Tawaran Topik Tugas Akhir Juli 2012

Mahasiswa Mahasiswa Jurusan Teknik Industri yang baik,

Berikut ditawarkan beberapa topik yang bisa dikerjakan, baik yang berlatar belakang otomasi, CIM maupun Sistem Manufaktur pada umumnya.

  • Intelligent Inspection System for Woodworking Industry
  • Intelligent Inspection System for Ceramic Tiles Industry
  • Evaluasi integrasi software dan hardware dalam sebuah lini produksi (studi kasus pabrik air minuman dalam kemasan, produk beverage sejenisnya)
  • Pengembangan strategi penggunaan komputer, software dan informasi dalam pembuatan pabrik baru (agriculture and fisheries industries)
  • Survey penggunaan CAD/CAM/CAE di industri Surabaya atau Jawa Timur
  • Pembuatan model perencanaan kapasitas berbasis integrasi lini produksi (multi product/varian)
  • Evaluasi peningkatan teknologi dalam lini produksi (tinjauan penggunaan sistem produksi otomatis) atau proses packaging
  • CIM Maturity model untuk pabrik selain air minum dalam kemasan
  • Evaluasi dan perencanaan perubahan sistem perakitan manual menjadi otomatis
  • Analisa keseimbangan lintasan dan keseimbangan pengaturan waktu dalam fasilitas CIM (Lab Siman) antara dua mesin atau lebih
  • Process activity mapping – order fulfilment process – evaluation waste based on process integration
  • Beberapa topik lainnya, jika Anda berminat

 

Advertisements

Uraian penawaran topik Tugas Akhir

Tawaran topik ini berlaku untuk seluruh mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya.  Deskripsi tiap topik sudah dijelaskan pada bagian lain di tag ini. Kerangka penelitian yang ada merujuk pada roadmap penelitian Laboratorium Sistem Manufaktur.

Perubahan ataupun pengembangan topik dan ruang lingkupnya akan sangat dapat diterima.

Topik TA di luar paparan tersebut, antara lain:

1. Penentuan Lokasi Halte Busway Surabaya (selain koridor yang sudah dikerjakan Triananda, semester lalu)

2. Busway maintenance system

3. Penentuan Rute Busway Surabaya

4. Benefit-Cost Analysis Busway Project in Surabaya

5. Manajemen perubahan perilaku kebiasaan masyarakat Surabaya untuk mendukung penggunaan Busway System
Anda bisa menanggapi tawaran ini melalui e-mail yudhaprase@yahoo.com, atau meninggalkan komentar di sini atau menemui saya di kantor PASTI-ITS (Teknik Industri Lantai 2)

-Yudha Prasetyawan-

Automatic Traffic Identification System

“PERANCANGAN AUTOMATIC TRAFIC IDENTIFICATION SYSTEM SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN LAYANAN INDUSTRI JASA PENYEDIA INFORMASI
(STUDI KASUS: RADIO X DAN PT.Z PROVIDER TELEKOMUNIKASI)”

PERMASALAHAN

Kesulitan dalam memberikan informasi yang akurat update real time kepada masyarakat pengguna jalan disebabkan karena jumlah kendaraan yang dapat mencapai ribuan per setiap saat pengamatan. Rancangan Automatic Traffic Identification System diharapkan mampu mengatasi kesulitan tersebut, sekaligus mengakomodir sistem referensi yang selama ini ada (pendengar Radio X dan kamera PT Z Provider Telekomunikasi).

TUJUAN PENELITIAN

1. Menentukan kategori kepadatan lalu-lintas (padat, sedang, lancar, dan sebagainya) berdasarkan jumlah dan tipe kendaraan pembangkit arus

2. Membuat rancangan identifikasi kendaraan otomatis yang melalui persimpangan/ruas jalan tertentu, yang menghasilkan output jumlah dan jenis kendaraan

3. Menganalisa sistem referensi sebagai sarana bantu menghimpun data penunjang (data pembanding) yang berasal dari informasi pendengar Radio X dan kamera PT Z Provider Telekomunikasi

4. Membuat rancangan sistem informasi yang mengolah data kepadatan

5. Membuat rancangan Automatic Trafic Identification System (ATIS) yang merupakan integrasi identifikasi kendaraan otomatis, sistem referensi, dan sistem informasi – selanjutnya dikembangkan sebagai prototype layanan berlangganan dan berbayar

Perancangan Rute Sistem Angkutan Umum

PENGEMBANGAN MODEL PERANCANGAN RUTE SISTEM ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN NILAI EKONOMI, KEANDALAN MODA DAN PERTIMBANGAN ASPEK LINGKUNGAN

PERMASALAHAN

Kepercayaan masyarakat pengguna angkutan umum yang semakin turun disebabkan oleh ketidaknyamanan, ketidaktepatan waktu dan ketersediaan angkutan secara tepat. Di samping itu secara umum, angkutan umum sering dianggap sebagai penyebab kemacetan karena laju kendaraan yang cenderung melambat serta kurang dirawat (kurang handal) sehingga memberi kontribusi signifikan terhadap pencemaran kota. Dengan adanya model yang dirancang dalam penelitian ini diharapkan dapat merumuskan rute yang optimal (beserta titik halte dan moda transportasi yang digunakan), sehingga didapatkan manfaat yang maksimal dan dampak negatif yang minimal.

TUJUAN PENELITIAN

1. Melakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan model-model penentuan rute layanan angkutan umum perkotaan

2. Melakukan identifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai ekonomi, keandalan moda dan aspek lingkungan sebagai tolok ukur performansi rute

3. Memetakan kondisi struktur dan infrastruktur jalan yang menjadi karakteristik perkotaan di Indonesia

4. Membuat rancangan model komprehensif untuk mengantisipasi kekurangan model penentuan rute yang sudah ada serta mengakomodasi faktor-faktor yang mempengaruhi performansi rute secara keseluruhan

5. Membuat rancangan model penunjang sebagai penentu titik halte serta jenis moda transportasi yang digunakan.

6. Pengujian model rancangan secara teoritis melalui simulasi untuk dapat mencapai kondisi “robust” dalam potensi implementasi di beberapa kota besar Indonesia (dalam penelitian ini akan diuji untuk kota Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta). Jakarta dan Yogyakarta telah memiliki jalur Busway, sedangkan Surabaya masih dalam kerangka wacana meskipun sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk implementasi Busway.

Intelligent Inspection System

Rancangan penelitian ini dapat dipakai untuk beberapa mahasiswa sekaligus dengan studi kasus yang berbeda, misalnya air mineral, soft drink, ataupun sirup/sari buah.

PERANCANGAN SISTEM INTEGRASI INTELLIGENT INSPECTION DAN QUALITY CONTROL UNTUK INDUSTRI MINUMAN DALAM BOTOL KEMASAN

Tujuan Penelitian

1. Melakukan identifikasi kebutuhan inspeksi pada setiap tahapan proses

2. Melakukan klasifikasi jenis cacat pada produk yang terjadi pada setiap tahapan proses dan penyebabnya (melalui Root Cause Analysis)

3. Melakukan identifikasi aktivitas pembetulan (corrective action) pada tahapan proses yang terdeteksi adanya cacat

4. Melakukan perbaikan dan penyesuaian rancangan program (software) IISC 1.0 untuk mengakomodir semua seven tools dan corrective action

5. Merancang sistem integrasi berupa sinkronisasi software dengan hardware

6. Pengujian rancangan sistem untuk mencapai “robust” dalam memisahkan produk baik maupun cacat

Mahasiswa yang mengambil topik ini saat ini:

1. Gary Eka Luviano