Teknik Pengendalian Kualitas 2014

Selamat datang di Mata Kuliah Teknik Pengendalian Kualitas Kelas C

Kuliah ini akan dilaksanakan setiap Selasa 09.40 s.d selesai  di TI-104

Dalam kelas C ini berlaku ketentuan khusus:

1. Resume silakan dikumpulkan langsung ke Dosen Yudha Prasetyawan, jika ada penundaan kuliah dapat dikumpulkan di Sekretariat hari itu juga

2. Dalam kelas akan ada tugas harian  sepanjang semester

3.Praktikum akan diatur oleh Koordinator Mata Kuliah Teknik Pengendalian Kualitas bersama Asisten Lab Sistem Manufaktur

Selanjutnya untuk kelancaran jalannya kuliah, mahasiswa diharapkan membawa print out class worksheet untuk tugas kelas setiap minggunya (lihat poin 2).

Kesetiaan, kejujuran, dan kerja keras dalam belajar akan mendapatkan penghargaan yang sebaik-baiknya, sebaliknya apabila melakukan segala bentuk kecurangan atau perilaku yang tidak baik di dalam mupun luar kelas akan mendapatkan sanksi nilai. Sebaiknya Anda menghindari titip absen, menjiplak tugas teman, meng-copy kan file tugas, meminjam file pendahulu/kakak kelas untuk dicetak ulang serta mengcopy satu kalimat pun dari artikel online atau lainnya (silakan lihat ketentuan mengutip pendapat orang lain).

Berikut adalah file-file yang Anda perlukan

AssignmentCoverSheetQualityControlTechniques2013

AssignmentCoverSheetQualityControlTechniques2013

Materi01 PengantarTPK

ResumeFormTPK

ResumeFormTPK

Segala perubahan akan diberitahukan kemudian secara lisan maupun tertulis. Selamat belajar, selamat berbagi ilmu dan Listen while other speaks and Speak while other listens

48 Responses

  1. Ajie Setyo Pranandianto-2511 100 087
    TPK-C
    Produk: kipas angin

    Dalam buku Introduction to Statistical Quality Control karangan Douglas C. Montgomery, telah dijelaskan bahwa terdapat 8 dimensi kualitas, yaitu: penampilan, estetika, keandalan, daya tahan, servis, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standard. Berikut saya jelaskan aplikasi 8 dimensi kualitas tersebut pada kipas angin.
    Kipas angin yang memiliki kualitas baik memiliki penampilan menarik. Dimensi penampilan berhubungan dengan dimensi estetika. Artinya, kipas angin tersebut praktis, ringkas, serta ringan untuk dibawa kemana-mana. Selain itu memiliki desain yang tidak kuno(futuristik), serta memiliki warna yang menarik. Dari segi keandalan, kipas angin yang berkualitas tidak mudah rusak, tentu umur pakai dari kipas angin yang andal panjang. Daya terhadap berbagai kondisi juga turut menentukan kualitas sebuah kipas angin. Contohnya, sebuah kipas angin dapat bekerja dengan baik bila diletakkan secara horizontal di lantai, kipas angin ini juga dapat bekerja dengan baik apabila diletakkan secara vertical di dinding, kipas angin ini dapat dikatakan memiliki daya tahan yang baik karena ia dapat bekerja secara vertical maupun horizontal.
    Ketersediaan layanan atau servis perusahaan setelah pembelian maupun pada saat pembelian termasuk di dalam dimensi kualitas. Servis perusahaan dapat dinilai dari mudahnya konsumen membeli atau mendapatkan produk kipas angin, selain itu dapat pula dinilai dari layanan garansi setelah pembelian. Selanjutnya persepsi kualitas. Sebelum membeli kipas, konsumen memiliki persepsi bagaimana kualitas kipas angin yang akan dibeli, perusahaan sebisa mungkin harus dapat menyesuaikan produk yang dibuat dengan persepsi atau kebutuhan konsumen.
    Fitur merupakan dimensi yang penting dari kualitas. Contohnya, kipas angin berkualitas memiliki fitur antara lain level yang dapat diatur, swing, timer, serta dapat dikendalikan dengan remote. Fitur-fitur ini harus bekerja sesuai dengan standard, apabila kita memilih opsi swing maka kepala kipas seharusnya berputar, apabila kita memilih opsi timer kipas akan mati dalam 60 menit, maka kipas akan mati dalam 60 menit.

  2. Amani Nurul Khusna 2512100154
    TPK – C
    Produk : Helm

    Kini, penggunaan kendaraan roda dua, yakni motor, sudah kian marak ditemukan di lingkungan sekitar. Faktor keamanan pada pengendara motor kerap kali dinilai kurang. Untuk menjaga keselamatan pengendara, adapun upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menetapkannya peraturan yang mewajibkan pengendara motor untuk mengenakan pelindung seperti helm. Adapun 8 dimensi kualitas untuk produk helm berdasarkan teori yang dipaparkan oleh Douglas C. Montgomery, yakni penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Penampilan dari sebuah helm dapat diukur dari tingkat kenyamanan dan keamanan ketika digunakan saat berkendara. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi utama helm itu sendiri. Sedangkan, keandalan dapat menunjukkan periode waktu yang dapat dilalui suatu produk dalam keadaan baik. Pada kasus ini, keandalan dari sebuah helm dapat dilihat dari periode waktu hingga kaca helm dan tali pengikat dagu mengalami kemacetan serta terlepasnya bagian-bagian tersebut dari komponen utama helm itu sendiri. Daya tahan merupakan sebuah ukuran dari umur suatu produk hingga rusak, sehingga perlu dilakukan penggantian. Hal ini dapat diukur pada helm seperti dengan memperhatikan jangka waktu hingga tempurung helm retak atau patah. Desain dari sebuah helm tentunya tidak luput dari aspek estetika. Seperti yang sudah beredar dipasaran, bentuk detail, warna, serta corak yang ditampilkan dirancang khusus untuk dapat menarik minat konsumen. Kemudian, fitur dari helm tersebut juga beraneka ragam sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen. Contoh fitur tambahan yang ditawarkan adalah kacamata hitam pada bagian dalam kaca. Adanya inovasi tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan persepsi kualitas dari helm itu sendiri. Nilai jual dari merk helm tersebut di mata konsumen dapat menjadi sebuah tolok ukurnya. Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah helm yang digunakan harus berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Melalui standar tersebut, dapat dinilai kesesuaian produk helm yang diproduksi. Beberapa ketentuan yang diatur diantaranya adalah jenis bahan, tinggi helm, tali pengikat dagu, dan lain-lain.

  3. Vincentia Erika
    2512100114
    TPK-C

    Jam tangan merupakan salah satu produk yang banyak terdapat di pasaran. Harga produk tersebut sangat beragam, mulai puluhan ribu hingga ratusan juta. Keragaman harga tersebut tentu diimbangi dengan keragaman kualitas dari jam tangan. Terdapat delapan dimensi yang dapat menentukan kualitas dari jam tangan, antara lain penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Dari segi penampilan, jam tangan memiliki penampilan yang beragam, mulai dari bentuk dan jenis rantai yang digunakan serta jenis jam yang digunakan (analog atau digital). Keandalan menunjukkan periode waktu di mana suatu produk memiliki performansi yang baik. Pada jam tangan, keandalan dapat dilihat pada pengait rantai ataupun detak jam. Pengait rantai dapat dikatakan handal jika masih berfungsi dengan baik. Dimensi berikutnya adalah daya tahan, yakni umur suatu produk hingga rusak. Daya tahan jam tangan dapat diukur pada putaran jarum. Jika jarum jam cepat rusak dan tidak dapat bergerak, maka daya tahan jam tersebut dapat dikatakan buruk. Untuk servis atau kemudahan dalam perbaikan, dapat dilihat dari kemudahan jam tersebut apabila terjadi kerusakan, baik pada rantai maupun jarum jam. Dimensi berikutnya adalah estetika atau keindahan. Hal ini dapat dilihat pada ukiran, bentuk, atau gambar pada jam tangan, sehingga menarik perhatian konsumen. Fitur merupakan tambahan atau item ekstra pada suatu produk. Fitur pada jam tangan contohnya penunjuk tanggal, atau terdapat dua analog pada satu jam tangan. Persepsi kualitas merupakan penilaian konsumen terhadap kualitas produk tersebut. Untuk jam tangan, biasanya merk-merk terkenal dijadikan tolok ukur penilaian merk lain oleh para konsumen, misalnya Seiko, swatch, dan lain-lain. Dimensi terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Pasti ada standar tertentu yang dimiliki oleh setiap perusahaan dalam membuat jam tangan. Standar tersebut tentu berbeda-beda, tergantung market yang dituju. Semakin tinggi harga jam tersebut, tentu standar yang dipatok akan tinggi pula.

  4. Dini Apriliani – 2512100046
    TPK-C
    Produk: Termos

    Dalam pengendalian kualitas terdapat delapan aspek yang perlu diperhatikan. Kedelapan aspek tersebut penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Menjadi hal yang penting untuk menerapkan kedelapan aspek tersebut dalam setiap proses produksi. Sama halnya dengan produk termos.
    Untuk aspek pertama yaitu penampilan. Hal yang perlu diperhatikan adalah keadaan luar dari termos. Kualitas termos yang baik tidak terdapat cacat, baik berupa goresan maupun penyok, pada lapisan luar termos. Aspek yang kedua adalah keandalan. Yang dimaksud keandalan adalah kemampuan produk untuk bekerja sesuai fungsinya tanpa kesalahan. Produk termos dikatakan memiliki keandalan baik apabila dapat selalu menjaga suhu air di dalamnya. Yang ketiga adalah daya tahan. Daya tahan produk termos dikatakan baik apabila termos tidak mudah rusak ketika jatuh atau mengalami benturan. Yang keempat adalah servis. Yang dimaksud servis adalah pelayanan yang diberikan perusahaan pemroduksi terhadap customer yang menggunakan produknya. Yang kelima adalah estetika. Estetika yang dimaksud disini adalah keindahan produk itu sendiri. Untuk produk termos bisa digunakan motif-motif pada lapisan luar termos untuk menarik customer dalam membeli produk. Kemudian aspek yang keenam adalah fitur. Fitur yang baik yang harus dimiliki produk termos adalah bisa menjaga suhu air di dalamnya dengan baik. Biasanya fitur ini diterapkan dengan adanya ruang hampa udara di dalam termos itu sendiri, sehingga dapat menjaga suhu air yang tersimpan. Yang ketujuh adalah persepsi kualitas. Dengan melihat kondisi luar termos konsumen dapat memiliki persepsi langsung mengenai kualitas benda tersebut. Perusahaan harus dapat memenuhi kualitas dari sudut pandang konsumen dengan kualitas real produk mereka. Dengan kondisi luar termos yang baik, tentunya konsumen juga mengharapkan kualitas termos juga baik. Yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Standar termos dapat dikatakan baik apabila dapat menjaga suhu air di dalamnya. Kemudian harus ada penutup yang rapat dan pegangan yang memudahkan untuk membawa termos. Bahan yang digunakan harus memenuhi standar.

  5. Stefan Adhie Nugroho
    2512100162
    TPK-C

    Pada pengujian kualitas terhadap suatu produk terdapat delapan dimensi kualitas yang dapat di uji yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas dan kesesuaian dengan standart. Delapan dimensi ini dapat diaplikasikan pada suatu produk, contoh nya yaitu produk motor Kawasaki. Penampilan merupakan tampak langsung dari suatu produk yang dapat menarik perhatian serta pemeriksaan secara langsung terhadap kualitas motor. Motor Kawasaki yang memiliki desain yang sangat menarik dapat dengan mudah menarik perhatian para konsumen karena desain menarik dapat menaikan kualitas dari sebuah produk. Penampilan juga dapat dihubungkan dengan dimensi estetika karena saling berkaitan satu dengan yang lain. Dari segi keandalan, motor kawasaki dapat melalui beberapa kondisi jalan yang berbeda sehingga memberi kemudahan terhadap konsumen. Dengan begitu kualitas dari motor kawasaki dapat meningkat dibandingkan dengan motor yang lain. Tidak hanya handal, daya tahan terhadap sesuatu kondisi ekstrim juga dapat menentukan kualitas dari suatu produk, contohnya yaitu motor Kawasaki yang mempunyai doubleshock pada tempat duduk nya juga memungkinkan dapat menahan berat badan yang berlebih. Tidak hanya itu, dari segi kualitas juga motor kawasaki yang mempunyai cc lebih besar dari motor lain juga dapat memungkinkan untuk mencapai kecepatan yang melebihi motor lainnya. Servis yang diberikan juga dapat merupakan eksklusifitas dari sebuah produk .Motor kawasaki dapat dijual dengan harga yang tinggi karena mempunyai kelebihan dari segi mesin dan desain produk. Motor kawasaki juga memberikan garansi terhadap konsumen apabila terdapat cacat serta tidak sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Fitur yang terdapat pada motor kawasaki juga berbagai macam contohnya lampu otomatis, fitur tersebut dapat meningkatkan kualitas motor kawasaki terhadap motor yang lain. Persepsi kualitas dari konsumen terhadap produk dari motor kawasaki yaitu desain yang menarik dan kualitas mesin yang baik. Persepsi kualitas yang dibuat oleh kawasaki dapat dilakukan dengan membuat desain yang menarik serta nama dari produk yang juga menarik.

  6. Rizky Astari Rahmania 2511100060

    Produk: Air Conditioner (AC)

    Terdapat 8 dimensi kualitas menurut Garvin (1987) yaitu: performance (penampilan), reliability (keandalan), durability (daya tahan), serviceability (servis), aesthetics (estetika), features (fitur), perceived quality (persepsi kualitas), dan conformance (kesesuaian dengan standar).
    Yang dimaksud performance adalah kemampuan produk dalam menjalankan fungsi utamanya. Dalam produk AC, performance dilihat dari kemampuan produk untuk menyejukkan sesuai dengan suhu yang diinginkan pengguna. Keandalan adalah peluang suatu produk bekerja dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan berapa kali produk akan rusak (hubungannya dengan mean time to failure). Contoh kerusakan pada AC adalah ketika AC bocor. Untuk menjaga keandalan AC dapat dilakukan maintenance berupa penggantian freon maupun pembersihan secara berkala. Durability kaitannya dengan umur produk. Pada AC, durability dapat dilihat dari berapa lama umur pakai AC tersebut hingga rusak dan tidak dapat diperbaiki sehingga harus dilakukan penggantian. Serviceability adalah kemudahan produk untuk diperbaiki. AC merupakan produk yang cukup mudah untuk diperbaiki karena fasilitas servis AC sudah umum sehingga pengguna tidak kesulitan ketika terjadi kerusakan. Aesthetic menunjukkan kualitas produk secara visual yang ditinjau dari keindahannya. Pada AC, sisi estetikanya dapat dilihat dari bentuk, warna, kesesuaian panel dengan interior, dan lain-lain. Features merupakan fungsi tambahan dari suatu produk yang menunjukkan daya saing produk. Contoh fitur pada produk AC adalah fitur kesehatan (Plasma Filter, Plasmacluster, Nanoe-g), fitur quiet (AC dapat bekerja tanpa suara yang mengganggu), auto cleaning, auto 4 wind, dan lain-lain. Perceived quality meninjau kualitas dari brand suatu produk. Brand yang terkenal diasumsikan memiliki kualitas terbaik. Hal ini disebabkan karena konsumen pada umumnya tidak terlalu memahami spesifikasi kualitas dari produk tersebut dan hanya membeli produk tersebut atas dasar nama brand yang sudah besar. Contohnya pada AC, orang akan cenderung lebih percaya AC dengan merk Toshiba atau LG memiliki kualitas lebih baik daripada AC dengan merk-merk Cina. Yang terakhir adalah conformance atau kesesuaian dengan standar. Kualitas AC dapat ditinjau berdasarkan conformance yang dapat dilihat dari dimensi, voltage, kelengkapan fisik produk, dan lain-lain (kesesuaiannya dengan yang tertera pada boks).

    Referensi:
    David A Garvin, “Competing on the Eight Dimensions of Quality”, Harvard Business Review, November-December 1987, pp. 101-109.
    Media Techno, 2013, ‘Tips Dan Trik Memilih AC’, Media Belajar Technology, weblog post, April, accessed 11 February 2014,
    Montgomery, D C 2009, Statistical Quality Control, 6th Edition, John Wiley & Sons Inc, United States of America.

  7. Desak Made Yunita Dewi – 2511100020
    TPK C
    Produk Kulkas

    Kualitas dari sebuah produk dapat dijelaskan dan dievaluasi dalam beberapa cara. Menurut Garvin (1987) terdapat 8 dimensi kualitas yang akan digambarkan dalam satu produk yang sangat sering digunakan oleh masyarakat yakni kulkas.
    Kualitas yang pertama adalah performance, apabila digambarkan pada kulkas yakni seberapa besar jumlah makanan dan minuman yang dapat di simpan dalam kulkas. Selain itu terdapat reliability, disini reliability pada kulkas adalah seberapa besar jumlah makanan yang disimpan dalam kulkas tersebut akan rusak. Durability, maksud dari durability disini adalah rata-rata usia pakai dari komponen utama yang terdapat pada kulkas. Serviceability, disini melihat seberapa cepat service tersebut dilakukan dan seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk setiap kali menyervis kulkas, selain itu serviceability disini juga dimaksudkan kemudahan para pengguna kulkas dalam menemukan tempat service. Aesthetic, maksud aesthetic disini yakni bagaimana bentuk dan design yang dimiliki dari kulkas. Selain itu kualitas lainnya adalah features, maksud dari features disini adalah beberapa kulkas merk Samsung sudah dilengkapi dispenser air dan terdapat kulkas 2 pintu yang menyerupai lemari. Perceived Quality yakni bagaimana rating penilaian yang diberikan oleh para pengguna dan bagaimana jaminan dari merk yang dikeluarkan. Dan yang terakhir adalah conformance to standard yakni bagaimana seluruh fitur yang terdapat pada kulkas bisa sesuai dengan standard yang di instruksikan.

  8. Riskyta Yuniasri-2512100009
    TPK-C
    Produk: Hair dryer

    Untuk meningkatkan kualitas produk, terdapat beberapa aspek penilaian. Dalam buku “Introduction to Statistical Quality Control, 5th Edition” karangan Douglas C. Montgomery, terdapat delapan aspek dimensi kualitas. Delapan dimensi kualitas tersebut meliputi penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, serta kesesuaian dengan standar.
    Produk yang akan saya bahas disini adalah hair dryer. Dimensi pertama yang diukur oleh konsumen dalam pemilihan produk adalah penampilan. Penampilan yang menarik akan memberikan daya tarik yang lebih. Hair dryer yang ringan, simpel, dan tidak cacat yang akan dipilih konsumen. Dilihat dari dimensi estetika, hair dryer memiliki bentuk yang unik. Selain itu, warna hair dryer yang bermacam-macam dapat memberikan kesan yang menarik untuk konsumen. Semakin majunya zaman, semakin banyak fitur yang dimiliki hair dryer. Dalam mengeringkan rambut, hair dryer dapat diatur untuk mengeluarkan udara panas atau udara dingin. Selain itu, terdapat fitur kecepatan sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk segi daya tahan, hair dryer yang tidak mudah rusak (awet) adalah produk yang diinginkan konsumen. Segi ini sangat erat dengan keandalan. Keandalan berarti produk dapat bekerja secara konsisten tanpa melakukan kesalahan. Hair dryer yang memiliki kualitas baik adalah yang dapat menyala dengan baik dan sesuai dengan pengaturan dari konsumen. Keandalan hair dryer dapat dilihat dari periode waktu alat tersebut hingga mengalami kemacetan ketika ditekan tombol on/off atau tombol kecepatan. Aspek kualitas berikutnya adalah servis. Layanan perusahaan seperti adanya garansi hair dryer akan menarik perhatian konsumen untuk membeli. Untuk persepsi kualitas dari hair dryer biasanya dilihat dari merek hair dryer. Produk yang bermerek biasanya yang dianggap berkualitas baik. Dimensi kualitas kesesuaian dengan standar juga dinilai konsumen dalam memilih produk. Hair dryer dapat dikatakan sesuai standar apabila sesuai dengan kriteria yang ditentukan perusahaan. Salah satu standar hair dryer yaitu keamanan kerja dari hair dryer. Hair dryer yang memiliki keamanan kerja sesuai standar adalah produk yang memiliki kualitas yang baik.

  9. Riskyta Yuniasri-2512100009
    TPK-C
    Produk: Hair dryer

    Untuk meningkatkan kualitas produk, terdapat beberapa aspek penilaian. Dalam buku “Introduction to Statistical Quality Control, 5th Edition” karangan Douglas C. Montgomery, terdapat delapan aspek dimensi kualitas. Delapan dimensi kualitas tersebut meliputi penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, serta kesesuaian dengan standar.
    Produk yang akan saya bahas disini adalah hair dryer. Dimensi pertama yang diukur oleh konsumen dalam pemilihan produk adalah penampilan. Penampilan yang menarik akan memberikan daya tarik yang lebih. Hair dryer yang ringan, simpel, dan tidak cacat yang akan dipilih konsumen. Dilihat dari dimensi estetika, hair dryer memiliki bentuk yang unik. Selain itu, warna hair dryer yang bermacam-macam dapat memberikan kesan yang menarik untuk konsumen. Semakin majunya zaman, semakin banyak fitur yang dimiliki hair dryer. Dalam mengeringkan rambut, hair dryer dapat diatur untuk mengeluarkan udara panas atau udara dingin. Selain itu, terdapat fitur kecepatan sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk segi daya tahan, hair dryer yang tidak mudah rusak (awet) adalah produk yang diinginkan konsumen. Segi ini sangat erat dengan keandalan. Keandalan berarti produk dapat bekerja secara konsisten tanpa melakukan kesalahan. Hair dryer yang memiliki kualitas baik adalah yang dapat menyala dengan baik dan sesuai dengan pengaturan dari konsumen. Keandalan hair dryer dapat dilihat dari periode waktu alat tersebut hingga mengalami kemacetan ketika ditekan tombol on/off atau tombol kecepatan. Aspek kualitas berikutnya adalah servis. Layanan perusahaan seperti adanya garansi hair dryer akan menarik perhatian konsumen untuk membeli. Untuk persepsi kualitas dari hair dryer biasanya dilihat dari merek hair dryer. Produk yang bermerek biasanya yang dianggap berkualitas baik. Dimensi kualitas kesesuaian dengan standar juga dinilai konsumen dalam memilih produk. Hair dryer dapat dikatakan sesuai standar apabila sesuai dengan kriteria yang ditentukan perusahaan. Salah satu standar hair dryer yaitu keamanan kerja dari hair dryer. Hair dryer yang memiliki keamanan kerja sesuai standar adalah produk yang memiliki kualitas yang baik.

    Referensi:
    Prasetyawan, Yudha, dkk. 2014. Peningkatan Kualitas di Lingkungan Bisnis Modern. Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya

  10. Lia Yanti Siregar-2511100136
    TPK-C
    Produk: botol minum

    Menurut Garvin (1987) terdapat delapan poin penting dari komponen suatu kualitas, yaitu:penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standard. Berikut ini adalah penjelasan kedelapan dimensi kualitas tersebut pada produk botol minum. Penampilan dalam hal ini merupakan kemampuan produk untuk menjalankan fungsinya. Botol minum yang baik penampilannya berarti dapat menampung air minum dan tidak bocor. Keandalan suatu produk dilihat dari seberapa sering produk tersebut mengalami kerusakan, jika terlalu sering rusak, dalam hal ini misalnya tutup botol sering lepas, maka botol ini memiliki keandalan yang tidak baik. Semakin jarang ditemui kerusakan pada botol minum, maka semakin baik pula keandalan produk ini. Pada botol minum, daya tahan dilihat dari berapa lama botol minum dapat digunakan dengan aman dan komponennya tidak mencemari minuman, bisa 1 tahun atau 6 bulan. Terdapat beberapa produsen yang menyediakan garansi uang kembali apabila botol minum yang dibeli konsumen rusak dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Kualitas servis dapat dilihat dari seberapa lama proses garansi ini agar uang konsumen kembali. Estetika menunjukkan keindahan tampilan wujud produk. Botol minum yang didesain menarik dengan warna-warna ceria tentu lebih menggugah perhatian dibandingkan botol minum yang polos dan tidak berwarna (bening). Fitur produk merupakan fungsi tambahan lain pada produk selain fungsi utama. Botol minum akan memiliki nilai tambah, misalnya terdapat laci obat di bagian bawah botol minum, atau terdapat sendok pengaduk dan tutup yang dapat dijadikan cangkir. Persepsi kualitas pada botol minum dapat dilihat dari reputasi produsen produk tersebut, konsumen akan lebih produsen yang terkenal menghasilkan botol minum tahan lama, kuat, tidak mudah terbuka, dan menarik dibandingkan produsen yang baru saja menghasilkan botol minum. Botol minum yang telah sesuai dengan standar bahan makanan menyertakan simbol food grade atau lambang angka 4 atau 5 di bagian bawah botol minum tersebut.

  11. Dini Apriliani – 2512100046
    TPK-C
    Produk: Termos

    Dalam pengendalian kualitas terdapat delapan aspek yang perlu diperhatikan. Kedelapan aspek tersebut penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Menjadi hal yang penting untuk menerapkan kedelapan aspek tersebut dalam setiap proses produksi. Sama halnya dengan produk termos.
    Untuk aspek pertama yaitu penampilan. Hal yang perlu diperhatikan adalah keadaan luar dari termos. Kualitas termos yang baik tidak terdapat cacat, baik berupa goresan maupun penyok, pada lapisan luar termos. Aspek yang kedua adalah keandalan. Yang dimaksud keandalan adalah kemampuan produk untuk bekerja sesuai fungsinya tanpa kesalahan. Produk termos dikatakan memiliki keandalan baik apabila dapat selalu menjaga suhu air di dalamnya. Yang ketiga adalah daya tahan. Daya tahan produk termos dikatakan baik apabila termos tidak mudah rusak ketika jatuh atau mengalami benturan. Yang keempat adalah servis. Yang dimaksud servis adalah pelayanan yang diberikan perusahaan pemroduksi terhadap customer yang menggunakan produknya. Yang kelima adalah estetika. Estetika yang dimaksud disini adalah keindahan produk itu sendiri. Untuk produk termos bisa digunakan motif-motif pada lapisan luar termos untuk menarik customer dalam membeli produk. Kemudian aspek yang keenam adalah fitur. Fitur yang baik yang harus dimiliki produk termos adalah bisa menjaga suhu air di dalamnya dengan baik. Biasanya fitur ini diterapkan dengan adanya ruang hampa udara di dalam termos itu sendiri, sehingga dapat menjaga suhu air yang tersimpan. Yang ketujuh adalah persepsi kualitas. Dengan melihat kondisi luar termos konsumen dapat memiliki persepsi langsung mengenai kualitas benda tersebut. Perusahaan harus dapat memenuhi kualitas dari sudut pandang konsumen dengan kualitas real produk mereka. Dengan kondisi luar termos yang baik, tentunya konsumen juga mengharapkan kualitas termos juga baik. Yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Standar termos dapat dikatakan baik apabila dapat menjaga suhu air di dalamnya. Kemudian harus ada penutup yang rapat dan pegangan yang memudahkan untuk membawa termos. Bahan yang digunakan harus memenuhi standar.

    Referensi:
    Prasetyawan, Yudha dkk, Peningkatan Kualitas di Lingkungan Bisnis Modern. Teknik Industri ITS, Surabaya.

  12. TPK C
    Edwin Ardiansyah Umar – 2511100103
    Tugas Identifikasi 8 Dimensi Kualitas pada Produk Sepeda

    Sepeda adalah alat transportasi beroda dua yang dijalankan dengan cara dikayuh menggunakan kaki. Dalam perkembangannya saat ini sepeda dituntut memiliki kualitas yang baik karena penggunaan maupun karena gaya hidup dari masyarakat. Terdapat delapan dimensi kualitas yang dipaparkan oleh Garvin(1987) dalam buku karangan Douglas C. Montgomery untuk melihat baik tidaknya kualitas suatu produk. Delapan dimensi tersebut adalah performance, reliability, durability, serviceability, aesthetics, features, perceived quality, conformance to standards. Performance merupakan karakter utama dari produk tersebut, dalam sepeda ukuran performance adalah kecepatan sepeda yang dipengaruhi oleh gear. Semakin cepat sepeda dapat melaju dengan kayuhan kaki yang semakin sedikit menunjukkan bahwa performance sepeda tersebut baik. Aspek kedua adalah reliability yaitu kemampuan produk untuk bekerja sebelum membutuhkan perbaikan. Dimensi reliability dalam sepeda adalah berapa lama sepeda setelah penggunaan akan mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan. Apabila semakin sering sepeda tersebut rusak maka dikatakan sepeda tersebut unreliable. Aspek selanjutnya adalah durability yaitu berapa lama masa hidup produk. durability dari sepeda adalah berapa lama sepeda tersebut dapat dipakai hingga benar-benar rusak dan harus diganti. Dimensi yang keempat adalah serviceability yaitu kemudahan dan murah dalam perbaikan. serviceability dari sepeda adalah mudah tidaknya sepeda tersebut dapat diservis sendiri oleh pemiliknya maupun ketersediaan tempat servis (bengkel) sepeda. Yang selanjutnya adalah aesthetic yaitu penampakan visual dari produk (desain, ukuran dll). Aesthetic dalam sepeda adalah desain bentuk sepeda, cat ataupun striping yang menghiasi sepeda juga ukuran yang disesuaikan dengan pengguna (anak-anak atau dewasa). Yang ke-enam adalah feature yaitu tem-item ekstra atau tambahan dalam produk. Dalam sepeda item tambahan misalnya lampu, bel, botol minum dll. Aspek ketujuh adalah perceived quality yaitu pandangan konsumen akan suatu merek. Contoh dalam hal sepeda adalah “sepeda dengan merek polygon lebih bagus dari merek lain”. Terakhir adalah conformance to standards yaitu kesesuaian produk dengan spesifikasi yang telah dibuat. Untuk produk sepeda di indonesia adalah dengan memenuhi SNI.

    Referensi :
    Montgomery, D. C 2009. “Introduction to Statistical Quality Control”, Sixth Edition, John Wiley & Sons Inc, New Jersey.

  13. Ahmad Rizal Mirza Muchsinin_2511100046
    TPK C
    Produk: Setrika
    Di era yang serba canggih dan kemajuan jaman seperti sekarang ini tentunya hal ini tidak terlepas dari kemampuan manusia dalam mempelajari dan menguasai teknologi yang terus berkembang,salah satu produk hasil pemikiran manusia kali ini adalah setrika. Setrika merupakan produk umum yang dimiliki oleh setiap rumah tangga dan digunakan untuk mempermudah dalam merapikan pakaian.
    1.Penampilan
    Setrika mempunyai performansi yang bagus jika kita gunakan sesuai dengan fugsi utamanya,yaitu digunakan untuk mengosok pakaian sehinga pakaian menjadi rapi dan bisa juga untuk mengeringkan pakaian yang masih mamel jika pakaian tersebut ingin segera d gunakan.
    2.Keandalan
    Setrika mempunyai reliabilitas yang baik jika gagang pada setrika terbuat dari bahan yang kuat dan memiliki desain fleksibilitas sesuai dengan tangan orang secara umum dalam pengunaannya.
    3.Daya Tahan
    Setrika mempunyai durabilitas yang bagus jika setrika tersebut memiliki kualitas ketahanan produk yang lama/berumur panjang,sampai setrika tersebut benar-benar tidak bisa digunakan dan kita harus membeli yang baru.
    4.Servis
    Sertika mempunyai kemudahan dalam hal perbaikan apabila terjadi kerusakan pada kabel dan gangang,salah satunya seperti tersedianya buku panduan,tersedia komponen penganti dan memiliki garansi.
    5.Estetika
    Setrika mempunyai keindahan apabila didesain dengan bentuk dan model yang unik yakni disesuaikan dengan kebutuhan jaman dan terbuat dari bahan/matrial yang ringan sehingga nyaman ketika digunakan.
    6.Fitur
    Setrika mempunyai sebuah fitur yang dibuat berdasarkan keinginan konsuman dalam pengunaannya yakni bisa dilakukan pengaturan tinggi rendahnya suhu panas sehingga tidak merusak pakain ketika kita menyetrika.
    7.Persepsi Kualitas
    Setrika mempunyai sebuah kualitas yang relatif sesuai dengan keinginan dan pemakaian seorang penguna. Dikatakan baik jika penguna merasa puas dan dikatakan kurang bagus jika penguna merasa kurang nyaman dalam pemakaiannya.
    8.Kesesuain dengan Standart
    Setrika mempunyai standarisasi yang bagus jika dalam hasil pengunaannya sesui dengan apa yang tertera pada label setrika. misalnya kita ingin mengunakan setrika dengan suhu yang tidak terlalu panas kemudian kita mengaturnya dan hasilnya ternyata sesuai dengan keinginan.
    Refrensi:
    1.http://www.itpclyon.fr/images/publication/130722.211411Market%20Brief%20-%20HS%20851640%20Setrika.pdf diakses pada 11 Februari 2014
    2.Montgomery, D C 2009, Statistical Quality Control, 6th Edition, John Wiley & Sons Inc, United States of America.

  14. Andreas Wicaksono Irianto
    2511100079
    TPK – C

    Delapan Contoh Dimensi Kualitas pada Kacamata

    Performance:
    Kacamata memiiki performa baik apabila sesuai dengan fungsi pada kacamata, yaitu mampu memperjelas pandangan bagi penggunanya, baik melalui fokus yang tepat sesuai kelainan pada mata, juga transparansi pada kaca sesuai kebutuhan.

    Feature:
    Kacamata memiliki fitur yang baik apabila memiliki fungsi tambahan selain fungsi utama, seperti dapat memperjelas pandangan pada malam hari, dan meredam radiasi sinar gamma berlebih yang berasal dari sinar matahari maupun pancaran alat elektronik.

    Reliability:
    Kacamata memiliki reliabilitas yang baik apabila gagang pada kacamata serta karet pada pangkal hidung memiliki kekasaran permukaan yang cukup untuk menahan kacamata berada pada posisinya.

    Conformance:
    Kacamata memiliki kesesuaian yang baik apabila dimensi kacamata sesuai dengan antropometri wajah pengguna, dan berada pada sudut yang tepat ketika engsel digerakkan pada posisi tertentu.

    Durability:
    Kacamata memiliki durabilitas yang baik apabila kacamata tahan terhadap karat akibat korosi, dan dapat digunakan dalam waktu yang sangat lama tanpa mengalami penurunan fungsi utama.

    Serviceability:
    Kacamata memiliki servis yang baik apabila kaca, mur dan gagang, mampu dibongkar-pasang dan memiliki suku cadang. Lebih baik lagi apabila terdapat buku panduan, sehingga pengguna dapat mereparasi sendiri.

    Aesthetics:
    Kacamata memiliki estetika yang baik apabila terdapat ukiran-ukiran yang indah dan bernilai seni. Dapat juga melalui material-material berbahan dasar logam mulia, atau material langka.

    Perceived Quality:
    Kacamata memiliki persepsi kualitas yang baik apabila pengguna menilai kacamata yang digunakan sesuai dengan keinginan mereka, juga dapat dikatakan baik apabila pengguna merasa puas atas penggunaan kacamata.

    Referensi:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Eight_dimensions_of_quality

  15. Muhammad Hadyan Riski
    2512100156
    TPK-C
    Produk Sepatu Bola

    Dalam menilai suatu produk berkualitas atau tidak, dapat dilihat dari berbagai macam sisi, yang selanjutnya disebut dengan dimensi kualitas. Sesuai yang ada pada buku Introduction to Statistical Quality Control, 5th Edition oleh Douglas C. Montgomery ada delapan dimensi kualitas yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standart. Contoh penilaian suatu produk menggunakan delapan dimensi ini adalah penilaian kualitas sepatu bola merk Adidas jenis Nitrocharge. JIka sepatu ini dilihat dari segi penampilan maka sepatu ini cukup menarik dengan warna yang terang mengikuti tren sepatu bola zaman sekarang, dan masih mengadopsi ciri khas dari sepatu pabrikan Adidas yaitu memiliki garis berjumlah tiga dan berwarna putih yang tidak pernah hilang dari tahun ke tahun. Dari segi fungsi atau keandalan sepatu ini cukup ringan dan akan mempermudah pemain dalam bermain selama 90 menit. Dari segi daya tahan sepatu ini cukup kuat atau sama seperti sepatu bola pabrikan Adidas lainnya karena terbuat dari gabungan kulit dengan bahan sintetis lain. Dari segi dimensi servis ada garansi yang diberikan oleh tempat penjualan (toko resmi) dari sepatu ini, tetapi biasanya jika ada kerusakan akan diganti dengan barang yang baru (dalam jangka waktu tertentu). Jika dilihat dari segi estetika selain warna, sepatu ini juga dilengkapi dengan pola garis diagonal tebal berwarna terang yang menjadi pembeda dengan sepatu bola Adidas jenis lainnya. Fitur atau fungsi tambahan yang ada pada sepatu ini cukup banyak diantaranya adalah adanya lapisan dari busa yang diletakkan di sepatu bagian dalam yang akan melindungi penggunanya dari gerakan-gerakan yang bisa menimbulkan cedera. Fasilitas atau fitur yang ada pada sepatu ini akan menimbulkan persepsi kualitas yang baik dari para customer, ditambah lagi dibuat oleh pabrikan sepatu yang mendunia seperti Adidas. Dari segi kesesuaian dengan standart pabrikan sepatu Adidas dan organisasi dibawahnya telah berstandart ISO.

  16. Bergas S.N 2512100027
    TPK ( C )
    Di zaman moderen saat ini, kebutuhan fashion seseorang sangat tinggi. Salah satu kebutuhan fashion yaitu Tas. Wanita sangat menyukai tas yang bagus dan berkualitas untuk mendukung penampilan. Pada pria tas biasanya untuk mendukung pekerjaan seperti ke kantor atau bersekolah. Bagaimana kategori tas berkualiats dilihat dari 8 dimensi kualitas yang dipelajari dalam mata kuliah teknik pengendalian kualitas, akan dijelaskan dibawah ini :
    • Penampilan.
    Tas yang dikategorikan mempunyai tampilan yang berkualitas yaitu yang mempunyai tekstur, pola dan motif yang berseni. Mempunyai tampilan yang simple.
    • Keandalan
    Tas yang mempunyai keadalan berkualitas yaitu tas yang cocok dipakai oleh seseorang dalam rangka mendukung fashionnya. Terasa nyaman dilihat ketika dipadukan dengan rok, baju, sepatu bahkan warna kulit seseorang.
    • Daya tahan
    Tentunya tas harus memiliki daya tahan yang mumpuni. Artinya, tas tersebut memiliki kekuatan untuk membawa banyak barang yang berbobot berat seperti gadget, dokumen penting, dan lain-lain.
    • Servis
    Tas berfungsi untuk sebagai tempat seseorang menaruh barang yang dibawanya saat berpergian atau beraktivitas. Untuk servis tentu tas menghadirkan tempat yang luas dengan resleting tas yang bagus. Banyak ruang untuk menyimpan barang.
    • Estetika
    Tas yang mempunyai keindahan berkualitas tergantung tiap orang menilainya. Tetapi pada dasarnya tas yang mempunyai estetika berkuliatas yaitu mempunyai keindahan, seni yang khas, warna yang tidak mencolok dan cocok saat dipakai.
    • Fitur
    Mungkin tas tidak mempunyai fitur yang diberikan. Hanya sebuah tempat, celah ruangan untuk menaruh barang
    • Persepsi kualiatas
    Persepsi kualitas terhadap tas banyak ditemukan pada strukturnya, harga, resleting, pembungkus tas setelah membeli, pelapis dalam tas, nomor seri tas, tulisan “ made in ” dan warna kulit tas.
    • Kesuaian dengan standart
    Kualitas tas berdasarkan stnadart yaitu kuat saat dipakai, memiliki estetika yang pas dan tidak mudah rusak.

    Tascantikqu.com nd. Ciri – Ciri Tas Asli ( Originial ) atau Palsu ( KW ). Diakses 11 Februari 2014.

  17. Winda Puspadimiati – 2512100054
    TPK – C
    Produk : Mobil

    Mobil saat ini merupakan produk yang dapat ditemui dimana-mana dan dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alat transportasi utama. Menurut Douglas C. Montgomery, terdapat 8 dimensi kualitas yang dinilai pada suatu produk yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Penampilan suatu mobil dapat dilihat dari kecepatan mobil, yang dihitung dalam satuan km/jam. Selain itu konsumsi bahan bakar dan kenyamanan pengendara saat mengemudikan mobil juga merupakan aspek penting dalam penampilan mobil. Dalam dimensi keandalan suatu mobil dilihat dari jangka waktu suatu mobil hingga mobil mengalami kendala seperti mogok atau overheat. Keandalan menunjukkan keawetan mobil dalam melakukan kerja sebelum mengalami masalah-masalah yang membutuhkan penanganan. Dimensi daya tahan suatu mobil adalah jangka waktu hingga mobil benar-benar rusak hingga pada tahap tidak dapat digunakan lagi atau tidak dapat menjalankan fungsinya lagi. Servis pada mobil merupakan kemudahan dan kecepatan suatu mobil dapat ditangani atau diperbaiki saat mengalami kerusakan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah bengkel atau pusat servis dan toko yang menyediakan suku cadang mobil tersebut. Estetika pada suatu mobil dapat dinilai dari desain, warna, dan ukuran mobil tersebut. Mobil memiliki desain, warna, dan ukuran yang berbeda-beda dan bergantung pada selera konsumen. Fitur merupakan fitur-fitur ekstra yang menambah nilai jual suatu produk. Pada mobil, fitur-fitur yang ditawarkan antara lain pre-safe brake dan active blind spot assist untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan membantu pengemudi jika tersesat. Persepsi kualitas merupakan penilaian terhadap kualitas merk-merk tertentu. Semakin terkenal reputasi merk suatu mobil, dianggap kualitas mobil tersebut semakin baik. Merk-merk mobil dengan reputasi bagus antara lain Mercedes Benz, BMW, dan Bentley. Sedangkan kesesuaian dengan standar adalah keadaan dimana suatu produk sudah sesuai dengan spesifikasinya. Maka dari itu sebuah mobil yang sudah diproduksi akan mengalami serangkaian uji kualitas, seperti ketahanan mobil saat mengalami benturan keras, uji standar keamanan, uji manuver mobil, dan uji standard emisi.

  18. Muhammad Arief Hendarwan
    2511100081
    TPK C
    Produk Sarung Tangan Kiper

    Sarung tangan kiper merupakan salah satu peralatan yang tidak bisa ditinggalkan dalam dunia sepakbola. Sudah seharusnya sarung tangan kiper memiliki delapan aspek yang terdapat dalam pengendalian kualitas, sehingga seluruh kiper yang memakai sarung tangan bisa memaksimalkan performanya di lapangan. Berikut akan dijelaskan aplikasi delapan aspek(penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar) pada sarung tangan kiper.
    Pada aspek penampilan, sudah seharusnya sarung tangan kiper yang akan dijual tidak ada kecacatan/kerusakan seperti lapisan karet/latex terkikis ataupun terdapat jahitan yang kurang sempurna. Keandalan sebuah sarung tangan kiper adalah tepatnya pemakaian karet/latex yang tepat sehingga sarung tangan kiper bisa berfungsi dengan baik, yaitu membantu kiper dalam menangkap bola dengan sempurna. Daya tahan sebuah sarung tangan kiper bergantung pada kondisi lapangan dan perawatan. Apabila bermain pada kondisi lapangan yang buruk, maka sarung tangan tidak bisa bertahan lama. Perawatan sarung tangan bisa dilakukan dengan mencuci sarung tangan tersebut sehingga lapisan karet/latex pada sarung tangan tidak kering dan bisa berfungsi dengan baik. Memang sedikit atau bahkan tidak ada tempat service untuk sarung tangan kiper. Namun apabila melakukan perawatan yang telah dijelaskan pada aspek daya tahan, maka sarung tangan bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Estetika secara sederhana adalah membahas keindahan, keindahan pada sarung tangan kiper bisa dilihat dari banyaknya desain pada sarung tangan sehingga enak untuk dilihat. Sebuah sarung tangan kiper memiliki fungsi utama untuk membantu menangkap bola, namun bisa juga ditambahkan fitur yang menarik, yaitu adanya pelindung jari-jari sehingga ketika hendak menahan/menangkap bola tidak tertarik kebelakang. Standar yang ada pada sarung tangan kiper adalah minimal bisa membantu seorang kiper dalam menangkap/menahan laju bola. Sehingga pemilihan lapisan karet/latex pada sarung tangan kiper bisa dijadikan sebagai parameter minimal dalam standar sarung tangan kiper, karena terkadang terdapat lapisan karet/latex yang malah membuat seorang kiper kesulitan dalam menahan/menangkap bola.

  19. Syafitri Hayati – 2511100146
    TPK C
    Produk: iPod

    iPod merupakan alat pemutar music yang dikeluarkan oleh Apple. Inc. Seperti yang telah dipelajari sebelumnya, terdapat 8 dimensi kualitas. 8 dimensi kualitas ini terdiri dari performance (penampilan), reliability (keandalan), (durability) daya tahan, serviceability (servis), aesthetic (estetika), feature (fitur), perceived quality (persepsi kualitas), dan conformance (kesesuaian dengan standar).
    Performance dalam sebuah iPod dapat dilihat dari kapasitas memori yang dapat digunakan untuk menyimpan lagu dalam iPod. Semakin tinggi kapasitas memory iPod maka semakin tinggi performancenya. Keandalan dari iPod dapat diketahui dari seberapa seringnya iPod mengalami error saat sedang digunakan. Contohnya adalah iPod yang sering me-restart sendiri dan mengakibatkan iPod tidak dapat digunakan selama beberapa saat. Daya tahan pada AC berkaitan dengan jangka waktu saat iPod selesai di-charge hingga baterai iPod itu habis. Serviceability adalah pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pengguna iPod. Estetika dari sebuah iPod dapat dilihat dari bentuk fisiknya yang modern dan simple. Selain itu bentuknya yang tidak besar dapat memudahkan pengguna dalam membawa iPodnya. Fitur merupakan fungsi tambahan dari sebuah produk. Salah satu fitur yang dapat ditemukan dalam sebuah iPod antara lain adalah kamera. Perceived quality biasanya dilihat dari brand produk. iPod merupakan salah satu brand alat pemutar music yang sudah dipercaya oleh banyak orang di dunia. Dimensi kualitas yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Setiap jenis iPod yang dikeluarkan oleh Apple memiliki spesifikasi dan standar yang berbeda-beda. Contohnya adalah, spesifikasi iPod Classic dengan iPod Touch pasti berbeda.

  20. Soraya Hasna Fadhilah – 2511100191
    TPK C
    Produk: Kompor Gas

    Dalam pengendalian kualitas, menurut Montgomery (2005) terdapat 8 dimensi kualitas yang perlu diperhatikan, yakni penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Agar lebih memahami delapan aspek itu, saya menggunakan kompor sebagai gambaran aplikasinya. Dimensi pertama penampilan menunjukkan karakteristik utama suatu produk. Ukuran penampilan dari kompor adalah tingkat kepanasan yang dihasilkan dalam memasak dan keamanan dari penggunaannya. Semakin cepat mampu memasak makanan dan juga aman dalam pemakaiannya maka kompor tersebut kualitasnya baik dari segi penampilan. Kemudian keandalan menunjukan kemungkinan dari produk tersebut mampu menjalankan fungsinya dalam jangka waktu tertentu. Kegagalan yang biasa terjadi pada kompor adalah dari mulai kesulitan mengeluarkan api yang diinginkan hingga terjadi kompor gas yang meledak seperti yang marak terjadi. Oleh karena itu, kompor memerluka perawatan berkala juga seperti membersihkannya pada periode tertentu hingga mengecek tabung gas dan regulator untuk menghindari ledakan. Daya tahan menunjukkan umur kompor dari mulai berjalan sesuai fungsinya, mulai mengalami kegagalan fungsi hingga harus diganti dengan kompor yang baru. Ada kompor yang memiliki umur hanya setahun ada juga yang hingga 10 tahun. Dimensi serivis menunjukkan kemampuan, kecepatan, serta kemudahan perbaikan yang diberikan perusahaan ketika kompor mengalami kegagalan. Terkadang pada merk tertentu yang sudah terkenal servis yang diberikan jangka waktunya lebih panjang dan pengurusannya juga lebih cepat. Namun ada juga yang sebaliknya. Lalu estetika kompor ditunjukan dari ukuran, bentuk, dan warnanya. Ada kompor yang berbentuk portable dan juga ada yang tanam atau permanen. Dimensi fitur atau item-item ekstra dalam kompor contohnya adalah dalam satu kompor bisa memasak empat masakan sekaligus atau sekalian bisa untuk memanggang kue. Persepsi kualitas berkaitan dengan merk. Kompor yang sudah memiliki merk biasanya lebih dilirik pelanggan karena kualitas serta keamanannya terjaga. Terakhir, tolak ukur kesesuaian kompor dengan standar adalah kemampuannya memanaskan dan keamanan penggunaannya.

    Referensi:
    Montgomery, D C 2009, Statistical Quality Control, 6th Edition, John Wiley & Sons Inc, United States of America.
    Jualelektronik.com. ‘Tips Menggunakan dan Memilih Kompor Gas’. http://jualelektronik.com/kompor-gas/tips-menggunakan-dan-memilih-kompor-gas/. Diakses 11 Febuari 2014.
    Servis LPG. 2013. ‘Memilih Kompor Gas LPG dengan Tepat’. Servis LPG. weblog post. 14 Januari. Diakses 11 Febuari 2014.

  21. Saka Tri Hatmojo
    2512100135
    TPK-C
    Produk ballpoint

    Dalam kualitas terdapat delapan dimensi. Dimensi-dimensi tersebut adalah penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, presepsi kualitas, serta kesesuaian dengan standart. Dalam memproduksi suatu produk kita pasti menetapkan suatu kualitas pada produk tersebut. Kualitas yang kita terapkan akan terbagi di masing-masingdimensi tersebut.
    Contoh dari dimensi kualitas ini bisa diterapkan pada ballpoint atau pulpen. Dari segi penampilan, kualitas dari sebuah pulpen dari penampilan adalah bagaimana bentuk pulpen tersebut, bentuk apakah menearik atau tidak. Dari segi keandalan kualitas dari pulpen tersebut bisa dilihat dari penggunaan pulpen tersebut. Apakah pulpen tersebut mudah untuk digunakan dengan dengan penampilan yang ditunjukannya, atau apakah pulpen tersebut bisa berfungsi dengan baik atau tidak. Dari segi daya tahan bisa dilihat apakah pulpen tersebut mudah rusak atau tidak. Jika sebuah pulpen sudah macet ketika baru digunakan 1 hari maka pulpen tersebut berkualitas jelek. Dari segi servis produk pulpen biasanya memberikan bonus untuk pembelian pulpen dalam jumlah yang besar. Dari segi estetika sebuah pulpen adalah bagaimana bentuk pulpen itu sendiri apakah cukup menarik ataukah hanya batang panjang polos dengan tinta di dalamnya. Dari segi fitur sebuah pulpen bisa menujukan fitur yang lain selain mempunyai tinta untuk menulis. Misalnya sebuah pulpen memiliki tutp pulpen yang bisa dikaitkan, atau mungkin sebuah pulpen memiliki 4 warna di dalamnya. Untuk poin preepsi kualitas, hal ini tergantung bagaimana masyarakat memandang sebuah pulpen itu bagus di mata mereka, jika misalnya di mata masyarakat pulpen dengan wadah yang transparan lebih bagus maka itu menjadi kualitas yang harus dipenuhi. Yang terakhir dari segi kesesuasian dengan standar, sebuah pulpen haruslah sesuai dengan standar sebuah pulpen. Yaitu bisa digunakan untuk menulis, mudah digunakan dan juga mudah dibawa.

  22. Nur Layla – 2512100020
    TPK C
    Produk Radio

    Salah satu media informasi yang masih eksis sampai sekarang adalah radio. Untuk memenuhi kualitas yang baik maka akan ditinjau melalui delapan dimensi yang terdiri dari penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Dimensi pertama adalah penampilan. Penampilan yang mulus dengan tidak adanya goresan dan bentuknya yang tidak cacat dari bentuk yang diharapkan. Dimensi kedua adalah keandalan. Keandalan dari radio ini adalah bagian-bagian yang diunggulkan oleh produsen dalam menarik hati para konsumen seperti fitur yang diberikan, estetika yang ditampilkan, dan beberapa pendukung lainnya. Dimensi ketiga adalah daya tahan. Daya tahan dari radio umumnya tergantung atas komponen-komponen penyusun. Dimensi keempat adalah servis. Servis adalah pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen. Beberapa servis yang diberikan adalah lamanya waktu garansi, kemudahan pencarian komponen pengganti, dan keramahan dari pelayan took dalam melayani pembeli. Dimensi kelima adalah estetika. Estetika atau keindahan merupakan salah satu hal yang mampu mencuri mata konsumennya. Bentuknya yang unik, perpaduan warna yang match, serta ringan untuk dibawa kemana-mana. Dimensi keenam adalah fitur. Fitur-fitur yang terdapat dalam radio ini antara lain jam, tempat pemutar DVD, tempat pemutar kaset, radio, tempat untuk mic, tempat untuk kabel usb yang mampu disambungkan ke handphone serta mengisi baterai handphone, dan masih banyak lagi. Dimensi ketujuh adalah persepsi kualitas. Persepsi dan ekspektasi dari konsumen akan sama dengan apa yang konsumen lihat. Ini semua akan berdampak pada produsen untuk memenuhi ekspektasi dari konsumen ini. Dan dimensi kedelapan adalah kesesuaian dengan standar. Sebagai contoh, standar kualitas yang sudah diperoleh oleh Radio Samsung ini adalah 1993 ISO 9001 for semiconductor plants in Korea, 1999 ISO 9002 for semiconductor plants in Korea, dan masih banyak lagi. Adanya sertifikasi tersebut sudah membuktikan bahwa sesuai dengan standar kualitas yang ada. Delapan dimensi kualitas tersebutlah yang akan mempengaruhi harga jual dari produk tersebut.

  23. Randy 2511100147
    TPK C

    Dalam persaingan bisnis diperlukan adanya perbedaan kualitas dengan produk pesaing. Tidak hanya meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya , tetapi dapat meningkatkan nilai penjualan dari produk. Salah satu cara untuk mengembangkan kualitas adalah metode delapan dimensi kualitas (Garvin). Delapan dimensi itu antara lain, peformance (peformansi), realiability (keandalan), durability (daya tahan), serviceability (perawatan), aesthetic (estetika), features (fitur), perceive quality (persepsi kualitas), dan conformance to standard (kesesuaian dengan standar). Berikut akan dijelaskan secara singkat delapan dimensi kualitas dari produk speaker .

    Peformansi dari sebuah produk dapat dilihat dari kemampuan produk menjalankan fungsi utamanya. Pada produk speaker peformansinya dapat dilihat kemampuan menghasilkan kualitas suara yang bagus, jernih dan dapat menjangkau semua nada.

    Keandalan dari sebuah produk dapat dilihat seberapa sering produk tidak dapat digunakan dalam suatu waktu tertentu. Pada speaker seberapa sering produk tidak dapat menghasilkan suara seperti yang seharusnya. Bisa juga untuk dapat berfungsi dengan baik speaker harus digunakan dalam waktu tertentu terlebih dahulu.

    Daya tahan dari sebuah produk dapat dilihat dari seberapa lama produk dapat digunakan hingga benar-benar rusak atau tidak berfungsi dengan baik lagi. Pada speaker dapat digunakan sampai tidak berfungsi dengan baik, biasanya tidak dapat menghasilkan suara dengan baik atau tidak menghasilkan suara sama sekali.

    Perawatan dari sebuah produk dapat dilihat dari seberapa mudah pengoperasian produk dan perawatan apabila terjadi kerusakan. Pada speaker dapat dilihat seberapa mudah pengguna dengan sendiri melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan.

    Estetika dari sebuah produk dapat dilihat dari ukuran, bentuk, dan desain. Pada speaker biasanya semakin kecil ukuran maka terlihat bagus.

    Fitur dari produk dapat dilihat dari kelengkapan fitur-fitur tambahan. Pada speaker biasanya fitur berupa tuning untuk mengatur suara.

    Persepsi kualitas pada produk speaker dapat dilihat dari persepsi kualitas dari sisi konsumen terhadap merk speaker tertentu.

    Kesuaian dengan standar pada produk speaker dapat dilihat dari kesuaian produk yang dihasilkan spesifikasi yang ditentukan.

    Referensi:
    David A Garvin, “Competing on the Eight Dimensions of Quality”, Harvard Business Review, November-December 1987, pp. 101-109.

  24. Fatmah Munif Lahdji 2512100023
    TPK-C
    Produk: Headphone

    Headphone merupakan produk yang banyak kita jumpai di pasaran. Saat ini, dijumpai berbagai macam headphone dengan harga dan kualitas yang beragam pula. Menurut Douglas C Montgomery, terdapat 8 dimensi kualitas yang perlu diperhatikan, antara lain penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar, begitupula pada produk headphone. Aspek yang pertama adalah penampilan. Dalam aspek ini, hal yang perlu diperhatikan adalah keadaan luar dari headphone. Headphone yang berukuran tidak terlalu besar, ringan, dan tidak cacat tentu akan lebih diminati oleh konsumen. Aspek yang kedua adalah estetika. Dari segi estetika, saat ini banyak produsen yang memproduksi headphone dengan bentuk yang unik dan berwarna-warni sehingga lebih menarik perhatian konsumen. Aspek yang ketiga adalah keandalan. Keandalan dapat didefinisikan sebagai probabilitas suatu produk mampu melakukan fungsi yang diinginkan. Keandalan pada headphone dapat dilihat dari kemampuan headphone untuk mengeluarkan suara dengan baik. Aspek yang keempat adalah daya tahan. Daya tahan headphone dikatakan baik apabila headphone tidak mudah rusak, misalnya headphone tidak mudah rusak apabila terkena air. Aspek yang kelima adalah servis. Aspek ini dapat dilihat dari ada tidaknya garansi yang diberikan oleh produsen headphone terhadap konsumennya. Aspek yang keenam adalah fitur. Seiring dengan berkembangnya teknologi, fitur pada headphone juga semakin berkembang, antara adalah adanya fitur wireless dan inline remote pada headphone. Aspek yang ketujuh adalah persepsi kualitas. Persepsi kualitas berkaitan dengan penilaian dari konsumen terhadap suatu produk. Pada produk headphone, biasanya konsumen menjadikan kejernihan suara yang dikeluarkan oleh headphone sebagai salah satu tolak ukur kualitas produk. Aspek yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Headphone dapat dikatakan standar apabila sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, salah satu contohnya adalah nyaman dan tidak membuat telinga nyeri ketika digunakan.

    Reference:

    Prasetyawan, Y, Suef, M, Kurniati, N, Suprianto, H, & Widiasih, W 2014. Peningkatan Kualitas di Lingkungan Bisnis Modern, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

  25. Rahmadita F
    2512100056
    TPK C

    Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam memproduksi dan memasarkan produknya, salah satu dari aspek tersebut adalah kualitas. Ada delapan dimensi kualitas menurut buku Introduction to Statistical Quality Control oleh Douglas C. Montgomery yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Begitu pula dalam pembuatan produk DVD Player, dibutuhkan pengendalian kualitas berdasarkan dimensi kualitas yang telah disebutkan di atas.
    Dari segi dimensi penampilan, DVD player yang siap dipasarkan haruslah tanpa cacat. Tanpa cacat disini memiliki arti tidak terdapat part yang hilang atau rusak dalam kasat mata. Dimensi kedua yaitu keandalan dimana DVD player yang diproduksi mampu bekerja dengan baik dalam periode waktu tertentu. Apabila produk tersebut dapat bekerja dengan memuaskan, maka produk tersebut dapat diandalkan. Ketahanan DVD Player terhadap hal-hal yang tidak terduga serta frekuensi penggunaan DVD Player juga dapat menjadi salah satu aspek pengendalian kualitas. Misalnya, pemakaian DVD player yang berulang-ulang tetapi masih mampu digunakan dengan baik dalam jangka waktu cukup lama. Dari segi servis adalah penawaran garansi atau maintenance produk oleh perusahaan kepada konsumen. Estetika produk DVD Player yang indah dan berbeda dari produk DVD Player lainnya juga menjadi salah satu kualitas produk. Fitur DVD Player yang tidak hanya dapat memutar DVD tetapi juga dapat digunakan untuk menampilkan gambar dari USB dan fitur lain yang tidak dapat ditemukan di produk yang berbeda. Nama besar merk produsen DVD Player mempengaruhi persepsi kualitas produk DVD Player yang dihasilkan dimata konsumen. Kesesuaian produk terhadap standar umum yang ada juga mempengaruhi kualitas produk. Misal dalam hal berat dan part standar DVD Player.

  26. Afham Wahyu Agung
    2512100113
    TPK-C
    Produk : Tang

    Tang merupakan alat yang mudah ditemui karena merupakan perkakas yang biasa ada di rumah. Tang biasa digunakan untuk keperluan perakitan atau keperluan perbaikan. Fungsi utama tang adalah untuk mencengkram dengan kuat benda pada moncong tang. Selain itu, moncong tang sebagian dibuat tajam sehingga bisa digunakan untuk memotong kabel. Tang memiliki penampilan yang sederhana, sehingga orang yang pertama kali menggunakan mudah untuk mengerti bagaimana menggunakannya. Tang juga dibuat handal untuk mencengkram benda yang tertancap sangat keras, atau mencengkram supaya benda tidak berubah posisi atau berputar. Hal ini karena moncong dibuat bergerigi pada bagian cengkramnya, sehingga dapat menahan dengan gaya gesekan. Pada sisi dalam dibuat tajam untuk fungsi memotong tali atau kabel. Material pembuat tang juga terbuat dari baja yang sudah dicampur material-material lain dengan kadar tertentu supaya menghasilkan material tahan karat untuk beberapa jenis merek. Untuk membuat tang memiliki daya tahan lebih, tang harus dibuat tidak terlalu ulet supaya tidak melengkung ketika digunakan dan juga tidak terlalu kaku supaya tidak langsung patah. Untuk servis, tang merupakan perkakas yang dijual lepas tanpa garansi atau layanan purna jual. Garansi hanya diberikan oleh penjual atau toko, yang berupa garansi jangka pendek. Tidak ada servis istimewa yang didapat konsumen dari produk tang. Hal ini dikarenakan cost servis tiap produk tang memerlukan biaya cukup besar. Bentuk tang yang simple tetap menggunakan pertimbangan sisi estetika. Hal pertama yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli adalah sisi estetika. Produsen dapat menggunakan sisi estetika untuk menunjukkan tang buatan mereka handal dan daya tahan tinggi. Oleh karena itu tang dibuat dengan desain sesederhana mungkin, tidak rumit, dan biasa ditambahkan dengan karet grip yang berwarna pada pegangannya untuk meningkatkan keindahannya. Warna karet grip ini juga berfungsi untuk membedakan tang dengan perkakas lainnya. Fungsi dasar tang memang sederhana, mencengkram dan memotong. Tetapi semakin modern, banyak dikembangkan tang lipat yang memuat perkakas-perkakas lainnya dalam satu alat, seperti obeng, atau pisau kecil. Sehingga pengembangan tersebut bisa menjadi nilai tambah untuk kualitasnya. Selain itu, khusus pada produk-produk yang dipasarkan di Indonesia harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi syarat supaya benda ini sesuai standar dan bisa dipertanggung jawabkan. Jika tang dibuat tidak berdasarkan standar apa pun, tidak ada yang menjamin kualitas tang tersebut dan kesalahan serta kualitasnya yang baik atau buruk tidak bisa dipertanggung jawabkan. Untuk itu tang yang dipasarkan di Indonesia harus memenuhi SNI supaya kualitasnya terjamin dengan standar yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan. Merk, bentuk, atau harga merupakan beberapa faktor mempengaruhi persepsi kualitas bagi konsumen. Walaupun belum tentu benar, produk tang dengan harga tinggi atau merek tertentu akan memberikan persepsi awal mengenai kualitas terbaik bagi konsumen. Konsumen akan menimbang-nimbang apakah sebuah tang berkualitas tinggi atau tidak jika harganya murah dan diproduksi merek tidak terkenal.

  27. Holly Aphrodita-2511100143
    TPK-C
    Produk: Kereta Dorong Bayi Vagabond

    Kereta dorong bayi atau stroller kerap menjadi perangkat penting bagi buah hati. Orang tua dapat mengajak jalan-jalan si bayi mungil dengan nyaman tanpa lelah menggendongnya. Saat ini, sudah banyak berbagai variasi kereta dorong bahkan menggunakan teknologi yang berkualitas. Salah satu contohnya adalah kereta dorong Vagabond. Kereta tersebut dibuat oleh perusahaan Smartbike asal Spanyol. Pada dasarnya ini merupakan sebuah sepeda namun dapat diubah menjadi kereta dorong. Berat stroller ini sekitar 20 kilogram, dapat membawa dua anak dengan berat total 45 kilogram. Performance utama stroller adalah fungsinya untuk memberi kenyamanan dan keamanan bayi serta kemudahan pengasuh dalam mengoperasikannya. Feature stroller ini sangat baik karena tidak hanya menjalankan fungsi sebagai kereta bayi tetapi juga sepeda bagi pengasuh. Jika biasanya kereta harus didorong, vagabond ini meringankan kerja pengasuh dengan model sepeda untuk menggerakkan kereta. Karena menggunakan bahan alumunium pada velg-nya reliability stroller ini juga cukup baik karena selain ringan juga tahan karat dan mudah dirawat. Untuk endurance-nya sendiri, stroller vagabond juga memiliki daya tahan yang kuat karena body-nya menggunakan besi. Stroller Vagabond juga memiliki durability yang baik karena dibuat dari bahan yang tahan karat dan tahan keropos. Untuk servisnya, Stroller Vagabond memiliki spesifikasi kereta dorong pada umumnya, sehingga tidak sulit mencari jasa repair ketika kereta mengalami kerusakan. Terlebih jika orang tua memiliki ketrampilan sendiri untuk melakukan bongkar pasang kereta tersebut. Selain memiliki beberapa keunggulan spesifikasi tersebut, Stroller Vagabond juga dibuat dalam bentuk yang unik, yakni dengan konsep kereta-sepeda. Stroller ini pun memiliki persepsi kualitas yang baik jika pengasuh maupun si bayi merasa nyaman dengan menggunakan stroller tersebut.

  28. Adi Wirawanta Sembiring
    2512100139
    TPK-C
    Produk : Lemari

    Implementasi dari peningkatan kualitas suatu produk dapat dilihat dari 8 dimensi kualitas yakni penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Produk yang akan dilihat dimensi kualitasnya dalam hal ini adalah lemari. Pertama yakni penampilan. Penampilan perlu diperhatikan ialah kondisi dari produk lemari itu sendiri, apakah produk yang dihasilkan sudah bagus atau masih terdapat cacat. Ukuran besar kecilnya lemari juga termasuk dalam penampilan, karena produk itu sendiri akan membutuhkan space/ruang untuk penempatannya. Berikutnya ialah keandalan. Tingkat keandalan dari suatu lemari dapat dilihat apakah lemari tersebut sudah dapat berfungsi dengan baik seperti pintu lemari dan laci-laci kecil didalamnya. Dimensi daya tahan merupakan seberapa awet dan kuat jika lemari tersebut nantinya digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini berkaitan dengan bahan baku (jenis kayu) yang digunakan untuk membuat lemari tersebut. Dimensi servis merupakan kemudahan untuk melakukan perbaikan-perbaikan jika terjadi kerusakan pada lemari. Bagaimana cara mengatasi jika ada bagian lemari yang bolong karena rayap atau ada bagian kayu lemari yang patah. Dimensi estetika yang berkaitan dengan produk ini yakni biasanya bagian pintu lemari disertai ukiran atau pahatan yang menimbulkan nilai keindahan tersendiri atau gagang pintu lemari yang digunakan juga menambah nilai estetika. Dimensi fitur merupakan bagian-bagian pelengkap yang ditambahkan dalam lemari itu sendiri seperti laci-laci kecil tempat menyimpan barang-barang yang kecil, tempat gantungan (hanger) pakaian atau cermin besar di bagian pintu lemari. Dimensi persepsi kualitas merupakan bagaiamana citra produk ini di mata para konsumen. Konsumen akan lebih mudah mengenal suatu produk dari kualitas produk itu sendiri. Produk dengan kualitas yang baik akan lebih banyak diburu konsumen. Dimensi yang terakhir ialah kesesuaian dengan standar. Dimensi ini berkaitan dengan produk yang dihasilkan sesuai atau tidak dengan standar yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan atau UKM. Standar produk ini bisa berkaitan dengan ukuran, berat, warna, dll.

  29. LINTANG DELIA PUTRI
    2512100045
    PRODUK : KAMERA

    Kamera adalah salah satu produk yang digemari masyarakat saat ini, baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan pekerjaan (profesi tertentu). Tingginya permintaan terhadap kamera menjadikan suatu perusahaan meningkatkan kualitas kamera produksinya. Kualitas kamera dapat dilihat dari berbagai dimensi. Pertama, performansi kamera ditunjukkan dengan bagaimana kamera tersebut dapat menjalankan fungsi utamanya – merekam gambar dan merekam video – dengan baik. Kedua, kamera yang dapat diandalkan adalah kamera yang memiliki frekuensi perbaikan yang kecil. Ketika kamera terlalu sering mendapat perbaikan karena adanya kesalahan, kamera tersebut tidak dapat diandalkan. Ketiga, kamera yang diinginkan konsumen adalah kamera yang memiliki daya tahan yang baik, yakni kamera yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam waktu yang lama. Keempat, kamera yang berkualitas dapat dilihat dari servisnya, yaitu seberapa mudah dan cepat kamera tersebut diperbaiki ketika terdapat kerusakan. Kelima, desain visual kamera juga menjadi salah satu hal yang penting untuk melihat kualitas kamera. Desain kamera yang menarik dan unik akan lebih diminati oleh konsumen. Keenam, kamera yang berkualitas biasanya menambahkan fitur-fitur tertentu di dalamnya, seperti menambahkan efek pada gambar, memfokuskan gambar, menangkap senyum, dan lain sebagainya. Dengan tambahan fitur-fitur baru, konsumen akan tertarik untuk menggunakannya. Ketujuh, persepsi kualitas kamera dapat dilihat dari perusahaan yang memproduksi kamera. Jika produk yang dibuat memiliki kualitas yang baik, konsumen akan memilih untuk membeli kamera dari perusahaan tersebut daripada perusahaan yang lain. Kedepalan, kamera yang berkualitas memiliki kesesuaian dengan standar. Apakah kamera yang diproduksi sudah sesuai dengan rancangan yang sesuai standar. Jika tombol yang terpasang pada kamera memiliki desain yang kurang ergonomis dibandingkan desain yang telah dibuat, kenyamanan dalam penggunaan kamera akan berkurang. Dengan memperhatikan delapan dimensi kualitas, produsen dapat meningkatkan kualitas kamera yang diproduksinya.

    Referensi:
    Montgomery, Douglas C 2009, Introduction to Statistical Quality Control, Sixth Edition, John Wiley & Sons, Inc, United States of America.

  30. Reny Elvira S 2511100161
    TPK Kelas C
    Produk : Mesin Cuci
    Teknik Pengendalian Kualitas ialah sebuah cara untuk mengendalikan kualitas produk. Salah satu komponennya ialah dimensi kualitas dalam sebuah produk. Mesin cuci merupakan sebuah produk yang diperlukaan untuk memudahkan manusia dalam hal mencuci pakaian. Dimensi kualitas yang pertama ialah Penampilan pada mesin cuci umumnya dapat dipengaruhi oleh beragam variasi yakni atas pintu dan pintu depan.Penampilan ini mempengaruhi kualitas dalam pemilihan pada konsumen. Kemudian ada pula yang kedua ialah nilai estetika yakni yang terdapat dalam produk ialah dengan hadirnya berbagai pilihan warna design untuk menambah nilai estetika terhadap produk tersebut. Tak hanya itu dimensi kualitas juga melingkupi bagian Keandalan dalam produk ini berarti mesin cuci mampu melakukan proses pemutaran terhadap bahan cucian tanpa adanya gesekan. Dimensi yang keempat ialah daya tahan pada mesin cuci ini umur ekonomis dalam pemakaian mesin cuci. Dalam hal ini biasanyaa ketahanan terhadap produk >=8 tahun serta garansi terhadap produk selama 10 tahun. Selain itu dimensi berikutnya ialah fitur. Hal ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pilihan. Fitur ini adalah salah satunya untuk Inverter Direct Drive membuat suasana mencuci tdk bising dan menghemat air. Dimensi berikutnya yakni Kesesuaian dengan Standart juga merupakan hal yang penting yakni salah satunya ialah dengan memberlakukan ISO.Standart didapat dalam dimensi fisik dan dimensi serta berat pada produk mesin cuci. Kemudian dimensi yang tak kalah penting ialah Persepsi Kualitas dalam Hal ini ialah konsumen sudah memiliki kepercayaan terhadap produk merek ternama terjamin dengan kualitasnya. Terakhir ialah dimensi servis yang didapat ialah dengan ketersediaaan spare part yang mudah ditemukan di berbagai tempat.
    Referensi :
    Montgomery. Douglas C. 2005 John Wiley & Introduction to Statistical Quality Control, 5th Edition

  31. Christian Suryatama- 2512100101
    TPK- C
    Produk Laptop

    Laptop telah menjadi salah satu gadget yang tidak pernah berhenti berinovasi. Sebagai salah satu produk yang dipakai sebagai penunjang kegiatan manusia dalam bidang teknologi dan informasi, peningkatan kualitas laptop menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Menurut Douglas C. Montgomery, terdapat 8 dimensi kualitas yang menjadi penilaian terhadap suatu produk, yaitu, penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standart.
    Penampilan menunjukkan karakteristik utama suatu produk. Laptop menjadi produk yang memiliki keunggulan yaitu kemudahannya yang dapat digunakan secara mobile, ringan dan tidak tergantung pada tempat. Sebuah laptop pun telah terintegrasi dengan sebagian besar komponen yang ada pada komputer. Keandalan adalah kemungkinan suatu produk dapat berfungsi dengan baik dalam periode waktu tertentu. Pada laptop hal ini dapat dinilai dari keawetan performanya ketika telah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Daya tahan merupakan ukuran umur suatu produk. Pada produk laptop dapat dilihat dari baterainya. Ukuran ketahanannya adalah jangka waktu sampai baterai menjadi rusak dan harus diganti dengan yang baru. Serviceability produk laptop dapat dilihat dari kemampuan dan kemudahan dalam perbaikan. Ketika ada komponen yang rusak, kita dapat langsung datang ke tempat service yang menyediakan komponen dan melakukan perbaikan. Dimensi estetika pada laptop dapat dilihat dari tampilan desain laptop yang futuristik dan ukuran yang menunjang mobilitas penggunanya. Dimensi fitur pada laptop dapat dilihat dari item-item ekstra yang ditambahkan seperti bluetooth, pengeras suara, layar touch screen. Pada dimensi persepsi kualitas bergantung pada penilaian konsumen terhadap kualitas laptop yang dihasilkan berbagai merk. Dalam hal ini berbagai produsen harus berlomba melakukan inovasi masing-masing.
    Yang terakhir adalah dimensi kesesuaian terhadap standard. Hal ini menilai apakah produk laptop tersebut telah melewati beberapa pengujian kualitas atau belum. Dimensi ini dapat dilihat juga dari sertifikasi standar kualitas yang dimiliki produk laptop tersebut, contohnya adalah Standar Nasional Indonesia.

  32. Mochammad Nurman Ibnussalam- 2511100127
    TPK- C
    Produk Dispenser

    Doglas C. Montgomery menyebutkan bahwa terdapat delapan dimensi kualitas. Berikut penjelasan tiap dimensi dikaitkan dengan dispenser sebagai contoh.

    Performance
    Meninjau kualitas produk berdasarkan fungsi utamanya. Fungsi utama dispenser adalah untuk mempermudah pengambilan air dan menyangga galon. Performansi dispenser dapat diukur berdasarkan kekuatannya menahan galon dan tingkat kemudahan pengguna dalam mengambil air.

    Features
    Menggambarkan kualitas produk berdasarkan fungsi-fungsi yang bersifat komplemen. Fungsi tambahan pada dispenser misalnya kemampuan menghangatkan dan mendinginkan air.

    Reliability
    Dimensi keandalan menyangkut probabilitas suatu produk dapat berfungsi (perform) ketika digunakan. Dispenser yang tidak mudah rusak maka memiliki keandalan yang tinggi dan sebaliknya. Keandalan dispenser tergantung pada jenis material dispenser dan pengoperasian penggunanya.

    Durability
    Durability berkaitan dengan umur produk yakni durasi produk dapat terus digunakan. Dispenser dikatakan memiliki durability yang baik jika dapat digunakan selama jangka waktu yang lama.

    Serviceability
    Menjelaskan kualitas produk berdasarkan kemudahan pengoperasian dan pemeliharaannya. Suatu dispenser dikatakan memiliki serviceability rendah apabila pengoperasiannya rumit, perawatannya relatif sulit, dan komponen-komponennya sulit untuk ditemukan.

    Aesthethic
    Meninjau kualitas dari segi keindahannya. Aesthethic cenderung subyektif, misalnya menurut saya dispenser yang indah adalah dispenser yang memiliki kombinasi warna biru dan hitam dengan desain yang ramping.

    Perceived Quality
    Membahas kualitas berdasarkan persepsi konsumen. Dimensi perceived quality akan mengatakan dispenser memiliki kualitas baik jika konsumen mengatakan bahwa dispenser berkualitas baik. Hal tersebut menjelaskan bahwa kualitas dispenser tidak hanya dapat ditingkatkan dari sisi ketahanan, keandalan, atau performansinya saja namun dapat ditingkatkan melalui branding untuk memberikan kesan bahwa dispensernya berkualitas baik dimata konsumen.

    Conformance to Standart
    Melihat kualitas berdasarkan kriteria yang telah distandartkan misalnya kesesuaian dimensi, berat, warna, dan pengoperasiannya. Dispenser akan dikatakan berkualitas jika kriteria standart yang ditetapkan perusahaan telah terpenuhi misalnya standart berat, corak warna, dimensinya, dan standart pengoperasiannya.

    Berdasarkan paparan tersebut, dispenser yang benar-benar berkualitas adalah dispenser yang berkualitas dilihat dari sudut pandang seluruh dimensi tersebut.

    Referensi:
    Montgomery, D C 2009, “Statistical Quality Control: A Modern Introduction”, 6th Edition, John Wiley & Sons Inc, United States of America.
    Fransisca, Natalia 2012, “Dimensi Kualitas Produk”, diakses tanggal 11 Februari 2014,

  33. Okky Sukmawati Harjono
    2512100012
    TPK – C
    Produk : Panci

    Dalam menentukan kualitas dari suatu produk barang atau jasa, terdapat delapan dimensi yang dapat merepresentasikan kualitas tersebut. Kedelapan dimensi tersebut antara lain penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, serta kesesuaian dengan standar. Salah satu produk yang dapat dilihat dimensi kualitasnya adalah panci. Panci merupakan produk yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari, terutama oleh ibu rumah tangga. Kualitas panci dari penampilannya dapat dinilai dari apa saja kegunaan dari panci tersebut. Semakin banyak fungsinya, semakin tinggi pula kualitasnya. Sebagai contoh, panci yang hanya berfungsi untuk memasak air dan sayur kualitasnya lebih rendah dibanding dengan panci serbaguna yang dapat digunakan untuk memasak berbagai macam masakan. Dimensi keandalan dapat menentukan kualitas panci dari seberapa sering panci tersebut bocor atau panasnya tidak merata. Semakin sering hal itu terjadi, semakin rendah kualitas dari panci. Dimensi daya tahan untuk mengukur kualitas panci dapat dilihat dari berapa lama panci tersebut bertahan hingga tidak dapat digunakan lagi. Dari segi servis, kualitas panci dapat diukur dari seberapa mudah perawatan panci sehari-hari serta jika terjadi kerusakan. Dimensi estetika merupakan hal yang cukup diperhatikan dalam menentukan kualitas dari panci. Semakin bagus warna, model, bentuk, dan motif dari panci, semakin baik pula kualitas dari panci. Pada produk panci, umumnya perusahaan menawarkan fitur tambahan yang menunjang kegunaan utama dari panci. Fitur ini juga menentukan kualitas dari produk panci. Selain dari sisi produk panci, kualitas panci ditentukan pula oleh persepsi konsumen terhadap produk. Persepsi konsumen yang menentukan kualitas panci antara lain kemudahan penggunaan, pelayanan yang diberikan oleh perusahaan produsen panci, dan sebagainya. Persepsi kualitas dari pandangan konsumen memiliki hubungan yang cukup erat dengan dimensi kualitas lain. Pemenuhan kualitas berdasarkan dimensi kesesuaian dengan standar lebih mengarah kepada pertimbangan produsen dalam memproduksi produk. Produsen berusaha untuk memproduksi panci yang memiliki karakteristik sedekat mungkin dengan standar.

    Referensi
    G., Hendra Poerwanto, Dimensi Kualitas Produk, ‘Referensi Manajemen Kualitas’, diakses 11 Februari 2014,

  34. Sekar Hati Dwi P / 2512100044
    TPK C

    Dimensi Kualitas untuk Kursi

    Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa dimensi kualitas suatu produk terdiri dari 8 kriteria yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Produk yang akan saya bahas adalah kursi. Dimensi pertama yaitu penampilan, kursi yang memiliki kualitas baik adalah yang tidak terdapat cacat/defect misalnya saja di bagian sandaran lengan tidak terdapat sisa-sisa material yang tajam yang dapat melukai penggunanya. Kemudian keandalan, yaitu kursi tersebut dapat berfungsi dengan baik ketika sedang digunakan dan tidak langsung rusak ketika digunakan pertama kali. Selanjutnya daya tahan, apabila dalam jangka waktu yang lama kursi tersebut masih dalam kondisi baik/tidak rusak maka dapat dikatakan kualitas kursi tersebut bagus, dan berlaku juga sebaliknya. Dimensi selanjutnya adalah servis, biasanya perusahaan furniture memberikan pelanggan garansi berupa servis, namun jika belum terlalu lama digunakan ternyata sudah perlu diservis maka kualitas kursi tersebut tidak bagus. Kemudian estetika atau segi keindahan dari sebuah produk, konsumen akan lebih memilih kursi yang menarik/unik daripada kursi yang memiliki bentuk biasa saja dengan fungsi yang sama. Selanjutnya fitur, kursi produksi sekarang kualitasnya lebih baik karena terdapat berbagai macam fitur, misalnya saja dapat diputar, dapat disesuaikan tingginya dengan pengguna, sandaran lengan yang juga dapat diatur, memiliki roda untuk segi fleksibilitasnya, dll. Persepsi kualitas, kursi akan dikatakan baik jika kursi tersebut nyaman, aman digunakan, dan tahan lama. Dan dimensi yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar, jika kursi dibuat dengan tidak melihat standar yang telah ditetapkan maka kursi tersebut pasti akan banyak memiliki kekurangan atau defect dan nantinya akan menurunkan demand dari konsumen yang akan merugikan perusahaan tersebut.

    Referensi :
    Web blog, ‘Fitur penting dari kursi kantor’, http://mysavello.blogspot.com/2013/07/7-fitur-penting-dari-kursi-kantor.html, diakses pada 11 februari 2014

  35. M.Zuhdi Sumarna
    2511 100 059
    TPK C

    Pada tanggal 11 Februari 2014 saya mendapatkan pengetahuan baru mengenai kualitas pada kelas PTK, ternyata terdapat delapan dimensi kualitas. Padahal selama ini yang kita ketahui hanya rupa, harga, dan merek. Berikut dimensi kualitas dari produk (proyektor) yang saya amati. Pertama dari sisi penampilan, hal ini merupakan aspek pertama yang terlihat pada sebuah produk, pada saat ini proyektor cenderung lebih kecil dibanding generasi proyektor sebelumnya dan memiliki desain yang lebih elegan. Kedua, segi keandalan proyektor dapat dilihat dari ketajaman gambar yang dipancarkan. Ketiga, daya tahan sebuah proyektor dapat di indikasikan dengan melihat berapa lama proyektor tersebut dapat memancarkan gambar hingga mengalami overheated. Keempat, servis, hal ini terkait dengan brand dari produk, apakah produsen teresebut menyediakan layanan servis setelah pembelian seperti garansi atau servis lainnya yang dapat membuat kita nyaman dan yakin untuk membeli proyektor tersebut. Kelima, estetika pada proyektor dapat dilihat dari bentuk proyektor dimana terdapat yang kotak dan ada yang sedikit melengkung serta garis-garis yang memperlihatkan estetika atau keindahan bentuk dimana dapat menjadi nilai tambah proyektor tersebut. Keenam, fitur, pada beberapa proyektor terdapat fitur dimana gambar dapat dipancarkan dari belakang layar, fitur penyesuaian gambar horisontal dan vertikal, dll. Ketujuh, persepsi kualitas, dimana produsen proyektor harus dapat memenuhi ekspektasi kualitas yang diinginkan oleh pengguna proyektor (konsumen). Kedelapan, kesesuaian dengan standart, menurut saya kesesuaian dengan standart ini bergantung dari pengguna proyektor, apakah proyektor tersebut digunakan untuk kebutuhan kantor yang hanya diletakkan di suatu tempat atau untuk dibawa-bawa pergi dimana lebih mementingkan bentuk yang kecil dan ringan. Dari kedua hal ini proyektor di produksi berdasarkan standar proyektor yang seharusnya serta berdasarkan target pasarnya.

  36. Sekar Hati Dwi P / 2512100044
    TPK C

    Dimensi Kualitas untuk Kursi

    Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa dimensi kualitas suatu produk terdiri dari 8 kriteria yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Produk yang akan saya bahas adalah kursi. Dimensi pertama yaitu penampilan, kursi yang memiliki kualitas baik adalah yang tidak terdapat cacat/defect misalnya saja di bagian sandaran lengan tidak terdapat sisa-sisa material yang tajam yang dapat melukai penggunanya. Kemudian keandalan, yaitu kursi tersebut dapat berfungsi dengan baik ketika sedang digunakan dan tidak langsung rusak ketika digunakan pertama kali. Selanjutnya daya tahan, apabila dalam jangka waktu yang lama kursi tersebut masih dalam kondisi baik/tidak rusak maka dapat dikatakan kualitas kursi tersebut bagus, dan berlaku juga sebaliknya. Dimensi selanjutnya adalah servis, biasanya perusahaan furniture memberikan pelanggan garansi berupa servis, namun jika belum terlalu lama digunakan ternyata sudah perlu diservis maka kualitas kursi tersebut tidak bagus. Kemudian estetika atau segi keindahan dari sebuah produk, konsumen akan lebih memilih kursi yang menarik/unik daripada kursi yang memiliki bentuk biasa saja dengan fungsi yang sama. Selanjutnya fitur, kursi produksi sekarang kualitasnya lebih baik karena terdapat berbagai macam fitur, misalnya saja dapat diputar, dapat disesuaikan tingginya dengan pengguna, sandaran lengan yang juga dapat diatur, memiliki roda untuk segi fleksibilitasnya, dll. Persepsi kualitas, kursi akan dikatakan baik jika kursi tersebut nyaman, aman digunakan, dan tahan lama. Dan dimensi yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar, jika kursi dibuat dengan tidak melihat standar yang telah ditetapkan maka kursi tersebut pasti akan banyak memiliki kekurangan atau defect dan nantinya akan menurunkan demand dari konsumen yang akan merugikan perusahaan tersebut.

    Referensi :
    Weblog, ‘Fitur penting dari kursi kantor’, http://mysavello.blogspot.com/2013/07/7-fitur-penting-dari-kursi-kantor.html, diakses 11 Februari 2014

  37. Dimas Prasetyo
    2511 100 192
    TPK C

    Kualitas telah menjadi salah satu decision factor bagi pelanggan dalam memilih produk. Pemahaman serta peningkatan kualitas menjadi faktor kunci untuk menjadi pemimpin di suatu segmen pasar yang berimbas pada keunggulan kompetitif antarprodusen.
    Keseluruhan suatu sistem dalam industri manufaktur harus menjadikan produk tersebut memenangi kompetisi di pasar sehingga penting untuk mendiferensiasikannya dalam dimensions of quality.

    Sebagai contoh dalam pasar tempat tidur. Produsen tempat tidur harus memahami dimensions of quality agar kualitas produknya terjaga. Poin dalam dimension of quality diantaranya sebagai berikut. Performance Customer (will the product do the intended job?) Kasur yang baik memiliki kemampuan untuk merilekskan tubuh saat digunakan untuk tidur maupun duduk. Reliability (How often does the product fail?). Faktor yang mengkritisi keringkihan tempat tidur seperti kualitas bahan dan spesifikasi pengguna wajib diperhatikan produsen. Durability (How long does the product last?). Ketahanan kasur terhadap beban yang diterima beserta lamanya kasur dipakai dipandang oleh pelanggan sebagai faktor kepuasan yang penting. Material kasur adalah poin penting disini. Serviceability (How easy is it to repair the product?). Kebijakan after sales untuk kebutuhan servis membantu pelanggan untuk memperbaiki Kasur yang rusak.. Aesthetic (What does the product look like?). Bentuk tempat tidur disesuaikan dengan umur pengguna. Untuk kebutuhan balita tempat tidur berbentuk mobil atau pesawat menambah nilai tambah tempat tidur. Bentuk konvensional ditujukan kepada segmen orang tua. Features (What does the product do?). Tempat tidur yang memiliki tirai penahan serangga ataupun lampu tidur menambah nilai tambah suatu tempat tidur. Perceived Quality (What is the reputation of the company or its product?). Reputasi dari produsen menjadikan produk tempat tidur memiliki nilai prestis yang berbeda sehingga memberikan keunggulan komparatif terhadap produk lain. Conformance to Standards (Is the product made exactly as the designer intended?). Tempat tidur memiliki beberapa komponen yang bersifat bongkar pasang sehingga kesesuaian tiap part dan desain produk harus diperhatikan oleh desainer.

  38. Didik Setiyo Budi 2511100106
    TPK C

    Produk : Logitech Marathon Mouse M705

    Logitech Marathon Mouse M705 merupakan salah satu jenis produk unggulan dari Logitech, yaitu mouse yang didesain dengan bentuk yang ergonomis dan performa sensor serta system yang mumpuni.Dari segi penerapan dimensi penampilan, perusahaan akan melakukan inspeksi kualitas dari tampilan luar mouse tersebut, dimana produk ini memiliki penampilan yang baik mulai dari ukuran yang pas di genggaman hingga tidak adanya cacat luar dari produk. Dari dimensi keandalan, produk ini tahan dengan berbagai benturan dang diperkuat dengan bahan yang kuat dan tahan pecah, sehingga produk ini sangat handal. Dari dimensi daya tahan, Logitech dikenal dengan mouse buatannya yang memiliki masa pakai yang panjang, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk ini juga memiliki daya tahan yang baik. Dari dimensi servis, perusahaan menyediakan layanan purna jual yang baik bagi konsumen, meliputi servis, garansi, dan lain sebagainya. Dari dimensi estetika, mouse ini didesain dengan bentuk dan warna yang menarik di mata konsumen dari segi keindahan bentuk mouse, hal itu adalah agar konsumen tertarik untuk membeli mouse ini karena tampilannya yang menarik. Dari segi fitur, mouse ini mempunyai kecepatan tracking mencapai 3200 dpi, yang merupakan kecepatan yang sudah cukup baik untuk mouse kelas medium. Dari persepsi kualitas, Logitech memang sudah terkenal bagus dalam membuat mouse dari segi kualitas, branding dari perusahaan ini dinilai sudah sangat baik. Dari dimensi kesesuaian dengan standart, setiap mouse memiliki standart yang sesuai dengan yang diinginkan, hal ini terkait dengan branding dari perusahaan Logitech yang selalu menerapkan standar yang baik dari tiap produknya.

  39. Deo Denada Wollah

    TPK-C

    2512100030

    Produk : Rice Cooker

    Dimensi –dimensi kualitas produk Rice Cooker:

    Penampilan

    Penampilan atau performance adalah kinerja dari produk sesuai dengan spesifikasi yang disebutkan. Misalnya berapa watt yang dibutuhkan, kapasitas volum saat menanak nasi dan lain sebagainya.

    Keandalan

    Keandalan dari produk Rice Cooker ini adalah jika dapat menanak nasi dengan waktu yang sesuai.

    Daya Tahan

    Daya Tahan dari produk Rice Cooker adalah jika produk ini dapat mempertahankan performa atau fungsinya sampai waktu tertentu. Misalkan rata-rata umur pakai Rice Cooker merk A adalah 3 tahun, yang berarti bahwa rice cooker ini dapat menjalankan fungsi selama 3 tahun.

    Servis

    Servis yang biasa diberikan oleh perusahaan produsen Rice Cooker ini biasanya adalah garansi untuk produk pembelian yang cacat. Selain itu ada beberapa yang juga menawarkan jasa reparasi dan tukar tambah produk jika ingin memiliki rice cooker dengan jenis yang lebih baru.

    Estetika

    Estetika merupakan desain atau model atau bentuk-bentuk dari suatu produk. Misalnya Biasanya bentuk rice cooker berupa silinder. Tujuannya adalah mempermudah orang mengambil nasi atau makanan lain dari dalam rice cooker nya. Bentuknya tidak terlalu mempengaruhi proses pemanasan yang terjadi.

    Fitur

    Meskipun fungsi rice cooker secara umum adalah menanak nasi, namun biasanya banyak fitur yang ditawarkan berkaitan dengan fungsinya. Misalnya bisa digunakan untuk mengukus makanan, menghangat lauk dan lain-lain, ini yang dinamakan sebagai Magic Com (pengembangan dari Rice Cooker).

    Persepsi Kualitas

    Persepsi kualitas bisa diartikan pandangan orang tentang merk terhadap suatu produk. Misalnya merk Cosmos, Miyako, Maspion dan lain-lain merupakan merk-merk terkenal untuk produk rice cooker ini yang biasanya dicari oleh kebanyakan konsumen.

    Kesesuaian dengan standart

    Apakah produk ini sesuai dengan standart yang ada atau tidak. Misalnya proses menanak nasi memakan waktu rata-rata 30 menit, sehingga 30 menit ini sebagai patokan standart waktunya. Selain itu standart daya listrik yang digunakan.

  40. Dilla Hilda Elfazia
    2511100102
    Produk : Printer
    Printer merupakan salah satu produk yang memiliki jenis yang beragam. Terdapat berbagai macam printer di pasaran dengan bermacam fitur dan kualitasnya. Menurut Douglas C Montgomery terdapat 8 dimensi kualitas yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standart. Dalam hal penampilan, printer seharusnya berukuran tidak terlalu besar dan memudahkan operator yang menggunakannya. Dari segi keandalan, kualitas printer dapat dilihat dari seberapa sering printer tersebut mengalami kerusakan. Semakin jarang printer mengalami kerusakan maka kualitas printer tersebut semakin bagus. Dari segi daya tahan printer dapat dilihat dari seberapa lama printer tersebut dapat digunakan sebelum mengalami kerusakan. Dalam poin servis, biasanya printer memiliki garansi perbaikan dalam kurun waktu tertentu setelah pembeliannya. Dari segi estetika, printer ini dapat dilihat dari desain printer itu sendiri. Namun, pada umumnya, printer memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda, untuk itu desain-desain tambahan akan menjadikan printer ini lebih menarik. Fitur yang dimiliki printer saat ini bervariasi. Printer saat ini tidak hanya bisa digunakan untuk mencetak dokumen seperti fungsi utamanya. Tetapi sekarang terdapat juga printer yang memiliki fasilitas untuk memfotocopi file sekaligus. Selain itu, terdapat juga printer yang khusus digunakan di restoran ataupun toko yang digunakan khusus di bagian kasir. Untuk persepsi kualitas dari printer ini tergantung dari masyarakat menilai printer itu sendiri, biasanya masyarakat akan memilih printer berdasarkan merk tertentu dari printer ini. Kesesuaian dengan standart yang dimiliki printer ini sangat penting. Printer harus sesuai dengan standart yang sudah ada karena printer ini akan mempengaruhi hal lain. Misalnya kertas yang digunakan. Kertas ini memiliki ukuran tertentu, maka desain yang digunakan dalam printer ini juga harus menyesuaikan dengan ukuran kertas standard yang ada di pasaran.
    Referensi :
    Montgomery, Douglas C, 2009, Introduction To Statistical Quality Control 6th Edition, John Wiley & Sons Inc, United States of America

  41. Nama : Joshua Rydley (2511100038)

    Produk : Baju

    Sebuah produk dapat dinilai kualitasnya berdasarkan delapan dimensi yaitu : Penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standard. Pada produk sebuah baju, kita dapat melihat kualitasnya, dari segi penampilan, yaitu dari tampak luar pakaian tersebut, misalnya dari bentuk kerahnya yang V atau tidak. Dari aspek keandalan, kita dapat mengetahui sebuah produk berkualitas apabila baju tersebut tidak menyusut atau rusak setelah dipakai dalam jangka waktu yang lama. Untuk aspek daya tahan, kita bisa mengambil contoh dari kemampuan baju untuk tidak sobek walaupun tersangkut pada gagang pintu. Untuk aspek servis, kita bisa menemukan beberapa produk kemeja yang memberikan tambahan kancing di bagian bawah kemeja sebagai persediaan untuk konsumen apabila kancingnya terlepas lalu hilang. Dari segi estetika, kita bisa menilai sebuah baju dari warna atau motifnya. Untuk segi fitur, kita bisa mengambil contoh dimana akhir – akhir ini sering ditemukan kancing dan pengait pada lengan kemeja sehingga ketika lengan kemeja tersebut digulung, gulungannya dapat dikaitkan sehingga gulungannya tidak rusak. Untuk produk baju, kita bisa dapat persepsi kualitas dari merk baju tersebut. Sudah ada beberapa brand pakaian yang terkenal di kalangan masyarakat dan oleh karena itu biasanya persepsi masyakat selalu menganggap asalkan merknya brand terkenal tersebut, maka tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya. Poin terakhir adalah kesesuaian dengan standard. Internasional Organization of Standardization telah membuat sebuah standard banyak hal di dunia ini, termasuk pakaian. Misalnya, terdapat ISO 3635:1981 yang mengatur tentang standar penentuan ukuran dari pakaian, seperti ukuran S, M, L, atau XL.

  42. Boyke Syonri Simbolon
    2512100127
    Produk: Televisi
    Televisi (TV)adalah salah satu alat elektronik yang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Dewasa ini, peningkatan inovasi televisi semakin melonjak. Hal ini dapat dilihat dari beragam kualitas yang beredar dipasaran. Menurut Douglas C Montgomery, ada delapan dimensi kualitas yang perlu diterapkan dalam suatu produk yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas dan kesesuaian dengan standar. Dimensi kualitas tersebut diaplikasikan dalam sebuah contoh produk, yaitu televisi. Dimensi pertama adalah penampilan. Kondisi luar televisi seperti tidak ditemukan cacat. Televisi dengan ukuran body yang tipis akan menambah ketertarikan konsumen.Dimensi kedua adalah keandalan. Dimensi keandalan adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi yang diinginkan dan tingkat keberhasilan pemakaian. Pada telivisi dapat dilihat dari kemampuan televisi untuk mengeluarkan gambar yang jelas serta suara dengan baik. Dimensi ketiga adalah daya tahan. Dimensi daya tahan pada televisi adalah berkaitan dengan seberapa lama televisi tersebut dapat digunakan hingga membutuhkan perbaikan. Dalam hal ini perlu diperhatikan perawatan yang rasional. Dimensi keempat adalah servis. Servis pada televisi dapat dilihat dari garansi yang diberikan perusahaan televisi kepada konsumen. Dimana hal ini akan menjamin kualitas terhadap produk, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Dimensi kelima adalah estetika. Estetika pada suatu produk akan menarik perhatian konsumen. Pada televisi, tampilan desaain pemberian warna yang indah tanpa mengurangi kenyamanan saat menonton akan menarik perhatian konsumen. Dimensi keenam adalah fitur. Dimensi fitur pada telivisi dapat dilihat dari item-item yang ada dalam televisi, seperti gambar tiga dimensi, layar sentuh, auto signal booster, auto clean, port USB dan HMDI yang berfungsi menghubungkan perangkat elektronik lain. Dimensi ketujuh adalah persepsi kualitas. Dimensi persepsi kualitas pada televisi dilihat dari persepsi konsumen terhadap kualitasnya. Pada umumnya konsumen melihat gambar dan suara yang bagus sebagai tolak ukur dari televisi tersebut. Dimensi kedelapan adalah kesesuaian dengan standar. Kesesuaian standar pada televisi dilihat dengan adanya sertifikasi standar, sebagai contoh adalah Standar Nasional Indonesia.

  43. Muhammad Husni Thamrin – 2511 100 022
    TPK – C
    Produk: Lampu

    Lampu merupakan alat vital yang mutlak dibutuhkan manusia dalam melakukan aktivitas ketika tidak adanya pencahayaan. Sehingga menentukan kesuksesan produsen menguasai pasar.
    Kualitas suatu produk dapat dilihat dari 8 dimensi. Yang pertama PERFORMANCE. Lampu yang memiliki performance baik adalah lampu yang dapat bekerja sesuai fungsi utamanya, yaitu menghasilkan cahaya yang cukup sesuai dengan kapasitasnya. Yang kedua adalah RELIABILITY. Lampu yang memiliki reliability baik adalah produk lampu yang memiliki life time sesuai dengan target/standar, sehingga meminimalir terjadinya kerusakan dini. Yang ketiga adalah DURABILITY. Lampu yang memiliki durability yang baik adalah produk lampu yang memiliki ketahanan terhadap perubahan tegangan listrik, perubahan suhu, perubahan kelembapan, dan perubahan lingkungan lainnya dan tetap bekerja seperti dalam keadaan ideal. Yang keempat adalah FEATURE. Lampu yang memiliki feature baik adalah produk lampu yang memiliki fungsi tambahan selain fungsi utamanya, yaitu mengeluarkan aroma terapi sehingga membuat nyaman konsumen di sekelilingnya, mempunyai tombol pengaturan level tingkat penerangan, dari yang rendah, sedang, dan tinggi. Yang kelima adalah CONFORMANCE. Lampu dikatakan memiliki conformance yang baik apabila produk tersebut memiliki keterangan yang sesuai dengan kapasitasnya, sehingga dapat menyinari suatu tempat dengan pencahayaan yang optimum dan dimensi lampu yang tidak terlalu besar maupun tudak terlalu kecil. Yang keenam adalah AESTHETICS. Lampu dengan aesthetics yang baik adalah produk lampu yang memiliki bentuk yang bagus. Bentuk yang bagus yaitu warna yang menarik, dimensi yang tidak ketinggalan jaman, dan tentunya ringan dan nyaman ketika dipegang saat akan dilakukan pemasangan. Yang ketujuh adalah SERVICEABILITY. Lampu yang memiliki serviceability yang baik adalah produk lampu yang mudah dijumpai di sekitar konsumen, memiliki garansi ketika terjadi kerusakan, dan memiliki panduan pemasangan. Yang terakhir atau yang kedelapan adalah PERCEIVED QUALITY. Lampu yang baik adalah lampu yang memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen, sehingga konsumen tidak meresa kecewa setalah membeli produk tersebut.

  44. Muhammad Hammam Reza – 2512 100 092
    TPK – C
    Produk: Dompet Kulit

    Dompet saat ini dinilai telah menjadi barang kebutuhan utama untuk kalangan menengah. Bahkan untuk beberapa kalangan yang menilai estetika dari sebuah dompet kulit, mereka dengan sengaja membeli dompet dengan harga yang mahal untuk merealisasikan hobi mereka memiliki dompet kulit. Jika dilihat dari delapan dimensi kualitas untuk produk dompet berdasarkan teori Douglas C. Montgomery, yakni penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standar. Penampilan dari sebuah dompet relatif sama, namun sebuah dompet dapat dikatakan memiliki penampilan yang lebih baik dilihat dari ukuran yang sesuai dengan saku celana. Sedangkan, dari segi keandalan yang berarti kemampuan produk untuk digunakan sesuai fungsinya. Keandalan dompet kulit tersebut tidak perlu diragukan. Selain bahan kulit yang relatif kuat dan tahan dengan cuaca ekstrim, jahitan yang biasa dipergunakan untuk membuat dompet dinilai merupakan jahitan yang terkenal cukup kuat. Selanjutnya adalah daya tahan. Daya tahan sebuah dompet kulit dinilai dari lamanya waktu yang diperlukan sampai jahitannya terlepas dan lamanya waktu material kulitnya mengalami proses aging. Dimensi keempat adalah servis. Servis yang dimaksud untuk sebuah dompet adalah jaminan produk yang diberikan sebuah perusahaan serta layanan bagi kustomer yang diberikan oleh suatu perusahaan. Dimensi selanjutnya adalah estetika atau nilai kecantikan. Untuk dompet kulit sendiri, nilai estetika dapat dinilai sendiri oleh kustomernya dengan melihat warna kulit dan hasil aging dari material kulit. Fitur pada dompet dinilai perlu karena dompet bersifat compartable sehingga dibutuhkan fitur yang inovatif dan berguna. Sebagai contoh, pada sebuah dompet diberikan kantung untuk menaruh foto. Persepsi kualitas ditentukan oleh kustomer yang ingin membeli sebuah produk. Untuk dompet kulit sendiri, persepsi kualitas tentunya dilihat dari kualitas material seperti kulit dan benang jahit yang kuat. Perusahaan juga perlu meyakinkan kustomer dengan cara menunjukan deskripsi material yang digunakan. Hal terakhir adalah kesesuaian dengan standar. Standar dompet yang baik adalah yang dapat menyimpan uang dengan baik.

  45. Made Diksi Narendra
    2512100043
    produk: gitar listrik

    8 dimensi kualitas yang akan saya coba aplikasikan sekarang yaitu dalam produk berupa gitar listrik. Gitar ini menggunakan material kayu maple yang kemudian diolah menjadi gitar listrik. Bentuk utamanya terdiri dari 3 bagian utama yang biasa terdapat di semua gitar yaitu kepala, leher, dan badan. Pada bagian leher akan terdapat 6 senar yang terhubung dengan 6 buah pasak yang terdapat di bagian kepala. Pada bagian leher juga nantinya akan ada 21 fret yang membagi tiap bagiannya sehingga memiliki tinggi dan rendah nada yang berbeda-beda. Gitar ini memiliki keterandalan yang stabil, dengan kata lain tidak akan berbeda suaranya saat diuji pertama, kedua, atau bahkan seterusnya. Ketahanan gitar ini juga sangat luar biasa. Gitar ini dirancang dengan bahan yang kuat sehingga bisa menahan injakan kaki orang dewasa tanpa mengalami kerusakan yang berat, dibanting pun juga tidak akan mengalami kerusakan yang berarti. Servis yang diberikan yaitu berupa kemudahan bagi pengguna untuk memainkan gitar ini serta kemerduan dari nada yang dikeluarkan tidak kalah dengan rata-rata kualitas gitar listrik kelas dunia. Keindahan atau estetika dari produk ini juga tentunya akan sangat terjaga. Produk ini memiliki desain bentuk body seperti bintang dengan cat mengkilat warna biru yang tidak terlalu norak sehingga gitar ini mempunyai nilai estetika yang tinggi. Beberapa fitur yang tedapat di gitar ini yaitu bridge floyd rose licensed, pickups jenis duncan designed HB-108, dan lain-lain. Kualitas yang dihasilkan oleh gitar ini juga akan akan setara dengan gitar-gitar listrik kelas dunia yang sudah lebih dahulu terkenal. Gitar ini juga akan memenuhi standar dari gitar listrik internasional.

  46. Samuel Tarigan / 2512100144 / TPK – C
    Sepeda serat karbon

    Sepeda dari serat karbon mulai menjadi terkenal di Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir. Penampilan sepeda serat karbon sangat baik atau hampir tidak ada cacat karena sudah diproses dengan alat yang mutahkir dan metode yang sangat canggih. Jika seseorang mencari sepeda yang handal hampir semua medan, maka sepeda karbon adalah yang paling tepat. Sepeda ini ringan dan kuat, sehingga akan sangat menguntungkan bila digunakan untuk berpacu dengan kecepatan dan medan yang naik turun. Daya tahan sepeda ini cukup lama dan lebih tahan karat dibanding jenis sepeda lain karena terbuat dari karbon. Namun, jika sepeda ini jatuh, kemungkinan untuk mengganti rangka sangat besar. Hal ini dikarenakan material serat karbon tidak cukup kuat saat terkena benturan atau sifat getasnya tinggi. Jika sudah terjadi kerusakan, maka servis sepeda ini akan cukup mahal dan lokasi servisnya juga terbatas. Hal ini dikarenakan penggunaan sepeda karbon yang masih terbatas.Di bidang estetika, sepeda karbon merupakan sepeda yang dapat didesain secara unik / tidak sepeti kebanyakan sepeda yang mayoritas kerangkanya berpola segitiga. Sehingga, mata akan langsung terkesan saat melihat sepeda ini. Fitur-fitur seperti 5 gear tambahan, tempat botol minuman, speedometer digital melengkapi sepeda karbon pada umumnya . Dari sisi persepsi kualitas, salah satu merek sepeda serat karbon ternama Trek Elite Carbon 9.8 sudah diakui kehebatan dalam dunia balap sepeda. Sepeda ini menjadi pilihan pembalap dunia untuk ditunggangi. Untuk memenuhi standar kualitas, biasanya pada rangka sepeda karbon dilakukan uji NDT (Non destructive test). Test ini juga biasanya dilakukan pada rangka aluminium atau jenis lainnya. Berat sepeda karbon yang teringan adalah 3,36 kg. Dapat dibayangkan bagaimana ringannya sepeda tersebut.

  47. Anisa Istiqfari – 2511100138 – TPK C
    Produk: Blender

    Blender merupakan salah satu alat rumah tangga yang cukup populer karena fungsi uniknya yaitu melembutkan makanan terutama buah dan sayur. Berikut ini adalah aplikasi 8 dimensi kualitas untuk produk blender. Yang pertama adalah performansi. Performansi atau kinerja dari sebuah blender dapat dinilai dari kualitas jus yang dihasilkan. Kualitas jus sangat bergantung pada ketajaman dan kecepatan putar pisau blender. Semakin tajam dan cepat perputaran pisau, maka buah atau sayur akan semakin cepat berubah menjadi jus yang lembut. Kedua, keandalan produk blender dapat dilihat dari jangka waktu hingga blender mengalami kendala-kendala seperti tidak mampu lagi melembutkan buah dan sayur secara sempurna, putaran pisau lambat atau tersendat-sendat, dan lain-lain. Ketiga, daya tahan blender ditunjukkan oleh jangka waktu hingga blender benar-benar rusak, pisaunya tidak dapat berputar lagi, dan tidak dapat lagi diperbaiki. Keempat, dimensi servis produk blender ditunjukkan oleh mudah tidaknya perbaikan jika blender mengalami kendala atau kerusakan. Umumnya, perbaikan blender cukup sulit dilakukan sendiri sehingga butuh tenaga servis. Banyak merek blender yang memberikan jasa garansi. Kelima, estetika blender bisa dinilai contohnya dari desain dan ukuran wadah jus, desain dan warna body blender, serta desain dan warna tombol. Pengaruh dari dimensi estetika tidak hanya dalam hal keindahan. Contohnya, desain wadah jus akan memengaruhi sulit tidaknya wadah ketika dilepaskan dari body blender. Keenam, dimensi fitur dapat dinilai dari jenis-jenis fungsi tambahan yang ditawarkan, contohnya adanya wadah khusus yang lebih kecil untuk menghaluskan bumbu, adanya tombol otomatis untuk membatasi perputaran pisau setelah jangka waktu tertentu, dan sebagainya. Ketujuh, dimensi persepsi kualitas blender akan menunjukkan persepsi konsumen terhadap merek-merek tertentu. Setiap merek memiliki keunggulan masing-masing, dan umumnya kualitas produk berbanding lurus dengan harga. Yang terakhir adalah kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Dimensi ini menentukan apakah blender sudah memenuhi kriteria-kriteria khusus yang ditetapkan oleh SNI.

  48. Feby Rajab Syahroni – 2510100150 TPK C
    Lighter

    Korek gas atau sering kita sebut dengan lighter merupakan produk yang sering kita jumpai dalam kegiatan sehari-hari. Suatu produk tentunya memiliki standar kualitas yang dimiliki, tidak terkecuali dengan lighter ini. Jika dilihat dari 8 dimensi kualitas Menurut Douglas C Montgomery yaitu penampilan, keandalan, daya tahan, servis, estetika, fitur, persepsi kualitas, dan kesesuaian dengan standart, berikut merupakan klasifikasi tiap dimensi tersebut untuk lighter ini. Yang pertama yaitu penampilan, dari penampilan yang dimiliki lighter sudah didesain semenarik mungkin agar dapat menarik konsumen misal dengan memberi gambar dan lain sebagainya. Setelah itu dilihat dari dimensi kedua yaitu keandalan. Keandalan dari lighter bisa dilihat dengan kesesuaian dengan fungsinya, tentunya lighter harus dapat menyala sesuai dengan gas nya. Untuk dimensi ketiga yaitu daya tahan, tentunya sebuah lighter harus memiliki daya tahan yang baik, karena berhubungan dengan panas. Kemudian dimensi yang keempat yaitu servis. Servis merupakan bagaimana membuat produsen puas akan pelayanannya. Jadi lighter harus bisa berjalan sesuai dengan fungsinya agar dapat memberi servis yang maksimal untuk konsumen. Dimensi kelima yaitu estetika, estetika dalam lighter ini bisa dilihat melalui bentuk lighter yang mudah untuk digenggam dan untuk dinyalakan, kemudian terdapat fungsi untuk membesarkan atau mengecilkan apinya, belum ditambah dengan fitur unik seperti hiasan yang melapisi lighter tersebut. Untuk dimensi ke enam yaitu fitur, lighter memiliki fitur yang banyak, sesuai dengan keinginan konsumen. Misal ligther yang dilengkapi dengan senter, atau lighter yang berukuran besar. Fitur ketujuh yaitu persepsi kualitas. Lighter yang banyak dilirik oleh konsumen sekarang yaitu yang bermerk zippo atau tokai atau cricket. Lighter tersebut seudah banyak dikonsumsi karena kualitasnya yang baik. Kemudian dimensi terakhir kesesuaian dengan standar yaitu produk lighter akan dilirik banyak konsumen ketika memiliki sertifikasi seperti iso dan lain sebagainya.

Tinggalkan/Submit Komentar di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: