban 530 kg. Produsen Ingin mengetahui reliability, failure density, serta hazard rate dari produk terbaru mereka ini.

    Pengujian dilakukan dengan cara; 100 buah ban tipe B303 diuji dengan dijalankan pada laboratorium sirkuit aspal buatan dengan struktur aspal jalan standar jalanan perkotaan Indonesia. Dengan beban 520 kg dan kecepatan stabil 70 km/jam, dilakukan pencatatan setiap interval 10.000 km. Ban dinyatakan tidak layak pakai (failure) adalah ketika ban meletus, terkoyak, atau kedalaman alur ban kurang dari 4 mm (alur ban hilang lebih dari 50%).

    M. ISSAM CHALIBI
    NRP. 2510100056
    PTK A

  37. Pengukuran Reliability untuk Modem GT089 pada Perusahaan Digilight

    Setelah satu tahun memproduksi modem LJ212, perusahaan Digilight memutuskan untuk menghentikan produksi modem LJ212 yang tidak tahan lama karena mengalami panas berlenih dan terbakar, sehingga produk tidak laku dan menyebabkan banyak kerugian. Untuk menggantikan produksi modem LJ212 maka dibuatlah modem baru dengan tipe GT089. Untuk mengetahui ketahanan modem GT089 dalam menjalankan fungsinya dengan baik maka dilakukan pengujian terhadap 100 unit modem GT089 selama 360 hari. Modem baru ini dibagikan secara gratis kepada para karyawan dan wajib digunakan ketika menjalankan pekerjaan di kantor perusahaan Digilight dengan begitu waktu penggunaan setiap modem diharapkan sama. Interval pengecekan terhadap 100 unit modem GT089 dilakukan setiap 30 hari. Output yang diharapkan dari pengecekan tersebut adalah grafik yang terdiri dari perhitungan reliability, failure density, serta hazard rate untuk modem GT089 apakah layak untuk dipasarkan.

    • Pengukuran Reliability untuk Modem GT089 pada Perusahaan Digilight

      Setelah satu tahun memproduksi modem LJ212, perusahaan Digilight memutuskan untuk menghentikan produksi modem LJ212 yang tidak tahan lama karena mengalami panas berlenih dan terbakar, sehingga produk tidak laku dan menyebabkan banyak kerugian. Untuk menggantikan produksi modem LJ212 maka dibuatlah modem baru dengan tipe GT089. Untuk mengetahui ketahanan modem GT089 dalam menjalankan fungsinya dengan baik maka dilakukan pengujian terhadap 100 unit modem GT089 selama 360 hari. Modem baru ini dibagikan secara gratis kepada para karyawan dan wajib digunakan ketika menjalankan pekerjaan di kantor perusahaan Digilight dengan begitu waktu penggunaan setiap modem diharapkan sama. Pengecekan terhadap 100 unit modem GT089 dilakukan setiap 30 hari. Output yang diharapkan dari pengecekan tersebut adalah grafik yang terdiri dari perhitungan reliability, failure density, serta hazard rate untuk modem GT089 apakah layak untuk dipasarkan.

      Risal Arsyad Muhaddad
      2510100127
      PTK-D

  38. Analisis keandalan dalam menentukan persediaan komponen Sludge Separator di PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Pabatu secara optimal

    PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit Pabatu merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi CPO. Kelancaran proses produksi merupakan tuntutan utama yang harus dipenuhi agar target perusahaan dapat tercapai. Namun proses produksi pada perusahaan ini sering mengalami kendala dalam bentuk tidak berjalannya sistem dengan semestinya. Hal ini disebabkan adanya kerusakan pada mesin atau menunggu datangnya unit pemesanan atau suku cadang yang dipesan untuk menggantikan spare part yang mengalami kerusakan. Akibat dari hal ini waktu penyelesaian produk yang telah disepakati tidak terpenuhi.
    Selama ini PT. Perkebunan Nusantara IV unit Pabatu dalam penerapan sistem perawatan perusahaan belum menerapkan konsep keandalan. Mesin mendapatkan perawatan setelah mesin mengalami kerusakan (Corrective Maintenance), selain itu dalam menentukan jumlah persediaan suku cadang perusahaan tidak memiliki konsep persediaan tersendiri. Pemesanan dilakukan berdasarkan perkiraan-perkiraan saja yaitu berdasarkan pada permintaan yang selama ini terjadi.
    Penelitian ini dilakukan terhadap mesin sludge separator dengan ,memperhitungkan nilai fungsi kelajuan kerusakan, fungsi keandalan komponen kritis saat berproduksi dalam kondisi dan jangka waktu tertentu. Data yang dikumpulkan adalah data pemakaian dan data kerusakan suku cadang sepanjang tahun 2007-2008 serta harga pembelian per unit suku cadang. Oleh karena itu untuk memecahkan permasalahan ini perlu dilakukan suatu metode perawatan terencana dengan pendekatan metode reliability dalam menentukan jumlah persediaan suku cadang yang optimal yang harus dipesan. Data tersebut diolah menggunakan metode reliability dengan menerapkan fungsi laju kerusakan distribusi Weibull untuk menentukan jumlah persediaan komponen kritis dalam jangka waktu satu tahun.

    • Hasil yang didapat menunjukkan bahwa semua komponen kritis berdistribusi Weibull. Berdasarkan komponen kritis yang telah ditentukan dengan metode ABC dikaitkan dengan laju kerusakan pada metode reliability maka persediaan untuk komponen kritis selama periode waktu satu tahun (360 hari) untuk masing-masing komponen kritis adalah Bowl Spindle sebanyak 3 unit (pemesanan Optimal (Q*) = 1 unit/pesan, titik pemesanan kembali (r) = 1 unit)  = 3,2838, paring Disc sebanyak 2 unit (Q* = 1 unit/pesan, r = 1 unit)  = 2,6546, Friction Pad& Screw sebanyak 4 unit (Q* = 3 unit/pesan, r = 1 unit)  = 1,5576, V nozzle Q 1,60 mm 3 unit (Q* = 1 unit/pesan, r = 1 unit)  = 2,0970.
       = beta
      Hasil analisa dari keempat komponen berada pada posisi wear out (>1) hal ini menunjukkan bahwa laju kerusakan setiap komponen diatas meningkat seiring dengan kenaikan waktu.

      • Analisis keandalan terhadap komponen Sludge Separator di PT. Raya Pinang
        PT. Raya Pinang bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit menjadi CPO. Kelancaran proses produksi merupakan hal utama yang harus dipenuhi agar target perusahaan dapat tercapai. Namun proses produksi pada perusahaan ini sering mengalami kendala dalam bentuk tidak berjalannya sistem sesuai dengan prosedur. Hal tersebut dikarenakan adanya kerusakan pada mesin atau menunggu datangnya unit pemesanan atau suku cadang yang dipesan untuk menggantikan spare part yang mengalami kerusakan. Akibat dari hal ini waktu penyelesaian produk yang telah disepakati tidak terpenuhi.
        Selama ini PT. Raya Pinang dalam penerapan sistem perawatan perusahaan belum menerapkan konsep keandalan. Mesin mendapatkan perawatan setelah mesin mengalami kerusakan (Corrective Maintenance), sedangkan Sludge Separator merupakan salah satu komponen yang penting. Fungsi dari komponen Sludge separator untuk memisahkan beberapa kotoran, pasir, lumpur yang ikut bersama minyak dari sludge tank dengan gaya sentrifugal. Alat ini memiliki spesifikasi kapasitas 10 ton/ jam dan memakai elektromotor dengan tegangan 380 volt serta arus 30 ampere. Dengan menggunakan perawatan corrective maintenance, maka tidak dapat meramalkan kapan terjadinya kerusakan pada komponen Sludge Separator.
        Untuk menanggulangi permasalahan ini maka akan dilakukan perhitungan reliability (Rt) komponen Sludge Separator, failure density (Ft), hazard rate (t), jadwal optimum perawatan serta biaya yang akan dikeluarkan. Nantinya dari perhitungan tersebut akan dilakukan analisis serta dihasilkan jadwal perawatan dengan biaya yang optimum.

  39. ANALISIS MESIN PABRIK KELAPA SAWIT PT. X

    Kinerja suatu mesin sangat tergantung pada reliability peralatan yang digunakan, lingkungan operasi dan keahlian operator. Jika reliability suatu sistem perusahaan rendah, maka usaha meningkatkannya adalah dengan menurunkan laju kegagalan atau meningkatkan efektifitas perbaikan terhadap tiap-tiap komponen atau sistem. Ukuran reliability dapat dinyatakan sebagai seberapa besar kemungkinan suatu sistem tidak akan mengalami kegagalan dalam waktu tertentu, berapa lama suatu sistem akan beroperasi dalam waktu tertentu, dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi sistem dari kegagalan yang terjadi. Namun dalam pelaksanaan pemeliharaan di PT. X lebih sering dengan cara corrective Maintenance yaitu pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan. Sistem ini belum dapat memberikan data yang akurat tentang kapan suatu mesin atau komponen akan mengalami kerusakan. Kerusakan pada mesin-mesin dan peralatan tersebut dapat mengganggu jalannya proses produksi dan dapat berakibat berhentinya keseluruhan proses produksi. Efek dari gangguan tersebut antara lain adalah, target produksi tidak tercapai, ongkos produksi menjadi naik, kehilangan produksi dan biaya perbaikan tinggi. Hal ini berkaitan erat dengan: Nilai keandalan dan ketersediaan mesin dan subsistemnya tidak diketahui, belum adanya jadwal pemeliharaan terencana berdasarkan analisis kegagalan mesin, Tidak terencananya persediaan suku cadang penunjang sistem pemeliharaan. Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut, perlu dilakukan suatu analisis terhadap reliability, failure density dan hazard rate.

    Tiara Dita Rachman
    2510100011
    PTK-C

  40. Revisi Tugas
    Evaluasi Keandalan pada flashdisk QUEENSTON

    PT. QUEENSTON merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi flashdisk. Seiring dengan perkembangan zaman, flashdisk menjadi media penyimpanan data yang paling sering digunakan karena kemudahan penggunaannya oleh konsumen. Flashdisk juga memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, misal dari kapasitas memori, kecepatan transfer data dan lain sebagainya. Seperti produk-produk lainnya, flashdisk juga memiliki daya tahan sampai beberapa tahun saja.
    Akhir tahun ini QUEENSTON berencana untuk meluncurkan produk flashdisk terbarunya yaitu Data Traveler Hyper 3.0 Sebelum produk di launching ke pasaran, QUEENSTON akan melakukan evaluasi keandalan pada produk ini untuk melihat apakah memiliki daya tahan yang baik atau tidak. Evaluasi akan dimulai dengan melakukan uji coba produk identik sebanyak 150 unit selama periode 1 tahun secara bersamaan. Uji coba dilakukan untuk melihat data kerusakan dari produk dan pencatatan dilakukan dalam selang waktu 1 bulan. Berdasarkan data tersebut dilakukan analisis keandalan dari produk mencakup perhitungan failure density, hazard rate dan reliability. Selanjutnya, data akan direpresentasikan dalam sebuah grafik terhadap fungsi waktu untuk mempermudah dilakukannya analisis selanjutnya dan dasar dalam pengambilan kebijakan terbaik untuk perusahaan.

    Putri Hensky Ani
    2510100002
    PTK-D

  41. Analisis Keandalan Mesin pabrik kelapa sawit (asumsi)

    Pada tugas PTK kali ini, digunakan asumsi pengujian keandalan mesin pada pabrik kelapa sawit. PT. Indonesia Maju adalah salah satu pabrik kelapa sawit yang terkenal di Indonesia dan memiliki banyak mesin. Dari data historis didapatkan bahwa mesin screw press adalah mesin yang kritis diantara mesin-mesin pabrik yang ada. PT. Indonesia Maju sendiri memiliki dua jenis mesin screw press, yakni screw press A dan B. Untuk mengetahui mesin screw press mana yang lebih kritis, PT. Indonesia Maju melakukan analisis keandalan terhadap mesin screw press. Selama 50 hari, kinerja dari 100 mesin screw press untuk masing-masing jenisnya dipantau, apakah terjadi kegagalan atau tidak saat melakukan fungsinya. Dari data yang didapatkan, selanjutnya diolah untuk mengetahui failure density, hazard rate, dan reliability-nya. Dari data tersebut akan diketahui manakah jenis mesin screw press yang lebih kritis dan perlu didahulukan dalam hal maintenance.

    Normalita Sari Yuniasti
    2510100039
    PTK-A

  42. Analisa Tingkat Keandalan Jaket Gunung Waterproof Berbahan Gore-Tex Berdasarkan Uji Penyemprotan Air.
    (Karangan dan Asumsi sendiri berdasarkan produk nyata sebagai contoh penunjang)

    Pada saat ini ilmu pengetahuan (science) begitu berkembang dengan pesat diberbagai sektor, tidak hanya di sektor elektronika dan manufaktur saja, namun juga disektor kimia material dengan berbagai bentuk aplikasi terhadap barang atau hasil produksi yang bahkan bisa kita temui sehari-hari. Begitu halnya dengan industri garment yang sekarang sudah banyak menerapkan aplikasi teknologi terbaru tersebut, untuk kasus ini yaitu Jaket Waterproof berbahan Gore-Tex anti air & angin yang seringkali menjadi idaman para penggiat alam bebas dan para petualang walaupun peredarannya sangat susah ditemui di Indonesia.
    Pengujian terhadap jaket waterproof berbahan Gore-Tex ini dilakukan dengan cara menyemprotkan air dengan intensitas layaknya curahan air hujan saat hujan cukup lebat apabila diruangan terbuka (outdoor). Dengan cara yang simpel, ada sejumlah sample (50 s/d 100 buah) jaket jadi hasil produksi yang diambil dari line produksi dipasang kepada manekin berlapis kertas/kain yang sensitif terhadap basah dan akan tampak basah ketika terkena rembesan atau percikan air saat pengujian. Pada kasus ini, tingkat reliability diukur dengan cara melakukan uji penyemprotan air selama 100 jam dan hanya berhenti setiap 10 jam untuk memeriksa jaket mana yang tidak mampu menahan semprotan air sampai waktu uji berakhir dan dilakukan pencatatan terhadap tingkat reliability-nya. Lalu setelah uji berakhir dan didapatkan data historis selama pengujian dengan hasil Failure Density, Hazard Rate dan Reliabilty Rate nya.
    Lalu data diolah dan divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat diamati tingkat keandalannya secara statistik untuk proses perbaikan kedepannya.

    Randa Tio Alexy
    2509 100 082
    PTK-A

  43. Analisa Ketahanan Handphone dengan Pengujian oleh Perusahaan Handphone PT. Merah Putih Jaya (asumsi pribadi)

    Perusahaan Handphone PT. Merah Putih Jaya adalah perusahaan baru milik Pemerintah Kota Surabaya yang memproduksi handphone seri HSK-01 yang mempunyai spesifikasi yang ditujukan untuk pebisnis muda Surabaya. Karena handphone ini merupakan produk buatan asli Pemerintah Kota Surabaya, banyak yang berminat dan membeli handphone ini. Handphone ini memiliki kapasitas memori maksimal 2GB namun tidak memiliki memori eksternal. Handphone ini dapat melakukan tugas-tugas sederhana seperti sms, telepon, chat, menyimpan gambar, musik, memotret dan terutama membuka dokumen-dokumen bisnis. Namun seiring dengan berjalannya waktu (tidak sampai sebulan), banyak komplain dari pemakainya yang menyatakan bahwa handphone cepat rusak sehingga banyak yang beralih dari handphone HSK-01 ini. Untuk itu perusahaan ingin melakukan uji ketahanan untuk mengetahui reliability handphone dan peningkatan kualitas lebih lanjut. Dalam kasus ini pengujian dilakukan dengan mengoperasikan 100 handphone selama 10 jam non-stop tanpa pengisian baterai kembali untuk mengetahui seberapa tahan handphone dengan penggunaan normal. Selama 10 jam ini handphone digunakan untuk menelpon, mengirim sms, melakukan chatting, melihat gambar, mendengarkan musik, memotret dan membaca dokumen. Pencatatan dilakukan terhadap jumlah dan waktu saat handphone tersebut mati atau hang atau terjadi error. Dari data tersebut akan didapatkan hazard rate (f(t) dan reliability (R(t)) beserta grafiknya. Sehingga dapat diketahui jenis kerusakan yang paling sering terjadi serta dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi penyebab kerusakan handphone.

    Adisty Anjana Putri
    2510100017
    PTK-B

  44. Analisis Keandalan Terhadap Mesin Pendingin Propana PT X (LPG Plant)

    PT X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan gas dimana raw gas akan diolah dan menghasilkan lean gas, LPG dan kondensat. Dalam proses pengolahannya menggunakan proses kimia yaitu evaporasi dan kondensasi sehingga dibutuhkan permesinan yang berfungsi untuk mengevaporasi maupun mengkondensasi gas dengan reliability yang baik agar proses produksi dapat berjalan sesuai dengan target produksi mengingat perusahaan ini melakukan proses pengolahan selama 24jam penuh. Yang menjadi fokusan perusahaan adalah pada permesinan proses kondensasi terutama mesin pendingin propana A, B dan C dimana frekuensi kerusakan yang tidak biasa. Dalam studi kasus PT X, pengukuran reliability dilakukan dengan melihat frekuensi kerusakan yang terjadi pada mesin selama 30 hari. Dari hasil pengukuran akan didapatkan keluaran berupa failure density, hazard rate dan reliability rate yang kemudian akan dilakukan analisa untuk menentukan kebijakan yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.

    Andi Reza Ramadhan
    2509100063
    PTK-C

  45. Analisis Keandalan terhadap Rotor pada Generator Set

    Generator set (genset) merupakan salah satu kebutuhan penting dalam dunia perindustrian, seperti industri pertambangan, perhotelan, perbankan, maupun media radio dan televisi. Hal ini dikarenakan apabila terjadi pemadaman listrik dari pusat (PLN), maka berbagai industri tersebut membutuhkan suplai listrik cadangan, terutama untuk melakukan aktivitas keseharian mereka. Oleh karena itu, genset dipercaya sebagai alternatif utama untuk memberikan suplai cadangan listrik. PT. XYZ, sebagai salah satu produsen utama genset, melakukan pengujian keandalan untuk menjaga produknya dari gangguan yang umumnya muncul pada sistem isolasi (rotor). Pengujian keandalan yang dilakukan adalah berupa insulation resistance test atau megger test, yaitu dengan cara memberikan tegangan yang berbeda-beda untuk melihat seberapa besar kemampuan rotor genset dalam menahan tegangan. Tegangan yang berlebihan pada rotor genset dapat menyebabkan pemanasan dan berujung kerusakan pada genset itu sendiri. PT. XYZ melakukan pengujian terhadap 500 rotor genset dengan interval sebesar 100 V untuk mengetahui hasil perhitungan dari reliability, hazard rate, dan failure density yang selanjutnya akan ditampilkan dalam grafik.

    Galuh Pratiwi
    2510100099
    PTK-C

  46. IDENTIFIKASI DAN ANALISA FAILURE DENSITY, HAZARD RATE DAN RELIABILITY MESIN PEMBUAT PLAT BAJA PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL.

    PT Gunawan Dianjaya Steel adalah salah satu produsen plat baja di Indonesia. Saat ini perusahaan hanya berpatokan pada monitoring mesin-mesinnya dan belum mengetahui metode untuk mengetahui keandalan dari mesin-mesin pembuat plat baja tersebut. Breakdown mesin yang terjadi pada perusahaan juga cukup tinggi, hal ini akan mempengaruhi availability dari sistem produksi. Oleh karena itu diperlukan identifikasi dan analisa keandalan yang bertujuan untuk mengevaluasi failure density, hazard rate dan reliability dari mesin pembuat plat baja tersebut. Data yang digunakan untuk identifikasi dan analisa keandalan mesin yaitu data satu tahun terakhir berupa data Beta (β), Eta (η) yang sudah ditentukan, umur komponen saat ini dan interval maintenance. Kegagalan yang sering terjadi di perusahaan disebabkan oleh komponen-komponen kritis yang terdapat pada masing-masing mesin. Dari hasil identifikasi permasalahan kemudian dilakukan analisa yang ditunjukkan dengan perhitungan menggunakan Ms.excel dan pareto chart yang dapat menginterprestasikan pengaruh dari failure density, hazard rate dan reliability pada masing-masing komponen mesin.

    Esty Putrianingsih
    2510100070
    PTK-A

  47. PT Tulis merupakanperusahaan yang bergerak di bidang percetakan berbagai macam buku, seperti majalah, komik, buku sekolah dan novel. PT ini menggunakan mesin pencetak jenis Webb Offset yang diimpor dari Jepang. Mesin ini memiliki kapasitas untuk mencetak sebanyak 50.000 ekslempar per jam . PT Tulis menerapkan prinsip preventive maintenance untuk mencegah terjadinya breakdown pada mesin pencetaknya. Karena selain biaya pembelian yang tinggi, breakdown mesin juga akan mengakibatkan kerugian akibat berhentinya proses produksi. Salah satu komponen yang paling kritis mengalami kerusakan adalah Cutting Robber, sehingga untuk mengetahui kapan komponen ini rusak maka dilakukan pengukuran tingkat keandalan dari komponen ini. Parameter-parameter yang digunakan untuk mengukur keandalan komponen cutting robber dari mesin Webb Offset ini adalah failure density (Ft), hazard rate (λt) serta reliabilitinya (Rt) . PT Tulis kemudian melakukan pengujian pada 50 komponen cutting robber pada 50 mesin pencetak Web Offset yang dimilikinya dalam interval waktu pengujian setiap 100 jam. Dalam interval waktu tersebut, PT Tulis akan menghitung jumlah kegagalan yang terjadi pada komponen cutting robber, sehingga nantinya akan dapat dilakukan perhitungan untuk setiap parameter keandalan yang ingin diketahui. Dari pengujian ini diharapkan PT Tulis akan mampu menentukan kapan kira-kira perlu dilakukan penggantian komponen cutting robbernya.

    Hajariyah Agustina
    2510100143
    PTK-B

  48. Analisis Keandalan Mesin Cetak Rimex Pada PT. Metiska Farma (Asumsi)

    Studi kasus tersebut akan menjelaskan mengenai PT. Metiska Farma yang merupakan salah satu perusahaan pemroduksi tablet. Pada lini produksi tablet, terdapat berbagai macam mesin yang digunakan. Tetapi, salah satu mesin yang digunakan untuk melakukan proses produksi seringkali gagal dalam memberikan performansinya sehingga menimbulkan kerusakan pada produk tablet. Mesin tersebut merupakan mesin cetak Rimex yang digunakan untuk mencetak tepung dalam tablet. Semakin lama, frekuensi breakdown mesin cetak tersebut semakin besar dan membuat PT. Metiska Farma menjadi kesulitan dalam menghasilkan tablet yang memiliki kualitas baik. Perusahaan tidak ingin kehilangan demand dari konsumen tetapi perusahaan belum melakukan penjadwalan dalam perawatan mesin tersebut. Sebelum melakukan penjadwalan, perusahaan melakukan ingin mengetahui keandalan dari mesin dengan melakukan pengujian pada mesin cetak untuk mengetahui banyaknya kerusakan yang dihasilkan dalam memproduksi tablet. Dari hasil pengujian tersebut, didapatkan ada 650 tablet mengalami kerusakan dengan interval waktu selama 250 jam. Setelah hasil pengujian didapatkan, akan dianalisis keandalan dari mesin cetak dalam menghasilkan tablet. Dari keandalan mesin, akan dapat diketahui seberapa besar failure density juga hazard rate dari mesin cetak dalam memproduksi tablet. Hasil analisis keandalan mesin diharapkan dapat membuat perusahaan untuk segera melakukan penjadwalan perawatan.

    Chikita Maulidya P.P
    2510100001
    PTK-B

  49. PT. X merupakan sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang bongkar muat batu bara. Perusahaan ini memiliki dermaga sendiri sebagai proses bisnisnya. Untuk menjalankan proses bisnis ini PT. X memiliki 4 unit crane sebagai sebagai salah satu material handling yang digunakan untuk memindahkan batu baru dari kapal tongkang milik pengusaha batu bara ke truk-truk milik pengusaha bongkar buat yang kemudian akan didistribusikan pabrik yang memesan. Crane ini merupakan peralatan vital untuk proses bongkar muat batu bara ini disamping peralatan lain yaitu excavator, loader, dll. Namun dalam pelaksanaan pemeliharaan crane di PT. X lebih sering menggunakan corrective maintenance dimana pemeliharaan dilakukan setelah adanya kerusakan yang dapat mengganggu jalannya proses bisnis. Hal ini diakibatkan kapan waktu terjadinya kerusakan tidak diramalkan. Dari data kerusakan mesin dan komponennya akan dihitung reliability mesin, failure rate, jadwal optimum perawatan, serta biaya perawatannya. Dari perhitungan tersebut kemudian dianalisis dan didapatkan jadwal perawatan yang menghasilkan biaya optimum.
    (Studi kasus ini berdasarkan studi kasus nyata di salah satu perusahaan bongkar muat yang didapat melalui wawancara dengan salah satu pegawai. Untuk proses perhitungan data diasumsikan sendiri namun mendekati kasus nyata. Mohon Pak Yudha memberikan komentar terkait layak atau tidaknya abstrak ini untuk dilanjutkan sebagai proses pengerjaan tugas. Terima kasih.)
    Zulfiyah Musfiroh
    2509100121
    PTK D

  50. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE DAN RELIABILITY MESIN PENCETAK PENSIL KAYU PADA PT. FABER-CASTELL INTERNATIONAL INDONESIA

    Seiring dengan meningkatnya permintaan alat tulis dari tahun ke tahun baik untuk distribusi didalam negeri maupun ekspor, perusahaan alat tulis ini menginginkan adanya tingkat produksi yang tinggi. Sehingga diharapkan mesin pencetak selalu memiliki kinerja yang baik, agar dapat memenuhi demand tepat waktu. Sedangkan pada kenyataannya mesin terkadang mengalami kerusakan, baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat sehingga mengganggu jalannya proses produksi. Oleh karena itu untuk dapat mengatasi masalah tersebut dibutuhkan adanya evaluasi keandalan secara berkala pada mesin produksi pada mesin produksi. Analisa dilakukan untuk mengetahui nilai dari failure density, hazard rate dan reliability dari mesin produksi dengan cara mengumpulkan dan mengolah data pada periode sebelumnya. Diharapkan dengan adanya analisa keandalan mesin produksi ini dapat membantu perusahaan dalam memilih tindakan yang tepat dalam melakukan maintenance pada mesin produksi, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya gangguan dan proses produksi berjalan dengan baik.

    Laras Kartika Ratri
    2508100029
    Kelas C

  51. – ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE DAN RELIABILITY PADA MESIN CUCI –

    Pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan sebuah mesin cuci. Pengujian akan dilakukan dengan mencuci pakaian secara terus menerus hingga 9000 jam. Saat melakukan pengujian, jam pengujian dibagi-bagi menjadi beberapa interval, di setiap interval akan dicacat jumlah mesin cuci yang rusak (tiba-tiba berhenti di tengah proses). Dari hasil perhitungan ini kemudian akan digambarkan grafik.

    Dewi Tressia Roito Saragih
    2510100137
    TPK C

  52. PENGUJIAN KEANDALAN PADA PRODUK LAMPU PT UNTAIAN SEMPURNA (asumsi)

    PT Untaian Sempurna merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi kipas angin dengan mengutamakan inovasi dan keandalan produknya. Keandalan merupakan kemampuan produk untuk berfungsi dengan baik. Kemajuan teknologi dan pesatnya informasi,membuat perkembangan produk semakin pesat. Kondisi tersebut sangat disadari oleh perusahaan untuk terus membuat inovasi-inovasi kipas angin yang memenuhi spesifikasi pelanggan, salah satunya memiliki reliability yang baik. Sistem produksi PT Untaian Sempurna adalah make to stock. Setiap bulan rata-rata produk yang diproduksi adalah 1000 buah dan memiliki variasi ukuran, warna, jenis produk yang berbeda-beda. Dalam periode terakhir ini, PT Untaian Sempurna akan menjual produk barunya berupa kipas angin tanpa baling-baling. Untuk memuaskan pelanggan, maka diperlukan pengujian keandalan produk sebelum dijual. Langkah awal yang dilakukan yaitu identifikasi masalah dengan melakukan pengetesan terhadap sampling kipas angin pada interval i. Pada kasus ini, diambil sample sebanyak 200 buah lampu pada interval waktu (ti) setiap 1 bulan. Pengujian produk pada PT Untaian Sempurna dilakukan selama 1 tahun. Kemudian dilakukannya perhitungan pengujian keandalan produk yang meliputi failure desinty, hazard rate, serta reliability komponen dan beberapa perhitungan yang relevan. Tahap selanjutnya yaitu hasil perhitungan diinterprestasikan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap kelayakan produk untuk dijual.

    • REVISI
      PENGUJIAN KEANDALAN PADA PRODUK LAMPU PT UNTAIAN SEMPURNA (asumsi)

      PT Untaian Sempurna merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi kipas angin dengan mengutamakan inovasi dan keandalan produknya. Keandalan merupakan kemampuan produk untuk berfungsi dengan baik. Kemajuan teknologi dan pesatnya informasi,membuat perkembangan produk semakin pesat. Kondisi tersebut sangat disadari oleh perusahaan untuk terus membuat inovasi-inovasi kipas angin yang memenuhi spesifikasi pelanggan, salah satunya memiliki reliability yang baik. Sistem produksi PT Untaian Sempurna adalah make to stock. Setiap bulan rata-rata produk yang diproduksi adalah 1000 buah dan memiliki variasi ukuran, warna, jenis produk yang berbeda-beda. Dalam periode terakhir ini, PT Untaian Sempurna akan menjual produk barunya berupa kipas angin tanpa baling-baling. Untuk memuaskan pelanggan, maka diperlukan pengujian keandalan produk sebelum dijual. Langkah awal yang dilakukan yaitu identifikasi masalah dengan melakukan pengetesan terhadap sampling kipas angin pada interval i. Pada kasus ini, diambil sample sebanyak 200 buah Kipas pada interval waktu (ti) 1 bulan. Pengujian produk pada PT Untaian Sempurna dilakukan selama 1 tahun. Kemudian dilakukannya perhitungan pengujian keandalan produk yang meliputi failure desinty, hazard rate, serta reliability komponen . Hasil perhitungan akan digambarkan dalam bentuk grafik dan diinterprestasikan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap kelayakan produk.

      NILA NURLINA
      2510100083
      PTK-D

  53. Revisi
    Analisa Keandalan Komponen Kapasitor Pada Produk Kipas Angin di PT. Kipas Selir (Asumsi )

    Pada tugas ini akan dilakukan analisa terhadap produk kipas angin yang diproduksi oleh PT. Kipas Selir. PT. Kipas Selir merupakan perusahaan yang secara khusus memproduksi kipas angin. Karena saat ini banyak perusahaan yang memproduksi kipas angin maka tingkat persaingan untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan keinginan pelanggan semakin meningkat. Salah satu aspek kualitas yang menjadi pertimbangan customer untuk membeli kipas angin adalah daya tahan kipas angin untuk dipakai dengan umur pakai yang diharapkan dapat selama-lamanya. Komponen kapasitor merupakan komponen yang paling berpengaruh dalam menentukan umur atau masa pakai kipas angin. Sehingga dilakukan suatu pengujian terhadap komponen kapasitor dari produk kipas angin sebanyak 100 kipas angin selama 2 tahun sebelum dipasarkan. Pengujian dilakukan selama 2 tahun karena dengan asumsi bahwa umur pakai minimal dari suatu kipas angin setidaknya adalah dua tahun pemakaian. Pengujian terhadap keandalan kapasitor kipas angin ini akan menghasilkan penghitungan failure density, hazard rate dan reliability. Hasil perhitungan tersebut ditampilkan juga dalam bentuk grafik terhadap fungsi waktu untuk mengetahui hubungan masing-masing failure density, hazard rate dan reliability terhadap waktu dan dilakukan analisa untuk menentukan kebijakan perusahaan.

    Luluk Rahmawati
    2510100091
    PTK – B

  54. Dalam menghadapi isu pemanasan global, sepeda listrik menjadi salah satu alat transportasi alternatif saat ini. Sebuah perusahaan distributor dan penjual retails Sepeda Listrik E-Bike Indo, saat ini memiliki produk andalan yang bernama Green Meteor I. Sepeda Listrik Green Meteor I merupakan penerusan inovasi dari sebuah sepeda konvensional, tetapi telah mempunyai kemampuan/fungsi yang bisa berkompetisi dengan sepeda motor. Sepeda Listrik ini mempunyai dynamo Dinamo Brushless DC500W yang meningkatkan kecepatan dan jarak tempuh. Sehingga tidak perlu dikayuh. Green Meteor I sebelum dipasarkan, akan diuji terlebih dahulu tingkat keandalannya. E-Bike Indo kemudian mengujikan 600 buah dinamo brushless DC500W dengan alat pemutar manual, sebanyak 1500 putaran,dengan pengecekan setiap 100 putaran. Berdarsarkan pengujian ini, perusahaan mendapatkan data yang disajikan dalam grafik mengenai failure density, hazard rate, dan juga reliability atau keandalan dari dinamo Brushless DC500W.
    (Kasus asumsi sendiri, dengan merk yang nyata)

    Tatsa Rabiaty
    2510100153
    PTK-A

  55. (REVISI)
    PENGUJIAN KEANDALAN PADA PRODUK AIR CONDITIONER (AC) PT UNTAIAN SEMPURNA (asumsi)

    PT Untaian Sempurna merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi AC dengan mengutamakan inovasi dan keandalan produknya. Keandalan merupakan kemampuan produk untuk berfungsi dengan baik. Kemajuan teknologi dan pesatnya informasi,membuat perkembangan produk semakin pesat. Kondisi tersebut sangat disadari oleh perusahaan untuk terus membuat inovasi-inovasi AC yang memenuhi spesifikasi pelanggan, salah satunya memiliki reliability yang baik. Sistem produksi PT Untaian Sempurna adalah make to stock. Setiap bulan rata-rata produk yang diproduksi adalah 1000 buah dan memiliki variasi ukuran, warna, jenis produk yang berbeda-beda. Dalam periode terakhir ini, PT Untaian Sempurna akan menjual produk barunya berupa AC sekaligus terdapat pengharum ruangan. Untuk memuaskan pelanggan, maka diperlukan pengujian keandalan produk sebelum dijual. Langkah awal yang dilakukan yaitu identifikasi masalah dengan melakukan pengetesan terhadap sampling AC pada interval i. Pada kasus ini, diambil sample sebanyak 200 buah AC pada interval waktu (ti) 1 bulan. Pengujian produk pada PT Untaian Sempurna dilakukan selama 1 tahun. Kemudian dilakukannya perhitungan pengujian keandalan produk yang meliputi failure desinty, hazard rate, serta reliability komponen . Hasil perhitungan akan digambarkan dalam bentuk grafik dan diinterprestasikan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap kelayakan produk.

    NILA NURLINA
    2510100083
    PTK-D

  56. Analisa Keandalan Pada Sebuah Gergaji yang Diproduksi oleh PT “Candra Jaya”
    Didalam tugas ini akan dilakukan sebuah penelitian keandalan sebuah Gergaji yang diproduksi oleh PT “Candra Jaya”. Sebuah gergaji tersebut dilakukan pengujian dengan cara memotong sebuah kayu untuk dibuat kursi. Gergaji tersebut akan di tes keandalannya selama 1 bulan, dalam 1 bulan diasumsikan gergaji tersebut bekerja untuk memotong kayu sebanyak 30 kali. Di tengah perjalanan, pada saat gergaji itu bekerja terdapat kendalan gergaji tersebut kurang tajam dalam memotong sebuah kayu. Sehingga, dalam kasus ini akan dilakukan sebuah perhitungan Failure Rate, Hazard Rate serta Reliability Rate dengan menggunakan distribusi eksponensial. Selain itu, kita mengasumsikan keandalan komponen dalam kurun waktu tertentu dengan cara menggambar sebuah Grafik Failure Rate. Setelah melakukan perhitungan tersebut, kita dapat menentukan fungsi keandalan gergaji “Candra Jaya”, fungsi kerapatan dari life time gergaji “Candra Jaya” dan menentukan MTTF gergaji “Candra Jaya”.

  57. Analisa Keandalan Pada Sebuah Gergaji yang Diproduksi oleh P.T “Candra Jaya”

    Didalam tugas ini akan dilakukan sebuah penelitian keandalan sebuah Gergaji yang diproduksi oleh P.T “Candra Jaya”. Sebuah gergaji tersebut dilakukan pengujian dengan cara memotong sebuah kayu untuk dibuat kursi. Gergaji tersebut akan di tes keandalannya selama 1 bulan, dalam 1 bulan diasumsikan gergaji tersebut bekerja untuk memotong kayu sebanyak 30 kali. Di tengah perjalanan, pada saat gergaji itu bekerja terdapat kendalan gergaji tersebut kurang tajam dalam memotong sebuah kayu. Sehingga, dalam kasus ini akan dilakukan sebuah perhitungan Failure Rate, Hazard Rate serta Reliability Rate dengan menggunakan distribusi eksponensial. Selain itu, kita mengasumsikan keandalan komponen dalam kurun waktu tertentu dengan cara menggambar sebuah Grafik Failure Rate. Setelah melakukan perhitungan tersebut, kita dapat menentukan fungsi keandalan gergaji “Candra Jaya”, fungsi kerapatan dari life time gergaji “Candra Jaya” dan menentukan MTTF gergaji “Candra Jaya”.

    HELIAWATI
    2510100078
    PTK-D

  58. Uji Keandalan Mesin Pendingin pada Lemari Es

    Pada satu hari tertentu, di sebuah toko elektronik terjadi pencatatan penjualan lemari es pada waktu yang sama, dengan merk lemari es yang sama juga yang dibeli oleh 30 keluarga yang berbeda yang bertempat tinggal di daerah yang sama. Suhu pada terendah pada lemari es adalah -10 derajat celcius. Pemilik toko elektronik tersebut memberikan garansi kepada 30 keluarga tersebut selama 5 tahun. Lemari es tersebut mulai dihidupkan oleh 30 keluarga tersebut dengan waktu yang sama dari t=0 sampai t=5 tahun. Akan dilakukan pengecekan oleh pihak toko elektronik tersebut setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui tingkat dingin (suhu) yang dihasilkan oleh mesin pendingin lemari es. Kemudian dari data-data yang telah di dapatkan maka dilakukan perhitungan Failure Density f(t) = failures/ total failures * interval time , Hazard Rate h(t) = failures / (total failures – failures ) * interval time, dan Reliability R(t) = total failures-failures/total failures di tiap interval waktunya. Dari hasil perhitungan, kemudian digambarkan dalam grafik terhadap tingkat dingin (suhu) yang dihasilkan oleh mesin pendingin pada lemari es.

    Siti Dwi Rahmawati
    2510100144
    PTK kelas A

    • mohon koreksinya Bapak Yudha, apakah abstrak saya ini sudah benar? terima kasih Pak.

  59. Analisa Keandalan (Reliability) Belt Conveyor Berdasarkan Selang Waktu Antar Kerusakan di Perusahaan Manufaktur X

    Kerusakan mesin saat berjalannya proses produksi di Perusahaan Manufaktur X mengakibatkan terhambatnya jalannya seluruh proses produksi. Terlebih bagi proses produksi yang menggunakan sistem berurutan. Oleh karena itu dibutuhkannya perawatan agar mesin produksi dapat beroperasi dengan baik setiap dibutuhkan untuk mendukung kelancaran proses produksi serta meningkatkan keandalan mesin. Dimana keandalan mesin merupakan peluang atau probabilitas mesin berfungsi normal saat digunakan pada operasi dan waktu tertentu. Berdasarkan informasi yang ditemukan, pada saat jam operasi sebagian belt conveyor pada Departemen Tambang Perusahaan Manufaktur X yang digunakan sebagai mesin pengangkut batu kapur dan batu silika dari daerah penambangan ke storage pabrik sering mengalami kerusakan, padahal kebutuhan belt conveyor ini mencapai ± 70% dari total kebutuhan proses produksi. Maka dari itu tingginya kerusakan dapat mengganggu proses pengiriman batu kapur maupun batu silika. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkannya analisa keandalan belt conveyor Perusahaan Manufaktur X berdasarkan selang waktu antar kerusakan dengan melihat time interval (hours) dan failures in the interval. Untuk selanjutnya dilakukannya pencarian nilai dari failure density, hazard rate, dan reliability dari belt conveyor di Perusahaan Manufaktur X dan juga penggambaran dari ketiga grafik.

    Fauzia Nuraini
    2510100029
    PTK-A

  60. OBJEK : BOTOL SUSU BALITA PT IE’S BABY (asumsi sendiri)
    PT IE’s Baby merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi kebutuhan balita seperti perlengkapan mandi, bedak, baby oil, botol susu dan lain-lain. Dan pada studi kasus ini dilakukan penelitian dengan objek botol susu balita 300ml PT IE’s baby. Botol susu balita merupakan salah satu benda penting yang perlu dijaga kondisinya agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dan tidak membahayakan balita. Beberapa sumber menyatakan bahwa botol susu balita seharusnya diganti maksimum 6 bulan sekali. Pengamatan dilakukan dengan memperlakukan 250 botol susu dengan perlakuan yang sama mulai dari perendaman dengan air panas, pembersihan dengan sikat , jatuh dari ketinggian tertentu dan tentunya penggunaan botol susu untuk minum balita pada setiap harinya. Pengamatan ini dilakukan selama 5000 jam. Dari kegiatan tersebut akan diamati seberapa banyak botol susu yang rusak (buram) dengan interval waktu 500 jam. Dari data tersebut akan dicari failure density (f(t)), hazard rate (λ(t)), dan reliability (R(t)) kemudian akan disajikan diagram yang menunjukkan hubungan waktu dengan failure density, hazard rate, dan reliability dan dilakukan analisa.
    MAULIN MASYITO PUTRI
    2510100087
    KELAS C

  61. PT. OSRAM ini berdiri pada tahun 1997 melalui akuisisi perusahaan lampu lokal. Sejak itu, OSRAM telah mengembangkan fasilitas produksinya dan menanamkan sejumlah uang untuk meningkatkan kualitas produknya hingga memenuhi standar OSRAM Worldwide. Salah satu upaya PT.OSRAM untuk meningkatkan kualitasnya adalah dengan mengsetimasi rata-rata hidup (the mean life) dari produk bola lampunya. Percobaan dilakukan dengan menggunakan 200 bola lampu lalu diuji reliabilitasnya dan dicatat banyak bola lampu yg mati (failure) tiap interval waktu 1000 jam.
    Dengan mengetahui data tersebut selanjutnya PT. OSRAM bisa mencari besarnya Hazard, Failure Rate, dan Reliability dari produk bola lampu, sehingga dapat mendukung upaya dari PT.OSRAM dalam meningkatkan kualitas produk.

    Siti Intan Khairani
    2510100025
    PTK-D

    • Berikut data yang dimiliki PT.OSRAM

      Interval waktu (jam) / Banyak kerusakan
      0-1000/95
      1001-2000/42
      2001-3000/23
      3001-4000/16
      4001-5000/10
      5001-6000/8
      6001-7000/6

      Siti Intan Khairani
      2510100025
      PTK-D

      • REVISI

      • REVISI

        STUDI KASUS : BLACKBERRY INDONESIA

        Di Indonesia sendiri, BlackBerry diperkenalkan pertama kali pada pertengahan bulan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub ini sebenarnya adalah Rekan utama BlackBerry di Indonesia dan menjadi bagian dari layanan dalam segala hal teknis mengenal instalasi BlackBerry melalui operator Indosat. Indosat sendiri menyediakan layanan BlackBerry Internet Services dan BlackBerry Enterprise Server. Namun di tahun 2006, Indosat menangani sendiri kerjasama BlackBerry dengan produsen asal Canada, RIM (Research In Motion), untuk memasarkan BlackBerrynya. Selain Indosat, BlackBerry yang resmi saat ini dijual melalui operator XL, telkomsel, AXIS, dan lainya.
        Kemunculan BlackBerry di Indonesia bisa dikatakan sangat sukses, dimana saat itu informasi mengalir tiada henti, dan untuk akses untuk mendapatkan informasi tersebut bisa digolongkan cukup mahal di Indonesia. Namun dengan BlackBerry semua masalah itu bisa terselesaikan dengan mudah.
        Di balik keunggulan yang dimiliki Blackberry tentu memiliki kekurangannya. Akhir-akhir ini banyak pengguna Blackberry yang mengeluh karena keypad yang sering mengalami error. Untuk mengatasi masalah tersebut Perusahaan melakukan uji coba sebagai upaya peningkatan kualitas produk Blackberry. Uji coba dilakukan terhadap 300 produk Blackberry dan dilakukan dengan cara menekan tombol “A” selama 3000 jam dengan dilakukan pengecekan setiap 300 jam. Alasan pemilihan tombol “A” adalah karena tombol tersebut merupakan tombol yang sering digunakan. Berikt data kerusakan yang terjadi pada produk blackberry :

        Interval waktu (jam) / Banyak kerusakan
        0-300 / 90
        301-600 / 44
        601-900 / 32
        901-1200 / 29
        1201-1500 / 20
        1501-1800 / 16
        1801-2100 / 16
        2101-2400 / 11
        2401-2700 / 12
        2701-3000 / 30

        Dengan mengetahui data tersebut selanjutnya Blackberry Indonesia bisa mencari besarnya Hazard, Failure Rate, dan Reliability dari keypad Blackberry, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan menarik konsumen yang lebih banyak lagi.

        SITI INTAN KHAIRANI
        2510100025
        PTK – D

      • Mohon maaf Pak atas Revisinya lagi dikarenakan post sebelumnya melebihi 200 kata. Terima kasih banyak Pak

        STUDI KASUS : BLACKBERRY INDONESIA

        Di Indonesia sendiri, BlackBerry diperkenalkan pertama kali pada pertengahan bulan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Kemunculan BlackBerry di Indonesia bisa dikatakan sangat sukses, dimana saat itu informasi mengalir tiada henti, dan untuk akses untuk mendapatkan informasi tersebut bisa digolongkan cukup mahal di Indonesia. Namun dengan BlackBerry semua masalah itu bisa terselesaikan dengan mudah. Di balik keunggulan yang dimiliki Blackberry tentu memiliki kekurangannya. Akhir-akhir ini banyak pengguna Blackberry yang mengeluh karena keypad yang sering mengalami error. Untuk mengatasi masalah tersebut Perusahaan melakukan uji coba sebagai upaya peningkatan kualitas produk Blackberry. Uji coba dilakukan terhadap 300 produk Blackberry dan dilakukan dengan cara menekan tombol “A” selama 3000 jam dengan dilakukan pengecekan setiap 300 jam.
        Dengan mengetahui data kerusakan, selanjutnya Blackberry Indonesia bisa mencari besarnya Hazard, Failure Rate, dan Reliability dari keypad Blackberry, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan menarik konsumen yang lebih banyak lagi.

        SITI INTAN KHAIRANI
        2510100025
        PTK – D

  62. PT. PINDAD (PERSERO) merupakan Perusahaan Manufaktur yang bergerak untuk memproduksi produk militer dan produk komersial. Sebagai industri yang memproduksi senjata dan barang komersial lokal terbaik, kualitas dan presisi yang tinggi merupakan ketentuan utama dari produk yang dihasilkan. Salah satu produk PT. Pindad dengan jumlah permintaan tertinggi adalah Deck Machinery. Produk ini terdiri atas 107 komponen dan komponen terpenting adalah frame assembly. Produk ini hanya mampu diproduksi oleh Mesin Toshiba MPE-2160 (BO) yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga mesin ini sangat penting bagi perusahaan.
    Mengingat pentingnya mesin tersebut bagi perusahaan, perusahaan kemudian ingin melakukan peninjauan terhadap tingkat reliability dari Mesin Toshiba MPE-2160 (BO). Tingkat reliability diukur berdasarkan data histori jumlah kerusakan mesin selama memproduksi produk Deck Machinery sebelumnya. Dari peninjauan tiap triwulan tersebut, didapatkan nilai Reliability Rate, Hazard Rate, dan Failure Density. Output dari beberapa hal tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat dijadikan evaluasi dan pertimbangan bagi perusahaan untuk menentukan strategic decision mengenai perawatan mesin tersebut agar jangan sampai terjadi kerusakan permanen yang dapat merugikan perusahaan.

    Azka Zaka Pratama
    2509.100.071
    PTK – Kelas C

  63. PT. Kompor gas akan memproduksi kompor gas Rin tipe 22 yang merupakan produk terbaru di tahun 2012. Kompor gas ini memiliki beberapa spesifikasi baru yang lebih canggih jika dibandingkan dengan kompor gas produksi sebelumnya. Diantaranya adalah memiliki spesifikasi 2 tungku burner kuningan dengan pemantik elektrik dilengkapi dengan pengatur waktu otomatis. Sehingga sebelum melakukan peluncuran produk pertama dipasarkan perusahaan ingin mengetahui kehandalan dari kompor gas Rin tipe 22. PT kompor gas jaya melakukan pengujian terhadap 100 produk sejenis dengan menggunakan kompor gas Rin tipe 22 secara terus menerus hingga 7000 jam. Pada pengujiannya dilakukan pengecekan setiap 2 jam sekali. Data yang didapatkan dari hasil pengujian akan digunakan untuk mengetahui reliability, Hazard rate, dan failure rate. Dan hasil ketiganya akan digambarkan dalam sebuah grafik.

    Nur Hamida Amalia
    2510100092
    PTK-D

  64. Analisa Kendalan mesin side pusher dalam proses produksi beton batangan

    proses pembuatan beton dimulai dari pembuatan billet. Billet merupakan baja batangan yang nantinya akan dipotong sesuai dengan bentuk konstruksi dari beton yang akan dibuat. Apabila proses billet ini sudah matang maka akan didorong keluar oleh mesin ‘side pusher’ menuju mesin penggilingan.
    Untuk menghasilkan beton batangan yang kuat, maka diperlukan kosntruksi billet yang kuat. Hal ini mengakibatkan mesin side pusher harus memiliki tingkat reability yang baik. Dalam kasus ini tingkat reability dihitung dari lamanya proses produksi pada mesin dibandingakan dengan data historis produk gagal dan juga berapa kali mesin mengalami downtime setiap bulan.
    Inputan data tersebut akan digunakan untuk menghitung Reliability Rate, Hazard Rate serta Failure Density beserta gambar grafiknya untuk kemudian dianalisa apakah mesin tersebut masih layak pakai atau tidak.

    Windarti Listyarini
    2509100075
    PTK-C

  65. Asumsi analisis keandalan transformator daya pada PT NNN sebagai perusahaan pembangkit listrik
    PT NNN merupakan salah satu perusahaan pembangkit listrik. Perusahaan memiliki mesin-mesin dalam membangkitkan listrik. Salah satu peralatan yang mempunyai peran sangat penting dalam sistem transmisi tenaga listrik adalah transformator daya. Kegagalan pada transformator daya sering kali menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem transmisi. Tentu saja hal ini akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu perlu diketahui kapan transformator daya perlu dilakukan maintenance. Penelitian ini diawali dengan pemilihan transformator daya sebagai objek pengamatan. Jadi, 100 buah mesin transformator daya ini dicari keandalannya dengan interval 1000 jam. Setiap interval 1000 jam akan dicatat hasil yang diperoleh sampai batas akhir penellitian yaitu 10000 jam. Setelah memperoleh hasilnya, selanjutnya akan dilakukan perhitungan untuk mencari Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability di tiap interval penelitian. Setelah diperoleh hasil dari perhitungan tersebut, maka akan diketahui perkiraan biaya yang terkecil untuk memperoleh keandalan yang lebih baik dan juga agar mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan proses maintenance terhadap transformator daya tersebut.

    Nur Azizah
    2510100068
    PTK-B

  66. PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN BALLMILL DENGAN BASIS RCM PADA PT. SICI MULTI INDOMARMER

    Aktifitas produksi sering mengalami hambatan karena tidak berfungsinya mesin-mesin produksi dimana mesin produksi merupakan komponen utama dalam industri manufaktur. Kegagalan dalam mesin beroperasi mengakibatkan dowbtime yang mengakibatkan penurunan produktifitas perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem perencaan pemeliharaan agar menghasilkan availability mesin yang optimal. PT.Sici Multi Indo Marmer merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi keramik dimana sistem pemeliharaan mesin, khususnya mesin ballmill yang telah dilakukan masih bersifat corrective maintenance sehingga diperlukan implementasi RCM (Reliabiliity Centered Maintenance) untuk dapat menentukan pemeliharaan yang optimal agar dapat memprediksi langkah untuk megatasi kerusakan yang mungkin terjadi berdasarkan data yang ada.

    Maria Christina
    2509100008
    PTK D

  67. (REVISI)
    Analisa Keandalan Komponen Charger Handphone “SWISSX”

    PT SWISSX adalah perusahaan manufaktur yang mengkhususkan diri untuk memproduksi charger handphone. Saat ini, terdapat banyak perusahaan yang memproduksi charger handphone yang disebut-sebut memiliki daya tahan yang cukup tahan lama. Hal ini semakin meningkatkan persaingan PT SWISSX untuk mampu memproduksi charger handphone yang memiliki daya tahan lebih lama. Oleh karena itu, PT SWISSX menginginkan untuk memproduksi charger handphone yang memiliki keandalan yang tinggi dikarenakan hal tersebut merupakan faktor penting bagi pelanggan untuk membeli charger yang memiliki daya tahan lama dalam penggunaannya. Untuk itu, PT SWISSX melakukan pengujian untuk meningkatkan kualitas produknya yaitu melakukan estimasi rata-rata hidup produknya. Dilakukan pengujian terhadap 200 charger hasil produksinya yang dilakukan pada t=0 hingga t=2000 jam dengan tiap interval waktu 200 jam sebelum dilakukan penjualan kepada pelanggan untuk mengetahui besarnya berapa charger yang mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan perhitungan hazard rate, failure density, dan reliability produknya. Hasil dari analisa tersebut akan digunakan untuk menentukan kebijakan perusahaan dalam peningkatan kualitas produknya.

    Nur Aini Rachmawati
    2510100096
    PTK Kelas B

    • (REVISI)
      Analisa Keandalan Komponen Scroll pada Mouse “Mousy”

      PT Mousy adalah perusahaan manufaktur yang mengkhususkan diri untuk memproduksi mouse. Saat ini, terdapat banyak perusahaan yang memproduksi mouse sehingga semakin meningkatkan persaingan PT Mousy agar mampu memproduksi mouse dengan fitur berupa scroll yang yang memiliki daya tahan lebih lama. Oleh karena itu, PT Mousy melakukan pengujian untuk meningkatkan kualitas produknya yaitu melakukan estimasi rata-rata kemampuan scroll masih berfungsi dengan baik pada produknya yaitu mouse. Dilakukan pengujian terhadap 200 mouse hasil produksinya yang dilakukan pada t=0 hingga t=2000 jam dengan tiap interval waktu 200 jam sebelum dilakukan penjualan kepada pelanggan dengan melakukan scrolling down and up serta memencet (menge-klik) pada scroll secara terus menerus untuk mengetahui besarnya berapa scroll yang mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan perhitungan hazard rate, failure density, dan reliability produknya. Hasil dari analisa tersebut akan digunakan untuk menentukan kebijakan perusahaan dalam peningkatan kualitas produknya.

      Nur Aini Rachmawati
      2510100096
      PTK Kelas B

  68. Analisa Keandalan pada Komponen Elektronik (kapasitor)

    Perusahaan Makin Jaya adalah perusahaan pembuat komponen elektronik yang memproduksi transistor, resistor, sirkuit, dan kapasitor. Perusahaan ini memiliki banyak pesanan dari konsumen, biasanya pesanan dalam jumlah ribuan. Untuk memastikan bahwa produk yang mereka hasilkan tidak mengecewakan konsumen, maka dilakukan analisa failure density, hazard rate, dan reliability pada produknya setelah digunakan selama setahun dan dengan laju kerusakan konstan.

  69. Keandalan QCS Scanner, Alat Pengendali Kualitas Kertas di PT. Tjiwi Kimia

    PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu pabrik penghasil kertas terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki departemen engineering yang di dalamnya terdapat bagian maintenance alat-alat instrumentasi. Terdapat 12 mesin pembuat kertas (PM1 sampai dengan PM12), 3 mesin pembuat coating kertas (OMC1 sampai dengan OMC3) dan 1 mesin pembuat kertas karbon yaitu mesin NCR. Masing-masing mesin pembuat kertas tersebut memiliki QCS Scanner, alat yang dilengkapi dengan sensor-sensor untuk mengukur kualitas kertas yang sedang diproduksi. QCS Scanner mampu mengukur berat kertas (gsm), kandungan air dalam kertas (%), kandungan filler dalam kertas (%), ketebalan kertas (mikron), dan warna kertas. Komponen penyusun alat ini adalah sensor, temperature control, motor, belt, power track, cable, motor controller, card, power supply dll. Beberapa bagian komponen tersebut mempunyai masa pakai (life time) dan bisa rusak. Mengingat alat ini memegang kendali penting dalam produktivitas, maka diperlukan task maintenance terhadapnya. Asumsi, setelah dilakukan berulang – ulang maintenance, didapatkan fungsi keandalan R(t) = R(t)=e^(-0,01t). Pegawai instrumentasi ingin mengetahui keandalan alat tersebut setelah 100 jam, tingkat kerusakan alat selama siklus hidup, serta probability density function dari QCS Scanner.

    Felly Feriska H. J
    2510100151
    PTK Kelas B

  70. Asumsi : Skenario dari Kasus Dibuat Sendiri

    Perusahaan XYZ yang bergerak dalam bidang manufaktur sedang memutuskan akan membeli suatu komponen non elektronik dari dua supplier yang berbeda. Supplier A menjual komponennya dengan harga sedikit lebih mahal dibandingkan dengan supplier B. Tetapi supplier A mengklaim komponen yang akan dijual kepada perusahaan XYZ memiliki umur produk yang jauh lebih panjang daripada komponen yang ditawarkan oleh supplier B yang terkenal menjual komponen dengan harga yang murah tetapi dengan kualitas buruk. Masalah mungkin muncul, jika perusahaan XYZ memilih supplier A maka keuntungan perusahaan akan berkurang karena harga komponen bukan yang paling murah, tetapi jika memilih supplier B dengan harga komponen yang murah tetapi ada kemungkinan komponen tersebut cepat rusak. Kemudian perusahaan XYZ ingin melakukan evaluasi fungsi keandalan komponen beli dari kedua supplier tersebut dan melihat akan lebih efisien memilih supplier A atau supplier B. Evaluasi akan dilakukan pada 100 komponen dari supplier A dan 100 komponen dari supplier B dengan interval waktu 5000 jam.

    Nyimas Farina Zahra
    2509100139
    PTK-C

  71. Analisa Keandalan Mesin MS-181 pada PT. Vlosh
    Pada era globalisasi ini, persaingan diantara perusahaan dunia semakin meningkat. Dalam menyikapi persaingan yang ketat ini, perusahaan PT. Vlosh yang merupakan perusahaan penghasil alat-alat inovasi yang salah satunya adalah alat make up 5 in 1, berusaha mempertahankan kualitas maupun kuantitas produk dengan baik.
    Untuk memenuhi permintaan pelanggan yang per bulannya kurang lebih mencapai 5000 unit, maka perusahaan harus benar-benar memperhatikan proses produksinya. Di dalam proses produksinya terdapat satu aspek yang sangat utama yaitu keandalan mesin-mesin produksinya. Mesin-mesin tersebut sangat berdampak pada profit perusahaan dikarenakan jika terdapat kesalahan pada mesin tersebut, dapat berdampak pada berhentinya proses produksi.
    Pada bulan oktober tahun ini, PT. Vlosh sedang menganalisa salah satu mesin produksinya yaitu mesin pencetak cover make up yang disebut MS-181. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menentukan preventive maintenance dikarenakan umur mesin tersebut yang sudah cukup tua yaitu 6 tahun. Sedangkan menurut perhitungan umur hidup mesin, MS-181 ini mempunyai 8 tahun reliability. Setahun yang lalu, MS-181 ini mulai mengalami down time yang berkisar setiap 29,5 hari sekali. Kerusakan sering terjadi pada bagian motor ( mesin penggerak ) yang sering mengalami kemacetan. Penjadwalan maintenance pada tahun-tahun sebelumnya lebih menyerupai corrective maintenance yaitu perbaikan pada hari ke 30 pada hitungan perbulannya. Sedangkan rata-rata waktu lama perbaikan adalah 6,45 hari.

    Syamsina Addani N.
    2508100139
    PTK kelas D

  72. ANALISA KEANDALAN PADA KIPAS ANGIN PRODUKSI PT ANGIN SEJUK BERDASARKAN UJI KETAHANAN MOTOR DINAMO

    Akibat pemanasan global (global warming) yang melanda hampir di seluruh wilayah di berbagai belahan dunia, suhu udara mengalami peningkatan drastis. Hal ini diperparah oleh faktor lokasi di mana negara/kota itu berada, contohnya Surabaya, Indonesia yang terlekat di dekat garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan permintaan konsumen akan kipas angin mengalami peningkatan tajam setiap tahunnya. Dan, perusahaan PT Angin Sejuk sebagai produsen kipas angin terkemuka di kota Surabaya berusaha untuk terus menjaga kualitas produksinya. PT Angin Sejuk melakukan pengujian terhadap 200 kipas angin selama 5000 jam (dengan dengan pengecekan tiap rentang interval 500 jam). Pengujian ini dilakukan dengan uji ketahanan motor dinamo sebagai penggerak utama kipas angin untuk mengetahui tingkat keandalannya. Hasil pengujian ini berupa penghitungan Reliability (Rt), Failure Density (Ft) dan Hazard Rate (λt) yang kemudian digunakan untuk menggambarkan grafik reliability-nya. Sehingga, perusahaan dapat menentukan decision making strategy yang tepat dalam pemberian garansi maupun layanan servis komponen kipas angin hasil produksinya.

    Hans Roberto Widiasmoro
    2510100131
    PTK-B

  73. REVISI
    ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE DAN RELIABILITY BERDASARKAN PENGUJIAN BUSI (SPARK PLUG) PT. X

    PT. X merupakan sebuah perusahaan manufaktur pembuat busi kendaraan bermotor. Saat ini perusahaan tersebut akan melakukan launching tipe baru dari busi yang biasa dijual di pasaran. Sebelum launching, perusahaan perlu melakukan analisa keandalan busi ini untuk mengetahui berapa rentang umur busi yang akan dijual ini. Panjang umur busi tentunya mempengaruhi image perusahaan karena berhubungan dengan keselamatan dan keamanan pengguna kendaraan bermotor. Oleh karena itu, dalam studi kasus ini perusahaan melakukan uji coba terhadap 500 busi kendaraan melalui shock test. Shock test berguna untuk mengetahui ketahanan busi terhadap kerusakan teknis (breakdown) dari guncangan dan getaran yang dihasilkan selama kendaraan digunakan. Busi yang digunakan sebagai objek percobaan di jepit dengan menggunakan sebuah mekanisme handling dimana nantinya akan diberikan efek shock test yang dibuat dengan memberikan guncangan dan putaran sebesar 330 rpm selama 36000 detik. Setiap 3600 detik, shock test akan diberhentikan sejenak untuk dilakukan inspeksi terhadap busi. Jika terdapat retakan, perubahan warna pada ujung busi atau kerusakan, maka jumlah tersebut dihitung dan dianggap sebagai busi yang failure pada periode waktu tersebut. Data yang diperoleh tersebut akan menjadi input perhitungan failure density, hazard rate dan reliability sehingga dapat dilakukan analisa dan ditarik kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh.

    Kanya Suhita Nadia
    2509100015
    PTK C

    • REVISI DATA : “Busi yang digunakan sebagai objek percobaan di jepit dengan menggunakan sebuah mekanisme handling dimana nantinya akan diberikan efek shock test yang dibuat dengan memberikan guncangan dan putaran sebesar 330 rpm selama 25200 detik”

  74. Analisis Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability Pada LCD Projectors Merek X

    LCD Projector X merupakan jenis proyektor yang memiliki fungsi untuk menampilakan gambar, video, dan data dari komputer pada suatu layar. Pada umumnya LCD projector dibutuhkan untuk menampilkan suatu presentasi pada aktivitas perkuliahan, pelatihan, seminar, rapat, sidang, dan forum lainnya yang terdapat cukup banyak peserta. Begitu juga dengan LCD Projector X yang di-launching karena melihat kebutuhan untuk aktivitas-aktivitas tersebut, akan tetapi sebelum produk di-launching, perusahaan X ingin melakukan percobaan terlebih dahulu sebelum menentukan berapa lifetime yang optimal untuk dituliskan pada spesifikasi produk. Pada umumnya LCD projector yang lain memiliki lifetime menyala selama 2000 jam, namun perusahaan X tetap membutuhkan data kuantitatif dari percobaan produknya sendiri sebelum menentukan lifetime yang sesuai untuk LCD Projectors X, dimana data kuantitatif tersebut juga dapat digunakan sebagai data acuan untuk produksi-produksi berikutnya.
    (Nilai yang ada pada studi kasus merupakan asumsi yang menyesuaikan lifetime dari LCD Projectors di pasaran.)

    PRATITA SARASWATI
    2509 100 067
    PTK C

  75. Sebuah perusahaan elektronik ingin meluncurkan sebuah produk baru berupa laptop, berdasarkan analisis perilaku konsumen sering kali baterai laptop mudah rusak karena proses charge baterai saat tidur sehingga baterai mudah bocor (tidak bisa digunakan tanpa kabel charger). perusahaan ingin melakukan analisis keandalan untuk menciptakan sebuah masa garansi bagi baterai laptop (produk baru) tersebut. Secara umum, proses charge baterai dari 0% hingga full dapat dilakukan selama 2 jam untuk pemakaian standard selama 5 jam. Pengujian dilakukan dengan mengecharge baterai laptop tersebut selama 8 jam setiap hari selama setahun, pengujian dilakukan pada 100 sampel. setiap harinya dilakukan pencatatan banyak baterai yang bocor untuk analisis keandalan dalam penentuan masa garansinya. Baterai dinilai bocor saat setelah pengechargean dan penggunaan standar ,masa habis baterai <= 3 jam. Masa garansi akan ditentukan melalui hasil penghitungan keandalan dengan data failure density,hazard rate, dan reliability time.

    siti dara sabrina
    2510100046
    PTK-A

  76. Analisa Keandalan Produk baru Senar Biola pada perusahaan XXX

    Berikut ini merupakan studi kasus tentang keandalan dari sebuah produk senar biola. Setelah melakukan R&D, Perusahaan XXX berhasil menciptakan sebuah produk Sinar Biola baru. Perusahaan tersebut ingin mengetahui tingkat keandalan dari produk baru tersebut sebelum dipasarkan ke konsumen. Maka dari itu, perusahaan melakukan running test terhadap produk tersebut. Dalam test tersebut 500 senar biola di gunakan secara terus menerus hingga semua senar mengalami failure dimana perusahaan menggunakan interval waktu 500 jam untuk menghitung jumlah produk yang mengalami kegagalan / failure. Data yang diperoleh selanjutkan dianalisa untuk menghitung Failure Density (pdf), Hazard rate (λ), dan reliability (R(t)) dari produk tersebut. Metode perhitungan yang digunakan adalah dengan menggunakan basic calculation of reliability. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan dibuatlah grafik Failure Density (pdf), Hazard rate (λ), dan reliability (R(t)) yang menunjukkan tingkat keandalan dari produk senar biola baru tersebut.

    Hudaifah
    2509100704
    PTK-C

  77. Analisa keandalan mesin Dinner 1.3 di PT X
    PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang menghasilkan lampu dengan bentuk tube dan bulb. Salah satu mesin yang terlibat dalam prroses produksnya adalah mesin Danner 1.3 yaitu mesin yang memproduksi glass tube. Pada tugas ini akan dilakukan analisa terhadap tingkat keandalan dari mesin Danner 1.3. Keandalan dari mesin ini dapat dihitung berdasarkan data historis mesin tersebut dalam kurun waktu tertentu. Dari data historis yang didapat, dilakukan perhitungan failure density f(t), hazard rate h(t), dan reliability R(t). Failure density dihitung dengan cara membagi jumlah kerusakan mesin pada periode t dengan total kerusakan dikali dengan interval waktu. Hazard rate dapat dihitung dengan cara membagi jumlah kerusakan dengan selisih antara kerusakan total dan kerusakan pada periode sebelumnya dikali interval watu. Sedangkan reliability didapatkan dengan cara membagi jumlah kerusakan pada periode t dengan selisih antara kerusakan total dan kerusakan pada periode t-1. Hasil ketiga perhitungan ini kemudian ditampilkan dalam grafik. Dari grafik yang didapat akan dapat dianalisa bagaimana perilaku dari mesin dan tingkat keandalan dari mesin tersebut. Dengan mengetahui tingkat keandalan maka dapat dijadikan bahan evaluasi dan bahan peritmbangan dalam memberikan keputusan seputar mesin tersebut.

    PTK-C
    Dewi Indiana
    2510100076

    • (Revisi)
      Analisa Keandalan Mesin Dinner 1.3 di PT X

      PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang menghasilkan lampu dengan bentuk tube dan bulb. Salah satu mesin yang terlibat dalam proses produksinya adalah mesin Danner 1.3 yaitu mesin yang memproduksi glass tube. Pada tugas ini akan dilakukan analisa terhadap tingkat keandalan dari mesin Danner 1.3. Parameter yang digunakan untuk menetukan tingkat keandalan mesin yaitu jumlah failure pada lampu tube. Jumlah failure didapat dengan melakukan pengujian terhadap 500 produk dalam interval waktu 1200 jam. Dari data pengujian yang dilakukan, dilakukan perhitungan failure density f(t), hazard rate h(t), dan reliability R(t). Hasil ketiga perhitungan ini kemudian ditampilkan dalam grafik. Dari grafik yang didapat akan dapat dianalisa bagaimana tingkat keandalan dari mesin tersebut. Dengan mengetahui tingkat keandalan maka dapat dijadikan bahan evaluasi dan bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan seputar mesin tersebut.

      Dewi Indiana
      2510100076
      PTK C

  78. Analisis Realibility Mesin Cake Break Conveyor pada PT. X

    Pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan pada Cake Breaker Conveyor (CBC) yang merupakan salah satu peralatan produksi yang ada di lantai produksi PT. X.. CBC berfungsi untuk memecah gumpalan ampas hasil pengempaan buah sawit dan mengangkutnya ke dalam fiber cyclone. Fungsinya untuk memecah gumpalan ampas dilakukan oleh komponen CBC yang disebut blade. Blade di pasang pada poros (as) yang berputar dengan kecepatan tertentu.
    Pengujian ini akan dilakukan dengan mengoperasikan Blade dan sambungan as yang merupakan komponen dari mesin CBC 20 jam per hari untuk hari Senin sampai dengan hari Jum’at sedangkan pada hari Sabtu hanya beroperasi selama 6 jam per hari dan hari Minggu tidak beroperasi kemudian menghitung waktu kerusakan yang dimasukkan dalam perhitungan hanyalah waktu operasi komponen tersebut. Karena pada hari Minggu pabrik tidak beroperasi dan pada hari Sabtu hanya beroperasi selama 6 jam, maka waktu antar kerusakan dirumuskan sebagai berikut:
    TTFi+1 = Waktu mulai kerusakan ke i+1 – Waktu selesai perbaikan ke i -Jumlah hari Minggu yang dilewati selama rentang waktu tersebut – [Jumlah hari Sabtu yang dilewati – (6/20) x Jumlah hari Sabtu yang dilewati]. Untuk menghitung fungsi keandalan blade pada saat preventive replacement dinyatakan
    R(t_p )= 1-∫_(p=1)^(t_p)▒f(x)dx

    Dewie Saktia Ardiantono
    2510100132
    PTK B

  79. Studi Keandalan pada iPhone Berdasarkan Tingkat Pemakaian Normal

    Dewasa ini, teknologi semakin maju dan akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Teknologi akan terus berusaha memudahkan pekerjaan manusia. Tidak terkecuali dengan teknologi telepon genggam yang semakin canggih. Mulai dari Nokia, Samsung, Blackberry, Palm, dan Apple terus bersaing untuk membuat teknologi yang semakin memudahkan manusia.
    Pelanggan telepon genggam semakin dimanjakan dengan teknologi tersebut. Namun, yang menjadi pertimbanga dari pelanggan bukan hanya teknologi dari telepon genggam tersebut, tapi keandalan (reliability) juga menentukan pilihan pelanggan.
    Hingga saat ini, Apple masih menjadi produsen telepon genggam dengan keandalan yang terbaik dibandingkan dengan telepon genggam lain yang digunakan di Amerika Serikat seperti Blackberry dan Palm. Dari penggunaan normal, keandalan iPhone, telepon genggam produksi Apple, merupakan yang tertinggi. Salah satu penyebab keandalan iPhone menurun adalah karena tingkat kerusakan iPhone yang tinggi akibat kecelakaan. Tingkat keandalan tersebut diukur dengan melakukan survey pada 10000 pengguna iPhone di Amerika Serikat selama 22 bulan. Tingkat kerusakan dan keandalan iPhone hanya bisa diketahui setelah pemakaian yang lama. Dari survey tersebut, hasil diharapkan reliability rate, hazard rate, dan failure density dapat diketahui dan dapat membantu meningkatkan tingkat keandalan iPhone.

    Zakki Wirasenjaya
    2510100704
    PTK B

  80. Analisa Keandalan Laptop Berdasarkan Umur dan Tingkat Pemakaian

    Pada masa saat ini, teknologi semakin maju dan berkembang. Sudah jarang orang menggunakan personal computer. Orang lebih memilih menggunakan laptop atau netbook dikarenakan praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Laptop sudah menjadi barang lumrah untuk masyarakat karena mobilitas yang tinggi dituntut untuk mempunyai suatu barang yang praktis dibawa kemana-mana. Ini menjadi cara produsen untuk menggantikan personal computer yang lebih mahal dan tidak praktis.
    Laptop pun saat ini sudah bisa dimiliki dengan harga yang murah dan memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan laptop yang berharga mahal yaitu netbook. Namun, terkadang laptop berharga murah tidak menjamin lama umur pemakaiannya sedangkan laptop berharga mahal pun juga begitu. Maka dari itu perlu dilakukan uji ketahanan (Reliability) untuk memudahkan masyarakat memilih karena biasanya masyarakat membeli laptop dengan harapan memiliki umur pemakaian dalam jangka panjang.
    Maka, dilakukan survey yang melibatkan pengguna laptop di Amerika Serikat. Hasil yang diharapkan dari survey tersebut adalah diketahui Realibility Rate, Hazard Rate dan Failure Density guna memudahkan masyarakat dalam memilih laptop yang memiliki keandalan paling tinggi dan umur pemakaian yang lebih lama. Peninjauan ini dilakukan selama triwulan.
    Setelah dilakukan peninjauan, data dapat disajikan dalam grafik dan angka dan menjadi acuan dalam pemilihan laptop oleh masyrakat maupun bagi perusahaan untuk menyusun strategi kedepannya.

    Sindhunata Pamungkas
    2510100134
    PTK – B

  81. Menjamin Kehandalan Mesin ATM Bersama
    Automatic Teller Machine merupakan mesin penarik uang otomatis sebagai alternatif bank untuk melayani nasabah dalam penarikan uang dimanapun berada dan kapanpun diperlukan. Untuk meningkatkan kualitas layanan ATM, PT ATP melakukan pengujian pada mesin agar ATM yang bekerja selama 24 jam ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dengan meminimumkan kerusakan pada mesin. PT ATP telah memberitahukan kepada para anggota ATM Bersama perihal 1000 mesin yang akan dilakukan pengujian. Oleh karena itu diharapkan para anggota telah memberi tahukan para nasabah bahwa pada waktu tertentu ATM ini tidak dapat digunakan. Pengujian ini dilakukan secara berkala 2 kali dalam satu tahun dengan interval waktu 4000 jam. Seiring berkembangnya teknologi dan demi keamanan, PT ATP mengganti mesin setelah 24000 jam pemakaian. Para mekanis akan mencatat seberapa sering kerusakan dalam interval tersebut pada lembar keandali dan kemudian dapat dilakukan perhitungan failure density, hazard rate serta reliability. Uji Kehandalan ini dilakukan PT ATP sebagai langkah untuk menjamin mutu agar tidak mengecewakan para anggota dari ATM Bersama dengan langkah predictive dan preventive maintenance.

    Vidhita Parama Isvari
    2510100054
    PTK Kelas B

    • Pengujian didasarkan pada kondisi lebih dari 100 nasabah yang menggunakan ATM Bersama per harinya

  82. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY PADA PRODUK KIPAS ANGIN

    PT. K merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kipas angin. Dimana pada saat ini kipas angin merupakan alternatif pilahan bagi konsumen menengah ke bawah. Hal tersebut dijadikan sebagai peluang bagi produsen kipas angin yang memasarkan produknya di negara-negara berkembang. Dan untuk menjadi produk yang bisa bersaing dipasaran maka PT. K harus bisa mengeluarkan produk yang memiliki daya saing. Daya saing bisa dengan harga yang lebih murah atau dengan daya tahan yang lebih lama. Namun dalam hal ini yang dilihat adalah daya tahan yang lebih lama.
    Dua tahun lagi PT. K berniat meluncurkan produk kipas angin tipe X3. Sebelum produk tersebut dipasarkan, PT. K ingin memastikan apakah produknya tersebut mempunyai tingkat keandalan yang baik. Tingkat keandalan tersebut dilihat dari produk tester sebanyak 120 unit dalam waktu 1 tahun dan dilakukan secara bersamaan. Pencatatan hasil tes tersebut dilakukan setiap bulan. Dari data tersebut dijadikan sebagai input unttuk perhitungan failure density, hazard rate, dan reliability. Hasil dari perhitungan tersebut akan divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat mempermudah dalam menganalisa. Dan hasil analisis tersebut akan dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

    Nur Layli R
    2510.100.102
    PTK-B

  83. Analisa Reliability Komponen Mesin Cuci pada PT. Pacific Electronic
    Asumsi: Skenario kasus dibuat sendiri

    PT. Pacific Electronic merupakan suatu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia yang memproduksi barang-barang elektronik seperti mesin cuci, vacuum cleaner, setrika, toaster, televise dan sebagainya. Namun produk andalan dari perusahaan ini adalah mesin cuci otomatis. PT. Pacific sendiri dapat memproduksi 140.000 unit mesin cuci otomatis dalam jangka waktu 1 bulan. Di dalam mesin cuci ,terdapat beberapa komponen penting yang mendukung cara kerja dari mesin cuci, antara lain motor berfungsi untuk memutar agitator yang akan mencuci pakaian yang dihubungkan oleh belt, agitator ,lid switch, kemudian ada pula water inlet valve ,dan juga drain hose. Sebuah mesin cuci otomatis dipastikan memiliki control module yang berfungsi untuk mengatur semua proses kerja dari mesin cuci. Agar dapat benar-benar menghasilkan produk mesin cuci otomatis yang sempurna, PT. Pacific ingin melakukan uji keandalan pada komponen mesin cuci yang diproduksi. Namun berdasarkan hasil survey, komponen yang paling mudah atau sering mengalami kerusakan adalah komponen belt penggerak yang menghubungkan motor dengan agitator. Oleh sebab itu perusahaan ingin melakukan pengujian atas 500sample belt dalam kurun waktu 5000 jam dengan interval waktu pengujian 500 jam. Pengujian dilakukan untuk mengetahui hasil dari reliability, hazard rate, dan failure density yang digambarkan dalam bentuk grafik.

    Putu Gevani Saraswati
    2510100014
    PTK – B

  84. Studi Perbaikan Keandalan Jaringan DistribusiPrimer Dengan Pemasangan Gardu Induk Sisipan DiKabupaten Enrekang Sulawesi Selatan
    Keandalan system distribusi primer sangatlah dibutuhkan saat ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga listrik seiring dengan berkembangnya taraf hidup masyarakat pedesaan di Sulawesi Selatan khususnya di kabupaten enrekang. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan dengan menempatkan sebuah gardu induk sisipan untuk membagi luas daerah pelayanan. gardu Induk Sisipan sangat dimungkinkan dibangun di Kabupaten Enrekang, mengingat jaringan transmisi Makale – Sidrap 150 kV telah beroperasi. Jaringan transmisi tersebut melintas di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan material Aktiva Tetap Tidak Bergerak (ATTB) yang tersedia di PLN Wilayah Sulselrabar. Pada intinya studi kasus ini bertujuan untuk keandalan jaringan distribusi primer di Kabupaten Enrekang sebelum dan sesudah pemasangan gardu induk sisipan agar dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan keandalan pada sistem tersebut.

    daud kolbimahdiyin
    2510100117
    kelas PTK D

  85. Suatu perusahaan beton ABC melakukan uji keandalan dari beton yang diproduksinya. Beton adalah bahan yang didapat dengan mencampurkan bahan semen portland (PC) atau semen hidraulik yang lain, agregat halus (pasir), agregat kasar (batu pecah) dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat. Beton akan diuji menggunakan mesin Test Hidrolis. Uji ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan beton dalam menahan tekanan yang didapatkannya. Dalam pengujian ini jumlah Beton yang akan diuji sebanyak 500 beton. Interval waktu yang digunakan adalah tekanan yang diberikan oleh alat kepada beton yang akan diuji antara 1 sampai 120 detik. Range yang digunakan adalah 30 detik jadi waktunya berupa 1-30, 30-60, 61-90, dan 91-120. Keandalan dari produk beton ini dilihat dari keretakan yang akan dialami oleh produk. Perusahaan ingin mengetahui reliability, failure density, serta hazard rate dari produk beton. Dari data yang didapatkan akan dicari failure density, hazard rate, dan reliability yang nantinya akan dibuat grafik dari hasil yang diperoleh.

    Moh Arif Shubhan A.H.
    2510100145
    PTK Kelas D

  86. Studi kasus ini mengenai suatu perusahaan kipas angin yang ingin mengestimasi mean life dari kipas angin yang diproduksi, dimana perusahaan akan melakukan perhitungan keandalan pada 500 unit kipas angin dengan interval waktu 500 jam. Perhitungan keandalan yang dilakukan meliputi failure rate (f(t) = nf(t)/no.∆t), hazard-rate (h(t) = nf(t)/ns(t).∆t) , reliability function (R(t) = ns(t)/no), dan cumulative probability function atau unreliability (F(t) = (1 – R(t))) dari data failure in the interval berturut-turut yaitu 122, 87, 72, 62, 50, 42, 39, 17, 9. Setelah dilakukan perhitungan, hasil perhitungan di-plotkan pada grafik dari masing-masing fungsi, dan didapatkan hasil akhir bahwa grafik failure rate mengalami penurunan, hazard rate menurun pada interval 1000 h dan mengalami kenaikan hingga interval 5000 h, untuk reliability mengalami penurunan dari interval 0 hingga 5000 h, serta unreliability menunjukan kebalikan dari reliability, yaitu kenaikan secara terus menerus mulai dari interval 0 hingga 5000 h.

    Anissa Putri Harwiyani
    2510100016
    PTK-C

  87. Pengujian Keandalan pada Baterai laptop PT.Modern Technology (asumsi)
    PT.Modern Technology merupakan perusahan yang memproduksi laptop dan spesifikasinya. Perusahaan ini akan memproduksi produk baru yaitu laptop dengan spesifikasi utama yaitu baterai laptop yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. PT.Modern Technology dalam memproduksi produk barunya ini, melihat permasalahan yang dirasakan oleh pengguna laptop pada saat ini. Kebanyakan, permasalahan yang ada pada pengguna laptop yaitu terletak pada penggunaan baterai laptop yang mudah sekali rusak. Terdapat berbagai macam keluhan pada baterai laptop, contohnya pemakaian baterai laptop yang cepat rusak yang dapat digunakan selama jangka waktu yang pendek, baterai yang tidak dapat di charge dan lain-lain. Sebenarnya, penggunaan baterai dilihat bukan berdasarkan penggunaan waktu harian melainkan dilihat pada cycle charge dan dischargenya. Terdapat batasan minimum kemampuan baterai yang diperbolehkan biasanya sampai 300-600 cycle yang bisa digunakan selama jangka waktu tertentu. PT.Modern Technology akan melakukan uji keandalan terhada baterai laptop baru ini sebelum diluncurkan, dengan cara menghitung failure desinty, hazard rate, serta reliability komponen dengan interval waktu selama 3 tahun yang dibagi dalam 6 interval waktu (harian) dengan sample sebanyak 100 buah baterai laptop untuk mengetahui daya tahan baterai. Hasil perhitungan akan dijadikan acuan pengambilan keputusan terhadap kelayakan produk untuk terjun ke pasaran.

    Rahadiani Arumsari
    2509100017
    PTK Kelas B

  88. Analisa Keandalan Dispenser pada Perusahaan YongPa
    (Skenario dan Studi Kasus Dibuat Sendiri)

    Perusahaan YongPa merupakan perusahaan elektronik yang cukup terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam alat elektronik seperti magic jar, magic com, dispenser, kipas angin serta panci presto. Dewasa ini YongPa sadar akan tingginya permintaan akan dispenser, namun banyak pula perusahaan elektronik lain yang juga memproduksi dispenser. Untuk menanggapi kondisi tersebut, perusahaan ini memutuskan untuk melakukan peningkatan kualitas pada produknya yang lebih menitikberatkan pada realibilitynya untuk strategi penguasaan pasar. Dalam meningkatkan realibility dispenser dapat dilakukan dengan fasilitas garansi, yaitu dengan mengganti komponen yang rusak atau mengganti produk selama masa garansinya masih berlaku. Sebelum produk baru dispenser ini akan diluncurkan, akan dilakukan uji coba keandalan terhadap 500 unit dispenser dengan interval waktu 1500 jam. Keandalan ditinjau dari hasil perhitungan Realibility Rate, Hazard Rate serta Failure Density. Output ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi perusahaan dalam menentukan strategi penentuan kualitas dispenser.

    Mei Nindya Putri
    2509100044
    PTK-B

  89. ANALISA RELIABILITY SMART TV PT. TELEVISI SEJAHTERA
    Sebuah perusahaan televisi di Indonesia, yaitu PT Televisi Sejahtera ingin mengeluarkan produk baru yaitu televisi Smart TV dengan layar sebesar 32 inch, direncanakan akan dikeluarkan pada tahun 2014. Sebelum resmi diluncurkan dipasaran maka perlu dilakukan pengujian terhadap daya tahan serta keandalan televisi ini. Pengujian dilakukan dengan cara menyalakan televisi setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya yaitu sekitar 6 jam. Pengujian akan dilakukan pada 350 buah produk Smart TV, dengan asumsi bahwa supply tegangan listrik untuk tiap sample produk sama dan dalam keadaan stabil serta di dalam suhu ruangan normal. Pengujian dilakukan selama 2000 jam, dengan interval waktu setiap 200 jam sekali akan dilakukan pendataan jumlah failure yang terjadi. Pengujian ini ditujukan agar dapat ditemukannya failure rate (frekuensi atau tingkat kerusakaan atau failure suatu komponen per periode yang telah ditentukan), hazard rate (batas tingkat kegagalan sepanjang interval pendekatan mulai dari nol), dan reliabilty (probabilitas suatu produk bekerja sesuai dengan fungsinya selama periode tertentu) dari produk. Agar dapat diperhitungkan umur atau masa pakai optimum serta di periode keberapa pada umumnya televisi tersebut mengalami kegagalan fungsi.

    Hana
    2510100007
    PTK-D

  90. (Revisi) ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY PADA PRINTER

    Permintaan akan printer dipasaran semakin meningkat dan perusahaan yang memproduksi printer juga tidak sedikit. Oleh sebab itu PT. P JAYA berusaha memproduksi printer yang memiliki daya saing dipasaran. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kerusakan printer setelah digunakan untuk mengeprint dalam jumlah yang banyak setiap harinya.
    Oleh karena itu PT. P JAYA mengeluarkan produk tester yang digunakan sebagai penelitian. Produk tester yang digunakan sebanyak 50 unit digunakan untuk mengeprint kertas sebanyak 300 halaman setiap hari selama 6 bulan. Pencatatan hasil tes tersebut dilakukan setiap bulan . Dari data tersebut dijadikan sebagai input unttuk perhitungan failure density, hazard rate, dan reliability. Hasil dari perhitungan tersebut akan divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat mempermudah dalam menganalisa.

    Nur Layli R
    2510.100.102
    PTK-B

  91. Analisa Reliability Produk Baterai Double Power PT. Daebakk Baterry

    Sebuah perusahaan baterai jam tangan PT. Daebakk Baterry akan meluncurkan produk baterai terbarunya yaitu “Kookie Double Power Battery” pada tahun 2013. Produk ini dijanjikan bisa bertahan dua kali lebih lama dari pada baterai biasa. Sebelum meluncurkan produknya, perusahaan ingin melakukan percobaan atau pengetesan terhadap baterai-baterai yang telah diproduksi. Hal ini untuk mengetahui apakah baterai bisa tahan lama sesuai dengan yang di inginkan oleh produsen. Oleh karena itu sebanyak 400 sampel baterai dibiarkan menyala selama kurun waktu tertentu. Beterai-baterai tersebut akan dicek setiap 1000 jam sekali selama 7000 jam kedepan. Dari percobaan perusahaan dapat menghitung nilai failure destiny f(t), hazard rate h(t) dan tentunya reliability-nya R(t). Selama kurun waktu tersebut perusahaan bisa melihat secara langsung berapa banyak baterai yang bertahan dalam kurun waktu tertentu. Selain itu perusahaan juga dapat mengetahui keandalan produk tersebut yang akhirnya dapat mengetahui estimasi ketahanan/umur hidup baterai tersebut.

  92. Perusahaan penghasil senter yang bernama PT. Terang Terus memperoleh keluhan dari pelanggan bahwa kualitas senter yang diproduksi oleh perusahaan tersebut sangat tidak memuaskan. Pelanggan mengeluhkan bahwa daya tahan senter tersebut sangat rendah. Indikator daya tahan senter yang rendah tersebut adalah umur nyala lampu senter yang cukup pendek. Untuk merespon keluhan pelanggan tersebut, maka perusahaan mencoba melakukan uji keandalah pada produk senter. Uji keandalan dilakukan terhadap 300 senter dengan pengecekan setiap 100 jam. Rata-rata umur nyala senter adalah 600 jam. Dalam tiap pengecekan, akan dicatat berapa jumlah senter yang mati. Setelah itu akan dilakukan perhitungan mengenai failure rate, hazard rate dan reliability dari produk senter tersebut. Uji ini diharapkan mampu memberikan informasi pada perusahaan terkait daya tahan lampu senter sehingga perusahaan mampu memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk menindak lanjuti keluhan dari pelanggan tersebut.

    Anggraeni W.
    2510100079
    kelas PTK C

  93. Uji Keandalan pada Produk Lampu LED PT Terang Selalu

    PT Terang Selalu memproduksi sebuah produk baru berupa lampu LED dengan 940 lumens berwarna putih dan hanya membutuhkan daya 10 watt. Kecerahannya setara dengan lampu biasa berdaya 60 watt. Lampu LED ini dapat bertahan selama 10000 jam, bila dipakai selama 4 jam sehari dapat bertahan selama dua dekade. Untuk menguji keandalan produk tersebut maka akan dilakukan pengujian pada sebanyak 200 sampel yang akan dinyalakan secara bersamaan. Pengujian akan dilakukan dalam interval waktu t=0 hingga t=10000 jam, dan setiap 5 jam sekali akan dilakukan pengecekan apakah terdapat lampu yang tidak menyala, kemudian datanya dicatat. Dari data tersebut, PT Terang Selalu dapat mengetahui failure density, reliability, dan hazard rate dari produk mereka, kemudian akan direpresentasikan dalam grafik.

    Desinta Riani Pramudita
    2510100122
    PTK-B

  94. Uji Keandalan pada pipa PLTN
    Setelah terjadi kecelakaan pada reaktor PLTN di suatu wilayah X akibat kebocoran pada pipa, Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTKN) ingin melakukan keandalan pada komponen reaktor PLTN. Hal ini dilakukan karena keandalan merupakan faktor penting untuk menunjang keselamatan. Pusat Teknologi Reaktor mencoba menguji keandalan pada 500 buah pipa yang biasa dipakai dalam satu unit reaktor PLTN. Untuk menguji keandalan komponen reaktor ini, seluruh pipa diuji keandalannya dengan uji korosi, dan dilakukan pemantauan jumlah pipa yang mengalami failure dengan interval waktu 60 hari. Dari data yang diperoleh akan dilakukan perhitungan failure density, hazard rate dan reliability. Hasil ini akan digambarkan dengan grafik dan dianalisa untuk mengetahui tingkat keandalan dari suatu pipa yang dapat digunakan pada suatu PLTN.

    Yanik Andriani
    2510100077
    PTK-C
    .

  95. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY PADA PRODUK HANDPHONE ABC

    Pada era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat dan pesat. Salah satunya di bidang komunikasi yang cepat dan praktis dibutuhkan, yaitu telepon genggam (handphone). Salah satu perusahaan XYZ merupakan produsen handphone. Banyaknya variasi merk, jenis, model, serta service purna jual handphone sekarang ini memberikan pilihan yang banyak bagi konsumen. Kondisi ini memaksa setiap perusahaan untuk melakukan pemantauan pasar dalam upaya mengetahui dan memenuhi kebutuhan konsumen serta menghadapi persaingan pasar handphone. Untuk menghadapi daya saing pasar dan loyalitas konsumen, Perusahaan XYZ akan mengeluarkan produk – produk handphone yang memiliki kualitas bagus yakni memiliki daya tahan yang kuat, memberikan layanan paska jual berupa garansi (lifetime produk) dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan customer need. Pada awal tahun 2014, Perusahaan XYZ akan meluncurkan produk baru, berupa handphone canggih tipe ABC. Sebelum produk itu dipasarkan, maka perusahaan XYZ akan melakukan uji keandalan produk handphone ABC tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan produk dan menentukan lifetime untuk pemberian masa garansi produk. Proses uji tingkat keandalan dilakukan pada 100 produk. Data kuantitaif ini akan dijadikan sebagai input failure density, hazard rate, dan reliability pada produk handphone tersebut. Sehingga dapat dilakukan analisa dalam pengambilan keputusan.

    Zulvah
    2510100075
    PTK Kelas B

  96. ANALISA KEANDALAN MESIN EXPANDER PADA BATTERY MANUFACTURER PT. X BERDASARKAN FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY

    Pada industri otomotif saat ini masih belum terlepas dengan accumulator (accu) sebagai sumber energi penggerak transportasi tersebut. Dengan adanya persaingan yang ketat antar produsen accu, kesempurnaan pada proses produksi sangat diharapkan untuk menunjang hasil produk yang dapat memenangkan persaingan pasar. Mesin Expander digunakan dalam proses produksi grid accu berjenis Maintenance Free Battery. Pada produksi accu berjenis ini, proses dengan menggunakan mesin ini merupakan proses krusial. Mesin Expander bertujuan untuk merubah timah lembaran menjadi grid yang telah terpotong-potong dan diberi pasta pelekat. Pada mesin Expander terdapat suatu komponen yang berfungsi untuk melebarkan lembaran timah yang panas hingga lebar lembaran timah memenuhi spesifikasi. Komponen tersebut juga dapat melubangi lembaran tersebut sehingga terbentuk jaring-jaring pada lembaran timah tersebut. Data yang digunakan untuk menunjukkan keandalan dari mesin ini dapat dilihat dari jumlah defect yang disebabkan oleh komponen mesin Expander tersebut yang dilakukan setiap bulannya dan waktu beroperasi mesin. Dari data-data tersebut, nantinya akan menunjukkan failure density, hazard rate, dan reliability dari komponen mesin Expander tersebut dan akan dilakukan analisa sehingga dapat ditentukan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga keandalan dari mesin tersebut sehingga dapat menghasilkan komponen-komponen accu yang memenuhi spesifikasi.

    Sherry Cheria / 2510100009 / PTK B

    • REVISI

      ANALISA KEANDALAN PRODUK MAINTENANCE FREE BATTERY PADA BATTERY MANUFACTURER PT. X BERDASARKAN FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY

      Pada industri otomotif saat ini masih belum terlepas dengan accumulator (accu) sebagai sumber energi penggerak transportasi tersebut. Dengan adanya persaingan yang ketat antar produsen accu, kesempurnaan produk sangat diharapkan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Maintenance Free (MF) Battery merupakan jenis accu terbaru yang tidak memerlukan perawatan seperti accu konvensional. Data yang didapatkan untuk menunjukkan keandalan dari produk accu MF ini dapat dilihat dari hasil Accelerate Life Testing (ALT) pada 200 accu MF pada interval waktu 1000 jam pemakaian. Dari data-data tersebut, nantinya akan menunjukkan failure density, hazard rate, dan reliability dari produk accu MF tersebut dan nantinya akan dilakukan analisa sehingga dapat ditentukan tindakan-tindakan (contoh : kebijakan garansi ganti rugi produk) sehingga PT. X tidak mengalami kerugian yang besar dan PT. X dapat melakukan improvement pada produk accu MF tersebut untuk memenangkan persaingan pasar.

      Sherry Cheria / 2510100009 / PTK B

      • Maaf, Pak. Terdapat perubahan pada study case milik saya. Oleh karena itu, study case yang saya gunakan adalah study case yang saya submit kedua. Terima Kasih.

  97. Analisis Failure, Density, Hazard Rate, dan Reliability Pada Smartphone “NokiaBerry”

    Pada tahun 2020 perusahaan Nokia mengeluarkan produk terbarunya yaitu berupa smartphone “NokiaBerry”. Sebelum handset ini dipasarkan secara luas ke seluruh dunia, dilakukan pengujian keandalan (product test) dengan cara membagikan 250 produk secara gratis kepada masyarakat di sekitar pabrik di kota Helsinski. Karena sebelumnya tim research and development perusahaan tersebut telah membreakdown bahwa kondisi kritis pada handset ini terdapat pada pada bagian fitur camera, screen touch, dan loud speaker phone. Masyarakat yang telah beruntung untuk mencoba 250 product terbaru NokiakBerry, mencoba selama 3 bulan – 6 bulan pemakaian, jika selama masa pemakaian percobaan tersebut terdapat kerusakan atau cacad pada produk, maka pengguna harus segera melaporkannya kepada ketua program uji coba. Sekitar 20% pengguna handset terbaru melaporkan bahwa terjadi kerusakan di beberapa bagian. Data yang telah masuk kemudian dicatat dan dianalisa dengan menggunakan rumusan dari failure rate, density, hazard rate, dan realibility. Fungsi dan tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengurangi resiko cacad (breakdown) yang berlebihan pada produk dan memudahkan perusahaan untuk memutuskan servis kartu garansi yang akan dikeluarkan perusahaan terhadap produk ini, sehingga dapat mengurangi cost yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.

  98. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY PADA MESIN CUCI

    PT. Tahan Lama adalah salah satu perusahaan yang menghasilkan produk berupa mesin cuci. Didalam pengembangan produknya untuk menguji keandalan terhadap mesin cuci dilakukan pengujian failure density (Ft), hazard rate (λt) serta reliabilitinya (Rt) terhadap mesin cuci. Pengujian dilakukan dengan cara running mesin cuci secara bersamaan salama 4 minggu yang dilakukan dengan berat pakaian, jumlah air dan menggunakan tekanan listrik yang sama. Spesifikasi mesin cuci yang diuji yaitu kecepatan putar (1200 rpm) bila digunakan dalam jangka waktu pemakaian yang lama. Produk mesin cuci yang diuji berjumlah 50 buah. Setiap jangka waktu 120 jam dilakukan pengecekan, apakah kecepatan mesin cuci masih konstan yaitu 1200 rpm atau tidak. Dalam jangka waktu tersebut PT. Tahan Lama akan melakukan perhitungan jumlah kegagalan terhadap mesin cuci yang nantinya akan dilakukan perhitungan pada tiap parameter dan dibuat grafik terhadap kecepatan putarnya dalam rpm.

    Hendy Ginanjar Sasmito
    2510100023
    Kelas-C

  99. (Revisi)
    Analisis Keandalan Daya Tahan Baterai pada Kamera Digital Perusahaan BCD

    Akhir-akhir ini banyak pengguna kamera yang beralih menggunakan kamera digital karena memiliki kemampuan sensor yang tinggi, lensa yang fleksibel (dapat bertukar), dan bobotnya yang tidak besar. Namun, kemampuan daya tahan baterai sangat menentukan kinerja dari kamera. Cara kerja dari kamera mirroless ini adalah dengan menentukan obyek apa yang akan difoto dan baik atau buruknya hasil foto tersebut bergantung pada sensor kamera tersebut, serta lama waktunya mengambil foto bergantung pada daya tahan baterai kamera tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan BCD ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji keandalan dari daya tahan baterai tipe LI-42XX pada 250 kamera yang akan mereka rilis bulan depan menggunakan asumsi resolusi kamera sebesar 10 megapixel (230 jepretan) dengan lifetime 7 tahun. Uji keandalan ini dilakukan dengan menggunakan metode reliability, failure rate, dan hazard rate. Hasil analisis dari uji keandalan tersebut berupa data kuantitatif dan grafik dari reliability, failure rate, dan hazard rate dalam mengambil keputusan apakah baterai tersebut dapat berfungsi dengan baik dan sebaiknya digunakan atau tidak.

  100. (Revisi)
    Analisis Keandalan Daya Tahan Baterai pada Kamera Digital Perusahaan BCD

    Akhir-akhir ini banyak pengguna kamera yang beralih menggunakan kamera digital karena memiliki kemampuan sensor yang tinggi, lensa yang fleksibel (dapat bertukar), dan bobotnya yang tidak besar. Namun, kemampuan daya tahan baterai sangat menentukan kinerja dari kamera. Cara kerja dari kamera digital ini adalah dengan menentukan obyek apa yang akan difoto dan baik atau buruknya hasil foto tersebut bergantung pada sensor kamera tersebut, serta lama waktunya mengambil foto bergantung pada daya tahan baterai kamera tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan BCD ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji keandalan dari daya tahan baterai tipe LI-42XX pada 250 kamera yang akan mereka rilis bulan depan menggunakan asumsi resolusi kamera sebesar 10 megapixel (230 jepretan) dengan lifetime 7 tahun. Uji keandalan ini dilakukan dengan menggunakan metode reliability, failure rate, dan hazard rate. Hasil analisis dari uji keandalan tersebut berupa data kuantitatif dan grafik dari reliability, failure rate, dan hazard rate dalam mengambil keputusan apakah baterai tersebut dapat berfungsi dengan baik dan sebaiknya digunakan atau tidak.

    Vega Nuansa Pratiwi
    2510100059
    PTK-A

  101. Analisa Keandalan pada Produk Helm yang Diproduksi PT. Tara Kusuma Indah
    Skenario Kasus merupakan asumsi pribadi.

    PT. Tara Kusuma Indah merupakan perusahaan telah berpengalaman 31 tahun dalam memproduksi produk-produk keselamatan (safety), memproduksi helm berkualitas dengan nama merek/brand INK, KYT, MDS di level middle up to high-end, serta merek BMC dan HIU di level low-end. Dikenal sebagai produsen pertama yang mengaplikasikan standard sertifikasi SNI (1992) (sebelum S11) dan sekarang dengan Mandatory SNI 2007, dan sudah terakreditasi dengan sertifikat internasional dengan Standar Eropa NORM (E2205), DOT, SNELL dan AUSTRALIA.
    Untuk tetap menghasilkan kualitas produk helm yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas helm yang baik adalah dengan memperkirakan rata-rata hidup (the mean life) dari produk helmnya. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan 1000 produk helm kemudian dilakukan uji keandalan berdasarkan ketahanan dalam pressure. Dan dicatat banyak helm yang rusak maupun cacat (failure) tiap interval waktu 100 jam.
    Dengan mengetahui data tersebut selanjutnya PT. Tara Kusuma Indah bisa mencari besarnya Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability dari produk bola lampu, sehingga dapat mendukung upaya dari peningkatan kualitas HELM.

    Muhammad Ulil Aidi
    2508100125
    PTK – D

    • Analisa Keandalan pada Produk Helm yang Diproduksi PT. Tara Kusuma Indah
      Skenario Kasus merupakan asumsi pribadi.

      PT. Tara Kusuma Indah merupakan perusahaan telah berpengalaman 31 tahun dalam memproduksi produk-produk keselamatan (safety), memproduksi helm berkualitas dengan nama merek/brand INK, KYT, MDS di level middle up to high-end, serta merek BMC dan HIU di level low-end. Dikenal sebagai produsen pertama yang mengaplikasikan standard sertifikasi SNI (1992) (sebelum S11) dan sekarang dengan Mandatory SNI 2007, dan sudah terakreditasi dengan sertifikat internasional dengan Standar Eropa NORM (E2205), DOT, SNELL dan AUSTRALIA.
      Untuk tetap menghasilkan kualitas produk helm yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas helm yang baik adalah dengan memperkirakan rata-rata hidup (the mean life) dari produk helmnya. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan 1000 produk helm kemudian dilakukan uji keandalan berdasarkan ketahanan dalam pressure. Dan dicatat banyak helm yang rusak maupun cacat (failure) tiap interval waktu 100 jam.
      Dengan mengetahui data tersebut selanjutnya PT. Tara Kusuma Indah bisa mencari besarnya Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability HELM, sehingga dapat mendukung upaya dari peningkatan kualitas HELM.

      Muhammad Ulil Aidi
      2508100125
      PTK – D

  102. PERENCANAAN KEGIATAN MAINTENANCE PADA SYSTEM GAS COMPRESSOR DENGANMETODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (Studi Kasus PT Badak NGL Bontang)

    Pada Penelitian ini akan menjelaskan tentang bagaimana proses perencanaan kegiatan maintenance dengan cara metode Reliability Centered Maintenance II pada system Rotating equipment yang mana memiliki fungsi kritis terhadap system produksi di PT Badak NGL. Gas compressor sebagai rotating equipment tentu memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap kerusakan karena disebabkan oleh beban kerja yang cukup berat. Gas compressor yaitu memiliki fungsi yang sangat vital dalam proses produksi LNG, yaitu untuk mensuplai akan gas alam sebagai bahan baku yang utama. Ketika Gas compressor gagal untuk bekerjama dalam proses produksi maka akan terhenti. Terhentinya proses produksi dalam kondisi yang normal dapat mengakibatkan kerugian loss opportunity. Sehingga akan dibutuhkan sebuah fokus perhatian manajemen perawatan yang lebih baik pada sistem ini, yaitu untuk mengoptimalkan fungsi operasionalnya dan menghindarkan kondisi breakdown pada operasi normalnya. Langkah RCM II ini di dahului oleh proses FMEA yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan sistem yang memiliki potensi dalam menyebabkan system breakdown. kemudian dilanjutkan pada tahap untuk memilih kebijakan perawatan yang tepat berdasarkan efek kegagalan yang timbul setelah analisis FMEA dengan menggunakan Logic Tree Analysis. Penerapan metode RCM II disini akan memberikan kerangka kerja yang lebih efektif untuk menghadapi seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap peralatan tersebut. Sehingga keuntungan yang diharapkan adalah keselamatandan integritas lingkungan menjadi lebih diutamakan, prestasi operasional yang terus meningkat, efektifitas biaya operasi dan perawatan yang lebih rendah, meningkatkan ketersediaan dan reliabilitas peralatan, umur komponen yang lebih lama, basis data yang lebih komprehensif, motivasi individu yang lebih baik, dan kerja sama yang baik diantara bagian-bagian dalam suatu instalasi.

    Rizal Fahmi Yuwafiki
    2509.100.065
    PTK-B

  103. Analisis Bearing 6304 pada crankshaft gasoline engine

    Analisis terhadap bearing 6304 dengan aplikasi pada crankshaft gasoline engine dilakukan untuk mengetahui reliability, failure density, serta hazard rate pada bearing tersebut sehingga dapat mempengaruhi kinerja dari crankshaft gasoline engine. Untuk mengetahuinya maka dilakukan test rig dengan membandingkan bearing 6304 dengan proses hardening dan carbonitriding, dengan cara pengujian secara langsung melalui alat uji (test rig) yaitu dengan cara kedua jenis bearing tersebut diberikan suatu beban yang telah ditentukan yaitu sebesar 63 kg lalu diberi putaran dengan bantuan motor listrik dengan kemampuan putaran sebesar 2800 rpm, dilakukan dengan 100 unit dengan 5000 jam. Tujuannya mencari bearing 6304 pada proses mana yang memiliki tingkat keandalan lebih baik, dengan melakukan proses hardening atau carbonitriding

    Ari Kurnia
    2509100054
    PTK-C

  104. REVISI
    Analisis Keandalan Mesin Granulator di Pabrik Pupuk
    (Adapun penamaan, kasus dan data yang tersedia adalah asumsi)

    PT. Subur adalah salah satu pabrik pembuat pupuk terbesar di Indonesia. PT. Subur memiliki banyak mesin, salah satu diantaranya adalah mesin granulator ukuran besar. Dalam proses produksi, mesin granulator berfungsi untuk menggumpalkan pupuk (diameter gumpalan sekitar 2-3 mm) sebelum akhirnya dikeringkan menggunakan mesin dryer. Dari data historis didapatkan bahwa mesin granulator termasuk mesin yang kritis. PT. Subur sendiri memiliki dua jenis mesin granulator, yakni mesin granulator A dan B. Untuk mengetahui mesin granulator mana yang lebih kritis, PT. Subur melakukan uji keandalan. Selama 50 hari, kinerja dari 20 mesin granulator untuk setiap jenisnya dipantau, apakah terjadi kegagalan dalam melakukan fungsinya atau tidak. Dari data yang didapatkan, selanjutnya diolah untuk mengetahui failure density, hazard rate, dan reliability-nya. Dari data tersebut akan diketahui manakah jenis mesin granulator yang lebih kritis dan perlu didahulukan dalam hal maintenance.

    Normalita Sari Yuniasti
    2510100039
    PTK-A

  105. Analisa Realibility Produk Setrika pada PT. Samudra Jaya
    PT. Samudra Jaya adalah salah satu perusahaan yang memproduksi produk setrika. Untuk dapat bersaing dan memiliki kelebihan dibandingkan dengan kompetitor lainnya, PT. Samudra Jaya harus memiliki produk yang memiliki umur yang panjang. Salah satu produk yang diunggulkan oleh PT. Samudra Jaya adalah produk setrika tipe A. Untuk itu, PT. Samudra Jaya melakukan pengujian terhadap 1000 setrika tipe A, pengujian dilakukan selama 1500 jam dengan pengecekan setiap 150 jam dan dilakukan pencatatan dari hasil pengecekan. Dari data yang diperoleh, PT. Samudra Jaya dapat melakukan perhitungan failure density, hazard rate, dan reability dari produk setrika tipe A. Hasil dari perhitungan akan digambarkan dalam grafik serta dianalisis keandalan dari produk setrika tipe A sehingga PT. Samudra Jaya dapat mengetahui panjang umur produk.

    Rida Trya Andari
    2510100010
    PTK-A

  106. Penentuan Penjadwalan Perawatan dan Analisa Keandalan Mesin Boiler (Studi Kasus:PT. MKS)
    Asumsi : Data-data yang diperlukan untuk perhitungan diasumsikan

    PT.MKS merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan gas alam. Proses produksi yang ada di dalam perusahaan ini merupakan proses produksi yang sangat kontinyu, sehingga membutuhkan mesin-mesin yang dapat bekerja secara optimal. Karena apabila terdapat salah satu mesin yang mengalami kerusakaan maka akan berakibat pada keseluruhan plant. Pada tugas ini akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan pemeliharaan dengan periode yang tepat terhadap mesin boiler pada perusahan tersebut sehingga dapat meminimalkan jumlah biaya malfunction dan pemeliharaan. Untuk mendukung jalannya proses produksi agar tidak terganggu yang diakibatkan oleh suatu kerusakan mesin boiler, maka perlu dilakukan tindakan perawatan atau pencegahan kerusakaan pada mesin boiler tersebut. Apabila penentuan periode perawatan yang diterapkan kurang tepat maka akan menimbulkan biaya perawatan yang besar. Maka di dalam tugas ini akan dilakukan perhitungan untuk menentukan periode perawatan yang optimal. Analisa keandalan dari mesin boiler tersebut menggunakan data downtime yang diasumsikan dengan melakukan perhitungan Reliability (Rt), Failure Density (Ft) dan Hazard Rate (λt) yang kemudian dapat digambarkan grafik reliabilitynya. Dari hasil perhitungan tersebut, PT.MKS diharapkan akan lebih dapat mengoptimalkan perawatan boiler yang dimiliki untuk menunjang berjalannya proses produksi.

    Andaru Febrian P.
    2509100094
    PTK-C

  107. ANALISA KEANDALAN PADA BLENDER PRODUKSI PT MINUM SEGAR BERDASARKAN UJI KETAHANAN MOTOR KOMUTATOR (REVISI)

    Akibat pemanasan global (global warming) yang melanda hampir di seluruh wilayah di berbagai belahan dunia, suhu udara mengalami peningkatan drastis. Hal ini diperparah oleh faktor lokasi di mana negara/kota itu berada, contohnya Surabaya, Indonesia yang terlekat di dekat garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan permintaan konsumen akan minuman segar pelepas dahaga semakin bertambah setiap saatnya (terutama saat siang hari). Dan, perusahaan PT Minum Segar sebagai produsen blender terkemuka di kota Surabaya dan penyuplai blender ke berbagai rumah makan kelas menengah ke atas berusaha untuk terus menjaga kualitas produksinya. PT Minum Segar melakukan pengujian terhadap 200 blender selama 1000 jam (dengan dengan pengecekan tiap rentang interval 100 jam). Pengujian ini dilakukan dengan uji ketahanan motor komutator sebagai penggerak utama kipas angin untuk mengetahui tingkat keandalannya. Hasil pengujian ini berupa penghitungan Reliability (Rt), Failure Density (Ft) dan Hazard Rate (λt) yang kemudian digunakan untuk menggambarkan grafik reliability-nya. Sehingga, perusahaan dapat menentukan decision making strategy yang tepat dalam pemberian garansi maupun layanan servis komponen blender hasil produksinya.

    Hans Roberto Widiasmoro
    2510100131
    PTK-B

  108. REVISI TUGAS PTK : ANALISA KEANDALAN KOMPONEN PER PADA MESIN CETAK
    Pada suatu industri kecil menengah khususnya pada bidang UKM yang bergerak pada percatakan membutuhkan beberapa mesin seperti mesin potong kertas dan mesin cetak. Tingginya tingkat kompetisi persaingan antar UKM pada bidang percetakan berlomba-lomba untuk meningkatkan kapasitas produksinya tanpa diimbangi dengan adanya perawatan pada asset yang dimiliki seperti mesin cetak sehingga kualitas produk-pun menjadi kurang optimal. Untuk mampu meningkatkan kapasitas produksi dengan diimbangi oleh kualitas produk yang baik, maka dilakukan uji reliabilitas pada khususnya pada mesin cetak yang merupakan mesin utama digunakan dalam mencetak buku. Selama rentang waktu satu tahun mesin cetak beroprasi dilakukan peninjauan mengenai kerusakan komponen kritis yaitu per pada mesin cetak yang pergerakannya sangat sering dan repetitive. Berdasarkan peninjauan akan didapatkan output seperti Reliability Rate, Hazard Rate dan Failure Density. Hasil tinjauan tersebut ditampilkan dalam grafik sehingga mudah bagi pihak manajemen UKM melakukan penentuan strategy perawatan komponen kritis pada mesin cetaknya. Saat kondisi mesin dalam keadaan baik maka kualitas dari produk juga akan baik sehingga cacat produk yang dihasilkan juga akan menurun.

    Retno Widyaningrum
    2509100010
    PTK-Kelas B

  109. ANALISA KEANDALAN MESIN FACING DAN MILLING PADA PROSES PRODUKSI GALVANIZED PIPE TERHADAP PT. SUKSES STEEL

    PT. Sukses Steel adalah sebuah industri manufaktur yang bergerak dalam sektor industri pipa baja dengan produknya berupa galvanized pipe. Sistem produksi pipa baja PT.Sukses Steel di dikelompokkan menjadi lima lini berdasarkan fungsi pada proses produksinya. Dari kelima lini produksi yang ada, pipe making line memiliki kontribusi terbesar terhadap terjadinya breakdown. Hal tersebut menunjukkan bahwa komponen kritis banyak ditemukan pada pipe making line yaitu komponen pada 2 mesin facing dan 2 mesin milling. Masing-masing mesin memiliki rata-rata kerusakan dan kualitas yang berbeda untuk menghasilkan 100.000 produk. Dalam proses pembuatan pipa baja, apabila mesin rusak maka perusahaan akan mengalami kerugian karena proses produksi akan terhambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT. Sukses Steel menerapkan preventive maintenance untuk mengurangi terjadinya breakdown maintenance. Maka dari itu perusahaan harus memikirkan bagaimana cara untuk memperpanjang umur mesin dengan menentukan interval waktu pergantian komponen yang paling optimal. Data yang didapat digunakan untuk melakukan perhitungan failure density, hazard rate dan reliability pada tiap mesin yang beroperasi. Dimana hasil perhitungan tersebut dijadikan sebagai acuan pengambilan keputusan sebagai langkah peningkatan mutu produksi.

    Choirumah (2510100044)
    PTK-A

    • Maaf sebelumnya pak.. ralat karena ada perubahan study case:

      PT. Sukses Steel adalah sebuah industri manufaktur yang bergerak dalam sektor industri pipa baja dengan produknya berupa galvanized pipe. Proses produksi pipa baja pada perusahaan tersebut dikelompokkan menjadi lima lini. Dari kelima lini produksi yang ada, pipe making line memiliki kontribusi terbesar terhadap terjadinya breakdown. Hal tersebut menunjukkan bahwa komponen kritis banyak ditemukan pada pipe making line yaitu komponen pada mesin facing dan mesin milling. Masing-masing mesin memiliki rata-rata kerusakan yang berbeda selama proses produksi. Kerusakan mesin mampu menghambat proses produksi yang ada. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT. Sukses Steel menerapkan preventive maintenance sehingga mengurangi terjadinya breakdown maintenance. Diketahui mesin telah beroperasi selama 2 tahun, pengambilan data dilakukan setelah dengan cara melakukan pengamatan saat mesin beroperasi selama 100 hari dimana setiap harianya rata-rata mesin beroperasi selama 20 jam. Selama interval 1-10 jam operasi dilakukan pencacatan terhadap terjadinya kegagalan pada tiap mesin. Parameter kegagalan dapat dilihat dari produk yang dihasilkan apakah cacat/tidak. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui nilai reliability, failure density dan hazard rate pada mesin. Nilai yang didapat tersebut digunakan untuk menentukan durasi/interval waktu pergantian komponen dan perbaikan yang paling optimal, sehingga mampu memperpanjang usia mesin dan mampu meningkatkan reliability mesin.

      • Maav sebelumnya pak.. karena study case yang saya buat sebelumnya lebih mengarah ke pengujian keandalan mesin saya meralat data dan perhitungan saya. ini abstrak study case saya yang saya perbarui pak.. mohon maaf sebelumnya pak..

        ANALISA KEANDALAN DVD PLAYER PADA PT. SUKSES

        PT. Sukses adalah sebuah industri manufaktur yang bergerak dalam sektor industri elektronik dengan produknya berupa DVD player. Perusahaan mampu memproduksi 2500 unit setiap bulannya. Perusahaan ingin melakukan pengujian terhadap 2500 produk yang dihasilkan. DVD player diuji ketahanannya sampai produk tidak bisa berfungsi sepenuhnya dan setiap interval 50 jam dilakukan pencatatan terhadap kegagalan produk yang dihasilkan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui nilai reliability, failure density dan hazard rate pada produk. Nilai yang didapat tersebut digunakan untuk menentukan durasi/interval waktu pemberian garansi produk sehingga mampu memperpanjang usia produk dan mampu meningkatkan reliability produk.

  110. PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA SISTEM GAS BUANG BOILER DI PT. IPMOMI PAITON – PROBOLINGGO

    Komponen sistem gas buang boiler yang telah lama dioperasiakan perlu dianalisa kahandalannya, dengan tujuan menentukan perencanaan perawatan yang efektif. Salah satu program perawatan yang juga diterapkan di PT IPMOMI adalah Reliability Centered Maintenance (RCM).
    Penelitian dilakukan dengan pengambilan data, pemilihan data peralatan yang penting kemudian melakukan analisa kualitatif yang meliputi system function and function failure, FMEA, Failure cosequences, proactive task and default action serta melakukan analisa kuantitatif yang meliputi evaluasi distribusi data, evaluasi kehandalan komponen dengan preventive maintenance, evaluasi kehandalan system gas buang boiler, evaluasi kehandalan system gas buang boiler dengan preventive maintenance.
    Berdasarkan hasil evaluasi secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan RCM maka diperoleh komponen yang mendapat perawatan scheduled on-condition task yaitu T/R Unit. Komponen yang tidak memerlukan perawatan (no scheduled maintenance) yaitu ID Fan dan Aeration Fan. Sedangakan komponen yang mendapat perawatan Scheduled discard task yaitu CE Rapping Motor dengan jadwal perawatan 40 hari , DE Rapping Motor dengan jadwal perawatan 320 hari, Hopper Vibromotor dengan jadwal perawatan 280 hari, dan Scrubber Water Pump Motor dengan jadwal perawatan 60 hari.
    Data yang didapatkan pada sumber adalah berupa rumus reliability, grafik kehandalan, t pada masing-masing mesin, % tingkat kehandalan tiap mesin kemudian didapatkan nilai evaluasi kehandalan sistem gas buang boiler.

    Nadya Citra Ardiani
    2509100117
    PTK Kelas A

    • Mohon maaf bapak..karena abstrak diatas lebih dari 200 kata maka abstrak tersebut saya perbaiki..

      PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA SISTEM GAS BUANG BOILER DI PT. IPMOMI PAITON – PROBOLINGGO

      Komponen sistem gas buang boiler yang telah lama dioperasiakan perlu dianalisa kahandalannya, dengan tujuan menentukan perencanaan perawatan yang efektif. Salah satu program perawatan yang juga diterapkan di PT IPMOMI adalah Reliability Centered Maintenance (RCM).
      Penelitian dilakukan dengan melakukan analisa kualitatif yang meliputi system function and function failure, FMEA, Failure cosequences, proactive task and default action serta melakukan analisa kuantitatif yang meliputi evaluasi distribusi data, evaluasi kehandalan komponen dengan PM, evaluasi kehandalan system gas buang boiler, evaluasi kehandalan system gas buang boiler dengan PM.
      Data yang didapatkan pada sumber adalah berupa rumus reliability, grafik kehandalan, t pada masing-masing mesin, % tingkat kehandalan tiap mesin kemudian didapatkan nilai evaluasi kehandalan sistem gas buang boiler.
      Berdasarkan hasil evaluasi, maka diperoleh komponen yang mendapat perawatan scheduled on-condition task yaitu T/R Unit. Komponen yang tidak memerlukan perawatan yaitu ID Fan dan Aeration Fan. Sedangakan komponen yang mendapat perawatan Scheduled discard task yaitu CE Rapping Motor dengan jadwal perawatan 40 hari, DE Rapping Motor dengan jadwal perawatan 320 hari, Hopper Vibromotor dengan jadwal perawatan 280 hari, dan Scrubber Water Pump Motor dengan jadwal perawatan 60 hari.

  111. Analisa Keandalan Terhadap Mesin Cetak Digital produksi PT.Easy n Fast

    Sebuah perusahaan PT.Easy n Fast memproduksi berbagai macam kebutuhan percetakan, baik mesin maupun alat-alat lain yang digunakan untuk percetakan. Namun produk baru yang terkenal dari perusahaan ini adalah sebuah Mesin Cetak Digital dengan tipe SS-2000 yang memiliki kapasitas untuk dapat mencetak spanduk berukuran yang besar. Produk ini terkenal dikarenakan memiliki performansi yang baik dalam mencetak dan menghasilkan komposisi warna yang sangat bagus sesuai dengan desain oleh para pelanggannya. Namun setelah beberapa tahun setelah diproduksi dan dipasarkan, terdapat beberapa komplain-komplain terkait dengan performansi mesin cetak digital ini yang semakin menurun. Dikarenakan itu, PT. Easy n Fast ingin memberikan service berupa masa garansi yang bertujuan agar tidak mengecewakan pelanggan- pelanggan mereka. Hal yang dilakukan oleh PT. Easy n Fast adalah dengan melakukan ujicoba reliability pada produk mesin cetak digital dengan tipe ss-2000 dengan mengoperasikan mesin cetak ini dalam beberapa jam sampai mesin ini sampai pada penurunan performansinya. Penurunan performansi mesin ini ditandai dengan semakin pudar warna yang dihasilkan oleh mesin cetak ini. Dengan dilakukannya ujicoba tersebut diharapkan perusahaan mendapatkan data berupa Reliability Rate, Hazard Rate dan Failure Density. Nantinya data-data ini akan digunakan untuk menghitung jumlah batas waktu garansi yang diberikan oleh perusahaan agar perusahaan tidak merugi.

    Septian Andrew S
    2510100126
    PTK-A

  112. Kulkas merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat penting bagi keluarga dan digunakan secara nonstop, hampir seluruh keluarga di dunia menjadikan Kulkas sebagai sebuah kebutuhan primer. Sampai saat ini, sudah banyak sekali perusahaan produsen yang menciptakan kulkas dengan berbagai ukuran maupun vitur yang beraneka ragam sesuai kebutuhan konsumen. Namun salah satu alasan kuat pemilihan konsumen terhadap produk ini adalah tingkat reliabilty dari kulkas itu sendiri. Oleh karena itu, hampir semua produsen kulkas memberikan jaminan berupa garansi untuk produknya, mulai dari perbaikan gratis, penggantian part yang rusak (compressor, thermostat, fan motor, dll), sampai penggantian kulkas baru jika kulkas yang terjual terbukti rusak selama masih dalam masa garansi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Sebagai salah satu produsen kulkas yang sudah ternama di Indonesia, yang juga memberikan garansi bagi konsumen, PT. Dynamite melakukan pengukuran tingkat reliability untuk produknya. Pengukuran tingkat reliability dilakukan berdasarkan banyaknya klaim garansi yang diajukan setiap bulannya selama setahun di seluruh Indonesia. Dari survey setiap bulan tersebut, didapatkan data yang berikutnya diolah untuk mendapatkan Reliability Rate, Hazard Rate dan Failure Density, sekaligus divisualisasikan dalam grafik. Dengan begitu, data yang diperoleh diharapkan dapat membantu PT. Dynamite dalam melakukan improvement terhadap produknya.

    Ade Tafani Iftahaq
    2510100123
    PTK B

    • REVISI

      Mesin cuci merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang sangat penting bagi keluarga, hampir seluruh keluarga di dunia menggunakan mesin cuci setiap hari. Sampai saat ini, sudah banyak sekali perusahaan yang menciptakan mesin cuci dengan berbagai ukuran maupun vitur yang beraneka ragam sesuai kebutuhan konsumen. Salah satu alasan kuat pemilihan konsumen terhadap produk ini adalah tingkat reliability dari mesin cuci itu sendiri. Untuk itu maka PT. Dynamite sebagai salah satu produsen mesin cuci ternama, melakukan accelerated life testing pada 1000 unit produknya dengan interval waktu 100 jam. Dari proses tersebut akan didapatkan data yang berikutnya diolah untuk mendapatkan nilai Reliability, Hazard Rate dan Failure Density dari produk mesin cuci PT. Dynamite. Dengan begitu, data yang diperoleh diharapkan dapat digunakan oleh PT. Dynamite sebagai acuan melakukan improvement terhadap produknya untuk memenuhi ekspektasi konsumen.

      Ade Tafani Iftahaq
      2510100123
      PTK B

    • Maaf Pak, ada perubahan untuk study case dari yang sebelumnya. Jadi saya submit revisinya.

      Terima kasih

  113. PT ANEKA PANCI merupakan perusahaan yang memproduksi panci rumah tangga. Material utama yang digunakan adalah pelat alumunium. Kualitas panci diukur dengan parameter kesempurnaan bentuk panci. Kelengkungan bentuk panci bagian bawah sangat ditentukan oleh proses bending pada plat. Proses bending dilakukan dengan menggunakan Pressing Machine yang merupakan mesin yang paling utama dalam proses. Pada saat ini, perusahaan ingin melakukan pengadaan Pressing Machine baru dari suplier. Pilihannya adalah Pressing Machine 1 dan Pressing Machine 2. Berbagai pertimbangan harus dilakukan agar investasi mesin yang dibeli dapat menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. PT ANEKA PANCI meminta untuk melakukan pengujian dan penelitian terlebih dahulu terhadap kedua mesin. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui keandalan kedua mesin. Akhirnya, suplier bersedia menyewakan kedua mesinnya untuk dilakukan penelitian dan pengujian. PT ANEKA PANCI diperbolehkan mengembalikan satu mesin yang tidak dibeli kepada supplier. PT ANEKA PANCI melakukan pengujian pada beberapa produk selama waktu tertentu dengan jumlah sampel produk tertentu. Data yang digunakan adalah jumlah defect pada produk. Data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan perhitungan failure density, hazard rate, dan realibility. Perbandingan perhitungan dari kedua mesin dapat digunakan oleh PT ANEKA PANCI untuk mengambil keputusan akan membeli mesin mana yang lebih memiliki keandalan yang besar.

    Vita Nabela
    2510100107
    PTK – A

    • RALAT :
      PT ANEKA PANCI merupakan perusahaan yang memproduksi panci rumah tangga. Material utama yang digunakan adalah pelat alumunium Kualitas panci diukur dengan parameter kesempurnaan bentuk panci. Kelengkungan bentuk panci bagian bawah sangat ditentukan oleh proses bending pada plat. Proses bending dilakukan dengan menggunakan Pressing Machine yang merupakan mesin yang paling utama dalam proses. Pada saat ini, perusahaan mempunyai dua mesin yang digunakan untuk pressing pelat yaitu Pressing Machine 1 dan Pressing Machine 2. Kedua mesin sudah digunakan selama 3 tahun. Kedua mesin akan dilakukan uji keandalan untuk mengetahui reliability nya dengan uji produk yang dihasilkan (cacat atau tidak), misalnya kedua mesin diuji selama 50 hari, per hari bekerja selama 15 jam, setiap 5 jam (1-5jam) diambil data berapa produk yang cacat atau tidak. Data hasil perhitungan tersebut berupa failure density, hazard rate, dan realibility masing-masing mesin. Perhitungan dari kedua mesin dapat digunakan oleh PT ANEKA PANCI untuk mengambil keputusan, misalnya kapan melakukan maintenance mesin agar meningkatkan reliabilitynya dan meningkatkan umur mesin.

      • maaf Pak, ada beberapa data yang saya ganti. pengujian saya lakukan pada produk, bukan mesin. ini cerita lengkapnya Pak.

        PT ANEKA PANCI merupakan perusahaan yang memproduksi panci rumah tangga. Material utama yang digunakan adalah pelat alumunium Kualitas panci diukur dengan parameter kesempurnaan bentuk panci. Perusahaan ingin menguji keandalan produk untuk mengetahui reliability nya dengan menguji 2000 produk, dengan interval waktu 100 jam. Pengujian dilakukan sampai seluruh produk failure. Hasil perhitungan dapat digunakan oleh PT ANEKA PANCI untuk mengambil keputusan, misalnya jangka pemberian garansi produk dan upaya untuk meningkatkan kualitas produk supaya lebih bagus. Data kerusakan produk pada saat waktu t tersaji dalam tabel di bawah.

  114. Uji dan Analisa Keandalan Telepon Genggam SAMSU-L sebagai Pre-Launching Produk Buatan Dalam Negeri

    Di era komunikasi seperti saat ini telepon genggam menjadi rekan setia pada tiap lapisan masyarakat. Kian tahun jumlah permintaan telepon genggam kian bertambah. Permintaan dari konsumen tersebut memancing berbagai perusahaan untuk berlomba-lomba memproduksi berbagai macam telepon genggam dengan beragam spesifikasi dan kualitasnya. Hal ini ternyata menimbulkan efek kekurangpercayaan konsumen terhadap kualitas produk dari perusahaan baru dengan merek yang belum terkenal.
    Untuk itu PT. Bumi Putera Indonesia perlu melakukan analisa kualitas yang meliputi realibility rate, hazard rate, serta failure density terhadap produk barunya yang akan dilaunching, yaitu SAMSU-L telepon genggam buatan anak negeri. Dengan analisa kualitas ini diharapkan nantinya masyarakat akan percaya dengan kualitas produk baru buatan dalam negeri.
    Analisa realibilitas ini dihitung berdasarkan data yang masuk dari peninjuan produk selama satu periode uji produk. Dari data yang masuk dilakukan analisa dan dihasilkan luaran berupa realibility rate, hazard rate, serta failure density yang menjadi parameter keandalan telepon genggam SAMSU-L. Luaran ini yang akan dijadikan sebagai bekal pre-launching produk SAMSU-L sebagai bukti keandalan produk baru buatan dalam negeri yang mampu bersaing dengan produk sejenis lain yang telah terlebih dahulu komersil di pasaran.

    Keyword : Uji realibilitas, produk dalam negeri

    Ken Widyaningtyas Hutomo
    2509 100 070 / PTK-C

    • revisi paragraf ke-3
      “…Analisa realibilitas ini dihitung dari rekap kerusakan yang terjadi selama 3 bulan diadakan eksperimen stress-test atas 1000 produk uji. Yaitu percobaan pemberian tekanan ekstra pada produk…”

  115. Revisi : Penentuan Interval Perawatan Preventif Komponen Elektrik Dan Komponen
    Mekanik Yang Optimal Pada Mesin Excavator Seri Pc 200-6

    PT. GMP merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Peralatan produksi yang digunakan adalah alat-alat pertanian dan alat-alat bantu pertanian. Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, maka diperlukan suatu sistem perawatan yang baik. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas dan efesiensi kerja di dalam penggunaan alat-alat pertanian tersebut melalui perencanaan penjadualan perawatan agar mesin atau unit yang akan digunakan dapat beroperasi dengan baik, dan tidak mengalami gangguan kerusakan pada saat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerusakan dari komponen elektrik dan mekanik alat berat excavator seri PC200-6, menghitung dan menganalisis nilai laju kerusakan komponen elektrik dan mekanik alat berat excavator seri PC200-6, menentukan waktu yang baik untuk tindakan preventive replacement, dan menentukan ekspektasi jadual interval waktu perawatan preventif yang optimal. Hasil yang diperoleh meliputi performansi komponen elektrik dan mekanik berbeda, yang tercermin dari rata-rata waktu antar kerusakan dan down timenya. Analisa keandalan dari mesin menggunakan data downtime yang diasumsikan dengan melakukan perhitungan Reliability (Rt), Failure Density (Ft) dan Hazard Rate (λt) yang kemudian dapat digambarkan grafik reliabilitynya. Dari hasil perhitungan tersebut, diharapkan akan lebih dapat mengoptimalkan perawatan mesin excavator yang dimiliki untuk menunjang berjalannya proses produksi. Secara keseluruhan tingkat keandalan mengalami penurunan selama periode waktu operasi, sehingga laju kerusakan selama penggunaan masing-masing komponen mengalami peningkatan. Rata-rata interval waktu kerusakan komponen elektrik adalah 9,99 hari, sedangkan untuk komponen mekanik adalah 10,18 hari. Rata-rata down time komponen elektrik adalah 0,885 jam, sedangkan komponen mekanik adalah 1,98 jam. Rata-rata waktu perawatan preventif komponen elektrik adalah 0,86 jam, sedangkan komponen mekanik adalah 1,02 jam. Probabilitas banyaknya kerusakan komponen elektrik adalah 1,82 % s/d 34,92 %, sedangkan komponen mekanik adalah 2,27 % s/d 32,58 %. Nilai total down time komponen elektrik adalah 0,8172 jam s/d 0,1452 jam, sedangkan komponen mekanik adalah 0,9840 jam s/d 0,2064 jam. Total nilai down time yang minimum untuk komponen elektrik adalah pada tp = 8 hari dengan total down time 0,1452 jam, sedangkan total nilai down time yang minimum untuk komponen mekanik adalah pada tp = 8 hari dengan total down time 0,2064 jam.

  116. “Analisis Pengukuran Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Mesin SAG Mill dalam Proses Produksi PT. Newmont Nusa Tenggara”

    Pada tahun 2012, PT. Newmont Nusa Tenggara melakukan proses produksi dengan menggunakan ore dari stockpile, dimana ore yang diproses memiliki kadar mineral yang rendah. Dalam rangka mempertahankan mutu dan meningkatkan produktivitas, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah perawatan mesin (maintenance). Proses produksi dilakukan dengan berbagai macam mesin, dimana terdapat mesin yang dikategorikan sebagai critically machine, yaitu mesin SAG Mill pada proses grinding. Dikategorikan sebagai citically machine karena mesin ini hanya berjumlah 2 buah, dimana setiap SAG Mill dirancang sebagai sistem sirkuit tertutup yang berarti bahwa bijih tidak dapat meninggalkan SAG Mill sebelum dihancurkan hingga ukuran yang ditentukan, sehingga jika salah satu mesin tidak berfungsi dengan baik maka akan mengurangi 50% dari produktivitas.
    Dalam prakteknya, seringkali usaha perawatan yang dilakukan hanya menyebabkan kerugian karena tidak menyentuh akar permasalahan yang sesungguhnya. Kerugian yang dialami lebih dikenal sebagai six big losses.
    Berkaitan dengan hal tersebut, maka pihak yang menangani masalah perawatan harus mampu menemukan sistem perawatan yang paling baik untuk dapat meminimasi jumlah downtime mesin dan biaya perbaikan atau perawatan mesin yang dikeluarkan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang menentukan kebutuhan penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan melihat faktor six big losses dominan yang mempengaruhi menurunnya efektivitas mesin. Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dapat dilakukan untuk mengetahui kinerja mesin.

    Bazuni R. Husni
    2509.100.078
    PTK – C

  117. ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY MESIN PLANNER PADA PERUSAHAAN FURNITURE PT.SUMBER JATI INDAH
    PT Sumber jati Indah merupakan sebuah perusahaan besar yang bergerak dalam bidang produksi furniture dengan bahan dasar berupa kayu jati. Produk yang dihasilkan dapat berupa meja, kursi, lemari, dan tempat tidur. Dalam setiap proses produksinya, salah satu mesin yang paling sering digunakan adalah mesin planner. Mesin planner berguna untuk meratakan permukaan kayu dan mengatur ketebalan kayu. Salah satu jenis kegagalan yang terjadi pada mesin ini adalah retaknya mata pisau planner yang terletak di bagian atas, sehingga dapat menyebabkan permukaan kayu menjadi bergelombang (tidak rata). Perusahaan ingin melakukan pengamatan terhadap keandalan dari mesin planner tersebut. Terdapat 50 mesin planner pada perusahaan tersebut untuk diamati. Pengamatan dilakukan selama 360 hari dengan interval waktu 60 hari. Setiap 60 hari dilakukan pengamatan terhadap 50 mesin tersebut. Pengamatan dilakukan dengan melihat mesin mana yang mengalami kegagalan berupa retaknya mata pisau planner. Tidak ada penggantian mata pisau selama pengamatan. Kemudian dicatat berapa mesin yang mengalami kegagalan dalam interval waktu tersebut. Dengan data kegagalan mesin tersebut dapat dihitung failure density, hazard rate, dan reability mesin serta disajikan dalam bentuk grafik. Sehingga perusahaan dapat mengetahui tingkat keandalan dari mesin mesin planner yang digunakan.
    MEGA DWI SURGAWATI
    2510100024
    PTK-C

  118. PT. Asian Telecom merupakan perusahaan yang memproduksi telepon selular dengan merek “ZERO”. Perusahaan tersebut sudah berdiri selama lima tahun belakangan ini. Mulai dari produk awal mereka hingga produk-produk telepon selular selanjutnya yang mereka produksi mampu diterima public dengan respon yang bagus.
    Perusahaan ini terkenal karena memproduksi telepon selular dengan daya beli tinggi, ketahanan produk lebih lama, serta spesifikasi aplikasi dan OS mengikuti perkembangan sekarang. Karena tidak ingin tertinggal dengan teknologi yang sedang berkembang akhir-akhir ini, perusahaan tersebut bermaksud ingin memproduksi telepon selular yang mampu mencakup spesifikasi dari tablet serta selular secara bersamaan. Perusahaan ingin melihat apakah daya tahan produk terbarunya tersebut lebih baik dari tablet atau selular. Oleh sebab itu, perusahaan melakukan uji coba keandalan pada 400 unit dilakukan dengan interval waktu 1600 jam. Uji keandalan dilakukan dengan memperhitungkan failure rate, hazard rate, serta realibilitynya. Hasil output yang keluar akan digunakan untuk mendukung upaya meningkatkan daya tahan dari produk baru tersebut.

    dinantiantie ntt
    2509100006
    PTK – D

  119. REVISI ABSTRAK STUDI KASUS PTK
    ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN ROL PENARIK KERTAS PADA PRINTER

    Salah satu usaha yang sering ditemukan dan ramai di sekitar area kampus adalah jasa printing. Untuk menghasilkan pelayanan yang baik, tentunya dibutuhkan printer yang andal. Upaya untuk mejaga printer tetap memiliki keandalan yang tinggi adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Salah satu komponen kritis pada printer adalah rol penarik kertas. Trouble yang sering terjadi pada printer seringkali disebabkan oleh rol penarik kertas yang putus, sehingga printer tidak dapat menarik kertas atau malah menarik kertas lebih dari 1 lembar. Kapan perawatan harus dilakukan dapat diprediksi dengan melakukan perhitungan reliability rate. Pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan reliability rate adalah dengan melakukan pencetakan dengan printer secara berulang dan kemudian dicatat sampai berapa kali pencetakan dilakukan hingga rol printer mengalami trouble. Selain reliability rate, output lain yang didapatkan adalah failure density dan hazard rate.

    RIFATUL MUFIANAH
    2509 100 073
    PTK – B

  120. Pada penugasan mata kuliah Pemeliharaan dan Teknik Keandalan ini diusulkan suatu studi kasus dari hasil asumsi sendiri dan dengan melakukan studi literatur. Studi kasus yang diambil adalah Uji Keandalan pada Bearing Manufacturer.inc.

    Bearing Manufacturer.inc merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi bearing (bantalan) mesin yang berfungsi untuk mengurangi gesekan pada mesin yang bekerja ataupun gesekan antar komponen – komponen yang bergerak dan saling menekan antara satu dengan yang lainnya. Kegunaan bearing sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada kendaraan bermotor. Karena pentingnya fungsi kerja bearing pada unjuk kinerja mesin, maka perlu dilakukan pengujian keandalan.
    Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui failure rate (umur kerusakan) dari bearing, sehingga dapat mendukung kinerja pada komponen mesin atau komponen kendaraan bermotor secara optimal. Dengan pengambilan sampling pada 400 bearing yang diberi beban sebesar 50 kg dan diberi putaran dengan bantuan motor listrik sebesar 2800 rpm. Interval waktu pengujian dilakukan selama 100 jam. Dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui umur keandalan (reliability), Hazard Rate, dan Failure Density dari bearing. Dan selanjutnya dapat digambar pada sebuah grafik pada ketiga perhitungan tersebut, sehingga dapat dilakukan analisis pada uji keandalan bearing yang diproduksi oleh Bearing Manufacturer.inc.

    HILYATUN NUHA
    2510 100 702
    PTK – Kelas D

  121. Uji Keandalan pada Produk baterai t7 Notebook GEE7 PT. Ratham
    PT Ratham merupakan perusahaan baterai laptop untuk mensuport notebook GEE7 buatan PT XXX. Dengan spesifikasi sebagai berikut :
    1. Jenis baterai Lithium-ion
    2. Tegangan 14.8 V
    3. Kapasitas 4500 mAh
    4. Ketahanan selama pemakaian 3 jam
    Baterai t7 ini diperkirakan dapat bertahan hingga 12 bulan. Untuk itu PT Ratham melakukan uji coba terhadap 250 baterai yang akan di uji secara bersamaan. Dengan asumsi sebagai berikut :
    1. Baterai bertahan 3 jam setelah di isi penuh.
    2. Setelah baterai habis, dilakukan pengisian ulang selama 2 jam.
    3. Percobaan dilakukan non-stop dan selama pengisian baterai dihitung sebagai percobaan.
    4. Percobaan akan dilakukan dengan rentang waktu 12x30x24 = 8640 jam, dengan pembulatan 9000 jam.
    5. Interval t=0 sampai t=1000. Pengecekan akan dilakukan setiap 1000 jam sekali, kemudian di catat berapa baterai yang rusak dan berapa yang bertahan.
    Dari data tersebut, akan didapatkan failure density, reliability dan hazard rate. Kemudian akan ditampilkan dalam bentuk grafik.

    Billy Ratham Satria
    2510100105
    PTK Kelas C

  122. Sebuah PT. Nyala Terus adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi kabel roll dengan tingkat produksi 1500 produk per bulan. Dalam proses produksi dilakukan pengujian reliability produk. Dalam pengujian reliability ini dilakukan pengambilan sampling sebanyak 300 produk. Pengujian reliability poduk kabel roll ini dilakukan dengan pemberian arus listrik maksimal dari kemampuan produk dan pemberian kejutan listrik (memutus dan mengalirkan aus listrik secara mendadak dan cepat) pada produk. Pendataan mengenai pengujian produk ini dilakukan selama 800 jam sekali dengan pendataan berupa jumlah produk yang tidak mampu bertahan pada waktu tertentu. Pendataan yang dilakukan ini digunakan oleh perusahaan untu mengetahui berapa besar failure density, hazard rate, dan reliability product.

    SARI JUMAYLA
    2510100089
    PTK-KELAS D

  123. ANALISIS KEANDALAN DVD PLAYER PT. COCONUT

    Pada era modern ini, semakin banyak jumlah film maupun serial yang mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya peredaran film maupun serial dengan format DVD. Sehingga, pengunaan DVD player secara tidak langsung juga turut meningkat. Peningkatan penggunaan DVD player ini mengakibatkan PT. Coconut mendapatkan peningkatan demand. Dengan peningkatan tersebut, PT. Coconut harus dapat mengambil perhatian masyarkat agar terus menggunakan produknya dengan cara memproduksi produknya dengan keandalan yang maksimal dimana harus meningkatkan life-time dari produk sehingga konsumen tidak kecewa. Maka dari itu pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan pada DVD Player. Penelitian dilakukan dengan analisa life-time dari DVD Player dari periode satu hingga periode selanjutnya. Periode yang digunakan ialah tahun karena life-time normal dari produk DVD Player ini ialah minimal lima tahun. Sehingga, dilakukan analisa keandalan DVD Player PT. Coconut berdasarkan selang waktu antar kerusakan dengan melihat periods (years) dan failures in the periods. Selanjutnya, dilakukannya pencarian nilai dari failure density, hazard rate, dan reliability dari DVD Player PT. Coconut. Dalam perbandingannya, digunakan penggambaran grafik failure density, hazard rate, dan reliability.

    Primawati H.
    2510100018
    PTK – D

  124. Analisa Keandalan Body Helm (Studi Kasus: PT. Helm Aman Sentosa),

    Helm merupakan suatu perlengkapan berkendara yang wajib digunakan oleh pengguna motor. Keandalan dari suatu helm sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Jika suatu helm tidak memiliki keandalan yang baik, maka jika terjadi kecelakaan maka helm tersebut tidak bisa menjamin keselamatan pengendara ataupun penumpang motor khususnya jika pada saat kecelakaan terjadi benturan yang keras pada bagian kepala.

    Di sisi lain, PT. Helm Aman Sentosa memproduksi dua tipe helm untuk dipasarkan. Tipe helm tersebut antara lain helm full face dan helm half face. Dari kedua tipe helm tersebut dilakukan pengecekan keandalan sebelum dipasarkan ke masyarakat luas, karena keandalan helm sangat menentukan kepercayaan masyarakat untuk membeli helm-helm produksi perusahaan ini.

    Oleh karena itu dilakukan uji keandalan dengan melakukan uji kekuatan masing-masing tipe helm secara bersamaan (dua tipe helm sekali uji dan dilakukan dengan dua mesin uji). Dari tiap tipe helm dilakukan pengujian per hari (berisi 150 helm) untuk dibanting body helmnya secara bergantian dengan ketinggian dan tekanan yang sama selama 45 detik dan sebanyak maksimal 3 kali bantingan per helm. Pengambilan data diasumsikan dilakukan selama 5 hari kerja. Hal ini dilakukan untuk mengukur seberapa handal kekuatan helm yang mereka produksi. Dari hasil uji tersebut akan dihasilkan data failure density, realibility rate dan hazard rate-nya.

    Komang Rina Tristiyanti
    2509100007
    PTK-D
    (Studi kasus ini dibuat berdasar inspirasi dari acara di televisi tentang uji keandalan helm di suatu pabrik)

  125. Uji Kehandalan Instrumentasi QCS Scanner Type 2200-2 pada PT.Unifier

    Pada tugas pemeliharaan dan teknik keandalan akan dilakukan penelitian terhadap PT. Unifier. Perusahaan ini mendapatkan proyek besar dari PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia untuk membuat mesin instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 yang digunakan untuk memproduksi kertas.
    PT. Unifier memberikan janji kepada PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia selama satu tahun untuk melakukan uji kehandalan terhadap mesin instrumentasi QCS Scanner type 2200-2. Perusahaan akan menguji 10 mesin yang akan dilakukan setiap 2 bulan sekali dalam 1 tahun. Pengujian dilakukan dengan cara memproduksi kertas 1000 lembar per 1 jam. Dari pengujian kehandalan ini diharapkan akan menghasilkan Reliability Rate, Hazard Rate serta Failure Density dari mesin instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 yang selanjutnya akan digambarkan dalam hubungan antara reliability, hazard rate dan failure density terhadap interval waktu yang disajikan dalam bentuk grafik. Dari grafik tersebut akan diketahui, pada batas waktu berapa komponen dari mesin instrumentasi QCS Scanner type 2200-2 harus diganti selama proses produksi.

    Puput Pujingga
    210100071
    PTK-A

  126. ANALISIS PERENCANAAN KEBIJAKAN PERAWATAN MESIN PADA PERUSAHAAN TRAVEL ALEXTRA DENGAN BERBASIS KEANDALAN MESIN DAN UMUR MESIN MELALUI PENDEKATAN RELIABILITY DAN DURABILITY SISTEM

    Abstrak :
    Maintenance merupakan fungsi dalam suatu perusahaan yang sama pentingnya dengan fungsi-fungsi lain seperti produksi. Oleh sebab itu apabila perusahaan memiliki peralatan atau fasilitas, maka perusahaan itu akan selalu berusaha mempergunakan peralatan tersebut secara maksimal untuk kelancaran proses produksi. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya perawatan dan pemeliharaan mesin agar tidak terjadi hambatan dan kerusakan pada saat melayani konsumen.
    Suatu mesin dirancang memiliki umur tertentu, namun ada kalanya sebelum batas umur mesin habis mesin telah terlebih dahulu rusak. Dalam penelitian ini akan dikaji hal-hal yang dapat memperpanjang usia mesin atau memperlambat kerusakan mesin dengan metode penjadwalan perawatan, dimana akan digunakan rumus durability untuk menghitung umur mesin dan reliability untuk menghitung tingkat ketahanan mesin sehingga dapat disusun schedule perawatan sebelum terjadi hazard atau breakdown pada mesin.
    Perusahaan Alextra Travel merupakan perusahaan pelayan jasa angkutan darat berupa colt diesel yang melayani jasa angkutan transportasi dengan jalur Surabaya-Jogja, dimana tipe mesin yang digunakan adalah Daihatsu. Dalam penelitian ini akan dihitung juga waktu penggunaan mesin, dengan minimal pemakaian 8 jam per hari dan rata-rata pemaikaian 12 jam per hari.

    Nurbowo Dwinalto Arindra
    2509100016
    PTK-B

  127. (Revisi Abstrak)
    Analisis Failure Density, Hazard Rate dan Realibility Mesin Cake Breaker Conveyor (CBC) pada PT X

    Pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan pada Cake Breaker Conveyor (CBC) yang merupakan salah satu peralatan produksi yang ada di lantai produksi PT. X. CBC berfungsi untuk memecah gumpalan ampas hasil pengempaan buah sawit dan mengangkutnya ke dalam fiber cyclone. Blade (komponen pemecah gumpalan ampas hasil pengempaan buah sawit) di pasang pada poros (as) yang berputar dengan kecepatan tertentu.
    CBC merupakan peralatan yang paling sering mengalami kerusakan pada perusahaan ini. Bentuk kerusakan yang terjadi adalah patahnya blade dan putusnya sambungan as CBC. Kerusakan ini dapat mengakibatkan liner dan body CBC menjadi rusak dan menghentikan proses pengolahan kernel secara keseluruhan. Selama ini tindakan yang dilakukan adalah dengan mengganti blade atau sambungan as yang mengalami kerusakan.
    Pengujian pada mesin CBC ini akan dilakukan dengan mengoperasikan Blade dan sambungan as yang merupakan komponen dari mesin CBC 20 jam per hari untuk hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Setelah itu dilakukan perhitungan Failure Density, Hazard Rate dan Realibility. Selanjutnya ditampilkan dalam bentuk grafik untuk mengetahui tingkat keandalan mesin CBC pada PT X.

    Keyword: blade, sambungan as, failure density, hazard rate, reliability

    Dewie Saktia Ardiantono
    2510100132
    PTK-B

  128. Analisis Failure Density, Hazard Rate, Dan Reliability Pada Perusahaan Samsoon

    Sebuah Perusahaan Samsoon merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam kamera digital. PT Samsoon ingin meraih pangsa pasar dengan cara mengembangkan produk kamera pada perusahaannya. Produk kamera yang di kembangkan yaitu jenis kamera digital multiview yang dilengkapi berbagai feature yang menjanjikan. Pada kamera ini terdapat penambahan fungsi layar MultiView 180 derajat yang memungkinkan mengambil potret diri dari sudut manapun dengan mudah menggunakan gerakan tangan. Setelah dilakukan pengembangan produk, PT Samsoon ingin melakukan pengujian reliabilitas pada produk baru tersebut sebelum nantinya di luncurkan ke pasar. Karena kamera ini munggunakan layar multiview, pengujian yang dilakukan yaitu seberapa lama ketahanan layar multiview tersebut dalam penggunaannya yang di putar 180 derajat. Pengujian layar ini dilakukan karena berdasarkan produk-produk handphone yang juga menggunakan fitur yang hampir sama yaitu flip handphone, kemungkinan kerusakan pada layar flip tersebut sangat besar, karena dari itu pengujian ini dilakukan. Pengujian dilakukan pada 1000 unit kamera dalam jangka waktu 5 bulan. Output dari pengujian ini yaitu didapatkan analisa dari grafik hasil perhitungan failure density, hazard rate, dan reliability untuk kamera tersebut sehingga kamera tersebut layak dipasarkan.

    Keywords : Failure Density, Hazard Rate, Reliability

  129. Masalah yang terjadi pada sebuah compressor AC yang sudah melalui masa pakai cukup lama biasanya adalah ketidakmampuan compressor AC tersebut untuk memampatkan dengan baik gas refrigerant atau freon AC ke tekanan yang cukup. Karena perbaikan/penggantian compressor AC membutuhkan biaya, perlu dipastikan mengapa compressor tersebut tidak berfungsi dengan baik. Ketika sebuah compressor AC terbakar, hal ini berarti bahwa kumparan didalam compressor tersebut mengalami kerusakan parah, terjadi korsleting dan terbakar. Jika ini terjadi, jalan terbaik adalah mengganti compressor AC. Penggantian compressor AC merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh teknisi yang terlatih. Tidak hanya karena compressor motor merupakan bagian yang paling mahal dari sebuah air conditioner, tetapi juga karena penggantian ini cukup rumit. Sehingga hal ini dapat menjadi pengeluaran tambahan bagi pemilik AC
    Perlu dilakukan analisa keandalan yang bertujuan untuk mengevaluasi failure density, hazard rate dan reliability dari AC tersebut. Data yang digunakan dalam pengumpulan dan pengolahan data yaitu data kerusakan AC dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Kerusakan tersebut diakibatkan adanya kegagalan pada komponen kritis yaitu kumparan pada compressor. Diharapkan dengan adanya analisa keandalan AC ini dapat dilakukan tindakan yang tepat dalam melakukan maintenance.

    Rizqi Mardhi Farisi
    2508100083
    PTK-C

    • Analisis Failure Density, Hazard Rate, Dan Reliability Pada Compressor Air Conditioner

  130. Analisa Keandalan pada PT. Semen Tonasa Makassar

    PT. Semen Tonasa Makassar merupakan perusahaan produsen semen yang berdiri sejak tahun 1968. Tonasa memiliki tiga unit pabrik, diantaranya Tonas II, Tonasa III, dan Tonasa IV. Ketiga unit pabrik tersebut memiliki kapasitas masing-masing 590.000 ton per tahun untuk unit II dan III serta 380.000 ton per tahun untuk unit IV. Kinerja dan produktivitas dari unit II dan III dinilai cukup baik, sedangkan pada unit IV dinilai masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari selisih produktivitas yang cukup jauh dengan kedua unit lainnya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada kurun waktu lima tahun ini, Tonasa unit IV telah mengalami beberapa kali kegagalan produksi. Hal ini dikarenakan fenomena downtime machine yang rata-rata terjadi selama 582,5 jam per tahunnya. Hal ini dinilai terlalu lama dan tidak terjadwal jika dibandingkan dengan unit lainnya. Untuk mengurangi downtime machine yang ada, perlu dilakukan beberapa analisa keandalan, diantaranya analisa failure rate, reliability serta availability sehingga produktivitas mampu dimaksimalkan.

  131. Analisa Keandalan CFL mini twist pada PT ACR

    PT ACR merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis bola lampu seperti CFL (Compact Fluorescent Lamp) baik model spiral maupun tube dan incandescent light bulb. Bola lampu atau light bulb merupakan barang yang menjadi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Penggunaan lampu listrik tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan saat ini. Sejak diketemukannya lampu listrik, teknologi pembuatan lampu juga terus berkembang. Seiring dengan berkembangnya jaman para produsen lampu dituntut untuk menciptakan inovasi sehingga usia pakai lampu listrik semakin lama dan efisiensi penggunaan daya listriknya makin meningkat. Produsen lampu berupaya untuk menciptakan lampu moderen dengan pemakaian daya listrik yang kecil namun pencahayaan sudah cukup terang. Untuk memenuhi permintaan masyarakat PT ACR selaku perusahaan yang memproduksi light bulb melakukan inovasi dengan menciptakan lampu CFL mini twist. Untuk mengetahui berapa lifetime CFL mini twist yang akan diluncurkan di pasaran maka PT ACR melakukan pengujian terhadap produk. Hasil pengujian keandalan dari CFL mini twist ini akan digunakan perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan garansi dan pengambilan keputusan lainnya seperti berapa jam sehari sebaiknya lampu dipakai. Secara umum lampu CFL memiliki daya tahan selama 6000 jam untuk pemakaian standar 5 jam sedangkan incandescent light bulb memiliki daya tahan selama 1500 jam.

    Adinda Moizara J
    2509100069
    PTK Kelas D

  132. Revisi

    PT Abdi Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi tabloid anak-anak.pada peruhaan percetakan, pemilihan mesin percetakan merupakan salah satu hal kritis dari bisnis percetakan. setelah menentukukan jenis mesin yang sesuai, perusahaan harus mampu merawat dan menjaga keandalan mesin. pilihan mesin percetakan jatuh pada mesin web offset. mesin ini mampu memproduksi 50000 eksemplar/ jam nya. salah satu komponen kritis dari mesin cetak web offset adalah cutting rubber. sehingga komponen ini memerlukan perawatan yang baik agar tetap handal. sehingga untuk mengetahui keandalan komponen cutting rubber ini perlu dilakukan perhitungan failure density , hazard rate dan reliability komponen.

    Urwatuz Zahara
    2509100058
    PTK Kelas A

    • keandalan komponen cutting rubber pada mesin cetak web offset pada perusahaan percetakan PT Abdi Jaya

  133. Analisis Keandalan Terhadap Mesin Destilasi Minyak Atsiri di PT. Sitampai

    Minyak atsiri adalah salah satu hasil pengelolaan kekayaan alam Indonesia, yaitu minyak yang dihasilkan dari dedaunan, rimpang dan kayu tumbuhan nilam, cengkeh, kayu wangi, daun sirih, rimpang jahe, dsb. Dengan bahan yang melimpah ruah, Indonesia menjadi pemasok minyak atsiri terbesar di dunia. PT. Sitampai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan minyak atsiri. Proses produksi merupakan proses bisnis utama yang harus dipenuhi agar target perusahaan dapat tercapai. Namun pengetahuan dan kesadaran akan keandalan dan perawatan mesin masih sangat minim, dikarenakan posisi proses produksi dilakukan tersebar di daerah-daerah dengan bekerjasama langsung dengan para petani nilam meliputi hampir seluruh wilayah Sulawesi. Maka perlu dilakukan analisis keandalan dan perencanaan pemeliharaan untuk mesin destilasi yang digunakan untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan melalui perbaikan keandalan mesin. Mesin dengan kode DST-50B ini, memiliki kapasitas produksi 50kg/jam. Menggunakan metode boiler, petani mengeluhkan adanya permasalahan pada mesin ini setiap 3-4 bulan sekali. Analisa keandalan dilakukan dengan perhitungan Reliability, Failure Density, dan Hazard Rate. Data yang dibutuhkan dalam perhitungan dan tidak didapatkan oleh penulis akan diasumsikan. Nantinya dari perhitungan tersebut akan dilakukan analisis untuk menghasilkan perencanaan pemeliharaan dengan Preventive Maintenance.

    Ikhsan Salman
    2509100079
    PTK Kelas D

  134. ANALISA UJI KEANDALAN PADA PRODUK JARUM MESIN JAHIT (ukuran 8) PADA PT JARUM 27
    PT jarum 27 merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan jahit berupa jarum. Jenis jarum yang diproduksi adalah jarum serbaguna(untuk menjahit tangan), jarum mesin jahit, dan jarum mesin obras dari berbagai ukuran. Bahan baku yang digunakan untuk membuat jarum adalah kawat baja karbon tinggi dengan lapisan luar nikel. PT Jarum 27 mendistribusikan produk mereka kepada perusahaan konveksi dan juga kios – kios umum yag menjual alat jahit. Perusahaan meng-klaim bahwa jarum mesin jahit mereka dapat bertahan selama 1000 jam pemakaian tanpa henti. Beberapa bulan terakhir, PT Jarum 27 sering mendapat complain dari perusahaan konveksi yang bekerja sama dengan mereka terkait ketahanan jarum mesin jahit. Kebanyakan jarum mesin jahit ini sering sekali mengalami patah atau bengkok yang mengganggu keberlanjutan proses produksi.
    Untuk mengatasinya, PT Jarum 27 ingin melakukan uji keandalan kepada jarum mesin jahit ukuran 8 (merupakan jenis jarum yang sering dipesan perusahaan konveksi). Uji keandalan dilakukan pada 100 sample jarum mesin jahit yang bekerja bersama dengan produk (jenis jahitan) dan mesin yang sama. Interval waktu yang digunakan adalah 0-1000 jam dengan pengecekan setiap 8 jam sekali. Parameter kerusakan adalah ketika jarum mengalami bengkok atau patah. Perhitungan yang dilakukan dari data adalah failure density, reliability, dan hazard rate. Hasil perhiutngan akan direpresentasikan dalam grafik sehingga lebih mudah dalam mengetahui umur pemakaian jarum.

    Widhani Putri
    2510100146
    PTK Kelas B

    • Revisi

      ANALISA UJI KEANDALAN PADA PRODUK JARUM MESIN JAHIT (ukuran) PADA PT JARUM 27
      PT jarum 27 merupakan perusahaan yang memproduksi jarum. Jenis jarum yang diproduksi adalah jarum serbaguna(untuk menjahit tangan), jarum mesin jahit, dan jarum mesin obras dari berbagai ukuran. Bahan baku jarum adalah kawat baja karbon tinggi dengan lapisan luar nikel. PT Jarum 27 mendistribusikan produk mereka kepada perusahaan konveksi dan kios umum alat jahit. Perusahaan meng-klaim bahwa jarum mesin jahit mereka bertahan selama 1000 jam pemakaian tanpa henti. Beberapa bulan terakhir, PT Jarum 27 sering mendapat complain dari perusahaan konveksi yang bekerja sama dengan mereka terkait ketahanan jarum mesin jahit. Kebanyakan jarum mesin jahit ini sering mengalami kerusakan yang mengganggu keberlanjutan proses produksi.
      Untuk mengatasinya, PT Jarum 27 ingin melakukan uji keandalan kepada jarum mesin jahit ukuran 8 (jenis jarum yang sering dipesan perusahaan konveksi). Uji keandalan dilakukan pada 100 sample jarum mesin jahit yang bekerja bersama dengan produk (jenis jahitan) dan mesin yang sama. Interval waktu yang digunakan adalah 0-1000 jam dengan pengecekan setiap 8 jam sekali. Parameter kerusakan adalah ketika jarum mengalami bengkok/patah. Perhitungan yang dilakukan adalah failure density, reliability, dan hazard rate. Hasil perhiutngan akan direpresentasikan dalam grafik.

      Widhani Putri
      2510100146
      PTK Kelas B

  135. Analisa Keandalan pada Toshiba Excite X10

    Pada tahun 2012 perusahaan elektronik terbesar Toshiba akan mengeluarkan produk baru yakni Toshiba Excite X10, Tablet Tipis dan Tahan Banting. Excite X10 merupakan salah satu tablet 10 inci yang sangat tipis. Bagian belakangnya menggunakan materi magnesium alloy berkualitas tinggi, sehingga membuatnya tangguh. Display antigores Gorilla Glass dan coating anti-noda membuat tablet ini tahan banting. Selain tipis, tablet ini juga cukup ringan, yakni hanya sekitar 535 gram. Selain anti gores, layar yang digunakan tablet ini juga dilengkapi dengan teknologi Auto Brite untuk memberikan tampilan cemerlang. Sebelum meluncurkan produknya, perusahaan ingin melakukan percobaan atau pengetesan terhadap tablet yang telah diproduksi. Hal ini untuk mengetahui apakah tablet bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu pengetesan yang dilakukan yaitu dengan melakukan tes jatuh, pada tes ini tablet akan dijatuhkan dari ketinggian tertentu, sebanyak 300 sampel tablet di tes jatuh untuk melihat ketahanan dari tablet tersebut. Selama kurun waktu tersebut perusahaan bisa melihat secara langsung berapa banyak tablet yang mampu bertahan. Cara ini sangatlah effektif karena perusahaan bisa menghitung failure rate, hazard rate dan reliabilitynya.

    Anik Puji Rahayu
    2510100072
    PTK-D

  136. Analisa Keandalan Pengolahan Kertas

    Lokasi yang digunakan dalam studi kasus ini adalah pabrik kertas PT Kertas Padalarang. Adapun peralatan yang diteliti adalah mesin pengolah kertas di mana dalam studi kertas tersebut dinyatakan sudah memiliki data berupa MTTF, MTBF dan MTTR dari perusahaan manufakturnya. Namun data-data tersebut hanya bisa berlaku jika penggunaan mesin pengolah kertas tersebut sesuai dengan kondisi dan operasi yang telah disarankan oleh perusahaan manufakturnya. Sehingga jika kondisi dan pengoperasian mesin tersebut ternyata berbeda dengan yang telah ditentukan oleh manufaktur, maka data-data reabilitas tersebut tentunya tidak bisa dipakai sebagai pedoman.
    Analisa keandalan yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan perhitungan Reliability, Failure Density, dan Hazard Rate terhadap mesin pengolah kertas tersebut.

    Afif Burhanuddin
    2508100705
    PTK Kelas C

  137. Analisa keandalan dari produk gadget Tab dari perusahaan iTabs.

    Perusahaan iTabs ingin menguji keandalan produk gadget barunya berupa sebuah tab. Pengujian pertama ditujukan untuk aplikasi musiknya karena keunggulan yang dibawa untuk pemasaran produk ini adalah aplikasi musiknya. Produk yang diuji sebanyak 200 buah. Pengujian dilakukan dengan sistem pemakaian 200 tab itu secara bersamaan, dengan ketentuan memakai aplikasi media playernya (music) secara nonstop (24jam) setiap harinya hingga titik dimana tab mengalami gangguan dan dihentikan pengujiannya terhadap tab yang mengalami kerusakan tersebut. Output dari pengujian ini akan diolah dengan perhitungan failure density , hazard rate dan reliability komponen. Hasil perhitungan tersebut kemudian digambarkan dalam bentuk grafik. Dari grafik tersebut, dapat dilihat bagaimana performansi maksimal dan minimal dari aplikasi music tab tersebut seperti saat berapa lama tab tersebut akan rusak jika digunakan aplikasi musiknya terus menerus. Dan kemudian dapat diketahui apakah target keandalan sudah sesuai dengan hasil uji keandalannya.

    Ratri Wulandari
    2510100155
    PTK kelas C

  138. Analisa Keandalan pada PT. Semen Tonasa Makassar
    PT. Semen Tonasa Makassar merupakan perusahaan produsen semen yang berdiri sejak tahun 1968. Tonasa memiliki tiga unit pabrik, diantaranya Tonas II, Tonasa III, dan Tonasa IV. Ketiga unit pabrik tersebut memiliki kapasitas masing-masing 590.000 ton per tahun untuk unit II dan III serta 380.000 ton per tahun untuk unit IV. Kinerja dan produktivitas dari unit II dan III dinilai cukup baik, sedangkan pada unit IV dinilai masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari selisih produktivitas yang cukup jauh dengan kedua unit lainnya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada kurun waktu lima tahun ini, Tonasa unit IV telah mengalami beberapa kali kegagalan produksi. Hal ini dikarenakan fenomena downtime machine yang rata-rata terjadi selama 582,5 jam per tahunnya. Hal ini dinilai terlalu lama dan tidak terjadwal jika dibandingkan dengan unit lainnya. Untuk mengurangi downtime machine yang ada, perlu dilakukan beberapa analisa keandalan, diantaranya analisa failure rate, reliability serta availability sehingga produktivitas mampu dimaksimalkan.

    Shafira Saravina
    2510100067
    PTK Kelas C

    • Revisi :
      Analisa Keandalan pada PT. Semen Tonasa Makassar
      PT. Semen Tonasa Makassar merupakan perusahaan produsen semen yang berdiri sejak tahun 1968. Tonasa memiliki tiga unit pabrik, diantaranya Tonas II, Tonasa III, dan Tonasa IV. Ketiga unit pabrik tersebut memiliki kapasitas masing-masing 590.000 ton per tahun untuk unit II dan III serta 380.000 ton per tahun untuk unit IV. Kinerja dan produktivitas dari unit II dan III dinilai cukup baik, sedangkan pada unit IV dinilai masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari selisih produktivitas yang cukup jauh dengan kedua unit lainnya. Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh kinerja mesin yang kurang maksimal saat proses pembuatan semen itu sendiri. Tahapan-tahapan yang harus dilewati untuk membuat semen diantaranya penambangan bahan, penimbangan, pengeringan disertai penghancuran bahan material, pembakaran, pendinginan dan diakhiri penggilingan akhir dan penyimpanan. Crusher adalah suatu mesin yang dipergunakan untuk memperkecil dimensi/ukuran suatu raw materials. Didalam industri semen, alat ini banyak digunakan untuk memperkecil ukuran-ukuran/dimensi limestone, Clay dan lain-lain yang ditambang di Quarry dengan cara peledakan yang ukuran/dimensi raw metrial masih cukup besar.Untuk mengurangi downtime machine yang ada, perlu dilakukan beberapa analisa keandalan, diantaranya analisa failure rate, reliability serta availability sehingga produktivitas mampu dimaksimalkan.

      Shafira Saravina
      2510100067
      PTK Kelas C

  139. Analisa Keandalan Sistem Pendingin (Cold Storage) pada PT. PQR

    Dewasa ini, performansi pada suatu produk sangat dipertimbangkan. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam menjaga performansi produk adalah mesin pendingin (cold storage). Mesin pendingin dapat menjaga produk dalam keadaan steril. Untuk mendukung jalannya proses produksi agar tidak terhenti atau macet oleh karena suatu kerusakan mesin pendingin (cold storage), diperlukan tindakan perawatan atau pergantian suatu komponen pada system mesin pendingin. Sehingga, pentingnya keandalan dari cold storage sangat diperlukan. Analisa keandalan dilakukan dengan dilakukannya uji coba keandalan. Pengujian dilakukan pada 300 produk, dalam interval waktu 100 jam pengujian. Perusahaan ingin mengetahui diantaranya, reliability, failure density, serta hazard rate dari produk. dan kemudian akan ditampilkan daam bentuk grafik.

    Nurul Rizki Utami
    2510100121
    PTK Kelas C

  140. Revisi: Analisa Mesin COAL MILL UNITS PT. Semen X, Tbk

    Masalah yang timbul pada unit Coal Mill pabrik Semen X adalah fenomena Downtime Machine yang sering tak terjadwal serta tidak adanya pengelompokkan komponen-komponen kritis sebagai acuan dalam proses maintenance yang mana akibatnya pihak management tidak dapat memetakan tindakan perawatan yang optimum terhadap kerusakan mesin berdasarkan failure mode. Data input hanya diambil dari Coal Mill PT. Semen X untuk equipment number 473. Proses produksi dilakukan selama 20 jam atau selama 1200 menit. Dengan interval tiap 200 menit dilihat apakah downtime machine telah memenuhi ketepatan sesuai dengan spesifikasi yang diharapakan yaitu tidak terjadinya kegagalan fungsi mesin selama interval tersebut, lalu dicatat hingga batas waktu terakhir yaitu 1200 menit. Supaya Downtime Machine memenuhi ketepatan dan dapat diprediksi serta tindakan maintenance yang diambil tepat sesuai dengan failure mode maka Analisa keandalan yang dilakukan berdasarkan data waktu antar kegagalan meliputi penentuan laju kerusakan (failure rate), Hazard rate, dan reliability .

    Karina Rizky Ismantia
    2510100100
    PTK-D

  141. Analisa Keandalan pada lapisan Coating produk panel surya PT. Panas Abadi (Asumsi studi kasus sendiri)

    PT. Panas Abadi adalah produsen panel surya yang sedang melakukan improvement terhadap produknya dengan menambahkan lapisan coating yang dapat meningkatkan penyerapan tenaga dan energi yang dihasilkan, melebihi produk panel surya biasa. Untuk menjaga performansi produk, dilakukan pengujian reliabilitas terhadap sejumlah unit produk terhadap penyebab-penyebab failure yang telah teridentifikasi sebelumnya. Pada studi kasus ini dilakukan analisis terhadap penurunan keandalan coating, salah satu penyebab berkurangnya energi yang dihasilkan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui ketahanan coating terhadap perubahan temperatur dengan menggunakan standar prosedur siklus ATL, yaitu pemanasan dari suhu kamar hingga 950C (4 jam pada 950C), lalu didinginkan perlahan hingga kembali ke temperatur kamar (150 menit dalam oven) dan dibiarkan tetap dalam temperatur kamar selama 24 jam. Waktu total pengujian (tiap unit) diasumsikan 44 jam. Dari hasil pengujian, akan diketahui keandalan coating yang digunakan oleh PT. Panas Abadi dengan menghitung failure rate, hazard rate dan reliability.

    Aisyah
    2509100109
    PTK A

  142. (REVISI)
    Analisis Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability Pada LCD Projectors Merek X

    LCD Projector X merupakan jenis proyektor yang memiliki fungsi untuk menampilakan gambar, video, dan data dari komputer pada suatu layar. Pada umumnya LCD projector dibutuhkan untuk menampilkan suatu presentasi pada aktivitas perkuliahan, pelatihan, seminar, rapat, sidang, dan forum lainnya yang terdapat cukup banyak peserta. Begitu juga dengan LCD Projector X yang di-launching karena melihat kebutuhan untuk aktivitas-aktivitas tersebut, akan tetapi sebelum produk di-launching, perusahaan X ingin melakukan percobaan terlebih dahulu sebelum menentukan berapa lifetime yang optimal untuk dituliskan pada spesifikasi produk. Pada umumnya LCD projector yang lain memiliki lifetime menyala selama 2000 jam, namun perusahaan X tetap membutuhkan data kuantitatif dari percobaan produknya sendiri sebelum menentukan lifetime yang sesuai untuk LCD Projectors X, dimana data kuantitatif tersebut juga dapat digunakan sebagai data acuan untuk produksi-produksi berikutnya. Data dikumpulkan dari tes di beberapa time interval (1-100 jam, 101-200 jam, dan seterusnya) sampai kerusakan pada interval muncul pada keseluruhan 200 LCD Projector X.
    (Nilai yang ada pada studi kasus merupakan asumsi yang menyesuaikan lifetime dari LCD Projectors di pasaran.)

    PRATITA SARASWATI
    2509100067
    PTK-C

  143. (Revisi)
    Analisa Keandalan Mesin Pengupas Kulit Nanas GINACA Berdasarkan Uji Penyimpangan Hasil Slugh Nanas Yang Cacat.
    (Karangan dan Asumsi sendiri berdasarkan pengalaman KP)

    Pada saat ini ilmu pengetahuan (science) begitu berkembang dengan pesat di berbagai sektor khusunya di industri manufaktur. Begitu halnya dengan industri food & beverages yang sekarang sudah banyak menerapkan aplikasi teknologi tersebut, untuk kasus ini yaitu Mesin Pengupas Kulit Nanas (GINACA) yang terotomasi.

    Pengujian reliability terhadap Mesin GINACA ini dilakukan dengan analisa terhadap data Quality Control Slugh (Nanas hasil kupasan mesin) yang ada indikasi mengalami penyimpangan yang disebabkan oleh mesin seperti Slugh nanas yang pecah, kupasan tidak sempurna, nanas remuk dan nanas yang terkontaminasi material anorganik yang berasal dari mesin. Dengan cara yang sederhana, analisa dilakukan dengan meninjau data historis penyimpangan terhadap buah nanas, sebagai contoh sebuah mesin GINACA mampu mengasilkan 80 buah Slugh nanas dalam 1 menit yang berarti 4800 slugh dalam 1 jam dan 115.200 slugh dalam 24 jam penuh produksi dalam satu line dan selama itu dilakukan pengamatan apakah ada slugh yang mengalami penyimpangan, pengamatan dilakukan dapat dilakukan dengan mudah pada setiap buah slugh yang keluar dari mesin GINACA karena dibagi ke banyak line produksi dan mengalami beberapa proses sortir untuk memastikan kualitas slugh tersebut, selain itu setelah 24 jam (2 shift produksi) dilakukan pengecekan terhadap mesin GINACA apakah ada masalah pada mesin yang menyebabkan penyimpangan pada slugh nanas . Lalu setelah uji berakhir didapatkan data historis selama pengujian dengan hasil Failure Density, Hazard Rate dan Reliabilty Rate nya.
    Lalu data diolah dan divisualisasikan dalam bentuk grafik sehingga dapat diamati tingkat keandalannya secara statistik untuk proses perbaikan kedepannya.

    Randa Tio Alexy
    2509 100 082
    PTK-A

  144. (Revisi)
    PERHITUNGAN KEANDALAN MESIN SEAMER KALENG NANAS
    Study kasus pada PT Great Giant Pinepple, saat pelaksanaan kerja praktek.

    Industri saat ini memiliki kompleksitas proses yang sangat beragam untuk mengolah produk dari material datang hingga menjadi produk akhir. Kompleksitas tersebut juga menyebabkan mesin yang beroperasi pada line produksi juga begitu beragam. Studi kasus yang diambil berada di pabrik nanas PT Great Giant Pineapple yang berada di provinsi Lampung Tengah. PT Great Goiant Pineapple bergerak pada produksi nanas kaleng dengan pasar ekspor ke berbagai negara di belahan dunia. Selain itu PT Great Giant Pineapple juga memproduksi sendiri kaleng nanas yang digunakan sebagai wadah produk. Fokusan mesin yang diamati terletak pada mesin seamer kaleng, dimana fungsi mesin tersebut untuk memasang tutup kaleng ke badan kaleng yang telah dimasukkan potongan nanas sebelumnya. Kendala yang sering dihadapi terletak pada output kelang berisi nanas yang telah dipasangi tutup tetap mengalami kebocoran karena mesin seamer tidak beroperasi secara maksimal. Faktor yang dapat mempengaruhi berkurangnya keandalan mesin seamer dapat dikarenakan perawatan yang kurang rutin dari sisi cek suhu mesin seamer dan tingkat tekanan penutup yang digunakan. Data yang diambil berupa tingkat rata-rata kerusakan mesin seamer, dilihat dari berapa banyak kaleng yang rusak, dan juga umur mesin tersebut.

    HANIF GALIH PRATAMA
    2509100093
    PTK – D

  145. Analisa Reability, Failure Rate dan Hazard Rate pada Mesin CNC PT XYZ (Asumsi kasus sendiri)

    PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur dengan output yang dihasilkan adalah baja dan logam. Seiring berkembangnya jaman, PT XYZ berusaha untuk selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produknya untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produknya di pasaran. Upaya peningkatan kualitas tersebut sangat bergantung pada keandalan mesin-mesin produksi yang digunakan. Dalam hal ini, PT XYZ menerapkan sistem preventif maintenance untuk menjaga keandalan mesin-mesinnya yaitu dengan mengecek dan maintenance secara berkala/ periodik dan pada saat yang tepat untuk semua mesin dan fasilitas produksi yang digunakan. Namun tidak sepenuhnya penerapan preventif maintenance yang dilakukan PT XYZ berjalan dengan lancar. Salah satu mesin yang digunakan untuk memproduksi baja dan logam tersebut adalah mesin CNC atau mesin bubut. Namun, sering terjadi kerusakan pada mata pahat untuk pemotongan logam, serta terjadinya error pada sistem software yang digunakan yang terjadi pada waktu interval maintenance. Hal ini tentu menyebabkan kerugian bagi perusahaan yaitu terjadinya downtime, biaya maintenance lebih tinggi dan proses produksi berhenti sejenak (kemacetan). Dapat dihitung bahwa dalam setahun terjadi downtime sebesar 15% dari keseluruhan jam kerja serta biaya maintenance membengkak 10% dari anggaran.Maka dari itu, perlu adanya analisis dan perhitungan mengenai failure rate, hazard rate dan tingkat reability mesin CNC tersebut.

    Bresti Alma Mustikaningrum
    2510100139
    PTK B

  146. REVISI

    ANALISIS FAILURE DENSITY, HAZARD RATE, DAN RELIABILITY PADA PRODUK HANDPHONE ABC

    Pada era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat dan pesat. Salah satunya di bidang komunikasi, yaitu telepon genggam (handphone). Salah satu perusahaan XYZ merupakan produsen handphone. Banyaknya variasi merk, jenis, model, serta service purna jual handphone sekarang ini memberikan pilihan yang banyak bagi konsumen. Kondisi ini memaksa setiap perusahaan untuk melakukan pemantauan pasar dalam upaya mengetahui dan memenuhi kebutuhan konsumen serta menghadapi persaingan pasar handphone. Pada tahun 2014 Perusahaan XYZ akan mengeluarkan produk handphone yang memiliki kualitas bagus yakni memiliki daya tahan yang kuat, memberikan layanan paska jual berupa garansi (lifetime produk) dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan customer need, berupa handphone canggih tipe ABC. Sebelum produk itu dipasarkan, maka perusahaan XYZ akan melakukan uji keandalan produk handphone ABC tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan produk dan menentukan lifetime untuk pemberian masa garansi produk. Proses uji tingkat keandalan dilakukan pada 100 produk, dengan interval waktu pengujian 100 jam. Proses pengujian akan dilakukan dengan cara ditekan oleh lengan robot selama ratusan ribu kali dengan kecepatan tinggi dan beban tertentu. Data kuantitaif hasil pengujian ini akan dijadikan sebagai input failure density, hazard rate, dan reliability pada produk handphone tersebut. Sehingga dapat dilakukan analisa dalam pengambilan keputusan.

    Zulvah
    2510100075
    PTK Kelas B

  147. Revisi

    Analisa failure density, hazard rate dan reliability pada produk Monitor Komputer

    Di jama yang serba teknologi ini, komputer merupakan peralatan yang paling penting yang dibutuhkan oleh semua orang. Walaupun komputer jinjing (laptop dan notebook) mulai menjamur namun komputer personal masih banyak digunakan di rumah maupun di perkantoran. Salah satu perangkat penting dari komputer adalah Monitor.
    PT. Nusantara Teknologi yang memproduksi monitor ingin mengetahui tingkat failure density, hazard rate dan reliability pada produk buatannya. Maka perusahaan ini menggunakan 150 sample untuk melihat apakah produk buatannya mempunyai tingkat keandalan yang baik.Proses pengujian dilakukan dengan pemaksimalan penggunaan monitor. Setelah dilakukan proses pengujian, maka data kuantitatif tersebut diolah sehingga dapat dilakukan analisa yang berguna bagi perusahaan.

    Puti Sinansari
    2509100036
    PTK-D

  148. ANALISA RELIABILITY, FAILURE RATE, dan HAZARD RATE PADA PT. HORWEEN TANNERY
    Perusahaan Horween tannery adalah perusahan penyamakan kulit. Perusahaan tersebut memproduksi banyak jenis kulit. Pada tahun ini, perusahaan tersebut akan merilis varian baru. Untuk mengetahui ketahanan lentur kulit tersebut, perusahaan mengambil 500 unit kulit sebagai sample, yang kemudian akan di uji kelenturan. Pengujian tersebut dilakukan selama 5000 jam dengan interval waktu sebesar 1000 jam. Dari pengujian tersebut, didapatkan data produk yang gagal selama interval waktu tertentu. Data tersebut akan menjadi input untuk perhitungan reliability rate, failure density, dan juga hazard rate. Output yang didapatkan dari perhitungan tersebut adalah data mengenai realiability, failure dan hazard. Yang nantinya akan ditampilkan kedalam grafik, untuk mengetahui secara lebih mudah kenaikan ataupun penurunan ketiga faktor tersebut. Dari data-data yang telah didapatkan, perusahaan dapat mengetahui berapa lama jangka waktu garansi yang diberikan kepada konsumen. Agar perusahaan tidak rugi, namun juga mendapatkan predikat yang baik di mata konsumen.

    Resa Christa Nugraha
    2510100020
    kelas C

  149. Analisa Failure Density, Hazard Rate, Reliability pada ban motor tipe AZ4223 dari PT.Azul Sejahtera (asumsi)

    Uji keandalan Ban Motor tipe AZ4223 produksi PT.Azul Sejahtera dengan menggunakan 500 buah ban yang diuji pada Sirkuit Sukolilo yang memiliki struktur dan tekstur aspal yang sama dengan struktur dan tekstul aspal jalanan di Indonesia. Spesifikasi ban yang diuji ini memiliki ukuran 2.5-17 atau dapat dibaca sebagai tinggi dan lebar ban sebesar 2,5 inchi/63,25mm dan diameter velg sebesar 17 inchi/431,8mm, load index sebesar 38 atau maksimal beban sebesar 132 kg, speed rating L atau kecepatan maksimal 120 km/jam, dan kedalaman tapak ban sebesar 4,6 mm. Pengujian dilakukan dengan kecepatan stabil 80 km/jam dengan beban 120 kg dan dilakukan pencatatan kondisi ban setiap interval 1000 km hingga batas jarak terakhir yaitu 10.000km. Kondisi ban dinyatakan failure ketika ban robek, meletus, maupun kedalaman tapak ban terkikis hingga kurang dari 2,5mm. Setelah didapatkan data dari pengujian tersebut dicari Failure Density, Hazard Rate, Reliability pada ban apakah layak digunakan atau tidak dan dibuat grafik untuk mengetahui trend pada data pengujian ban motor tersebut

    ZULNIO TARAKANANTYO Y P
    2510 100 042
    Kelas B

    • (REVISI) Analisa Failure Density, Hazard Rate, Reliability pada ban motor tipe AZ4223 dari PT.Azul Sejahtera (asumsi)

      Uji keandalan Ban Motor tipe AZ4223 produksi PT.Azul Sejahtera dengan menggunakan 500 buah ban yang diuji pada Sirkuit Sukolilo yang memiliki struktur dan tekstur aspal yang sama dengan struktur dan tekstul aspal jalanan di Indonesia. Spesifikasi ban yang diuji ini memiliki ukuran 2.5-17 atau dapat dibaca sebagai tinggi dan lebar ban sebesar 2,5 inchi/63,25mm dan diameter velg sebesar 17 inchi/431,8mm, load index sebesar 38 atau maksimal beban sebesar 132 kg, speed rating L atau kecepatan maksimal 120 km/jam, dan kedalaman tapak ban sebesar 4,6 mm. Pengujian dilakukan dengan kecepatan stabil 100 km/jam dengan beban 120 kg dan dilakukan pencatatan kondisi ban setiap interval 1000 km hingga batas jarak terakhir yaitu 10.000km, jika dikonversikan dalam jam maka dilakukan pencatatan setiap 10 jam dengan total waktu 100 jam. Kondisi ban dinyatakan failure ketika ban robek, meletus, maupun kedalaman tapak ban terkikis hingga kurang dari 2,5mm. Setelah didapatkan data dari pengujian tersebut dicari Failure Density, Hazard Rate, Reliability pada ban apakah layak digunakan atau tidak dan dibuat grafik untuk mengetahui trend pada data pengujian ban motor tersebut
      ZULNIO TARAKANANTYO Y P
      2510 100 042
      Kelas B

  150. Analisis Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability Pada Mesin Kompressor PT ABG

    PT ABG adalah salah satu perusahaan yang menyuplai gas alam untuk keperluan industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dalam melakukan suplai, perusahaan menggunakan trailer pada pendistribusiannya. Mesin yang digunakan untuk melakukan pengisian trailer adalah beberapa buah kompressor yang diproduksi Aspro dengan model IODM 115/4. Mesin tersebut memiliki kapasitas 100 meter kubik per jam. Preventive maintenance dipilih perusahaan untuk mencegah terhentinya proses produksi dan tidak terpenuhinya permintaan konsumen yang nantinya berakibat pada service level perusahaan. Maka dari itu, dilakukan pengukuran tingkat keandalan pada komponen penting dari mesin, yaitu valve, untuk menjaga tetap berlangsungnya proses produksi. Parameter-parameter yang digunakan untuk mengukur keandalan komponen valve tersebut adalah failure density (Ft), hazard rate (λt), dan reliabiliti (Rt). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap 50 buah valve dengan interval 1000 jam hingga seluruh valve break.

    Fandy Achmad
    2509100137
    PTK-B

  151. (REVISI)
    STUDI KASUS : ANALISA KEANDALAN PADA SEBUAH GERGAJI YANG DIPRODUKSI OLEH PT “CANDRA JAYA”
    Didalam tugas ini akan dilakukan sebuah penelitian keandalan sebuah Gergaji yang diproduksi oleh P.T “Candra Jaya”. Sebuah gergaji tersebut dilakukan pengujian dengan cara memotong sebuah kayu untuk dibuat kursi. Gergaji tersebut akan di tes keandalannya selama 1 bulan, dalam 1 bulan diasumsikan gergaji tersebut bekerja untuk memotong kayu sebanyak 30 kali. Di tengah perjalanan, pada saat gergaji itu bekerja terdapat kendalan gergaji tersebut kurang tajam dalam memotong sebuah kayu. Sehingga, dalam kasus ini akan dilakukan sebuah perhitungan Failure Rate, Hazard Rate serta Reliability Rate dengan menggunakan distribusi eksponensial. Selain itu, kita mengasumsikan keandalan komponen dalam kurun waktu tertentu dengan cara menggambar sebuah Grafik Failure Rate. Setelah melakukan perhitungan tersebut, kita dapat menentukan fungsi keandalan gergaji “Candra Jaya”, fungsi kerapatan dari life time gergaji “Candra Jaya” dan menentukan MTTF gergaji “Candra Jaya”.

  152. Studi kasus UKM fotocopy disalah satu lokasi di Surabaya mengangkat problem tentang maintenance dari mesin – mesin fotocopy yang dimiliki oleh UKM. sebagaimana peranan mesin – mesin fotocopy pada UKM ini sangatlah penting maka dibutuhkan maintenance yang baik supaya mesin dapat beroperasi dengan baik sehingga mendukung produktivitas UKM. UKM ini memiliki 2 buah mesin fotocopy, dimana maintenance yang dilakukan selama ini yaitu corrective maintenance, mesin mendapatkan perawatan ketika terjadi kerusakan, dan maintenance ini dilakukan oleh mechanic outsource. Namun sering pula dilakukan maintenance sederhana seperti pembersihan bagian luar maupun bagian dalam mesin, juga dilakukan pergantian sparepart jika diperlukan, maintenance sederhana ini dilakukan secara berkala oleh pihak UKM. Maka dilakukanlah analisis terhadap kinerja dari mesin dengan menggunakan data – data historis untuk mengetahui beberapa hal seperti Reliability (keandalan) dari mesin, failure density dan hazard rate. Dari hasil tersebut kemudian diinterpretasikan untuk menjelaskan tentang bagaimana maintenance yang diterapkan pada UKM.

    MARCEL ADI TRESNA
    2510100106
    PTK-B

  153. Analisis Keandalan Produk Penyedot Debu PT Maju Elektronik

    PT Maju Teknologi adalah sebuah perusahaan elektronik yang memproduksi beberapa jenis peralatan rumah tangga seperti lemari es, microwave, penyedot debu, serta mesin cuci. Menjelang tahun 2013, perusahaan berencana meluncurkan produk mesin penyedot debu baru. Saat ini, perusahaan sedang menguji keandalan mesin penyedot debu tersebut. Pengujian dilakukan dengan cara menyalakan 100 mesin secara bersamaan. Mesin penyedot debu tersebut dibiarkan terus menyala dengan kipas/fan yang terus berputar hingga 1000 jam. Pada tiap interval 100 jam dilakukan pengecekan terhadap mesin-mesin tersebut apakah ada yang mulai menurun keandalannya misalkan RPM kipas tidak sesuai lagi dengan standar, atau ada mesin penyedot debu yang tidak dapat menyala lagi. Setelah data selama 1000 jam tersebut diperoleh, perusahaan akan menentukan berapa failure density, hazard rate hingga reliability–nya. Dari data tersebut akan diperoleh gambaran keandalan produk dari waktu ke waktu.

    Iftitah Yuki Andini
    2510100085
    PTK Kelas C

  154. Analisis Keandalan dan Life Time Produk Lampu LED PT. MyLamp

    Penggunaan lampu yang saat ini terus meluas dan bertambah kuantitasnya telah menciptakan peluang pasar yang besar bagi produsen lampu. Kesempatan untuk meraih profit sebesar-besarnya harus ditunjang bukan hanya dari kuantitas produks saja, melainkan juga harus memperhatikan kualitas lampu untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas konsumen. Salah satu karakteristik kualitas lampu yang sangat dipertimbangkan konsumen adalah life time. Life time merupakan implikasi dari keandalan produk sebagai konsekuensi material dan proses produksi yang digunakan.
    Pada tugas ini, akan diuraikan mengenai pengujian keandalan lampu produksi PT. MyLamp. Dalam pengambilan data, digunakan sampel sebanyak 1000 buah lampu dan dinyalakan selama 25.000 jam. Interval pengambilan data dilakukan setiap 2500 jam. Lampu diuji coba pada tegangan konstan 3 volt. Hasil akhir dari uji keandalan ini adalah failure rate f(t), hazard rate h(t), dan reliability R(t). Hasil perhitungan ketiga elemen tersebut selanjutnya digambarkan ke dalam grafik untuk kemudian dianalisis.

    Aulia Rizal W
    2510100114
    PTK-A

  155. REVISI
    STUDI KASUS : ANALISA KEANDALAN PADA SEBUAH GERGAJI YANG DIPRODUKSI OLEH PT “CANDRA JAYA”
    Didalam tugas ini akan dilakukan sebuah penelitian keandalan sebuah Gergaji yang diproduksi oleh P.T “Candra Jaya”. Sebuah gergaji tersebut dilakukan pengujian dengan cara memotong sebuah kayu untuk dibuat kursi. Gergaji tersebut akan di tes keandalannya selama 1 bulan, dalam 1 bulan diasumsikan gergaji tersebut bekerja untuk memotong kayu sebanyak 30 kali. Di tengah perjalanan, pada saat gergaji itu bekerja terdapat kendalan gergaji tersebut kurang tajam dalam memotong sebuah kayu. Sehingga, dalam kasus ini akan dilakukan sebuah perhitungan Failure Rate, Hazard Rate serta Reliability Rate dengan menggunakan distribusi eksponensial. Selain itu, kita mengasumsikan keandalan komponen dalam kurun waktu tertentu dengan cara menggambar sebuah Grafik Failure Rate. Setelah melakukan perhitungan tersebut, kita dapat menentukan fungsi keandalan gergaji “Candra Jaya”, fungsi kerapatan dari life time gergaji “Candra Jaya” dan menentukan MTTF gergaji “Candra Jaya”.

    HELIAWATI
    2510100078
    PTK-D

  156. (Revisi)
    Analisa Keandalan Pada Produk Televisi PT Bina Sejahtera

    PT Bina Sejahtera adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi alat – alat elektronik. Salah satu alat elektronik yang diproduksi adalah televisi. Banyaknya produk televisi dengan berbagai variasi yang ditawarkan di pasaran menyebabkan adanya persaingan yang semakin ketat. Dalam menghadapi persaingan yang ada, PT Bina Sejahtera akan menawarkan keunggulan produk televisinya dari segi keandalan produk agar dapat menarik perhatian konsumen. Untuk mengetahui keandalan dari produk televisi sebelum dipasarkan, maka perusahaan melakukan analisa terhadap keandalan televisi dengan menggunakan interval waktu kerusakan. Pengujian dilakukan dengan cara mengoperasikan produk televisi di bawah kondisi normal. Pengujian ini dilakukan pada 100 buah sampel televisi dengan interval waktu setiap 500 jam. Pengujian akan berhenti jika semua produk televisi yang diuji mengalami kerusakan. Dari pengujian tersebut, akan didapatkan hasil berupa failure density , hazard rate dan reliability dari produk televisi. Hasil yang diperoleh selanjutnya dibuat grafik yang akan merepresentasikan keandalan dari produk televisi yang diproduksi PT Bina Sejahtera.

    • (Revisi)
      Analisa Keandalan Pada Produk Televisi PT Bina Sejahtera

      Rahmi Amalia
      2509100148
      PTK Kelas D

  157. STUDY CASE
    Keandalan Mesin Crusher Pada Industri Semen

    Industri pembuatan dan pengolahan semen adalah sebuah industri yang beroperasi secara kontinyu. Berbeda dengan operasi yang berlangsung secara diskrit, operasi yang bersifat kontinyu apabila terjadi keberhentian operasi akan mengakibatkan kerugian yag sangat besar. Oleh karena itu semua komponen mesin yang digunakan dalam sebuah industri pembuatan dan pengolahan semen harus sangat diperhatikan perawatannya.
    Dalam pembuatan semen, dilakukan beberapa proses penting yaitu penghancuran berbagai bahan bahan material, penimbangan, pengeringan, pembakaran, pendinginan, dan penggilingan akhir. Dari beberapa proses diatas, yang dibahas dalam studi kasus kali ini adalah proses penghancuran bahan material yang dilakukan dengan menggunakan mesin crusher. Mesin ini berfungsi untuk memperkecil dimensi dari berbagai bahan material penyusun semen. Mesin ini menjadi kritis karena mesin ini dipergunakan di awal proses pembuatan semen secara keseluruhan yang berarti kerusakan mesin ini akan berakibat keberhentian seluruh proses di bawahnya.
    Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dapat dilakukan sebuah perhitungan – perhitungan untuk mengukur keandalan, antara lain failure density, hazard rate, dan realibility. Ketiga parameter diatas digunakan untuk mengetahui waktu rata – rata terjadinya kerusakan, waktu rata – rata antar kerusakan, dan laju kerusakan yang terjadi pada sebuah mesin.

    Rizki Revianto Putera
    2509100114
    PTK-A

  158. (REVISI)

    Analisis Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability terhadap produk Harddisk di PT. Eastern Digital.

    PT Eastern Digital adalah perusahaan yang memproduksi beberapa komponen komputer antara lain harddisk, mouse, keyboard, dan lain-lain. Salah satu produk unggulan dari PT. Eastern Digital yang banyak diminati di pasaran adalah harddisk. Seiring dengan semakin banyaknya produsen harddisk dengan kualitas yang hampir sama, maka PT Eastern Digital mengambil kebijakan untuk lebih menekankan pada segi keandalan produk sebelum dipasarkan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan proses quality assurance terhadap produk tersebut. Analisa keandalan produk harddisk dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap beberapa sampel produk yang dioperasikan sesuai keadaan rata-rata penggunaan oleh konsumen dalam suatu interval tertentu. Pengujian ini dilakukan pada 400 buah sampel harddisk dengan interval waktu setiap 720 jam sampai semua sampel produk yang digunakan mengalami kerusakan. Hasil yang didapat dari pengujian tersebut adalah berupa failure density , hazard rate dan reliability dari produk harddisk. Selanjutnya akan dibuat grafik yang menggambarkan keandalan dari produk harddisk yang diproduksi PT Eastern Digital.

    • Analisis Failure Density, Hazard Rate, dan Reliability terhadap produk Harddisk di PT. Eastern Digital.

      PT Eastern Digital adalah perusahaan yang memproduksi beberapa komponen komputer antara lain harddisk, mouse, keyboard, dan lain-lain. Salah satu produk unggulan dari PT. Eastern Digital yang banyak diminati di pasaran adalah harddisk. Seiring dengan semakin banyaknya produsen harddisk dengan kualitas yang hampir sama, maka PT Eastern Digital mengambil kebijakan untuk lebih menekankan pada segi keandalan produk sebelum dipasarkan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan proses quality assurance terhadap produk tersebut. Analisa keandalan produk harddisk dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap beberapa sampel produk yang dioperasikan sesuai keadaan rata-rata penggunaan oleh konsumen dalam suatu interval tertentu. Pengujian ini dilakukan pada 400 buah sampel harddisk dengan interval waktu setiap 720 jam sampai semua sampel produk yang digunakan mengalami kerusakan. Hasil yang didapat dari pengujian tersebut adalah berupa failure density , hazard rate dan reliability dari produk harddisk. Selanjutnya akan dibuat grafik yang menggambarkan keandalan dari produk harddisk yang diproduksi serta analisa dalam pengambilan keputusan oleh PT. Eastern Digital.

  159. EKO BUDI FEBRIANTO
    2509.100.023
    PTK-B

    Analisis Keandalan Mesin Rotary Kiln (Studi Kasus: PT. Semen Puger Raya Sentosa)

    Mesin Rotary Kiln atau Tanur Putar adalah sebuah alat berbentuk silinder memanjang horizontal yang diletakkan dengan sudut kemiringan tertentu pada pabrik semen dalam proses pembakaran (firing). Pada ujung mesin Rotary Kiln merupakan tempat material masuk, dan pada ujung mesin lainnya merupakan tempat terjadinya burning zone. Fungsi Rotary Kiln ini ialah merubah material yang masuk kedalam mesin ini dari yang berbentuk agak cair dengan sifat seperti semen, kemudian dengan adanya perubahan suhu didalam mesin, bahan akan berubah menjadi bongkahan padat berukuran kecil (clinker). Dibutuhkan perhitungan failure density, hazard rate, serta reliability dari mesin agar tidak terjadi break down mesin secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan berhentinya proses produksi, dimana mesin-mesin dalam pabrik semen ini bekerja secara dependen.

  160. IKEA merupakan perusahaan yang bergerak pada manufaktur dan distribusi berbagai macam perabotan rumah tangga. Hingga tahun 2002, IKEA sudah menjadi perusahaan dengan 202 toko di 32 negara. Produk IKEA tergolong produk modern dan sesuai dengan tren masyarakat. Salah satu prinsip IKEA adalah mengurangi harga dengan penerapan sistem otomasi sehingga kualitas bisa terjaga. Untuk menjamin keberlangsungan proses produksi yang menggunakan sistem otomasi, IKEA selalu berusaha memastikan keandalan proses produksinya. Salah satunya adalah dengan menentukan reability rate, hazard rate, dan failure density setiap unit produksi yang digunakan IKEA.

    Salah satu contoh uji keandalan unit produksi yang diterapkan di IKEA adalah mengukur keandalan alat pompa kapuk dan udara yang digunakan untuk memproduksi sofa IKEA. Uji keandalan dilakukan dengan melihat kualitas sofa yang dihasilkan alat pompa kapuk dan udara. Sofa yang telah jadi akan ditekan dalam tekanan dan kurun waktu tertentu dan dilakukan pencatatan terhadap jumlah produk yang rusak akibat tekanan tersebut. Dengan melihat tiga parameter reability rate, hazard rate, dan failure rate, dapat ditentukan keputusan yang diterapkan terhadap alat pompa kapuk dan udara IKEA.

    FXIKA Pradana 2509100035

  161. Analisis kehandalan pada sol sepatu
    Sol sepatu merupakan salah satu atribut utama utama dan juga menjadi salah satu bagian yang paling rentan mengalami kerusakan. Perusahaan PPP merupakan perusahaan penghasil sepatu yang juga bekerja sama dengan perusahaan lain untuk melengkapi keperluan sepatu tersebut seperti sol, tali, dll. Sebelum sol ini diterima untuk digunakan, maka perlu dilakukan uji keandalan terhadap sol tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan agar dapat memberikan jaminan kualitas. Proses uji tingkat keandalan dilakukan pada 50 produk. Pengujian akan dilakukan dengan cara menggesek-gesek permukaan sol selama 1500 jam dengan interval 300 jam. Data kuantitaif hasil pengujian ini akan dijadikan sebagai input failure density, hazard rate, dan reliability pada produk sol tersebut. Sehingga dapat dilakukan analisa dalam pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak menggunakan sol tersebut.

    Khairul Anshar
    2510100706
    PTK Kelas A

  162. Analisis Keandalan Lampu Mobil WURTH.Co
    (Studi kasus ini menggunakan asumsi pribadi)

    Lampu mobil merupakan salah satu komponen penting yang ada pada mobil. Karena tanpa penggunaan lampu ketika malam hari, bisa berakibat fatal pada pengendara mobil. Oleh karena itu, perusahaan mobil sangat cermat dalam memilih supplier untuk lampu produk mobilnya. Melihat kenyataan tersebut, supplier berlomba-lomba untuk meraih kepercayaan dan pelanggannya dengan memperhatikan kualitas produk lampunya agar konsumen puas dan mendapatkan kualitas prima. Salah satu aspek kualitas lampu mobil yang sangat dipertimbangkan konsumen adalah umur pakai (life span). Life span dapat mencerminkan kualitas produk hasil pengolahan material dan proses produksi yang baik atau tidak.
    Pada studi kasus ini, akan dipaparkan mengenai pengujian keandalan lampu mobil produksi WURTH Co. Dalam pengujian, digunakan 100 buah lampu sebagai sampel dan dinyalakan selama 2000 jam. Pengambilan data dilakukan setiap 200 jam. Lampu mobil diuji coba pada tegangan konstan 12 volt (asumsi lampu dipasang pada tempat tertutup dan prosedur pemasangan yang benar). Lampu dinyatakan failed saat tidak dapat menyala kembali (mati total). Output yang didapatkan dari uji keandalan ini adalah berupa jumlah failure tiap satuan waktu pengamatan dan kemudian dihitung nilai failure rate f(t), hazard rate h(t), dan reliability lampu R(t). Hasil perhitungan kemudian digambarkan ke dalam grafik dan dianalisis lebih lanjut mengenai karakteristik keandalan lampu dari waktu-ke waktu.

    Atikah Aghdhi Pratiwi
    2510100031
    PTK kelas D

  163. Analisa Keandalan Baterai Laptop IBM

    IBM merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang IT. IBM sudah dikenal secara umum dalam membuat perangkat yang lebih tahan banting dan awet dibanding dengan perusahaan IT lainnya. Berdasarkan data yang didapat, komponen yang paling tidak awet dari sebuah laptop adalah baterainya, karena itu, saat ini IBM telah mengembangkan teknologi baru pada baterai laptop yang dapat bertahan lebih lama. Rata-rata keandalan baterai laptop yang ada pada saat ini adalah 400-600 cycle (1 cycle = ketika menggunakan baterai laptop dari full hingga habis dan mengecasnya kembali hingga full). Baterai baru yang dikembangkan IBM diklaim dapat bertahan jauh lebih lama dibanding dengan rata-rata baterai lainnya. Sebelum dijual ke pasaran, IBM akan melakukan uji keandalan pada produk baterai tersebut dengan memberi perlakuan banyak cycle pada baterai tersebut. Dengan begitu akan didapatkan data untuk menghitung failure density, hazard rate, dan reliability untuk menjadi evaluasi bagi IBM.

    Rachmat Fachlul Chamdi
    2509100103
    TPK-C

  164. PT. Jejak Abadi merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu. Dalam proses produksi sepatu sendiri terdiri dari beberapa macam proses kerja yang harus dilakukan, yakni cutting process, stitching/sewing process, stockfit process, assembling process, dan finishing. Perusahaan kini tengah berusaha untuk memperbesar market share, dimana setelah dilakukan survei, kualitas produk merupakan hal yang menjadi prioritas konsumen. Menanggapi hasil tersebut, pihak manajemen berupaya menjaga kualitas produk sepatu yang dihasilkan dengan cara melakukan perawatan intensif pada mesin. Salah satu mesin yang dipergunakan oleh perusahaan adalah cutting machine untuk cutting process. Perusahaan akan menghitung failure density, hazard rate, dan reliability dengan interval waktu 10 jam dengan jangka waktu kurang lebih 1 bulan untuk menentukan perencanaan perawatan pada mesin tersebut.

    I Gusti Ngurah A K
    2510100057
    PTK-A

  165. Evaluasi Keandalan Baterai HP

    Handphone (HP) merupakan produk umum yang dimiliki oleh manusia. Hampir semua orang yang ada di dunia memiliki HP. Salah satu perusahaan HP yaitu Bphone mengeluarkan HP seri terbaru yaiti Bphone 99. Namun baterai Bphone 99 tidak bisa tahan lama. Diduga terjadi kebocoran pada baterai-baterai tersebut. Perusahaan Bphone yang membeli baterai dari perusahaan PT. Power Battery melaporkannya pada PT tersebut. Berdasarkan laporan kebocoran tersebut PT. Power Battery ingin melakukan evaluasi keandalan dengan melakukan percobaan terhadap 500 baterai yang digunakan bersamaan dengan waktu t=0 hingga t=100 jam dan dilakukan pengecekan setiap interval 5 jam sekali untuk mengetahui failure rate atau kegagalan dari produk tersebut. Data tersebut kemudian akan dilakukan perhitungan failure density [f(t)], keandalan (reliability) [r(t)], serta hazard rate [h(t)]. Perhitungan tersebut nantinya akan dibuat grafik untuk mengetahui trend pada data pengujian baterai tersebut.

    PATRISIA SHERRYL S.
    2510100058
    PTK-A

  166. Analisis Reliabilitas, Hazard Rate dan Failure Density pada produk gunting PT. KARYA SENTOSA NIRWANA ADIPATI (PT. KSNA)

    PT. KSNA merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi Gunting kertas. Permasalahan yang sering dikeluhkan oleh customer adalah terjadinya pengenduran pada as gunting. Permasalahan lain yang sering terjadi adalah tumpulnya mata pisau gunting serta bengkoknya pisau gunting. Tetapi permasalahan utama yang sering terjadi adalah pengenduran pada as. Oleh sebab itu, PT. KSNA melakukan uji reliabilitas dari gunting dengan menggunakan 250 buah gunting yang digunakan untuk memotong kertas sampai 10.000 kali potongan. Pengecekan dilakukan setiap 1.000 kali potongan untuk melihat berapa jumlah gunting yang asnya telah kendur yang diindikasikan dengan tidak terpotongnya kertas uji, melainkan hanya sekedar terlipat. Pengujian dilakukan mulai t=0 sampai dengan t=10.000. Kemudian data tersebut digunakan sebagai input analisis untuk mengetahui reliabilitas hazard rate, serta failure densitinya.

    Aditya Setyawan Moekti
    2509100158
    PTK B

    • Dear Mas Aditya,
      Selamat pagi, perkenalkan nama saya dady tresna hidayat. saya adalah salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan swasta produsen consumer goods. saat ini saya mendapat tugas untuk menganalisa secara teoritis penyebab tumpulnya “vertical cutting” yang secara mekanika sama seperti gunting.

      saya tertarik dengan penelitian saudara dan jika boleh, mohon saya bisa mendapat masukan dari saudara mengenai kajian lengkap untuk menghitung dan belajar lebih lanjut mengenai gunting ini.

      Saya tunggu balasannya. bisa dengan contact by sms/whatsapp di 081368854584. atau email di dady.hidayat@unilever.com

      terima kasih
      Dady Hidayat
      Maintenance supervisor
      Unilever Indonesia, ZARA factory

  167. Analisa Keandalan Laptop ABC
    (Studi Kasus PT. Sinar Jaya)

    Bagi banyak orang salah satunya mahasiswa, laptop merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Laptop ABC merupakan produk unggulan dari PT. Sinar Jaya. PT Sinar Jaya mengklaim bahwa produknya bisa bertahan dengan life time sampai 9000 jam penggunaan. Laptop ABC dikatakan reliabilitinya rendah ketika sebagaian atau keseluruhan komponennya tidak bekerja dengan baik sebelum life time laptop ABC dibawah life time yang dijanjikan oleh PT Sinar Jaya kepada konsumen. Seorang calon pembeli mencoba melakukan penelitian dengan mengumpulkan data dari 50 produk Laptop ABC dengan interval 5000 jam untuk dapat mengetahui apakah yang diklaim oleh PT. Sinar Jaya benar atau salah. Kemudian data yang terkumpul digunakan untuk melakukan pengujian reliability, failure density, dan hazard rate dari produk laptop ABC. Reliability dihitung dengan menggunakan rumus R(t)= [total failures-failures]/total failures. Failure density dihitung dengan menggunakan rumus f(t)= failures/(failures * interval time). Hazard rate dihitung dengan menggunakan rumus h(t)= failures/[(total failures-failures)*interval time].

    Ketut Hendra Harianto
    2510100090
    PTK – B

    • Analisa Keandalan Laptop ABC
      (Studi Kasus PT. Sinar Jaya)

      Bagi banyak orang salah satunya mahasiswa, laptop merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Laptop ABC merupakan produk unggulan dari PT. Sinar Jaya. PT Sinar Jaya mengklaim bahwa produknya bisa bertahan dengan life time sampai 9000 jam penggunaan. Laptop ABC dikatakan reliabilitinya rendah ketika sebagaian atau keseluruhan komponennya tidak bekerja dengan baik dibawah life time yang dijanjikan oleh PT Sinar Jaya kepada konsumen. Seorang calon pembeli mencoba melakukan penelitian dengan mengumpulkan data dari 50 produk Laptop ABC dengan interval 5000 jam untuk dapat mengetahui apakah yang diklaim oleh PT. Sinar Jaya benar atau salah. Kemudian data yang terkumpul digunakan untuk melakukan pengujian reliability, failure density, dan hazard rate dari produk laptop ABC. Reliability dihitung dengan menggunakan rumus R(t)= [total failures-failures]/total failures. Failure density dihitung dengan menggunakan rumus f(t)= failures/(failures * interval time). Hazard rate dihitung dengan menggunakan rumus h(t)= failures/[(total failures-failures)*interval time].

      revisi

      KETUT HENDRA HARIANTO
      2510100090
      PTK – B

  168. Analisa Keandalan Pada PT. SISMAN AutoMobile

    PT. SISMAN AutoMobile adalah perusahan bergerak dibidang otomotif. Perusahaan ini mulai memperlakukan sistem kerja 24 jam di pabrik SISMAN yang terletak di Surabaya. Hal ini terjadi karena banyak minat konsumen kepada kepada mobil keluaran terbaru yang dipamerkan di pameran otomotif terbesar se Asia Pasifik yaitu The Indonesia International Motor Show. PT SISMAN AutoMobile meperkenalkan mobil yang di bernama Suro. Mobil ini menggunakan konsep ramah lingkungan dengan menggunakan mesin 3 cylinder inline, 12 valve, DOHC 989 cc. Suro menggunakan sistem petrol-electric running gear dan dapat menghasilkan emisi hingga 89g/km dan menggunakan bahan bakar hanya 72,4 mpg. Nantinya mobil suro akan di lakukan pengetasan lebih lanjut sebelum benar – benar dipasarkan. Pengetesan ini berguna untuk mengetahui tingkat ke andalan atau reabilitas dari mesin produksi mobil suro. Suro akan langsung di uji oleh Japan Society of Automotive Engineers akan dilakukan technical inspection yang ketat seperti kesesuaian regulasi, uji emisi ,uji pengereman, uji batas suara (noise), uji kemiringan, kebocoran cairan, serta berat kendaraan sebagai syarat kendaraan dalam memasuki mobil dalam katagori mobil ramah lingkungan,nantinya Suro akan melakukan tour jawa bali dengan rute awal Jakarta menuju bali menggunankan jalur utara dan pulang dari bali ke Jakarta akan menggunakan jalur selatan. Nantinya akan didapatakan problem yang berbeda – beda pada setiap mobil yang melakukan touring, segala problem akan dijadikan report,dari hasil tersebut akan dilakukan penghitungan Reliability (Rt), Failure Density (Ft) dan Hazard Rate (λt) yang kemudian digunakan untuk menggambarkan grafik reliability-nya. Dengan begitu perusahaan dapat menentukan decision making strategy yang tepat dalam melakukan kebijakan pemeliharaan yang diperlukan agar semua peralatan yang beroperasi di dalam sistem tidak mengalami kegagalan dalam pengoperasiannya. Upaya mengoptimalkan pemeliharaan telah banyak dilakukan,hal ini bertujuan untuk menjaga keandalan agar perusahan tidak mendapatkan kerugi sangat besar yang ditimbulkan oleh downtime mesin karena system kerja 24 jam di PT. SISMAN AutoMobile dan melakukan recall kepada mobil yang telah dipasarkan dimasyarakat.

    Ardi Marta Saputro
    2509100068
    PTK D

  169. Uji Reliabilitas pada LCD (Liquid Cristal Display) Handphone Merk X Buatan PT. SM.Co

    PT.SM.Co adalah suatu perusahaan manufaktur yang memproduksi LCD (Liquid Cristal Display) merk X yang merupakan supplier dari beberapa perusahaan handphone ternama seperti perusahaan sungsang, sokia, motorsaya, dan jeruk. Dikarenakan PT. SM.Co ingin meningkatkan kualitas LCD produk mereka, maka PT SM.Co berencana untuk mengadakan analisa uji reliabilitas dari LCD yang bertujuan untuk memepertahankan pasar dan mampu bersaing dengan beberapa perusahaan lainnya. Uji reliabilitas yang akan dijalankan oleh PT SM.co dengan menggunakan 400.000 buah LCD dengan ekspektasi life time selama 5.100 jam yang akan diuji dengan penyalaan LCD secara bersamaan dengan rentang waktu pengecakan setiap 100 jam sekali hingga t=5100 jam dengan parameter kerusakan LCD adalah ketika LCD tidak dapat mengeluarkan cahaya walapun kondisi LCD dalam keadaan aktif. Analisa yang akan digunakan pada pengujian realibilitas produk LCD ini adalah dengan menggunakan failure density function, hazard rate serta reliability. Hasil dari uji reliabilitas ini akan digunakan sebagai inputan terhadap evaluasi penggunaan komponen penyusun LCD.

    Kartika Sari Nur Aulia
    2510100115
    PTK Kelas D

    • untuk mempermudah pembacaan data, maka saya melakukan revisi lama pengambilan data yang digunakan dari 5100 menjadi 5000 buah LCD dengan interval pengecekan yang semula adalah per 100 jam, menjadi per 500 jam. mohon maaf sebelumnya. terimakasih Pak.

  170. Analisis Keandalan Mouse Merk IJK, Produk PT LMN

    Mouse merupakan salah satu peranti keras (hardware) tambahan untuk komputer, laptop, notebook, dan lain sebagainya. Bagi banyak orang, mouse merupakan salah satu komponen yang sifatnya komplementer namun substansial. Tidak sedikit pengguna komputer atau laptop merasa kurang nyaman dalam menggunakan perantinya tanpa menggunakan mouse. Oleh karena itu, dikatakan bahwa mouse merupakan salah satu komponen yang harus available dan reliable ketika komputer atau laptop digunakan.

    Pengujian pada mouse kemudian dilakukan untuk mengetahui tingkat reliabilitas R(t), failure rate f(t), dan hazard rate h(t). Untuk alasan kesamaan komponen, digunakan mouse berkabel dengan sensor laser seri IJK merk dagang LMN. Uji dilakukan dengan menggunakan 100 mouse sample dengan masa uji 1800 jam pada multi-hub port USB 20 x 5 cabang. Tiap mouse digerakkan oleh aktuator penggerak konstan yang menggerakkan mouse non-stop selama masa uji dan terhubung dengan sensor detector pergerakan cursor. Failure didefinisikan sebagai menurunnya sensitivitas gerak cursor hingga di bawah 2500DPI pada setting standar OS Windows® 7 atau terputusnya koneksi mouse ke komputer selama lebih dari 1 detik. Jika terjadi failure, dicatat waktu sehingga produk mengalami first failure tersebut. Data ini kemudian diolah untuk menghasilkan R(t), f(t), dan h(t) dan dianalisa lebih lanjut untuk menentukan tingkat keandalan produk.

    Mansur Maturidi A
    2510100701
    PTK Kelas C

  171. Analisa Keandalan sepeda Pada PT. Sejahtera
    PT. Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri sepeda. Perusahaan ini memproduksi beberapa jenis sepeda diantaranya yaitu sepeda gunung dan sepeda jalan raya. Pada tahun 2013 perusahaan ini akan memproduksi sepeda model terbaru. Untuk mengetahui tingkat keandalan sepeda yang akan dipasarkan tersebut, maka PT. Sejahtera melakukan pengujian terhadap 50 produk. Beberapa hal yang diinginkan dalam pengujian ini yaitu mengetahui keandalan shifter, pedal , rantai , dan rem. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sepeda tersebut hingga menempuh jarak 1000 km. Dari pengujian ini akan didapatkan data kuantitatif dari produk tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan mengenai failure rate f(t), hazard rate h(t), dan reliability r(t) dari sepeda model baru ini. Hasil perhitungan tersebut akan dianalisa sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan tersebut.

    IRFAN FAHMI
    2510100703
    PTK B

  172. Analisa Reliabilitas, Failure Density, dan Hazard Rate pada Komponen Landing Gear Pesawat Terbang.

    Pesawat terbang merupakan sebuah rancangan kompleks yang terdiri dari puluhan ribu komponen yang berbeda yang mempunyai fungsi yang saling menunjang satu sama lain. Karena merupakan alat transportasi massal yang lazim digunakan banyak orang, maka kehandalan pesawat terbang harus dijaga dengan baik. Dalam dunia maintenance pesawat, ada istilah hard time yang merujuk pada komponen-komponen pesawat yang mempunyai peranan paling vital di antara komponen-komponen lainnya. Komponen-komponen tersebut di antaranya adalah engine, auxilliary power unit, landing gear, dsb. Karena vitalnya, komponen-komponen tersebut menggunakan standard yang sangat ketat pada saat perawatan, di mana komponen-komponen yang sudah mencapai batas umur tertentu harus segera diganti walaupun kondisi dan performansinya masih berjalan dengan normal. Seiring dengan perkembangan ilmu maintenance pesawat, pengertian ini mulai bergeser sedikit demi sedikit. Hal ini dikarenakan komponen-komponen tersebut memiliki harga yang sangat mahal apabila diganti sedangkan masih dalam kondisi bagus. Tugas ini bertujuan untuk menganalisa reliability, failure density, dan hazard rate pada komponen landing gear pesawat sehingga para engineer dapat menganalisanya ketika akan melakukan pergantian, tanpa mengabaikan safety dari para penumpang pesawat. Pengujian komponen ini berdasarkan penggunaannya dari rentang 100.10.000 flight hours.

    Ade Indriawan
    2509100703
    PTK D

  173. ANALISIS KEANDALAN PRODUK KOMPOR GAS PADA PT.ARTHA

    (PT. ARTHA adalah perusahaan yang memproduksi kompor gas berbagai model dalam jumlah besar setiap tahunnya, perusahaan yang merupakan cabang dari perusahaan induknya yang bertempat di Jepang ini mengekspor kompor gas hasil produksinya (skala jangkauan area asean). PT. ARTHA memiliki branding image yang baik dan telah memenuhi berbagai ISO yang memang sudah selayaknya dimiliki perusahaan besar. Rata-rata lifetime dari kompor gas produksi PT. ARTHA adalah 5 tahun (garansi yang berlaku selama 5 tahun), kebanyakan konsumen biasanya baru mengalami masalah pada produk ini ketika sudah lewat masa garansi yaitu 5 tahun meskipun terkadang ada satu atau dua produk yang melakukan claim garansi atau dengan kata lain produk mengalami kerusakan disaat umur produk belum lewat dari 5 tahun. Jumlah konsumen yang membawa produknya untuk di service disaat umur produk sudah lewat dari 5 tahun pun tidak banyak setiap tahunnya. Maka pada study case ini akan coba dibuktikan bagaimanakah tingkat keandalan pada produk tersebut, apakah sudah baik atau belum. Tidak hanya dilihat dari jumlah konsumen yang melakukan claim atau service saja tetapi juga dihitung secara kuantitatif dengan cara mencari hazard rate, failure density, dan reliabilitynya. Akan dilakukan perhitungan sehingga nantinya akan didapatkan hasil secara konkrit dan terukur mengenai tingkat keandalan dari kompor gas tersebut.

    Arvinda Tiarma Sari Lubis
    2510100041
    PTK-D

  174. Analisa Reliabilitas, Hazard Rate dan Failure Density pada mata bor gigi PT.indojayagigi

    PT. INDOJAYAGIGI merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan bor gigi. Perusahaan ini memproduksi beberapa jenis bor yang dibedakan berdasarkan ukuran dan RPM mata bor nya. Pada tahun 2013 perusahaan ini akan memproduksi bor gigi model terbaru yaitu bor gigi yang disertai dengan suara music agar bunyinya tidak menakutkan pasien. Untuk mengetahui tingkat keandalan bor gigi yang akan dipasarkan tersebut, maka PT. INDOJAYAGIGI melakukan pengujian terhadap 100 produk. Beberapa hal yang diinginkan dalam pengujian ini yaitu mengetahui keandalan RPM,dan ketajaman mata bor. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan bor gigi tersebut selama 100 jam diujikan pada benda yang keras, dan pengecekkan dilakukan setiap 10 jam sekali untuk mengetahui bagaimana RPM dari bor tersebut serta ketajaman mata bornya. Kemudian data tersebut digunakan sebagai input analisis untuk mengetahui reliabilitas hazard rate, serta failure densitinya.

  175. Analisis Life Time Lampu Pijar pada GLS Factory, PT. Philips Indonesia
    PT. Philips Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi lampu pijar dan TL dan sangat memperhatikan kualitas lampu yang di produksi, termasuk umur lampu (life time). Keandalan lampu yang diproduksi merupakan karakteristik keandalan yang penting. Untuk dapat mengukur keandalan maka dilakukan pengumpulan data dengan menguji 120 buah lampu. Kemudian bila lampu tersebut dinyalakan dengan voltase 10% lebih tinggi dari voltase normal (220 volt). Eksperimen dihentikan bila 30 buah bola lampu putus. Dari hasil eksperimen diperoleh data life time 30 bola lampu tersebut. Dari data ini dapat diketahui fungsi probabilistik densiti dari life time bola lampu. Berdasarkan fungsi probabilistik densiti ini dapat dihitung reliabilitas, hazard rate, dan mean time to failure bola lampu pijar 10 nc tipe 9200 546 42900.

    Aryo Nugroho Susanto
    2509100009
    PTK B

    • Revisi
      *Kemudian bila lampu tersebut dinyalakan dengan voltase 10% lebih tinggi dari voltase normal (220 volt) sesuai persyaratan oleh International Electric Commision.

  176. Analisa Studi kasus perhitungan keandalan komponen pada produk pemanas air PT. Majulah Jaya untuk dilakukan perhitungan (failure density , hazard rate, reliability)
    Kasus yang diangkat merupakan kasus imajinasi yang akan dibuat sedemikian mungkin dengan asumsi yang akan diusahakan mendekati kenyataan
    Pengujian failure density , hazard rate, reliability terhadap produk pemanas air ini dilakukan dengan percobaan keandalan pemanas air yang memanaskan air pada kapasitas maksimum yang mampu ditampungnya yaitu 600 ml. Dengan perhitungan perencanaan pemanas air dapat memanaskan air sampai kepada 90 derajat celcius dengan tujuan dapat memanaskan air pada waktu 10 menit. Dilakukan percobaan historis dengan daya optimum yang nantinya akan dibuat seragam seluruh produk. Dari data-data yang ada selama masa percobaan dapat dihitung rata-rata umur komponen dan apa saja jenis-jenis failure yang terjadi oleh produk, jenis komponen apa saja yang rusak, dan keandalan yang diharapkan oleh produk .Setelah data percobaan terhadap beberapa produk selama kurun waktu beberapa jam , didapatkan data historis selama pengujian PT.Majulah Jaya dengan hasil akhir yang didapat yaitu angka kuantitaif Failure Density, Hazard Rate dan Reliabilty Rate yang dimiliki oleh produk pemanas air ini.
    Diharapkan dari data yang didapat, dapat dilakukan maintenance yang cocok terhadap pemanas air agar tidak terjadi failure yang berbahaya dan pemberian garansi yang pas kepada konsumen

    Aditya Timothy
    2510 100 138
    PTK-A

  177. Sebuah perusahaan mobil ternama PT. Pertamini ingin mengetahui keandalan dari mobil produksi terbaru mereka dengan cara menguji keandalan dari seher mobil. Dimana seher itu jika digambarkan pada manusia adalah jantung, karena seher yang menggerakan inti mesin sehingga suatu mobil bisa berjalan maju, mundur, belok kanan maupun belok kiri. Data failure rate yang dimiliki oleh PT Pertamini yaitu terdapat 500 buah seher mobil yang dijalankan secara bersamaan dan dengan perlakuan yang sama pada t=0 sampai t=10.000 jam. Dengan kelipatan interval 1.000 jam, terlihat ada sebagian seher yang tidak bergerak lagi, dan dicatat hingga batas waktu akhir (t=10.00) 10.000 jam. Hitunglah Failure Density , Hazard rate dan Reliability di tiap intyerval waktu. Dimana rumus untuk mencarinya yaitu : Failure Density = (failures pada interval / (jumlah pengujian X interval)) ; Hazard rate = (failures pada interval / (sisa penguji X interval )) ; dan Reliability = (sisa pengujian / jumlah pengujian). Setelah itu tampilkan ketiganya dalam suatu grafik.

    Hanang Putra Hartono
    2508100015
    PTK – C

  178. Analisis Keandalan PT. SHINING

    Dewasa ini perkembangan industri di Indonesia semakin lama semakin cepat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan-perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Dan salah satu karakteristik utama dalam produk manufaktur adalah keandalan. Keandalah sendiri sebenarnya mempunyai arti kemampuan suatu produk atau komponen untuk dapat bekerja sebagaimana mestinya selama periode waktu tertentu. Pada tugas ini akan dilakukan penelitian keandalan pada sebuah lampu LCD proyektor yang diproduksi oleh PT. SHINING pada bulan Desember 2010. Pengujian ini dilakukan terhadap 250 lampu LCD proyektor dengan menghitung berapa lama kemampuan lampu LCD proyektor dengan intensitas masih di atas 50%. Interval yang digunakan untuk menguji keandalan lampu LCD ini adalah 2500 jam yang didasarkan dengan masa pakai rata-rata lampu LCD dalam kondisi optimal. Hasil akhir yang didapat dari uji keandalan ini adalah failure rate f(t), hazard rate h(t) dan reliability R(t) yang digambarkan dalam bentuk grafik. Selanjutnya dari hasil grafik tersebut akan dilakukan analisis mengenai keandalannya

    Yohanes Adi Tjandra
    2510100135
    PTK-B

  179. (REVISI)
    DRIVE TEST OPERATOR SELULER A UNTUK MENGUJI KEANDALAN JARINGAN

    Dalam menyambut Lebaran tahun 2012, operator seluler A melakukan 14 hari drive test untuk memastikan keandalan jaringannya. Bekerja sama dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), drive test dilakukan di 100 jalur mudik di Provinsi Jawa Timur. Metode Drive Test ini adalah Mobile dan Static dengan Speedtest.net, Nokia C5 sebagai perangkat modem dan alat ukur Nemo. Operator seluler A menguji kemampuan jaringannya untuk mengunduh file berukuran 73,67 MB. Pengolahan data dari drive test digunakan sebagai input dari proses perhitungan yang meliputi reliability, failure rate, dan hazard rate. Setelah itu akan hasil perhitungan tersebut akan digambarkan dalam bentuk grafik sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menunjukkan tingkat keandalan jaringannya.

  180. pengujian kehandalan pada mesin pembuat rokok

    Persaingan dalam industri rokok dewasa ini semakin meningkat. Banyaknya permintaan dari pasar sehingga mengharuskan para produsen rokok berlomba-lomba untuk memperbesar jumlah rokok yang dihasilkan.
    Salah satu cara yang digunakan oleh para produsen ini adalah dengan memanfaatkan mesin pembuat rokok (cigarette making machine) dalam proses produksi rokok sehingga hasil yang dihasilkan menjadi lebih besar.

    Sebagai negara penghasil rokok terbesar di dunia, pabrik rokok yang ada di Indonesia tentunya sudah memanfaatkan teknologi mesin pembuat rokok ini. Tetapi, tidak semua mesin pembuat rokok memiliki daya tahan yang tinggi. Karena untuk permintaan yang begitu banyak, maka mesin pembuat rokok ini harus senantiasa siap bekerja tanpa mengenal tidur, sehingga daya tahan dari mesin ini menjadi faktor penting dalam produksi rokok.

    Kerusakan mesin produksi menjadi momok utama yang perlu diperhatikan serta diwaspadai selama proses produksi berlangsung.
    Pada kasus ini, tingkat reliability diukur berdasarkan data yang berhubungan dengan kerusakan mesin serta waktu penggantian optimal berdasarkan biaya minimum yang dikeluarkan. Dimana penggalian data ini dilakukan setiap empat bulan sekali.

    Dari penggalian data ini nantinya akan didapatkan Reliability rate, hazard rate serta failure density. Ketika telah didapatkan parameter tersebut, maka data selanjutnya dapat ditampilkan dalam bentuk grafik untuk mempermudah peng-evaluasian maupun penyusunan jadwal perawatan mesin pembuat rokok ini.

  181. CV Blue Print adalah sebuah UKM (usaha kecil menengah) yang bergerak di bidang percetakan. Perusahaan ini melayani jasa print, fotocopy, dan penjilidan, mahasiswa sebagai market utama. Di dalam menjalankan usahanya CV Blue Print memiliki 4 buah mesin print biasa, 1 buah mesin print untuk banner, dan 3 buah mesin fotocopy. Semua mesin tersebut dibeli pada tahun 2005, ketika usaha ini baru dirintis pertama kali.
    Secara umum performansi mesin bagus meskipun beberapa waktu terjadi kerusakan dan harus membutuhkan perbaikan. Setiap bulan karyawan juga rutin melakukan pemeliharaan seadanya untuk menjaga performansi mesin tetap bagus. Namun selama 5 bulan terahir kualitas mesin jauh menurun. Mesin menjadi sering rusak dan macet, terutama untuk mesin print standar. Manajemen merasa kejadian ini perlu ditanggapi secara serius. Untuk itu manajemen memberikan alternatif yang mungkin dilakukan yaitu pembelian mesin baru, pembelian komponen mesin baru, atau hanya melakukan perbaikan biasa dengan mendatangkan teknisi secara rutin. Dengan dasar pemenuhan demand, pembelian mesin baru atau komponen hanya dilakukan dilakukan jika keandalan mesin sudah berkurang sebanyak 50% dari mesin baru.
    Paper ini akan mengkaji alternatif terbaik yang mungkin bisa diambil dengan memanfaatkan data kerusakan, biaya pembelian mesin, biaya pemeliharaan, serta data-data lain yang terkait dengan permasalahan ini menggunakan pendekatan realibility engineering.

    Dedi Apriyanto
    2509 100 154
    Industrial Engineering Department ITS

  182. Analisis Keandalan pada Finish Mill PT. Semen Bosowa Maros

    PT. Semen Bosowa Maros atau yang dikenal juga dengan SBM merupakan sebuah perusahaan semen di Indonesia yang berada di Maros, Sulawesi Selatan. Untuk tetap bersaing dengan perusahaan semen yang lainnya, maka perusahaan SBM ini harus memiliki proses produksi yang lancar dengan cara meminimalisir kerusakan mesin atau fasilitas pabrik yang lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan perawatan secara berkala untuk mesin-mesin penting yang ada di dalam pabrik/perusahaan. PT. Semen Bosowa Maros ,telah melakukan perawatan berkala ini untuk mesin-mesin yang ada di dalam pabrik sesuai dengan buku panduan. Namun meskipun begitu, terkadang ada beberapa mesin seperti finish mill yang mengalami break down sehingga menganggu proses produksi perusahaan pabrik tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah perencanaan strategi perawatan mesin finish mill yang tepat agar dapat mencapai target perusahaan dan juga mengurangi downtime cost. Pengujian ini dilakukan untuk beberapa mesin finish mill yang bekerja secara terus menerus atau selama 24 jam di dalam pabrik, untuk waktu tertentu( asumsi selama 1 tahun). Pengecekan dari proses ini dilakukan setiap 24 jam untuk mengetahui bagiaman hasil kerjanya. Hasilnya dari penelitian atau perhitungan ini adalah untuk mengetahui keandalan masing-masing komponen untuk periode waktu tertentu.

    Ramadhan Sukma
    2509100027
    Kelas D

  183. Uji keandalan Panci merk Mourah dengan menggunakan 1000 buah panci sebagai sample pengujian. Spesifikasi panci memiliki berat 500gr, luas permukaan 225cm2, panas maksimal 130 derajat. Pengujian dilakukan dengan memasak ikan seberat 400gr dengan panas 100 derajat. Ikan tersebut memenuhi 2/3 luas dari panci. Kondisi panci dinyatakan failure ketika panci muncul flek hitam, panci bolong, panci kropos, panci bengkok, dan panci berkarat. Setelah didapatkan data dari pengujian tersebut dicari Failure Density, Hazard Rate, Reliability pada panci merk Gondes apakah layak digunakan atau tidak dan dibuat grafiknya

    Iskandar Zulkarnain
    2510100086
    Kelas D

  184. UD. Semoga Jaya merupakan perusahaan kecil yang memproduksi produk pemukul tempat tidur ingin mengetahui kualitas produk yang diproduksi oleh mereka mengenai kulaitas produknya. Produk pemukul tempat tidur tersebut terbuat dari kayu. Untuk mengetahui tingkat kualitasnya, UD Semoga Jaya melakukan percobaan pada 200 produknya. Produk pemukul tempat tidur tersebut dilakukan uji data setiap 1000 kali pukulan. Dari hasil data kegagalan pada produk pemukul tempat tidur tersebut (failure density, hazard density, dan reliability) diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk mereka agar dapat bersaing dengan perusahaan yang sama-sama memproduksi produk pemukul tempat tidur. Dan berikut data kegagalan produk yang telah dilakukan oleh UD Semoga Jaya.
    0-1000 / 91
    1001-2000 / 46
    2001-3000/ 28
    3001-4000 / 17
    4001-5000 / 10
    5001-6000 / 6
    6001-7000 / 2

    SYAHRUL ANANG NUGROHO
    2510100136
    PTK-A

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: